
Kelahiran A Guang di sambut suka cita oleh semua orang. Bahkan secara khusus ziyan mengadakan syukuran dengan membagikan makanan gratis atas nama A Guang. Hal yang sangat jarang di lakukan di negeri Jin untuk merayakan suatu kelahiran.
Dan nantinya hal ini akan menjadi trend di kalangan para bangsawan. Sebagai unjuk kemampuan isi dompet.
Ucapan selamat datang dari semua kalangan. Bahkan tidak sedikit yang memberikan hadiah atas kelahiran A Guang. Termasuk para penduduk dari beberapa desa yang pernah mendapatkan pertolongan dari Sima rui dan juga ziyan. Mereka secara serempak mengirim hadiah untuk bayi mungil itu.
Dalam sekejap, bayi A Guang menjadi bayi kaya karena hadiah yang luar biasa banyak tersebut.
Tiga hari setelah kelahiran A Guang, Sima shao, Huang Guifei, dan juga Guifei datang berkunjung. Demi kesehatan ziyan, Sima rui memang belum memindahkan ziyan kembali ke kediaman. Jadi untuk sementara waktu, mereka akan tinggal di istana rixi. Itulah kenapa para orang tua bisa leluasa menjenguk cucu pertama kerajaan Jin tersebut.
" Lihatlah, A Guang kau sangat tampan. Mirip sekali dengan kakek raja. " Puji Sima shao entah pada A Guang atau pada dirinya sendiri.
" Bagaimana bisa mirip ayah, dia putraku tentu saja dia mirip dengan ku. " Protes Sima rui pada sang ayah.
" Kenapa tidak bisa. Kau putra ku dan ketampanan mu sumbangan dari ku. Tentu saja cucu ku ini juga secara tidak langsung mirip dengan ku. " Bantah Sima shao tidak mau kalah.
Ziyan yang melihat perdebatan ayah dan anak itu hanya bisa menggeleng. Terutama atas sikap suaminya. Masih jelas dalam ingatannya bagaimana respon suaminya saat melihat A Guang untuk pertama kali. Ia mengatakan putranya tersebut keriput dan mirip salah satu hewan primata.
Sima rui berdecak. " Putra ku jelas-jelas mirip dengan ku. Bu.. bagaimana menurut mu? bukankah dia mirip dengan ku. " Sima rui mencoba mencari pembelaan dari ibunya.
Huang Guifei melihat cucunya yang ada di pangkuan Guifei, kemudian melihat putranya.
Ia menggeleng. " Tidak. A Guang mirip ibunya, dia lebih mirip dengan ziyan. " Ucap Huang Guifei.
" Bagaimana menurut mu Guifei? " Tanya Huang Guifei pada adik madunya.
" Aku juga berpikir begitu. A Guang lebih mirip dengan ziyan. Lihatlah mata dan hidungnya. Sama persis dengan ziyan. "
Karena para wanita sudah berkata demikian. Maka baik sima rui dan Sima shao memilih mengalah.
Tiba-tiba A Guang menangis. Perhatian semua orang kini pada bayi mungil di gendongan Guifei.
" Kenapa menangis? " Tanya Sima shao.
" Sepertinya ia lapar. " Jawab Guifei.
Namun tiba-tiba tangan Guifei diremas oleh Huang Guifei.
" Aw... Huang gu- " Kalimat Guifei terhenti ketika melihat wajah kakak madunya terlihat kesakitan.
__ADS_1
" Kenapa? " Tanya Guifei khawatir. Perhatian semua orang kini beralih pada wanita hamil tersebut.
" Sepertinya aku akan melahirkan. " Dan benar saja air ketuban mulai merembes di antara kaki Huang Guifei.
" APA!!! " Semua orang terkejut.
Sima rui segera mengambil putranya dan menyerahkan pada ziyan agar di susui. Lalu menyiapkan kamar untuk ibunya melahirkan.
Istana rixi sekali lagi digemparkan oleh kelahiran anggota kerajaan baru.
Berbeda dengan ziyan ketika melahirkan. Huang Guifei tampak lebih tenang dan juga lebih cepat. Tidak sampai dari tiga jam, bayi perempuan cantik lahir.
Dari semua orang, yang paling berbahagia atas kelahiran ini adalah sima shao. Akhirnya keinginannya memiliki seorang putri tercapai.
