Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Meminta bantuan Sima rui


__ADS_3

Karena sudah diputuskan anak-anak ini akan ikut dengannya. Maka yang harus ia lakukan sekarang adalah mencari tempat tinggal sementara untuk mereka. Ziyan mengambil beberapa lembar bank note dari bajunya lalu memberikannya pada xiaoqi.


"Untuk apa ini nona? " Xiaoqi memegang lima lembar kertas bank note yang setara dengan 50 tael emas.


"Kau cari sebuah tempat untuk tempat tinggal mereka. "


"Baik nona. "


Xiaoqi segera berangkat bersama anak-anak. Namun langkahnya segera dihentikan kembali oleh ziyan.


"Tak perlu sewa. Kau beli saja bangunannya. " Setelah mengatakan itu, ziyan bergegas pergi kembali ke kedimaan He. Jangan sampai sima rui mengetahui kepergiannya. Namun sayangnya itu hanyalah harapan belaka. Karena kenyataannya Sima rui sudah mengetahui segalanya.


Xiaoqi mengingat kata-kata ziyan. 'Beli saja jangan sewa. ' Sebuah kata yang begitu mudah diucapkan oleh nonanya. Memiliki banyak uang memang bisa berbuat apa saja. Mungkin itu yang ia pikirkan. Tapi xiaoqi tidak tahu, bahwa sesungguhnya uang yang di tangannya adalah milik Sima rui. Karena ziyan secara tidak langsung sudah merampok Sima rui meski dalam artian halus.


********************


Pagi-pagi seorang pelayan mengetuk pintu kamar ziyan. Mendengar jawaban dari dalam, pelayan itu masuk membawa sarapan pagi untuknya. Setelah meletakan makanannya di meja. Ia membantu ziyan untuk mempersiapkan diri.


" Anda tidak tidur nyenyak nona? wajah anda terlihat lelah. "


"Iya. Mungkin karena tidak terbiasa tidur di luar. " Ziyan membuat alasan sewajar mungkin.


Bagaimana ia bisa tidur nyenyak. Dua malam berturut-turut ia harus keluar malam. Baru tidur menjelang pagi. Jika ia bangun siang di kediaman orang. Mereka akan mulai bergosip bahwa tunangan pangeran pertama adalah seorang gadis pemalas yang sangat mencintai bantalnya. Bukankah itu sama saja menganggap ziyan seperti babi yang hanya bisa makan dan tidur. Karena itulah demi menjaga kesan baik akan dirinya, ia tak keberatan memangkas jam tidurnya. Seandainya saja ada salon perawatan, ia pasti sudah memasukannya pada agenda kunjungannya setelah kembali dari sini. Ia merasa semua ototnya terasa kaku dan butuh sesuatu untuk merilekskannya.


Ting!?


Tiba-tiba kepalanya mendapatkan sebuah ide menguntungkan lainnya. Karena di ibukota belum ada salon sejenis itu. kenapa ia tak membuatnya saja. Bukankah para wanita bangsawan sangat menyukai merawat diri mereka. Selain ziyan bisa menggunakannya untuk dirinya sendiri. Ia juga bisa meraup pundi-pundi emas.


Tangannya terasa gatal ingin segera kembali ke ibukota dan mempersiapkan usaha barunya. Ziyan mulai menyukai dunia barunya ini. Karena apapun yang ia pikirkan dari kehidupannya di masa depan, itu bisa menjadi ide cemerlang disini. Ziyan mulai terkekeh membayangkan berapa banyak uang yang akan mengalir masuk ke kantongnya.


"Nona... Anda baik-baik saja? " Sang pelayan yang sedang membantu ziyan menata rambutnya terlihat cemas melihatnya tertawa sendiri.


"Ehem... Aku hanya sedang memikirkan hal menyenangkan. " Ziyan kembali ke sikap normalnya. Ia tak ingin di anggap gila oleh pelayan yang bahkan tak diketahui namanya ini.


Ziyan memutuskan untuk memikirkan proyek menguntungkannya saat dirinya tiba di ibukota.


