Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 119


__ADS_3

Waktu bergulir dengan cepat. Hari ini sima rui dan sima yan akan berangkat menuju ke perbatasan ibu kota guna menyambut utusan Kerajaan wei.


" Tunggu aku, tinggallah di istana rixi sampai aku kembali. " Ucap sima rui.


Ziyan menggeleng. " Tidak. Aku akan menunggu di kediaman Mo saja. Lagi pula tidak baik membuat rumor buruk sebelum pernikahan. Aku akan datang ke istana bersama ayah saat utusan sampai di ibu kota. " Jawab ziyan menjelaskan. Dia tidak mau kembali terkena skandal. Cukup rumor perselingkuhannya bersama sima yan dulu.


" Baiklah. " Sima rui cukup kecewa dengan penolakan ziyan, namun ia paham akan situasi keduanya.


Dari sudut mata Sima rui, ia bisa melihat Sima yan yang sejak tadi melihat ke arah mereka. Lebih tepatnya ke arah ziyan. Hal itu tentu saja membuatnya cemburu. Wajahnya berubah asam dan mulai berpikir bagaimana membuat Sima yan mengalihkan pandangannya dari ziyan.


Sima rui menarik ziyan hingga gadis itu menabrak dada bidangnya lalu merengkuhnya dalam pelukan. Adegan itu sontak membuat Sima yan memalingkan wajahnya. Diam-diam senyum seringai merekah di bibir Sima rui. Katakanlah Sima rui egois, tapi ia sangat tidak suka jika miliknya di lihat orang lain, apalagi menjadi dambaan terutama adiknya sendiri.


Feng xiao yang sedari tadi melihat tuannya melihat ke arah ziyan hanya bisa menghela napas. Ia tahu sekarang tuannya sedang patah hati melihat interaksi dua sejoli itu. Tapi itulah resiko mencintai yang bukan miliknya.


" Putra mahkota, kita akan segera berangkat. " Ucap feng xiao berharap bisa mengalihkan perhatian sima yan. Ia pun mengangguk dan memerintahkan kudanya agar berjalan sedikit ke depan.


" Aku berangkat. " Ucap Sima rui melepas pelukannya.


" Hati-hati. "


Kuda hitam gagah sima rui sudah menunggu, dan dengan sekali hentakan tubuh Sima rui sudah melayang dan berada di atas kuda.


Ziyan menatap kepergian rombongan tersebut hingga tak terlihat.


" Yaoyao ayo ke rumah bibi. Aku ingin mengembalikan sesuatu. " Ucap ziyan sembari menaiki kereta kudanya. Ia ingin mengembalikan racun yang kemarin sempat ia minta.


*******


Ziyan menunggu di rumah lucy, hampir satu jam lebih ia duduk dan menghabiskan entah sudah berapa gelas teh yang ia minum.

__ADS_1


" Apa bibi tidak mengatakan pergi kemana? " tanya ziyan pada pelayan yang sejak tadi setia menemaninya.


" Tidak nona. Ia hanya mengatakan pergi ke hutan di pinggir kota untuk mencari beberapa herbal. " Jawab pelayan itu.


" Sudahlah. Kita pergi dulu. Nanti sore aku akan kembali lagi. " Ziyan langsung pergi begitu selesai berbicara.


Namun saat ia hendak pergi, pintu gerbang tiba-tiba terbuka. Ia melihat sang bibi dengan seseorang di atas punggungnya. Xiaoqi yang melihatnya, langsung membantu lucy membawa gadis yang di gendongnya itu dan membawanya ke dalam.


" Siapa dia bi? " tanya ziyan menatap gadis penuh luka yang sedang bibinya obati itu.


" Aku tidak tahu. Aku menemukannya di pinggir sungai. Mungkin ia salah satu saudagar kaya yang diserang bandit hingga akhirnya terjatuh di sungai dan terbawa arus. " Jelas lucy.


Ia sendiri juga tidak tahu siapa gadis yang ditolongnya itu. Saat menyusuri sungai ia di kejutkan dengan penemuan tubuh yang ia sangka mayat, namun setelah diperiksa ternyata masih bernapas. Awalnya lucy ingin meninggalkannya saja. Tapi sebagai ahli medis, jiwanya meronta seolah hati nuraninya menolak. Jadi dengan terpaksa ia membawanya pulang.


Ziyan memegang dagunya memperhatikan pakaian gadis itu. " Pakaiannya tampak berbeda. Mungkin ia bukan rakyat kerajaan jin. "


" Aku juga berpikir begitu. " Ucap lucy setuju.