" Yang mulia, kau menangis? " Tanya Huang Guifei saat melihat kedua mata Sima shao berair.
Pria itu memalingkan wajahnya. " Tidak. Ini hanya keringat yang keluar dari mata ku. "
Huang Guifei hanya tersenyum mendengar jawaban tak masuk akal suaminya tersebut. Ia tahu bahwa sebenarnya suaminya itu sedang berbahagia. Karena bisa melihat putri yang selama ini di tunggunya.
" Baiklah. Aku percaya. Jadi Yang mulia siapa nama putri kita. " Tanya Huang Guifei.
" A Hua. " Gumam Huang Guifei. Ia tersenyum, menurutnya sangat cocok dengan putrinya.
" Anda benar Yang mulia, dia akan tumbuh cantik seperti bunga. " Imbuh Huang Guifei.
Sima rui dan ziyan datang menjenguk Huang Guifei.
" Lihatlah pangeran, putri kecil kita sangat cantik. " Puji ziyan melihat bayi merah yang masih tertidur pulas di samping ibunya.
Meski baru lahir, ziyan sudah bisa melihat bakat cantik bayi itu. Ia yakin saat dewasa, A Hua akan menjadi wanita tercantik di Kerajaan jin.
Sima rui menengok bayi kecil yang menjadi adiknya tersebut. Berbeda dengan kelahiran A Guang yang menurutnya sangat jelek. A Hua justru terlihat sangat cantik. Kulitnya bersih dengan bibir merah serta bulu mata yang sudah terlihat lentik.
" Cantik.. " Gumam sima rui.
Ziyan menoleh, tercengang dengan reaksi suaminya. Sedari tadi, ziyan berdoa agar suaminya tidak memberikan reaksi yang sama saat kelahiran A Guang.
" Apa yang aku katakan benar bukan. Dia pasti akan menjadi putri paling cantik di Kerajaan ini. " Ucap ziyan, lalu kembali ia menambahkan. " Aku penasaran dengan pria yang akan menikah dengannya kelak. "
__ADS_1
Ziyan tidak sadar bahwa baru saja dirinya mengatakan kalimat paling tabu di depan keluarga Sima.
' Putriku sangat cantik. Pria yang akan menjadi pendampingnya harus sempurna. Aku tidak akan membiarkan sembarang pria mendekatinya.' Batin sima shao.
' Siapa pun pria yang mendekati adikku. Dia harus lebih kuat dari ku. Aku tak ingin menyerahkan adikku pada pria lemah. '
Begitulah isi hati kedua pria posesif keluarga Sima.
Tampaknya perjalanan cinta A Hua akan sangat sulit dengan sosok ayah dan kakak yang begitu posesif.
**********
Lima tahun kemudian,
" A Guang! ! "
Suara gadis kecil memanggil seorang bocah yang berada di atas pohon. Namun tampaknya anak laki-laki itu tertidur cukup pulas hingga panggilan keras gadis kecil itu sama sekali tidak sanggup membuat kedua matanya terbuka.
Kesal karena panggilannya tidak direspon. Gadis kecil itu mengambil sebuah kerikil, dengan ketapelnya ia lontarkan kerikil tersebut hingga mengenai pantat A Guang.
Karena terkejut, A Guang yang baru saja bangun itu langsung jatuh ke tanah.
Brukk!
" Aw..... " A Guang meringis merasakan pantatnya yang baru saja mencium kerasnya tanah.
" Bibi! " Pekik A Guang kesal.
Pletak!
Gadis yang di panggil bibi itu tanpa sungkan memukul kepala A Guang.
" Jangan sembarangan. Panggil aku A Hua jiejie. Panggilan bibi terdengar sangat tua untuk ku. " Protes A Hua.
" Baik, baik. A Hua jie, Ada apa kau mengganggu waktu bersantai ku. Apa kau tak tahu sangat sulit untuk ku melarikan diri dari guru Mo. "
Guru Mo sebutan untuk Mo Yifeng. Putra pertama paman ziyan itu terpilih sebagai guru A Guang.
" Kakak ipar mencari mu. Kau harus melakukan pengukuran baju untuk acara penobatan kakak sebagai kaisar besok lusa. " Jelas a Hua.
__ADS_1
" Ah aku lupa. Gawat ibu pasti marah. " Pekik A Guang lalu segera berlari kencang berharap sang ibu tidak akan marah.