"Nona. Ini xiaoqi. "

__ADS_1


Mendengar pengawalnya datang. Ziyan segera menyuruhnya masuk. Ia tahu ada yang ingin disampaikannya. Jadi ia meminta pelayan itu untuk pergi setelah ia selesai menata rambutnya.


Xiaoqi melaporkan keadaan anak-anak. Ia sudah membeli sebuah rumah warga, dan mulai menempatinya. Anak-anak juga terlihat lebih bahagia.


Ziyan cukup puas dengan kabar yang dibawa pengawalnya tersebut. Karena masalah mengenai anak-anak itu sudah selesai. Sekarang ia bisa fokus dengan masalah lain. Bagaimana menyelesaikan urusannya dengan orang-orang pasar gelap. Meski ia belum mengetahui otak yang membunuh yaner. Tapi karena mereka juga ikut andil dengan kematian yaner, maka mereka juga harus mendapatkan ganjarannya. Selain itu kehilangan anak-anak yang sudah susah payah mereka culik pasti membuat kekacauan disana. Sang ketua Gui pasti sangat marah sekarang. Dan cepat atau lambat keberadaan anak-anak pasti diketahui. Jadi bagaimanapun juga, ziyan harus secepatnya melenyapkan mereka. Tapi bagaimana? menggunakan Heilong tak mungkin. Mereka kalah jumlah. Lagi pula Heilong lebih hebat pada pengumpulan informasi bukan pada Pertempuran.


Bayangan seseorang muncul dipikiran ziyan. Sima rui? Benar dia bukannya jenderal besar yang memegang kekuasaan militer. Kalau dia pasti bisa. Tapi bagaimana meminta bantuannya.


"Nona apa rencanamu selanjutnya? "


Mendengar pertanyaan xiaoqi. Ziyan hanya diam tanpa kata-kata. Itulah yang sedang di pikirkannya. Kabar keberadaan kamp rahasia juga belum di terima. Sebelum kesini, ziyan sudah meminta Haocun untuk mencari informasinya. Tapi sepertinya tidak semudah yang ia pikirkan.


"Apakah belum ada kabar dari Luyi? "


"Belom nona. "


"Baiklah kau bisa beristirahat dulu. Terima kasih sudah bekerja keras. "


Ziyan kembali berpikir bagaimana caranya membujuk Sima rui agar mau melenyapkan pasar gelap. Setidaknya butuh alasan untuk menggerakan para prajurit.


Setelah semua orang pergi, akhirnya kucing itu bebas untuk membuka suaranya.


"ketua Gui pasti akan mengetahui keberadaan anak-anak itu cepat atau lambat. Jadi bagaimanapun caranya aku harus menghancurkan markas mereka. Hanya saja jika menggunakan kekuatan heilong. Itu tidak akan cukup. Saat ini yang memiliki cukup kekuatan hanya Sima rui. Tapi aku tidak tahu bagaimana bicara padanya. "


"Lebih baik kau bertanya dulu padanya mengenai rencananya tadi malam. Meski kau tahu apa yang terjadi di sana. Tapi berpura-pura tidak tahu tidak ada salahnya kan. "


"Benar juga. Aku juga bisa tahu rencananya selanjutnya. "


Sudah diputuskan, ziyan akan menemui Sima rui setelah makan paginya.


Ia bergegas ke kamar Sima rui. Namun setelah mengetuk beberapa kali tak terdengar jawaban dari dalam. Apa mungkin ia tak ada di kamarnya. Berpikir akan pergi. Ziyan melihat junyi yang berjalan menuju arahnya.


Melihat ada seseorang di depan kamar tuannya, junyi segera mempercepat langkahnya.


"Nona. Kau mencari pangeran? "


Ziyan mengangguk. "Dimana dia? "

__ADS_1


"Pangeran sedang berbicara dengan tuan He di ruang kerjanya. Mungkin sebentar lagi akan selesai. Nona bisa menunggu di dalam. "


Menunggu didalam? Apakah tak masalah ia masuk begitu saja ke kamarnya di saat si pemilik kamar tak ada di tempat. Apakah junyi tidak takut ia akan mencuri sesuatu.


