Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 303 Side story ( A guang story)


__ADS_3

Berita kehancuran serikat Haidao dan juga tenggelamnya kapal Zhuocheng dengan cepat sampai ke telinga A Guang. Bibirnya mengulas senyum lebar bukti ia puas dengan apa yang terjadi dengan musuhnya itu.


Sungguh kejam, bahagia di tengah kemalangan orang lain.


Mungkin terdengar seperti itu, tapi apa boleh buat. Karena itu memang tujuannya. Bahagia di atas penderitaan zhuocheng yang nyatanya tidak lepas dari campur tangannya juga.


" Andai kita tidak bertentangan aku yakin kita berdua bisa menjadi teman yang cukup baik. " Gumamnya.


Setelah menyelesaikan masalah zhuocheng, kini saatnya bagi A Guang untuk kembali fokus pada persiapan pernikahannya yang kurang dari dua bulan ini.


Tiba-tiba ia tersenyum bodoh. Saat membayangkan sebentar lagi dirinya akan menjadi seorang suami.


Dan pikirannya menjadi lebih imajinatif. Namun detik berikutnya wajahnya perlahan berubah merah.


' Sial. Kenapa pikiran ku berubah kotor. ' Umpatnya dalam hati. Kemudian ia mendengus kesal karena ternyata sesuatu di bawah sana juga sudah terlanjur tegak.


Meninggalkan A Guang yang sedang panas meski saat ini berada di awal musim semi yang cenderung sejuk. Mari kita beralih pada dua wanita yang saat ini sedang duduk saling berhadapan. Mereka tak lain Ziyan dah Xu xiang.


" Jadi apa kau tahu, alasan kenapa aku memanggil mu? " Suara Ziyan tenang namun mampu membuat nyali Xu xiang menciut.


" Tidak Yang mulia Ratu. " Patuh sekali Xu xiang saat ini. Ia bahkan menjawab dengan posisi duduk tegap seolah dirinya sedang berada di kursi pesakitan.


" Jangan tegang, aku hanya ingin berbicara dengan mu bukan ingin memakan mu. " Ziyan berkata demikian, begitu melihat Xu xian yang tegang. Ingin sekali tertawa, namun ia tahan dan tetap menampilkan wajah tenang namun tegas khas ratu.


" Tidak, eh iya. Maksud saya.. " Lihatlah, Xu xiang kini justru bingung harus menjawab apa.


Sungguh, Ziyan yang sejak tadi melihat sikap calon menantunya itu ingin sekali tertawa tapi khawatir tindakannya itu justru akan membuat Xu xiang semakin merasa tidak nyaman.


" Lebih rileks lah. Aku hanya akan membicarakan tentang pernikahan kalian. " Lagi, ziyan mencoba menenangkan gadis itu.


Dan dengan patuh, Xu xiang kembali mengangguk. Meski tidak benar-benar rileks setelahnya. Karena gadis itu masih saja tegang.


" Pernikahan kalian sebentar lagi, dan aku senang karena akhirnya kau akan menjadi menantu di keluarga Sima. Tapi sebelum itu bisakah aku menanyakan sesuatu pada mu? "


" Silakan Yang mulia. " Degup jantung Xu xiang semakin kencang.


' Duh jantung, tolong tenanglah. ' Xu xiang membatin.

__ADS_1


" Baiklah aku akan langsung saja. Jika suatu saat Kakak atau ayah mu datang meminta manfaat darimu. Apa yang akan kau lakukan? apakah kau akan memberikan pada mereka apa yang mereka ingin atau kau akan menolaknya ? "


Xu xiang terkejut, tidak menyangka bahwa calon mertuanya akan bertanya tentang keluarganya. Sungguh itu di luar dugaan Xu xiang. Karena ia sendiri bahkan sama sekali tidak pernah memikirkan mereka.


Sementara ziyan sengaja menanyakan hal tersebut. Karena tak ingin baik putra maupun menantunya dimanfaatkan seseorang nantinya.


Jadi Xu xiang hanya diam sembari memikirkan jawaban apa yang pas. Namun ia juga tidak ingin membohongi hatinya. Lebih baik jujur, dari pada harus menjadi wanita munafik yang lain di mulut, lain di hati.


Jadi Xu xiang akhirnya memutuskan.


" Yang mulia bisakah saya menjawab sesuai pemikiran saya. Karena saya pikir akan lebih baik jika jujur lebih awal." Dan ziyan mengangguk.


" Sejujurnya, saya sudah memutuskan hubungan kekeluargaan dengan kakak, sedangkan dengan ayah, saya menganggapnya sudah lama meninggal. Jadi sudah sangat jelas, saya akan menolak mereka jika suatu hari mereka datang menemui dan menuntut keuntungan. Mungkin saja saya akan di cap sebagai anak yang tidak berbakti setelah penolakan saya tersebut."


