
Penyergapan tiba-tiba itu membuat Xu xiang panik dan juga ketakutan. Namun tidak dengan A Guang dan yang lain. Bahkan menteri pei yang berada di gerbong lain sudah memprediksi kemungkinan ini. Jadi ia sedikit lebih tenang.
Jika normalnya, orang akan berharap tidak ada penyergapan. Tapi tidak dengan Xiao wen. Ia sedikit antusias karena hal ini.
Beberapa hari ini ia tidak menggunakan pedang untuk menghajar seseorang. Jadi ia sedikit bosan.
Dan sekarang, seseorang sedang berbaik hati membuat hiburan untuknya. Jadi ia dalam hati mengucapkan terima kasih dan akan menyediakan pemakaman yang layak untuknya setelah ini.
A Guang membuka tirai lalu memerintahkan Xiao wen untuk menghabisi mereka semua.
" Seperti biasa, Tapi kali ini sisakan satu lalu bawa ke tempat biasa. " Perintahnya pada xiao wen yang membuat wajahnya bersemangat. Karena setelah bersenang-senang ternyata tuannya masih memberinya satu tikus untuknya bermain-main nanti.
Ini kali pertama Xu xiang menadapat 'kunjungan' seperti ini. Jadi ia tidak antusias dan justru panik.
" Kenapa mereka menyergap kita? kita bukan saudagar kaya yang membawa uang berpeti-peti. "
A Guang tak tahu harus tertawa atau menangis. Dimata gadis ini ia tidak lebih baik dari saudagar kaya.
" Apa kau tak tahu, bahwa calon suami mu ini adalah seorang putra mahkota. Itu lebih kaya dari saudagar yang kau katakan tadi. "
" Benarkah? " Meski begitu, Xu xiang masih berpikir bahwa saudagar kaya lebih masuk akal untuk di sergap alih-alih putra mahkota yang tidak membawa uang sama sekali.
" Apa menurut mu aku berbohong? "
Xu xiang menggeleng. " Tidak. Aku hanya meragukannya. lagi pula kau tidak membawa uang, untuk apa mereka menyergap mu? "
" Ada yang lebih mereka inginkan dari pada uang. "
" Apa? "
" Nyawa ku. "
Jawaban A Guang yang tampak acuh tak acuh itu menyiratkan bahwa ia terlihat sudah biasa dan itu membuat hati Xu xiang merasa sakit.
' Bagaimana kehidupannya selama ini? Apakah sangat berat hingga kau terlihat biasa dengan semua ini? ' Xu xiang bertanya sendiri dalam hati.
" Jangan menatap ku seperti itu atau kau akan membuat predator dalam diri ku bangun. "
Xu xiang salah tingkah. Tentu saja ia tak bermaksud membangunkan sisi berbahaya pria itu.
Meski hubungan mereka belum sampai pada tahap sentuhan fisik. Tapi pengalaman kerja di lianhua membuatnya cepat tanggap akan hal ini.
Meski ia juga mengharapkannya tapi ia juga tak ingin melakukan sebelum ada ikatan pernikahan.
Suasana tiba-tiba terasa canggung.
" Predator apa? Kita bahkan sudah pernah tidur bersama. Apakah ada yang lebih dari itu. "
Xu xiang mulai menyesali kalimatnya begitu melihat kilatan di mata A Guang. Niat hati ingin menyembunyikan salah tingkah dirinya namun ternyata ia telah salah langkah.
" Kau mau ap- " Ucapan Xu xiang terputus saat A Guang memberinya serangan tiba-tiba.
Serangan lembut yang mendarat di bibir Xu xiang. Membuat gadis itu sedikit menikmatinya.
A Guang mencium bibir Xu xiang dengan lembut. Awalnya ia melakukannya seperti itu, namun lama kelamaan itu berubah menjadi ******* yang menuntut.
Seolah seekor singa yang baru saja berpuasa dan sedang berbuka. A Guang sama sekali tidak memberikan Xu xiang kesempatan untuk menolak.
Ia melakukannya cukup lama hingga gadis itu memukul dada A Guang karena pasokan oksigen yang sudah menipis.
" Apa kau ingin membunuh ku? kenapa kau begitu liar pada ciuman pertama kita. "
__ADS_1
Xu xiang yang sudah menghirup oksigen dan mengisi kantong persediaan oksigen di kantong alveolus langsung memarahi A Guang.
