Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 314 side story ( A Feng story)


__ADS_3

Wajah Liu shishi merah menahan marah sekaligus malu. Sima Fei benar-benar menghinanya tanpa ampun.


" Jangan menahan amarah. Kau akan muntah darah jika tidak meluapkannya. " Sima Fei kembali menyindir Liu shishi.


" Kurang ajar! Beraninya kau menghina ku. Apa kau tidak tahu siapa keluarga Liu kami. Asal kau tahu, keluarga Liu masih kerabat dengan Yang mulia ratu. Lihat saja, kau akan menyesal. " Suara Liu shishi gemetar karena marah.


Sima Fei terkejut. Bagaimana bisa orang-orang arogan ini adalah kerabat ibunya. Tapi tampaknya Liu shishi salah paham. Ia melihat keterkejutan A Fei dan berpikir karena ia takut dengan fakta tersebut.


' Beih.. dia hanya kerabat, tapi kenapa sombong sekali. Bahkan aku yang dilahirkan oleh ratu sendiri biasa saja '. Sima Fei ingin sekali meneriaki isi pikirannya saat ini.


" Bagaimana? sekarang kau menyesal bukan. Aku bisa memaafkan mu jika kau minta maaf dengan sujud dan mencium kaki ku. " Cemooh shishi memandang rendah A Fei.


Liu shishi berharap Sima Fei akan melakukan apa yang di pikirannya. Sayangnya, gadis itu justru tertawa terbahak hingga sudut matanya mengeluarkan air mata.


Liu ru tak berharap Liu shishi akan mengatakan hal tersebut. Membuat tawanya tak lagi bisa tertahan.


Melihat keduanya tertawa, semakin membuat Liu shishi marah.


" Kalian berdua! apa yang lucu. Apa kalian menganggap ucapan ku adalah kebohongan. Asal kau tahu. Bibiku adalah nyonya besar keluarga Hou, keluarga dari ibu Yang mulia ratu. " Jelas Liu shishi dengan emosi.


" Hahaha " Sima Fei semakin terbahak. " Kalau begitu bukankah kau hanya kerabat ipar dan itu juga hanya kerabat jauh. Bahkan tak ada darah keluarga Hou di dalam dirimu. Tapi kau sudah begitu sombong. Hahahaha sungguh tak tahu malu. " Ucapan pedas Sima Fei menusuk tepat di jantung Liu shishi. Seolah sebuah pisau tajam baru saja menancap tepat di sana. Begitu sakit namun tidak berdarah.


" Jika kau bisa menganggap kerabat hanya karena pernikahan bibi mu. Maka aku juga bisa. Kalau begitu ijinkan aku mengatakan pada mu bahwa aku adalah putri Yang mulia ratu. Dan dia, adalah calon menantu ratu. Bagaimana? apa kau takut sekarang? hahaha. " Ucap Sima Fei sekaligus menunjuk Liu ru. Lagi-lagi Sima Fei terbahak dan itu berhasil membuat Liu ru semakin terbakar amarah.


Ia memang mengatakan kebenaran, tapi bagi Liu shishi, Sima Fei justru terdengar seolah sedang mengolok-olok dirinya.

__ADS_1


" Beraninya kalian mengatakan omong kosong. Jika kau benar putri ratu dan dia calon menantu ratu. Maka aku bersedia menjilat kaki kalian. "


" Kalau begitu jilat lah. " Kata Sima Fei santai.


Orang-orang yang menonton semakin banyak. Banyak dari mereka menganggap ucapan Sima Fei adalah bualan belaka.


" Nona, jangan jadikan Yang mulia ratu sebagai candaan. Kau akan mendapatkan hukuman berat jika pihak istana sampai mengetahuinya. " Kata salah satu pengunjung yang sejak tadi melihat pertengkaran tersebut.


Kemudian pengunjung lain pun mengatakan hal sama. Seakan-akan mereka memberikan nasehat pada A Fei.


Apakah A Fei marah?


Tidak. Ia paham karena mungkin bagi mereka A Fei hanya sedang berbicara omong kosong.


