
Kemeriahan mewarnai sepanjang jalan, rombongan pengantin menghamburkan uang koin pada rakyat sebagai simbol bahwa mereka berbagi kebahagiaan kepada rakyat. Hal itu di sambut suka cita oleh semua orang hingga terdengar sorak sorai memanggil kedua mempelai.
" Selamat putra mahkota, selamat putri mahkota. "
Feiyue otomatis menjadi putri mahkota. Dan setelah Sima yan menjadi raja wei maka statusnya berubah menjadi permaisuri. Setidaknya ada hal yang membuat perasaannya sedikit lebih baik, Yaitu statusnya yang secara tidak langsung menjadi lebih tinggi di banding ziyan.
Meski feiyue sudah merelakan Sima rui, tapi secara tidak sadar, ia justru menciptakan rasa persaingan dalam dirinya. Kini, Ia ingin menjadi lebih unggul dalam segala hal dari ziyan.
Setelah melalui serangkaian panjang prosesi acara yang melelahkan. Akhirnya tiba saat kedua pengantin berada di kamar mereka.
" Sekarang kita adalah suami istri tapi seperti yang kau tahu bahwa pernikahan kita ada karena sebuah kesalahan. Jadi jangan berpikir bahwa hubungan kita akan seperti layaknya pasangan suami istri. Kita hanya akan bertindak sebagai mana mestinya hanya di depan orang lain, terutama ayah raja. Apa kau mengerti? " Tekan Sima yan.
" Kau berkata seolah hanya aku yang menerima pernikahan ini. Sayang sekali. Aku bahkan tak ingin berhubungan dengan mu. Jadi malam ini kau tidur lah di lantai, sementara aku akan tidur di tempat tidur. "
Sima yan terbahak mendengar ucapan feiyue. " Jangan bercanda. Ini adalah istana ku jadi akulah yang berhak memutuskan. Dan kau! " Tunjuk Sima yan. " Kau akan tidur di lantai sebagai gantinya. " Sambungnya.
Kini giliran feiyue dengan tawa ejeknya. " Silakan jika kau ingin seperti itu. Aku hanya perlu mengatakan semuanya pada Yang mulia kaisar. "
Sima yan di buat bungkam oleh kata-kata feiyue. Tengkuknya terasa berat karena stres berdebat dengan wanita yang baru saja menjadi istrinya.
" Sudahlah. Aku akan menyambut para tamu. Jadi kau bisa menggunakan ranjang itu seorang diri. " Akhirnya Sima yan memutuskan untuk berada di luar berbincang dengan kawan-kawannya.
' Setidaknya itu lebih baik dari pada harus berada satu kamar dengan wanita galak sepertinya. ' Pikirnya.
Saat Sima yan berbalik hendak pergi. Feiyue menghentikannya.
" Hei aku belum selesai bicara. " Feiyue maju ke depan, namun kakinya menginjak unjung bajunya membuat dirinya tersungkur ke depan.
Niat hati mencari pegangan agar tak jatuh, feiyue justru tanpa sengaja menarik celana Sima yan hingga melorot. Membuat paha mulus Sima yan terpampang jelas di depan mata feiyue.
Hening.
Ruangan yang sebelumnya ramai karena pertengkaran keduanya mendadak sunyi.
__ADS_1
Sima yan dan feiyue sama-sama tercengang dengan apa yang terjadi.
" KAU! " Geram Sima yan. Suaranya tertahan karena menahan amarahnya yang hampir meledak. Ia menutup matanya tak ingin melihat apa yang terjadi padanya. Wajahnya merah padam antara malu dan juga marah. Sungguh ini kali pertama ia mendapatkan hal memalukan seperti ini.
Feiyue masih belum sadar dari keterkejutannya, hingga ia mendengar geraman sima yan. Bergegas ia bangun dan membiarkan celana Sima yan yang masih berada di bawah.
Dengan canggung. Feiyue langsung berbalik dan berbaring di tempat tidur lalu menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.
' Oh tidak! kakek... mata cucu mu telah ternoda. ' Jerit feiyue dalam hati.
" Kau pergilah. " Ucapnya dari balik selimut.
Kamar kembali hening.
Sima yan menoleh ke arah ranjang dimana feiyue menyembunyikan dirinya di balik selimut dan menatap nyalang gundukan selimut itu.
' Ia bahkan tak meminta maaf setelah melecehkan ku. ' Batinnya kesal.
