Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 172


__ADS_3

Saat Sima rui dan ziyan terlibat perbincangan hangat. Ditempat lain justru sedang terjadi kekacauan.


Sekelompok orang memasuki sebuah restauran. Pelayan yang bertugas menyambut tamu terkejut saat kelompok yang berjumlah Enam orang itu menerobos masuk. Sebelum pelayan tersebut mencegah atau bertanya, seseorang di kelompok tersebut sudah terlebih dulu berteriak.


" Hei dimana pemilik tempat ini! Cepat katakan! " Teriaknya hingga membuat semua perhatian berpindah pada kelompok tersebut.


Pelayan lain yang berdiri di depan pria itu gemetar. Namun dengan mengandalkan sisa keberaniannya, ia pun berbicara, " Tu-tuan, tolong tenang. Pemilik tidak ada di sini. Tapi, ada manajer yang bertanggung jawab atas tempat ini. Apa kau mau bertemu dengannya. "


Pria itu menggebrak meja, " kalau begitu cepat panggilkan dia. " kembali pria itu berbicara dengan nada tinggi hingga urat di lehernya menonjol keluar.


Segera ia menyuruh temannya yang lain memanggil sang manajer. Dan tak lama, pria tambun dengan perut gendut keluar.


" Tuan-tuan ada yang bisa aku bantu. Aku manajer di tempat ini. " Tanya manajer Gu. Ia mengelap keningnya yang berkeringat karena gugup. Saat pelayannya datang dan mengatakan ada sekelompok orang yang datang dengan marah-marah. Manajer Gu sebenarnya sudah tahu bahwa akan ada masalah. Namun saat melihat pria bertubuh kekar dengan tampang mengerikan, keberanian yang sebelumnya sudah ia kumpulkan mendadak menguap. Ia bisa merasakan punggungnya yang terasa dingin dan keningnya yang terus berkeringat. Diam-diam kakinya juga gemetar saat tadi melangkah.


" Apa kau yang bertanggung jawab atas tempat ini. " Pekik pria berotot lain.


" I-iya tuan, apakah ada masalah? "


Pria berotot itu langsung maju dan mencengkram baju manajer tersebut. " Apa ada masalah katamu? gara-gara kalian keluarga ku keracunan dan anak ku bahkan sampai meninggal. " Pekiknya sambil menunjuk wanita yang tampak pucat dengan seorang anak yang terbaring di sebelahnya.


Pria itu mencoba mengangkat tubuh manajer Gu namun diurungkannya karena tubuhnya yang sangat berat.


' Ah sial tubuh babi ini berat sekali. ' Batin pria berotot itu.


" Sekarang tanggung jawab kalian. " Sambung pria itu lagi. Ia mendorong tubuh manajer Gu hingga menubruk salah satu pelayan.


" Manajer Gu, anda baik-baik saja? " tanya pelayan itu.


Manajer Gu hanya mengangguk. Lalu kembali melihat pria itu.


" Tuan sepertinya ada kesalahpahaman di sini. Makanan kami tidak mungkin be- " ucapan manajer Gu langsung terhenti ketika pria berotot justru menendang manajer Gu.


Tendangan itu sangat keras. Beruntung karena manajer Gu memiliki tumbuh tambun. Jadi saat ia menerima tendangan itu, tubuhnya hanya mundur ke belakang tidak sampai terlempar.

__ADS_1


Suasana restauran yang tadinya cukup menarik karena mendapat tontonan gratis, seketika langsung ricuh saat pria itu mulai memukul manajer Gu. Dan tak hanya itu, mereka mulai menyebarkan fitnah bahwa makanan di tempat itu beracun. Sontak pengunjung yang percaya langsung memuntahkan makanan mereka, bahkan ada yang sampai membuang piring mereka. Dalam sekejap, suasana restauran berubah kacau.


Manajer Gu dan para pelayan ingin menenangkan para pengunjung namun karena amukan mereka yang menakutkan membuat nyali mereka menciut. Tampaknya para pengunjung memilih percaya dari pada menerima resiko keracunan seperti yang di katakan oleh kelompok pria berotot itu. Apalagi saat melihat kondisi salah satu keluarga itu yang pucat dan seorang anak yang meninggal. Membuat mereka langsung menelan fitnah tersebut tanpa peduli dengan kebenarannya.


" Katakan pada pemilik tempat ini. Kami menuntut ganti rugi. Jika tidak, kami akan hancurkan tempat ini. Kami akan kembali lagi besok. " Setelah mengatakan itu, kelompok itu pergi.


" Manajer bagaimana ini? " tanya salah seorang pelayan.


Manajer Gu menatap sekeliling, lalu menghela napas. ' semuanya hancur. ' Batinnya.