Lucy menggeleng, " Luka di kepalanya tampak serius, mungkin karena benturan saat terjatuh. Itulah yang membuatku tidak bisa memperkirakan kapan ia akan sadar. Jika ada mesin CT scan, kita bisa melihat apakah ada penggumpalan darah atau tidak. Dan semoga saja tidak ada cidera otak yang membuatnya hilang ingatan. " Ziyan mengangguk sebagai tanggapan.


" Oh iya.. ada perlu apa kau kesini? bukankah seharusnya kau bersama dengan sima rui? " lanjut lucy.


" Ia sedang ke perbatasan ibu kota menjemput utusan Kerajaan wei. Jadi aku kesini sekaligus ingin mengembalikan ini.. " Ziyan memberikan botol kecil pada lucy.


Lucy hanya melirik tanpa mengambil botol tersebut. " Kau simpan saja. Mungkin kau akan membutuhkannya di lain waktu.


Tak ingin berdebat. Ziyan kembali memasukan ke dalam saku lengannya. " Baiklah. Aku pergi kalau begitu. Jika bibi butuh bantuan, hubungi aku saja. "


*********

__ADS_1


Sementara itu, sima yan dan sima rui sudah berada di perbatasan ibu kota. Mereka sudah menunggu cukup lama, tapi sama sekali tidak ada tanda-tanda kedatangan rombongan kerajaan wei.


" Kakak, kenapa mereka lama sekali? Apa mungkin terjadi sesuatu di tengah jalan. " Tanya sima yan gelisah.


Wajah serius sima rui masih menatap ke depan. " Kita tunggu saja, aku sudah mengirim prajurit untuk memeriksa. Seharusnya tidak lama lagi akan ada kabar. "


Setelah mendengar jawaban sima rui, sima yan tak lagi bertanya. Ia tahu kakaknya selalu selangkah di depan.


Dan tidak lama kemudian, terlihat rombongan kereta kuda dan beberapa kuda yang mengiringinya dengan prajurit yang membawa bendera kerajaan wei.


Tepat saat di depan gerbang ibu kota. Seseorang turun dari kereta kuda. Seorang pemuda dengan pakaian khas negara wei. Sima rui dan Sima yan pun turun dari kuda untuk menyambut tamu negaranya tersebut.


" Selamat datang di kerajaan jin, anda pasti tuan perdana menteri Guan. " Ucap Sima rui sembari memberi salam.


Pria itu menyambut salam Sima rui. " Aku tidak menduga bahwa pangeran pertama akan mengenalku. Sungguh suatu kehormatan di kenal oleh jenderal hebat seperti anda. " Lalu pria itu beralih melihat Sima yan. " Anda pasti putra mahkota, senang bertemu dengan anda Yang mulia. "


" Selamat datang di kerajaan Jin perdana menteri Guan. " Ucap Sima yan menyambut sang perdana menteri.


" Kita akhiri dulu perkenalan singkatnya. Lebih baik kita segera menuju istana agar kalian bisa beristirahat. Saya rasa tuan putri juga pasti sangat lelah karena perjalanan ini. " Sima rui melihat kereta kuda lain yang ada di belakang kereta kuda perdana menteri. Sekilas, Sima rui sempat melihat seorang wanita yang mengintip dari balik tirai. Ia yakin bahwa wanita itu adalah tuan putri, yang tak lain calon tunangan adiknya.


Perdana menteri terkekeh. " Anda benar sekali. Mari kita lanjutkan perjalannya. "


Ketiganya kembali ke tempat masing-masing. Sebelum jalan, Sima rui menengok kembali ke belakang. Namun prajurit yang ia perintahkan untuk mencari rombongan kerajaan wei tak ada bersama mereka.


" Ada apa kak? " tanya Sima yan.


" Tidak ada. Ayo kita jalan. " Sima rui menghentakkan tali kudanya dan mulai meninggalkan gerbang kokoh ibu kota.


Di dalam kereta kuda lain, Dua wanita sedang berbincang.

__ADS_1


" Putri, Apa anda lihat tadi. Kedua pangeran jin sangat tampan. Anda sungguh sangat beruntung akan bertunangan dengan salah satunya. " Ujar sang pelayan.


Namun gadis yang di panggil putri itu hanya tersenyum menanggapi. Lalu kembali memperhatikan kedua pangeran yang sejak tadi menarik perhatiannya.


__ADS_2