Tapi A Guang justru menangkap lain tindakan Xu xiang tersebut.
" Jadi apa yang seharusnya aku lakukan untuk pengalaman pertama yang lain? " tanya A Guang terdengar ambigu. Namun Xu xiang justru tidak menyadarinya. Otaknya masih kekurangan oksigen jadi ia belum bisa berpikir jernih.
" Tentu saja kau harus bersikap lembut atau kau akan membuat wanita mu ketakutan. "
" Baiklah. Lain kali aku akan bersikap lebih lembut. "
Dan barulah Xu xiang menyadari ucapan salah dirinya. Secepatnya ia menoleh pada pria yang tengah tersenyum puas padanya lalu memberikan tatapan tajam.
" Dasar penipu. "
Xu xiang merasa sudah di tipu dan akhirnya ia justru mempermalukan dirinya sendiri. Andai saat ini ada lubang, ia harap bisa masuk dan mengubur dirinya sendiri karena malu.
" Kenapa kau memanggil ku penipu. Aku tidak melakukan apa pun? "
" Ya kau tidak melakukan apapun. Tapi bibir mu yang melakukannya. Tidak hanya mencium ku secara tiba-tiba. Tapi juga menggiringku dengan pertanyaan ambigu mu dan membuat ku mengucapkan kalimat memalukan tersebut. "
Menyenangkan melihat Xu xiang kesal. Tapi A Guang harus berhenti sebelum wanitanya itu benar-benar marah.
" Maaf. Apa sekarang kau masih ketakutan? "
Xu xiang menggeleng. Tanpa ia sadari rasa takut yang tadi ia rasakan mendadak hilang.
Ia menatap A Guang, menyadari bahwa perlakuan pria ini terlalu manis. Bagaimana mungkin ia tidak mencintainya.
Jadi Xu xiang memeluknya dan mengucapkan terima kasih.
Xiao wen sudah menyelesaikan tugasnya. Jauh lebih cepat karena ada para prajurit yang ikut melawan mereka.
Sementara penjaga bayangan yang menjaga A Guang tetap mengawasi dan akan segera melaporkannya pada sima rui. Mereka tidak akan turun tangan selama itu bukan situasi genting.
A Guang membuka sedikit tirai. " Kita lanjutkan perjalanan. "
Mendengar perintah sang putra mahkota. Segera mereka melanjutkan kembali perjalanan mereka yang sempat tertunda.
Sementara di tempat lain, di waktu yang sama.
Kekaisaran Shu.
Zhuocheng marah besar karena baru saja kaisar Shu memerintahkan prajuritnya untuk menyegel semua opium yang berada di gudang Haidao.
Dengan alasan keberatan dari Kekaisaran Jin tentang penyelundupan opium ke negara mereka. Kaisar Shu akhirnya bisa menyingkirkan benda terkutuk ini.
Sudah sejak lama, ia memang ingin sekali melarang opium di negaranya. Namun karena Haidao memegang perjanjian dengan Kaisar terdahulu yang membebaskan Haidao melakukan transaksi apapun di Shu, membuatnya tidak bisa berbuat banyak.
Namun kerajaan bisa mengambil tindakan jika transaksi yang di lakukan Haidao mengganggu stabilitas hubungan antar kerajaan. Karena itulah, berkat keberatan yang dilayangkan A Guang, ia memiliki alasan tepat untuk membungkam Haidao.
" Argh! ! Bajingan kau Sima Guang. Karena mu semua opium ku di sita. Aku tidak akan memaafkan mu. Aku pastikan akan membunuh mu. "
Ruangan Zhuocheng kini berantakan dengan mayoritas barang yang sudah tak berbentuk. Ia benar-benar melampiaskan kemarahannya dengan menghancurkan semua yang di lihatnya.
Tiba-tiba salah satu anak buahnya datang.
" Ada apa! " Teriak zhuocheng.
Anak buah Zhuocheng menelan kasar ludahnya. Ia ketakutan, karena berita yang akan disampaikannya pasti akan membuat tuannya semakin marah. Tapi ia tetap harus melaporkannya.
