Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 209


__ADS_3

Ziyan ke kanan dan ke kiri seolah mencari sesuatu.


" Ada apa? apa kau mencari sesuatu? " Tanya sima rui melihat istrinya.


" Aku sedang mencari xumu. Pria itu yang memukul ku dan menculik ku. Ia juga rekan sujin dalam kasus ini. Ah satu lagi, nama Lijin juga termasuk dalam kelompok mereka. Aku tidak tahu siapa Lijin yang mereka maksud. Apa kau tahu siapa dia? "


Sima rui tampak berpikir, Kemudian mengangguk " Aku tahu seseorang yang bernama Lijin. Saat di kediaman aku akan mengatakannya. Lebih baik kita kembali dulu. Mengenai pria bernama xumu. Dan er akan mencarinya. Aku juga akan mengerahkan penjaga bayangan untuk melakukan pencarian. "


Ziyan mengangguk setuju dan menerima ajakan Sima rui pulang. Selain karena rindu dengan yaoyao dan snowy. Ia juga ingin merilekskan tubuhnya dengan berendam air panas. Entah kenapa ia begitu merindukan kolam air hangat Sima rui. Namun tanpa ia sadari, ia sudah melupakan sesuatu.


Sepanjang perjalanan pulang, ziyan merasa gelisah. Ia duduk dengan tidak nyaman. Sesekali ia bergerak membetulkan posisi duduknya.


Sima rui yang melihat kegelisahan istrinya pun akhirnya bertanya. " Ada apa? Sejak tadi sepertinya kau terlihat gelisah istriku. " Tanya Sima rui mengelus surai ziyan.


" Sejak tadi aku merasa telah melupakan sesuatu. Tapi aku sendiri lupa apa yang sudah aku lupakan. " Jawab ziyan jujur.


" Jarang sekali kau melupakan sesuatu? " Balas Sima rui heran. Pasalnya sang istri bukanlah tipe pelupa.


Ziyan mengangguk setuju. " Aku juga tidak tahu. " Lalu ziyan beralih melihat ke arah luar jendela.


Jalanan ibu kota pada malam hari sangat sepi jika dibandingkan dengan siang hari. Namun berbeda dengan malam ini yang cukup ramai karena penyerapan yang di lakukan oleh Sima Dan membuat orang-orang yang masih setia membuka matanya terkejut. Ziyan yakin, akan ada kegaduhan pada keesokan harinya. Dan seperti biasa setiap sudut restauran atau kedai akan menjadi tempat rumor dan gosip berkumandang.


Ketika kereta ziyan berjalan, secara tidak sengaja ia melihat papan toko dengan karakter 'Qi'. Membuat wanita itu merasa seolah benda berat memukulnya hingga ingatannya akan apa yang dilupakannya kembali.


Segera ia menoleh pada Sima rui. Wajah paniknya jelas tak bisa ditutupi. " Xiaoqi. Aku melupakan xiaoqi. Ayo kita kembali ke sana. " Desak ziyan.


" Tenanglah. Kita tidak perlu kembali ke sana. Aku sudah meminta junyi mencari xiaoqi tadi. Mereka akan menemui kita ketika tiba di kediaman. " Jawab Sima rui membuat ziyan kembali tenang.


Sima rui menatap lekat kedua manik indah ziyan. Ia merasa sikap istrinya sedikit berbeda malam ini. Namun ia tidak ingin berpikir berlebihan. Mungkin istrinya terlalu lelah hingga membuatnya bertindak tidak biasa.


" Kenapa kau melihat ku seperti itu? " Tanya ziyan.


Sima rui tersenyum tipis namun dengan sorot mata penuh kehangatan. " Tidak apa-apa. Aku hanya rindu padamu. Dua hari ini aku tidak bisa tidur dengan nyenyak. "


" Apakah karena aku tidak tidur di samping mu? " Goda ziyan.


Geleng Sima rui. " Bukan. "


" Lalu? " Ziyan mulai terlihat tak tenang. Apakah suaminya sudah tidak mencintainya lagi, pikirnya.


" Itu karena snowy yang terus meneror ku dengan pertanyaan kapan kau ditemukan. Bahkan saat ini kepala ku masih saja terngiang akan pertanyaannya yang terus menerus menyerang ku. Sepertinya membuat seekor kucing berbicara, bukanlah ide yang bagus. " Gerutu Sima rui kesal.


Ia bersumpah tak akan sudi jika harus ditinggal berdua dengan kucing itu lagi. Dan setelah ini ia berjanji tidak akan menambah atau memelihara hewan berbulu lain. Cukup kucing gemuk itu, ia akan menjadi satu-satunya hewan peliharaan di kediaman pangeran untuk yang pertama sekaligus yang terakhir.