" Karena itu saya minta maaf, jika ternyata kepribadian saya begitu buruk. Tidak sesuai dengan kriteria wanita lemah lembut yang anda inginkan Yang mulia. " Pasrah sudah Xu xiang menunggu tanggapan Calon mertuanya.


Namun setelah jeda yang membuat jantung Xu xiang jedag jedug. Alih-alih kecewa, Xu xiang justru dibuat tercengang saat calon ibu mertuanya tertawa.


" Maaf karena mengejutkan mu Xu xiang. Dan tolong berbicaralah lebih santai. Jangan terlalu formal. "


Menetralkan tawanya, ziyan kembali berkata. "Aku tidak perduli apapun yang dikatakan orang lain. Bagiku yang terpenting adalah putra ku menyukainya. Karena itu, jadilah diri sendiri Xu xiang. Jangan membuat dirimu menjadi orang lain hanya untuk di terima. "


Hati Xu xiang menghangat mendengar pujian itu. Pembicaraan yang di awal begitu tegang perlahan berubah hangat.


***********


Akhirnya pernikahan Sima Guang dan Xu xiang berlangsung. Suka cita memenuhi seluruh penjuru kerajaan Jin. Setelah seharian berjibaku dengan segala prosesi pernikahan yang melelahkan. Akhirnya tiba bagi kedua mempelai masuk ke kamar pengantin.


A Guang membuka penutup kepala Xu xiang.


Pupil matanya melebar kala melihat keindahan di depannya. Ia begitu terpukau dengan wajah istrinya begitu cantik malam ini. Membuat A Guang enggan mengalihkan pandangannya.


" Kau sangat cantik istri ku. " Ungkap jujur A Guang tanpa sadar.


Xu xiang menunduk menahan malu. Mengutuk jantungnya yang sejak tadi berdebar tidak bisa tenang. Begitu cepat detak jantungnya, berharap benda yang memompa darah ke seluruh tubuh itu tidak melompat keluar.


" Apa kau gugup? " Tanyanya.

__ADS_1


" Ti-tidak. A-aku biasa saja. "Jawab Xu xiang terbata. Ia berbohong, sungguh ia ingin sekali memukul mulutnya yang tidak serasi dengan tubuhnya yang jelas-jelas terlihat gugup.


" Aku bahagia, karena akhirnya bisa menjadikan kau milikku seutuhnya. " Senyum puas menghias bibir tipis A Guang.


A Guang menyentuh pipi Xu xiang perlahan turun hingga tulang selangka dan berakhir di depan pengait pakaian.


" Bolehkah? "


Dengan rona wajah merahnya, Xu xiang mengangguk malu-malu tapi mau.


Saat A Guang hendak membuka pakaian sang istri. Sebuah ketukan dari arah pintu mengganggunya. Gerakan tangan A Guang pun terhenti.


Momen yang sudah tercipta begitu indah seketika hancur.


" Sial! siapa yang mengetuk pintu. Tidakkah ia tahu bahwa ini malam pengantin kita. " Gerutunya kesal.


Xu xiang melihat sikap suaminya ingin sekali tertawa.


" Ada apa! " Pekik A Guang begitu membuka pintu dengan kasar.


Pelayan itu gemetar saat melihat kemarahan A Guang. Ia juga sebenarnya tak ingin mengganggu waktu kedua pengantin ini. Tapi apa daya, Kaisar sendiri yang memerintahkan dirinya untuk memanggil dua sejoli yang beru saja meresmikan hubungan suami istri tersebut.


" Ma-maaf Yang mulia pangeran. Saat ini anda sudah di tunggu oleh Yang mulia Kaisar dan juga ratu. " Lapornya.


Kedua alis A Guang mengerut. Bingung kenapa kedua orang tuanya memanggilnya. Mungkinkah telah terjadi sesuatu.


Jadi setelah mengganti pakaian tanpa melakukan kegiatan yang 'iya enak' itu. A Guang segera menemui kedua orang tuanya.


Begitu membuka pintu ruang, hawa tegang menyelimuti ruang tersebut.


Selain kedua orang tuanya, ada A Fei lalu A Feng bersama... A Guang tak mengenal wanita yang bersama dengan adik laki-laki nya itu. Wanita itu membawa seorang balita yang wajahnya mirip sekali dengan sang adik. A Guang tanpa sadar tertawa lucu namun selang beberapa detik tawanya berubah kaku.


" Ayah, ibu, Anak ini ? "


Ziyan membuang napas. " Dia keponakan mu. Putra A Feng. "


Hah?! Mulut A Guang menganga lebar. Lelucon apa ini. Bagaimana bisa ia yang menikah, tapi adiknya yang sudah lebih dulu memiliki anak.

__ADS_1


Tolong bangunkan jika ini mimpi. A Guang masih berharap ini adalah mimpi.


__ADS_2