Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 340 side story ( A Feng story)


__ADS_3

Liu ru tertegun, ia pikir bahwa kepala Chen akan bersikap arogan seperti tabib Meng. Tapi apa ini? ia bersikap seperti penjilat.


Di mata Liu ru, ia bahkan terlihat seperti pelacur pria di rumah bordil yang merayu para tamu pria mereka.


Ia tak mengharapkan kepala chen akan bersikap demikian. Ini justru membuat Liu ru semakin memandang rendah pria itu. Seperti anjing yang menunggu tuannya dengan mengibaskan ekor. Itulah yang ada dipikiran Liu ru saat ini.


Andai kepala biro penyidik itu tahu isi pikiran Liu ru. Masihkah ia akan bersikap manis didepannya.


Tahu bagaimana karakter kepala Chen. Liu ru tak ingin berputar-putar. Jadi ia segera meminta penjelasan kepala Chen agar menyelesaikan masalahnya.


" Di lihat dari sisa residu rebusan obat ini. Aku sangat yakin jika tabib Meng memberikan herbal palsu di dalamnya. Kau bisa meminta tabib lain untuk memverifikasinya. "


Kepala Chen melihat pada iparnya dengan tatapan benci. Menyalahkan kebodohannya karena salah memilih lawan.


' Tidak bisakah ia hanya mengobati orang dan tidak membuat masalah. Lihatlah, siapa yang kau singgung. Apakah kau ngin aku kehilangan pekerjaan ku? Kali ini jangan salahkan aku karena tidak membantu mu. ' Batinnya.


" Baiklah. Saya akan segera memanggil tabib pemerintahan untuk datang. "


Kepala Chen tentu memilih untuk bertindak adil kali ini. Ia tidak mungkin mengorbankan pekerjaan dan jabatannya hanya untuk membela saudara iparnya yang tidak berguna.


Jadi, apa yang bisa tabib Meng lakukan saat ini selain memberikan tatapan dan wajah tak percaya bahwa saudara iparnya yang ia pikir akan berpihak padanya justru menyerang dirinya.


Tidak. Tabib Meng masih enggan percaya bahwa wanita yang tidak sengaja di singgungnya itu adalah putri permaisuri.


Tak lama seorang pria datang. Dengan wajah tampan dan kulit putih membuat pembawaannya terlihat lembut.


Liu ru tertegun. Ia merasa tak asing dengan pria itu. Membuatnya terus memperhatikannya tanpa sadar.


' Siapa dia? Kenapa aku merasa familiar. ' Batinnya.


" Tabib Bai. Perkenalkan ini adalah putri permaisuri kedua. Ia kesini menuntut tabib Meng yang memberikan herbal palsu pada pemuda ini. Jadi tugas mu adalah melihat sisa residu ini dan lihat apakah benar yang dikatakan putri permaisuri. Bagaimana pun juga kita harus memberikan keadilan untuk nya. " Kepala Chen sungguh memainkan perannya sebagai petugas jujur dengan baik.

__ADS_1


Liu ru tersadar dari trans nya. Ia mengangguk sebagai respon. " Mohon bantuannya tabib Bai. "


Tabib Bai pun berkata, " Baik. Aku akan memeriksanya. " Masih tidak sadar jika Liu ru sedari tadi memperhatikannya.


Ia mulai menjalankan tugasnya, dimulai dengan membaca laporan diagnosa dan melihat jenis obat yang di berikan. Setelah itu ia mengambil satu persatu sisa residu rebusan dan menciumnya.


Tiba-tiba kedua alisnya mengerut, " Tuan, beberapa herbal memang asli. Namun ada dua item yang palsu. Ia bukan herbal melainkan hanya tanaman dan akar liar biasa. Dan tak memberikan efek apapun saat di konsumsi. Meski tidak berbahaya bagi tubuh, tapi tanpa kedua herbal ini. Maka obat ini tidak ada khasiatnya sama sekali. " Jelas tabib Bai.


" Jadi ada herbal palsu di dalamnya. " Kepala Chen kembali memastikan.


Tabib Bai mengangguk sebagai respon. Sementara sang pelaku, tabib Meng sudah mulai berkeringat. Kejahatannya akhirnya ketahuan juga.


' Tidak. Aku tidak boleh hancur hari ini. '


Jadi lagi-lagi tabib Meng mengelak. " Tabib Bai. Kau jangan bicara omong kosong. Aku tidak memberinya herbal palsu. Bisa saja bukan kau yang salah memeriksanya. Lagi pula ini semua sudah melalui proses perebusan. Bentuk dan aromanya pasti akan berubah. Bagaimana bisa kau mengenalinya. "


" Tabib Meng. Jika itu kau, aku akan percaya bahwa kau tidak tahu. Tapi meragukan ku dan menuduh ku tidak bisa mengenali herbal dengan baik. Ck ck, kau sungguh terlalu. Bagaimana mungkin aku menjadi tabib nomor satu di seluruh Kekaisaran ini jika aku tidak mampu. Kau meremehkan pengetahuan ku. " Tabib Bai menggeleng kecewa, seolah ia patah hati setelah mendengar ungkapan tabib Meng yang meremehkannya.