Ziyan terbahak mendengar cerita suaminya. Ia tahu bagaimana cerewetnya snowy tapi ia tak menyangka bahwa itu akan sampai membuat suaminya stres.


" Tolong jangan salahkan dia. " Ziyan mengusap sudut matanya yang berair kerena puas tertawa. " Ia begitu karena mengkhawatirkan ku. Aku dan dia tidak pernah terpisah sebelumnya. Aku selalu membawanya kemana pun aku pergi. Jadi ketika aku menghilang wajar baginya untuk bertindak berlebihan. " Jelas ziyan masih di selingi dengan sedikit tawanya.

__ADS_1


" Aku tahu. Karena itu aku tak mengusirnya. Jika itu hewan lain, mungkin sudah ku buang ke tengah hutan. " Sungut Sima rui.


Ziyan memeluk Sima rui gemas, meredakan kekesalan suaminya karena tingkah snowy.


Ketika tiba di kediaman, Yaoyao beserta pelayan yang lain sudah menunggu mereka di depan. Ziyan yang baru saja turun dari kereta kuda langsung disambut pelukan yaoyao. Pelayana setianya itu langsung menghamburkan diri memeluk sang majikan yang dua hari ini di kabarkan hilang. Bahu gadis muda itu pun bergetar karena tangisnya.


" Nona, syukurlah kau kembali. " Yaoyao memeluk tubuh ziyan erat menangis bahagia, lega karena akhirnya wanita itu kembali.


" Terima kasih sudah mengkhawatirkan ku. " Ucap ziyan tulus.


Snowy melihat dari kejauhan, lalu berbalik pergi setelah melihat ziyan sekilas.


Ziyan melihat punggung kucing miliknya yang berjalan menjauh. Ia tersenyum, tahu kucingnya itu terlalu menjaga harga dirinya hanya untuk sekedar menunjukan rasa khawatir.


" Yaoyao ini sese. Kau bantu dia. Dia akan menjadi pelayan disini bersama dengan mu. " Ziyan mengenalkan sese pada yaoyao.


Gadis cantik itu dengan senang hati mengenalkan dirinya pada yaoyao.


" Aku sese. Senang bisa bekerja di sini. " Ucapnya begitu senang.


Yaoyao tersenyum, " Aku yaoyao. Kau bisa ikut denganku. Aku akan membantu mu agar terbiasa. "


Setelah acara sambutan yang penuh haru itu berakhir. Sima rui segera mengajak istrinya ke kamar.


" Kau ingin makan apa istriku. Aku akan menyiapkannya. " Tanya Sima rui.


" Aku ingin makan macaroon. " Jawab ziyan sembari membayangkan biskuit bulat itu.


Hah?!


" Maka... apa? " Bingung, Sima rui bertanya kembali setelah mendengar nama makanan yang terdengar asing di telinganya. Bagaimana ia bisa menyiapkan untuk istrinya jika melihatnya saja tak pernah.


" macaroon. Bentuknya bulat dengan berbagai warna. Rasanya manis. Sangat cocok di nikmati dengan secangkir teh. " Papar ziyan menjelaskan.


Meski di jelaskan sima rui masih tak memiliki bayangan bentuk kue yang di maksud oleh istrinya tersebut.


" Baiklah. Aku akan mencarinya.Tapi sayangnya mungkin tidak bisa langsung tersedia malam ini. Jadi lebih baik kau makan yang lain terlebih dulu sembari aku mencarinya. Tak apa kan? "


" Tak apa. Aku bisa makan yang lain dulu. Tolong beberapa makanan yang terasa manis. " Pinta ziyan.


Sima rui merasa kembali keanehan dari sang istri. Kenapa istrinya begitu menginginkan makanan manis? Tapi kembali Sima rui memilih untuk tak berkomentar dan mengikuti kemauan ziyan.


" Baiklah. Aku akan menyuruh pelayan menyiapkannya. " Setelah berkata, Sima rui membantu ziyan membuka pakaian wanita itu.


" Kau mau apa? " Pertanyaan yang sebenarnya tak perlu di jawab, karena ziyan tahu suaminya pasti ingin menyalurkan hasratnya yang sudah dua hari terpendam.


" Bolehkah? " tanya Sima rui dengan pandangan yang mulai sayu setelah melihat pemandangan dua buah gunung di depannya. Ia menelan kasar salivanya, menahan diri agar tak menerkam kedua bukit kembar tersebut.

__ADS_1


Ziyan sendiri juga menginginkannya. Namun ia ingin terlebih dulu menggoda suaminya.


