Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
inspeksi rahasia


__ADS_3

π™ΏπšŠπšŸπš’πš•πš’πšžπš— πšŒπš‘πšžπš—πšπš’πšŠπš—, πš›πšžπšŠπš—πš πš”πšŽπš›πš“πšŠ πš£πš’πš’πšŠπš—.


"Bos, kau melepaskan mereka begitu saja? mereka sudah sembarangan Menuduh kita. " Wenran langsung mengungkap rasa tidak senangnya begitu mereka masuk ke ruangan yang kelak akan menjadi tempat ziyan kerja (sejenis kantor presdir).


Melihat apa yang dilakukan bosnya, yang membiarkan orang-orang tiantang pergi. Tentu saja membuat wenran kecewa. Namun ia tak bisa berbuat banyak. Ia bukan pemilik ataupun bos chuntian lagi. Suka tidak suka, ia harus menerima semua keputusan ziyan.


"Aku tahu kau kecewa denganku. " Ziyan melepaskan cadarnya, duduk di kursinya dan kembali menatap wenran. " Wenran, jika kau ingin menghilangkan gulma, maka kau harus mencabutnya sampai ke akar. Jika kau hanya memangkas batangnya, mereka akan tetap tumbuh. Apa kau mengerti? "


Sama sekali tidak. Wenran sungguh tak mengerti apa yang dimaksud ziyan.


Tau manager paviliunnya ini tak paham dengan apa yang dia maksud, ia pun menjelaskan kembali. "Selama kejadian tadi, aku bisa menilai sedikit kepribadian yelu. Jika benar tebakanku, maka cara kotor yang digunakan tiantang untuk menjatuhkan chuntian sebelumnya bukan berasal darinya. Melainkan dari otak lizhong."


Mendengar penjelasan ziyan ini, kini wenran sedikit banyak mengerti arah pembicaraan bosnya itu.


"Jadi kemungkinan besar, tuan muda yelu juga tak mengetahui apa yang dilakukan lizhong. "


"Tepat sekali. Oleh karena itu, bukankah tadi aku membisikan sesuatu padanya. Aku menyuruhnya untuk mengawasi dan memeriksa secara diam-diam semua transaksi sebelum berada di buku besar. "


Wenran terdiam, ia mencoba menarik kesimpulan dari semua kata kunci yang baru saja diucapkan ziyan. Matanya membesar saat dirinya menyadari sesuatu.


Ziyan tersenyum, sepertinya ia tidak salah memilihnya sebagai manajer. Orang yang pintar dan cepat mengerti situasi hanya dengan beberapa kata. Tapi kenapa ia sampai membiarkan paviliun chuntian bangkrut? jika dilihat dari kemampuannya, seharusnya cukup mudah membereskan lizhong. Hm.. Sepertinya ada sesuatu yang tidak ia ketahui.


"Sepertinya kau sudah mengerti. Jika tebakanku benar, orang-orang yang sebelumnya menawar chuntian dengan harga rendah, kemungkinan adalah suruhan lizhong. Kelihatannya ia tertarik ingin memiliki paviliun ini " Ziyan melirik wenran, dan sesuai dugaan, ekspresi wenran berubah saat mendengar ucapannya. "Dari mana ia mendapatkan uangnya. Bisa jadi dari penggelapan dana di tiantang. "


Wenran masih menutup mulutnya. Sepertinya ia tak ingin memberikan tanggapan apapun.


***********************

__ADS_1


π™ΏπšŠπšŸπš’πš•πš’πšžπš— πšƒπš’πšŠπš—πšπšŠπš—πš,


"Lizhong aku tidak ingin masalah seperti ini terjadi lagi. Urus xiaolu, aku tidak ingin melihatnya. Jika kau tidak bisa mengurusnya. Kau bisa angkat kaki juga dari sini. "


Setelah meluapkan emosinya, yelu langsung masuk ke dalam ruangannya, diikuti Sima yan dan jiangwu. Sementara xiaolu yang berlutut sejak tadi hanya bisa menerima nasibnya.


"Tuan, aku sudah melakukan apa yang kau katakan tadi, akun tidak menyeretmu. jadi kau harus menolongku melunasi hutang-hutangku. " Meski ucapan xiaolu nampak seperti dirinya sedang memohon, namun sebenarnya ia sedang mengancam lizhong. Ia tidak akan berada di situasi seperti sekarang, jika bukan karena menuruti perintahnya.


"Tenang saja. Aku pasti menepati janjiku. " Lizhong yang licik ini tak mungkin membiarkan xiaolu begitu saja. Terlebih ia mengetahui semua kejahatannya, termasuk tindakannya menggelapkan dana paviliun. "Nanti malam aku akan memberikan uangnya. Kau tunggu saja di tempat biasa."


Tanpa merasa sedikitpun keraguan pada lizhong, xiaolu mempercayai semua ucapannya.


Yelu yang baru saja duduk di kursinya, segera menuang tehnya dan dalam sekali teguk meminumnya. Bisa dilihat dengan jelas, bahwa dirinya sedang memikirkan sesuatu dan itu membuat emosinya semakin buruk.