"Aku rasa itu tidak sopan. Jika masuk ke kamar seseorang tanpa sepengetahuan pemiliknya. " Ziyan mencari alasan yang menurutnya masuk akal.


"Kenapa tidak sopan? Anda adalah calon istri pangeran. Bukankah setelah menikah kalian akan tinggal di kamar yang sama. "


Terkadang sifat terus terang junyi cukup meresahkan. Bagaimana tidak, Ia berbicara hal tentang berbagi kamar tanpa memikirkan perasaan lawan bicaranya. Apakah ia tak tahu, dirinya sedang berbicara dengan seorang gadis. Kenapa EQ pengawal tunangannya ini sangat rendah. Apakah ia harus memberikan kursus untuk meningkatkan EQ-nya.


" Sudahlah. Aku akan menunggunya disini. "


Ziyan masih tak enak jika harus menunggu di kamar. Jadi ia memutuskan untuk menunggunya di luar.


"Nona mo, Kenapa kau di sini? "


Suara He Jiali, putri tuan He membuat ziyan dan junyi menoleh ke arahnya. Gadis itu membawa sesuatu ditangannya. Keranjang makanan? Sepertinya ia berniat membawakan makanan untuk Sima rui.


Sebuah pikiran licik tiba-tiba muncul. Ia ingin melihat bagaimana wanita ini menggoda tunangan.


"Kenapa? Apakah kau lupa nona He. Pangeran pertama adalah tunanganku. Jadi bukankah wajar jika aku disini. Lalu apa yang ada lakukan disini? " Ziyan dengan tenang menjawab pertanyaan provokatif jiali.


"Aku membawakan makanan untuk pangeran pertama. Sebagai tuan rumah, bukankah wajar jika menjamu tamunya. "


Tamu ya? Ziyan menyeringai.


Ziyan langsung membuka pintu dan masuk ke kamar Sima rui. Ia segera duduk di kursi dan mempersilakan nona He untuk masuk juga.


"Nona He bisa meletakan makanannya di meja. Aku akan menyampaikan padanya bahwa kau yang sudah repot-repot menyiapkan sarapan untuknya. "


Apa?! Jiali tak mengerti dengan sikap ziyan.


Melihat Jiali masih berdiri terpaku. Ziyan kembali menjelaskan. " Bukankah kau bilang sebagai tuan rumah wajar untuk menjamu tamunya. Kalau begitu silahkan kau letakan saja makanannya disini. Saat pangeran datang. Aku akan menyampaikan niat baikmu. Aku sebagai calon istrinya secara khusus mewakilinya mengucapkan terima kasih. "


Ziyan ingin menegaskan apa itu yang disebut dengan menjamu tamu. Bukannya ia tidak tahu maksud tersembunyi jiali. Bersikap terus terang menolak jiali, hanya akan membuat ziyan terlihat seperti wanita picik yang terlalu mengikat Sima rui. Ia sendiri bahkan tak tahu pasti apakah pertunangan mereka akan berakhir dengan pernikahan atau tidak. Pertunangan mereka di awali dengan kesepakatan. Meski keduanya sepakat untuk membicarakan semua hal, apapun yang mereka lakukan. Namun kenyataannya, ziyan belum bisa sepenuhnya mengatakan semua rahasianya. Bukan karena ketidakpercayaannya dengan Sima rui. Tapi lebih ke belum waktunya bagi Sima rui untuk mengetahui semuanya.


Sesuai kesepakatan mereka sejak awal. Ziyan tak akan menghalangi Sima rui jika ia menyukai seseorang. Dengan sukarela dirinya akan mundur dari pertunangan ini. Karena itu, Ziyan tidak menghalangi Jiali mendekati Sima rui. Tapi jika melihat sikap Sima rui saat pertemuan pertama mereka. Dapat dipastikan kekecewaan yang akan Jiali dapatkan. Terlihat jelas bahwa Sima rui sama sekali tidak memperdulikannya.

__ADS_1


__ADS_2