Liu shishi yang melihat respon pengunjung lain seolah mendapat dukungan. Ia pun bertindak semakin tidak tahu malu.


Liu ru ingin sekali menyudahi pertengkaran tersebut. Ia sudah memberikan kode dengan menarik lengan Sima Fei. Lebih baik mereka pergi dan menganggap ucapan Liu shishi sebagai serangga yang berdengung di telinga.


" Sudah, kita tidak usah pedulikan dia. Semakin kau menanggapinya, maka akan semakin bertingkah dia. " Bisik Liu ru.


Sima Fei tidak peduli. " Baguslah kalau begitu. Maka aku juga semakin bersemangat untuk membuatnya marah. Sudah lama aku tidak membuat masalah. Bahkan diam-diam ayah mengatakan padaku berharap agar aku membuat masalah, jadi ia bisa menyelesaikannya dan bertindak seperti orang tua lainnya. "


Liu ru benar-benar dibuat tercengang dengan alasan Sima Fei. Ia kehabisan kata-kata untuk menanggapinya.


" Jadi, kakak ipar lebih baik kau diam dan lihat saja. Biarkan aku membuktikan pada A Feng bahwa aku bisa menjaga calon istrinya. " Sima Fei mengedipkan satu matanya setelah selesai berbicara.

__ADS_1


Merasa percuma saja membujuk A Fei, akhirnya Liu ru mengikuti apa yang gadis itu katakan. Ia akan menjadi udara, hanya diam dan melihat.


" Apa yang kalian bisikan. Berani sekali kalian mengabaikan ku. " Wajah Liu shishi semakin gelap.


" Tampaknya aku harus memberikan kalian pelajaran. " Lalu ia memerintahkan dua pelayan pribadinya untuk menampar Sima Fei baru setelahnya ia sendiri yang akan memberikan pelajaran untuk Liu ru.


" Mau bermain tangan. Boleh, ayo kesini. Sudah lama juga aku tidak memukul seseorang. " Sima Fei menyeringai.


Meski terlihat akan ada perkelahian, namun sayangnya tak ada satupun yang mencoba menghentikan. Mereka terpengaruh dengan ucapan Liu shishi yang mengatakan bahwa dirinya kerabat ratu.


Kedua pelayan Liu shishi maju. Mereka bersiap untuk menangkap A Fei.


Khawatir calon adik iparnya akan terluka. Liu ru maju dan menghadang mereka. " Hentikan kalian berdua! "


" Ck. minggir atau kau lah yang akan kami pukul. " Seru salah satu dari dua pelayan itu.


Melihat Liu ru sama sekali tidak bergerak. Salah satu pelayan sudah mengangkat tangannya untuk menampar Liu ru. Namun sebelum mengenai pipinya, tangannya sudah lebih dulu di tahan oleh Liu ru.


" Aku diam bukan berarti aku lemah. Selama ini aku diam karena masih menghargai keluarga Liu sebagai keluarga. Namun tampaknya sudah saatnya aku untuk melawan. Tidak akan ku biarkan kau menyakiti keluarga ku. A Fei adalah keluarga ku. Jadi sebelum kalian menyakitinya, maka kalian harus melewati ku terlebih dulu. " Sangat kuat tangan Liu ru yang mencengkeram tangan si pelayan. Ia juga melihat kedua pelayan dan Liu shishi dengan tatapan membunuh.


Sima Fei yang sebelumnya terkejut, tersenyum setelah mendengar ucapan Liu ru. Ternyata kakaknya tidak salah memilih calon istri.


Meski calon kakak iparnya itu tampak seperti tikus lemah di depan A Feng. Namun saat ini tikus tersebut terlihat garang dan bisa kapan saja menggigit musuhnya.


" Ramai sekali. " Sebuah suara yang sangat familiar membuat A Fei dan Liu ru menoleh.

__ADS_1


Senyum mereka mengembang saat melihat siapa yang datang. Seolah baru saja melihat bala bantuan datang.


__ADS_2