"Apa yang sedang kau pikirkan? Apakah ini ada hubungannya dengan bos wanita chuntian itu. "


'Sebagai pemilik Tiantang, aku sangat kasihan denganmu karena dengan mudah di manipulasi oleh bawahanmu sendiri. Cobalah diam-diam kau periksa semua transaksi tiantang. Pasti kau akan menemukan hal sangat menarik. dan untuk kompensasi, aku akan memintanya nanti. Sekarang aku akan mencatatnya sebagai hutang. '


Wajah yelu yang terlihat semakin buruk membuat Sima yan yakin bahwa tebakannya benar. "Jadi benar karena itu, apa sebenarnya yang dia katakan."


Belum juga yelu membuka mulutnya, wajah jiangwu sudah berada di tengah-tengah yelu dan Sima yan. "Benar. Ayo coba katakan. Apakah dia meminta... " Jiangwu melihat yelu dari atas hingga bawah.


Yelu yang merinding melihat tatapan jiangwu, langsung mendorong wajahnya agar menjauh darinya. "Jauhkan wajah cabulmu, dan hentikan pikiran kotormu itu."


Sima yan hanya bisa terkekeh melihat tingkah kedua temannya itu, setidaknya karena tindakan konyol jiangwu, membuat raut wajah yelu tidak seburuk sebelumnya.


"Sebenarnya.... " yelu mulai menceritakan apa yang dikatakan ziyan.

__ADS_1


"Jadi bagaimana menurut kalian? "


Setelah mendengar cerita yelu, sima yan yang sejak awal merasa ada sesuatu dengan bos baru chuntian itu, menjadi semakin penasaran dengannya. Membuatnya kembali mengingat tatapan tajam yang ia terima. Sima yan yakin ia pernah melihatnya, tapi dimana? Sudahlah. Ia akan meminta fengxiao untuk menyelidikinya nanti.


Sima yan mulai memberikan pendapatnya, "Aku setuju dengan bos chuntian itu. Kau tak akan mengalami kerugian juga jika melakukannya. "


"Lalu kau akan memulai dari transaksi apa? " sepertinya kali ini otak jiangwu bisa berpikir lurus.


Sima yan dan yelu saling berpandangan, dan serempak menjawab. " Tentu saja, transaksi pembelian bahan baku."


Kenapa dari transaksi tersebut? Karena pembelian bahan baku hampir di lakukan setiap hari. Dan karena seringnya jumlah transaksi yang dilakukan, pencatatan dalam pembukuan juga bisa di manipulasi. Sebagai contoh, transaksi hari ini lebih sedikit dari kemarin, namun karena niat buruk oknum tertentu, tertulis jumlahnya sama dengan kemarin. Secara tidak langsung ada tindakan penggelapan dana di sini.


Jiangwu akhirnya mengerti setelah kedua sahabatnya tersebut menjelaskan.


Mereka bertiga membuat rencana dan mulai melakukan inspeksi rahasia mereka.


**********************


Malam hari, di suatu sudut gang sepi, terlihat seorang pria berbaju hitam yang memakai topeng di wajahnya. Pria yang sempat mengawasi ziyan selama beberapa hari ini nampak sedang berbicara dengan pria lain.


"Tuan haocun, bagaimana kau bisa berada di kediaman Mo? Apakah tetua Han memberikan perintah? " Pria lain itu ternyata Luyi, pengawal pribadi mo yincheng.


"Tidak." Setelah mempertimbangkan beberapa hal akhirnya ia memutuskan untuk bertanya langsung pada rekannya tersebut. "Aku sedang mengawasi nona besar Mo. Tetua han berencana menyerahkan heilong padanya. Bagaimana menurutmu? "


Luyi sangat terkejut dengan berita itu. Tetuanya akan menyerahkan heilong pada nona muda. Meski memang sudah sewajarnya jika nona muda mewarisi posisi itu, tapi tetap saja ia masih seorang gadis muda. Namun... setelah dirinya mengingat kejadian akhir-akhir ini. Perubahan sifat nona mudanya yang kini jauh lebih kuat. Apalagi saat luyi diam-diam mengawasinya dan mengetahui bahwa ia menangkap orang tiantang dan menyiksanya dengan metode yang sangat berbeda. Terlihat seperti bermain-main namun sangat menyakitkan. Yang lebih membuat luyi kagum adalah, ia sanggup membuat korban tersebut berpikir bahwa ia bukanlah pelakunya. Sama seperti kejadian dengan yimin sebelumnya, yang justru menganggapnya sebagai penyelamat dirinya.


"Aku rasa keputusan tetua han tepat. " Luyi memberikan pendapat yang mengejutkan haocun.

__ADS_1


Selama beberapa hari ini, haocun telah mengawasi nona besar mo tersebut. Awalnya ia terkejut melihat bagaimana gadis itu bertindak. Gadis yang terlihat lemah, namun begitu penuh perhitungan. 'Sepertinya tetua han benar. '


__ADS_2