" Lapor tuan. Berita dari orang-orang yang kita perintahkan untuk membunuh putra mahkota Jin sudah datang? "
__ADS_1
Zhuocheng menoleh. Tatapannya mengunci anak buahnya yang sudah berkeringat dingin.
" Katakan! Apa mereka berhasil membunuh bajingan itu? lalu dimana mayatnya? "
"Tidak tuan. Mereka gagal. Semua pembunuh yang kita kirim ditemukan mati di tempat. "
Brakk!
" APA! " Pekik Zhuocheng. Tak lama setelah ia memukul keras meja.
Arghhhhh!
zhuocheng menyapu semua barang di mejanya. kini ruangan itu benar-benar tak ada satupun barang yang tersisa.
" Sima Guang! aku benar-benar akan membunuh mu! "
Kebencian Zhuocheng semakin bertambah. Ia bersumpah cepat atau lambat ia akan menghancurkannya.
*********
Perjalanan panjang A Guang dan rombongan akhirnya akan segara berakhir. Mereka sudah tiba di gerbang ibu kota.
Satu bulan sudah ia meninggalkan rumah. Ia sudah sangat merindukan keluarganya. Terlebih pada sang ayah. Ia harus berterima kasih padanya karena berkat hukuman darinya ia bisa membawa kembali wanita yang dicintainya.
" Kenapa kau menatap ku? "
Tanpa sadar A Guang terus menatap Xu xiang. Ia tersenyum lalu menggenggam tangan gadis itu.
" Setelah ini aku akan membawa mu menemui kedua orang tua ku. Aku akan mengatakan tentang rencana pernikahan kita. Aku yakin ibu ku akan sangat senang mendengarnya. "
" Aku mengikuti apapun yang kau katakan. Tapi sebelum itu bisakah aku mengunjungi keluarga ku. Aku ingin bertemu dengan mereka. "
" Apa kau ingin aku mengantar mu? " Tanya A Guang khawatir.
A Guang menawarkan diri karena tahu bagaimana sikap mereka pada Xu xiang. Apa lagi dirinya pernah membuat Na li masuk penjara.
Kakak laki-laki nya itu pasti tidak akan tinggal diam.
" Tidak perlu. Aku harus memastikan sesuatu. Aku ingin menyelesaikan semuanya sebelum menikah dengan mu. "
" Baiklah jika itu mau mu. Tapi jika mereka berani bertindak kasar dan melukai mu katakan padaku. "
Xu xiang membalas genggaman A Guang. " Jangan khawatir. Aku bukan lagi Xu xiang yang dulu. Aku tidak mudah untuk ditindas. "
"Aku percaya. "
Meski A Guang berkata begitu, tapi ia akan tetap memerintahkan beberapa bawahannya untuk melindungi Xu xiang secara diam-diam. Ia tidak akan membiarkan keluarga buruk calon istrinya memiliki kesempatan untuk kembali menyakitinya.
Di istana, sima rui sudah tahu bahwa putranya sudah kembali dan membawa serta calon menantu mereka. Ia cukup puas dengan hasil kerja putranya tersebut.
Setelah ini, istrinya tidak akan lagi memiliki kekhawatiran pada A Guang lagi. Perhatian ziyan akan kembali sepenuhnya menjadi miliknya.
" Kenapa kau terlihat sangat senang? " Ziyan memperhatikan suaminya yang terlihat sedang dalam suasana baik.
Merengkuh pinggang sang istri dan membawanya ke atas pangkuannya.
" A Guang sudah tiba di ibukota dan kau akan segera bertemu dengan calon menantu mu. Jadi berhenti mengkhawatirkan bajingan kecil itu. Karena ia sudah memiliki wanitanya sendiri. "
Ziyan tak tahu ingin tertawa atau marah padanya. Suaminya ini selalu aja membuatnya tidak bisa berkata-kata.
Ia senang putra nya kembali dan membawa calon istrinya juga, tapi dari kalimat yang ziyan tangkap. Suaminya lebih bahagia karena akhirnya pesaing dalam mendapatkan perhatiannya telah menemukan wanita miliknya sendiri. Jadi tidak ada alasan untuk ziyan memikirkan putranya itu lagi.
__ADS_1
Sungguh licik suaminya itu tapi begitu kekanakan. sayangnya ziyan mencintainya.