Liu ru yang melihat dan mendengar semua itu, entah ia harus sedih atau tertawa melihat rasa percaya diri tabib Bai yang begitu besar.


Tabib Meng bahkan sampai kehilangan kata-kata. " Kau.. "


Berdasarkan bukti dan penjelasan tabib Bai. Pada akhirnya tabib Meng dinyatakan bersalah. Selain ia harus membayar kompensasi pada pemuda itu. Klinik miliknya juga terancam ditutup paksa.


Liu ru meminta keringanan agar klinik tabib Meng dilakukan evaluasi ulang alih-alih menutup paksa. Jika selama setahun, ditemukan kembali herbal palsu di klinik tersebut. Maka biro penyidik berhak menutupnya.


Kepala pelayan Hu datang tak lama setelah masalah itu selesai.


" Nyonya, kenapa anda sampai berbuat sejauh itu? bukankah anda tidak suka mencampuri urusan orang lain? " Xiao Su sebenarnya sejak tadi ingin bertanya. Namun baru saat ini, ia bisa menanyakannya.


Liu ru yang sejak tadi memandang ke arah luar langsung menoleh. Ia tersenyum lalu kembali melihat ke luar.

__ADS_1


" Kau tahu Xiao Su, Melihat pemuda tadi mengingatkan ku dengan diriku saat kecil. Ibu ku sakit, dan keluarga Liu sama sekali tidak peduli. Aku berlari ke setiap klinik dan meminta tolong. Namun tak ada satupun yang mau. Saat aku begitu putus asa, aku bertemu dengan anak laki-laki. Ia membawa ku menemui ayahnya yang ternyata seorang tabib. "


" Berkat itu, penyakit ibu ku sedikit membaik. Mereka bahkan memberikan beberapa herbal untuk di minum ibu ku. Namun karena aku tak memiliki uang untuk membeli semua herbal itu. Ibu ku kembali sakit. Dan pada akhirnya meninggal. "


" Bagiku ayah dan anak laki-laki itu sangatlah berjasa. Meski mereka tidak bisa menyembuhkan ibu ku. Tapi berkat mereka, aku bisa menghabiskan waktu bersamanya sedikit lebih lama. "


"Karena itulah, melihat pemuda itu, seperti melihat cerminan diriku di masa lalu. " Liu ru tersenyum getir kala mengingat kenangan pahit masa kecilnya.


Apakah Ia menangis? Liu ru bahkan sudah terlalu lelah untuk menangis. Jika sedih seperti ini, ia hanya berharap bisa memeluk putra tampannya.


Ah.. ia begitu merindukan bayi besarnya itu sekarang.


*******


Keesokan harinya,


Liu menerima kabar kemenangan Sima Feng. Surat pertama itu, memberitahunya bahwa ia akan segera kembali dalam beberapa hari lagi.


Tak sabar rasanya bertemu dengan suami yang lebih dari sebulan ini menelantarkannya.


" Ada apa dengan ku? Kenapa jantung ku berdetak kencang. Huft... tenang tenang. " Ia memukul pelan dadanya. Akhirnya mereka bisa bertemu lagi. Tanpa sadar bibirnya melengkung membuat sebuah senyuman.


Dan tanpa terasa hari berlalu dengan cepat. Rombongan Sima Feng melewati jalanan kota. Pawai kemenangan itu di sambut hangat oleh para rakyat. Banyak wanita baik muda dan tua sengaja menonton untuk melihat pangeran kedua Kekaisaran Jin itu.


Siapa yang bisa menolak pesona pria itu?


Rombongan akan menuju ke ibukota untuk mengirim pesan kemenangan pada kaisar. Namun Sima Feng tidak ikut kembali ke sana dan langsung menuju ke kediamannya.


Liu ru segara keluar saat pelayan memberitahunya bahwa Sima Feng sudah tiba. Dengan langkah cepat setengah berlari, Liu ru bergegas menemui suaminya tersebut.


Senyum mengembang begitu melihat sosok pria yang menjadi suaminya itu baru saja turun dari kuda.

__ADS_1


Namun perlahan senyumnya menghilang saat melihat wanita asing berdiri di samping suaminya.


" Siapa dia? " Gumamnya. Entah kenapa ia merasa bahwa sebentar lagi badai akan datang menerjang rumah tangganya.


__ADS_2