" Aku akan pergi ke chuntian menemui tuan wenran. Kalian bersihkan tempat ini terlebih dulu. " Perintahnya pada para pelayan.


Sesampainya di chuntian, manajer Gu langsung di tuntun ke ruangan wenran.


" Masuk. " Ucap wenran saat mendengar ketukan pada pintu ruangannya.


Manajer Gu masuk, dan melihat wenran masih sibuk dengan semua pembukuan yang ada di atas meja. Meski wenran tak perlu membuat pembukuan tersebut, namun ia perlu memeriksanya sebelum menyerahkannya pada ziyan.


Karena tak kunjung ada suara, wenran yang heran mengangkat kepalanya dan mengernyit begitu melihat manajer Gu.


Manajer Gu mengelap keningnya yang kembali berkeringat karena lelah setelah berjalan. " Maaf tuan wenran. Tujuan ku kesini karena ingin melaporkan perihal masalah restauran. " Dan mulailah manajer Gu menceritakan semua yang terjadi.


Air muka wenran berubah jelek setelah mendengarnya. Pasalnya restauran itu merupakan salah satu usaha ziyan yang terbesar setelah chuntian. Jika tempat itu bermasalah maka akan mempengaruhi pendapatan mereka.


" Aku akan melaporkan hal ini pada bos. Kau kembalilah. Untuk sementara jangan buka dulu. Tunggu kabar selanjutnya. " Ujar wenran.


Setelah manajer Gu pergi wenran segera menulis surat dan meminta Bingjie mengantarnya. Anggota heilong sekaligus salah satu host di klab malam ziyan.


*********


Segera, Ziyan membaca surat yang di bawa Bingjie. Meski ziyan tidak bereaksi banyak, namun bingjie tahu bahwa masalah ini cukup mengganggunya.


" Bingjie. Aku ingin kau selidiki keluarga yang terkena racun itu. Juga, termasuk makanan apa yang mereka pesan pada hari itu. " Titah ziyan.

__ADS_1


" Baik. Kalau begitu aku undur diri nyonya. " Ucap bingjie.


Ziyan mengangkat kedua alisnya saat mendengar panggilan bingjie. Dan seolah tahu akan hal yang di pikirkan ziyan. Binjie pun menjelaskan.


" Dulu anda belum menikah. Sementara sekarang anda sudah menikah. Jadi wajar jika ku panggil nyonya. " Ziyan mengangguk.


Tiba-tiba sima rui masuk. Ia melihat bingjie yang berdiri di depan meja istrinya. Meski ia tampak seolah dirinya sama sekali tidak peduli, Sebenarnya sama rui mengamati bingjie dari atas hingga bawah.


" Kau sudah pulang. " Ucap ziyan pada suaminya. Sima rui mengangguk, dan selanjutnya ia menarik pinggang sang istri lalu merangkulnya secara posesif.


Ziyan menatap Sima rui dari samping dengan tatapan rumit. Namun sedetik kemudian ia menyadari bahwa sikap Sima rui karena keberadaan bingjie.


Ziyan terkekeh. ' Pria ini masih saja pencemburu. ' Batin ziyan. Ia memilih mengacuhkan sikap Sima rui dan kembali mengalihkan perhatiannya pada bingjie.


" Baiklah bingjie, Sesuai perintah ku tadi. Aku akan menunggu hasilnya malam nanti. " Dan bingjie segera pergi setelah berpamitan terlebih dahulu.


" Apakah ada masalah serius? " Tanya Sima rui.


Tak ingin menjelaskan, ziyan memilih untuk memberikan surat wenran.


" Apa tanggapan mu? " Tanya ziyan setelah melihat Sima rui selesai membaca surat wenran.


" Tidak sesederhana yang terlihat. " Jawab Sima rui singkat. Ia melihat ziyan yang mengangguk-angguk.


" Apa kau curiga seseorang mencoba menjebak restauran ku? "


" Itu salah satu kemungkinan dari semua hal yang bisa saja terjadi. Intinya apapun itu, hal ini akan membuat keuntungan mu menurun. "


Zi yan menghela napas sembari menyandarkan kepalanya pada pundak Sima rui.


" Karena itu aku meminta bingjie menyelidikinya terlebih dulu. " jelas ziyan.


" Kau lihat tidak tadi. Bingjie tampaknya jauh lebih segar akhir-akhir ini. Bukankah ia semakin tampan. " Puji ziyan dengan antusias. Namun sayangnya rasa antusias ziyan menyulut sumbu kecemburuan Sima rui.

__ADS_1


Ziyan melihat tatapan peringatan dari mata Sima rui dan tertawa ringan. " Suamiku. Hanya kau yang aku cintai dan tentunya akan selalu menjadi satu-satunya. "


***********


__ADS_2