" Aku lelah. Bisakah besok saja? " Ziyan memasang tampang mengiba.


Sima rui menghela napas. Ia mencoba mengerti kondisi sang istri meski hasratnya sudah naik hingga ke kepalanya. " Baiklah. Aku hanya akan membantu mu mandi. " Putus Sima rui mengalah.


" Apakah benar-benar hanya mandi? " Tanya ziyan menyelidik.


" Benar. Aku tidak akan melakukan hal lebih dari itu. Aku tak ingin kau sakit karena kelelahan. " Ucapnya mengusap lembut pipi ziyan.


Ziyan masih menatap suaminya tak percaya. Namun beberapa detik kemudian ia diam-diam terkekeh. Ia tak tega melihat wajah memelas suaminya. kemudian ziyan pun membisikan sesuatu.


" Kalau hanya satu kali. Aku masih kuat. " Seolah baru saja mendapatkan jackpot. Mata Sima rui berbinar. Tanpa ragu segera ia menggendong ziyan dan dengan langkah lebar membawanya ke kolam.


Kehangatan yang terjadi di kediaman Sima rui berbanding terbalik dengan situasi di tempat lain.


" Bagaimana bisa mereka melakukan penyergapan itu xumu? Apa kau tidak memberikan mereka uang tutup mulut. " Teriak Lijin begitu mendengar lelang miliknya di datangi petugas penyidik. Bahkan prajurit istana turut serta dalam operasi tersebut. Jika sudah begini maka tinggal menunggu waktu semua petugas yang telah di suapnya akan diketahui oleh Sima rui dan juga sima Dan.


" Bunuh semua petugas yang sudah kita suap. Aku tak ingin usaha ku yang lain terkena dampak. " Perintahnya pada xumu.


Melihat Lijin marah, xumu masih tampak tenang. Berbeda dengan para bawahan Lijin yang sudah berkeringat dingin.


" Kau menyuruh ku? " Tanya xumu dengan entengnya.


" Tentu saja. Siapa lagi jika bukan kau. " Pekik Lijin. Xumu menatap tajam Lijin, bibirnya membentuk sebuah senyuman.


Deg!


Lijin mengusap wajahnya kasar. Ia lupa bahwa xumu belum bisa sepenuhnya ia kendalikan. Meski ia bertindak sebagai tuannya. Namun xumu masih enggan menuruti semua perintah Lijin. Ia hanya akan bertindak sesuai suasana hatinya.


" Lupakan. Kau bisa tinggal. Aku akan menyuruh orang lain untuk melakukannya. " Kilah Lijin mengibaskan tangannya.


" Tidak! aku akan melakukannya. Sudah lama aku tid ak melakukannya. " Putus xumu.


Lijin tentu tahu apa yang akan di lakukan oleh xumu. Jadi kembali ia memperingatkan bawahannya tersebut. " Jangan melakukan hal berlebihan. Aku tak ingin kekacauan ini semakin besar. "


Xumu hanya mengedikkan bahu lalu berjalan meninggalkan semua orang.


" Tuan, apa anda yakin akan membiarkan xumu menjalankan misi ini. Saya takut ia akan bertindak di luar kendali. " Salah satu bawahan Lijin memberi nasehat.


Lijin tentu tahu maksud bawahannya tersebut. Xumu yang berdarah dingin itu bahkan tidak segan-segan membantai satu desa. Jika bukan karena kemampuannya, ia tidak akan membiarkan pria berbahaya itu berada di sisinya.


" Tak apa. Untuk kali ini kita percayakan padanya. Biarkan para petugas bodoh itu mati di tangan xumu. Itu sudah termasuk kebaikan dari ku. karena kematian di tangan xumu jauh lebih baik dari pada hukuman Sima shao. "


Kemudian Lijin kembali berbicara. " Karena lelang kita telah hancur, untuk sementara kita akan fokus pada shugua. Setelah ini kita harus bisa menghancurkan chuntian. Apakah orang itu masih bekerja di sana? "


" Masih tuan. Apa kita serius akan menggunakannya? " Tanya bawahan Lijin memastikan.

__ADS_1


" Tentu saja. Kita tak tahu identitas wanita yang bernama bos zi itu. Jadi satu-satunya cara adalah menggunakan orang itu agar kita mengetahui identitasnya. Dan begitu kita mengetahui, kita bisa membunuhnya. Lalu kita akan menguasai chuntian beserta anak usahanya yang lain. Bagaimana pun orang tak akan sadar jika suatu hari muncul bos zi palsu. " Lijin menyeringai licik.


__ADS_2