Dengan suasana hatinya yang berkecamuk. Sima yan menarik kembali celananya dan bergegas keluar. Dengan kesal ia menutup pintu dengan membanting keras hingga membuat feiyue terkejut.
" Lihatlah pengantin ini. Kenapa wajahmu begitu masam? " Goda Jiang wu sedangkan yelu hanya menggeleng melihat sikap jiang wu.
Yelu memberikan cangkir kosong pada sima yan dan mengisinya dengan arak begitu pria itu duduk. Mengabaikan pertanyaan Jiang wu, sima yan langsung menenggak araknya hingga tandas. Berharap arak tersebut bisa memadamkan panas tubuhnya.
" Lupakan apa yang membuatmu kesal. Minumlah. Bagaimanapun juga malam ini adalah hari pernikahan mu. Kau harus menjaga ekspresi mu itu. Tak baik jika orang lain sampai berpikiran negatif. " Saran yelu sembari menuangkan kembali ke cangkir kosong sima yah. Ia tak akan memaksa sahabatnya tersebut untuk menceritakan masalahnya. Toh mereka bukan wanita yang harus saling bertukar cerita satu sama lain.
Berbeda dengan yelu yang selalu berhati-hati, Jiang wu memiliki sikap sembrono. Jadi tanpa melihat suasana hati sima yan, ia pun bertanya dengan seringai di wajahnya.
" Hei katakan padaku. Bagaimana rasanya malam pertama kalian. "
Sima yan langsung mendelik tajam menatap salah satu sahabatnya tersebut.
" Apakah kau tak lihat aku berada disebelah mu sekarang. Jadi mana aku tahu bagaimana rasanya malam pertama ku. " Ketus Sima yan.
__ADS_1
" Oh kalau begitu aku ganti pertanyaan ku. Bagaimana perasaanmu yang sebentar lagi akan menikmati malam pertama. " Tanya Jiang wu dengan kedua alisnya yang bergerak naik turun.
" Tidak sabar untuk segera menyambarnya. " Sima yan menjawab asal. Namun itu justru membuat jiang wu semakin bersemangat.
Ia meletakkan cangkirnya dengan kasar hingga terdengar suara keras. Tawa puas Jiang wu membuat semua orang beralih menatap meja mereka.
"Oh maaf, maaf. Silakan kalian lanjutkan. " Ucapnya pada semua orang yang memperhatikannya.
Setelah fokus semua orang kembali. Jiang wu kembali berkata. " Kalau kau begitu bersemangat, kenapa masih disini. Cepat kau makan istri mu. "
Yelu yang sudah tak sanggup melihat tingkah Jiang wu akhirnya membuka mulutnya. " Hentikan Jiang wu. Kau sangat berisik. "
"Lagi pula jika kau begitu penasaran dengan hal itu. Kenapa kau tidak menikah saja. " Tambahnya.
" Aku rasa itu ide bagus. Aku akan berbicara dengan ayah agar mempersiapkannya. " Ujar Jiang wu dengan ekspresi serius. Namun selanjutnya ia kembali tersadar akan sesuatu.
" Ada apa lagi? " Tanya yelu melihat perubahan ekspresi sedih temannya.
" Aku lupa kalau aku tidak memiliki kekasih. "
Kedua orang di depannya memutar bola matanya begitu mendengar ucapan Jiang wu.
' Sudahlah, meladeni laki-laki semboro seperti Jiang wu hanya akan membuat tekanan darahku naik. '
' Entah karma apa yang ku buat dulu hingga memiliki sahabat sepertinya. '
Baik sima yan dan yelu hanya bisa membatin secara bersamaan.
" Oh ya apa kalian tahu rumor yang sangat panas di ibukota. " Celetuk Jiang wu. Pria satu ini memang memiliki mulut yang tak mungkin bisa diam.
Melihat kedua sahabatnya diam, maka Jiang wu kembali melanjutkan. Ia terkekeh seperti orang bodoh lalu berbicara.
" Dikatakan bahwa putra mahkota dan nona rong adalah pasangan yang ditakdirkan oleh langit. Karena kalian berdua sama-sama ditolak oleh tambatan hati masing-masing. " Jiang wu tertawa puas.
__ADS_1
Niat hati ingin menangkan diri, Sima yan lupa jika bertemu dengan Jiang wu sama saja dengan menguji kesabarannya. Berharap ia masih memiliki sisa kewarasan dalam dirinya.