Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 374 Side story ( A Guang story)


__ADS_3

Disaat yang sama, Sima Feng sudah berada di ibukota. Tak lama setelah A Guang terkena racun, surat darurat datang padanya. Kini ia tahu apa yang di maksud oleh Gu Xinzu.


Tanpa membuang waktu, ia bergegas menuju istana.


Terkejut, itulah respon Sima Feng saat pertama kali melihat suasana kamar A Guang. Awalnya ia masih tak percaya dan menyangkal bahwa semua itu hanya rumor palsu yang dihembuskan oleh musuh guna menjatuhkan mentalnya. Namun pada akhirnya Sima Feng melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana A Guang saat ini.


Tubuh Sima Feng membeku, kala melihat tubuh kaku dengan wajah pucat A Guang yang terbaring di depannya. Kedua orang tua dan adiknya ikut larut dalam kesedihan hingga tak ada satupun yang menyadari kedatangannya.


Hingga suara pelayan yang menyambut kedatangan Sima Feng terdengar, membuat semua keluarganya langsung menoleh.


" Kakak... "


" A Feng.. "


Panggil Ziyan dan A Fei bersamaan.


A Fei orang pertama yang bereaksi dan langsung berlari memeluk Sima Feng. Menangis tersedu menumpahkan seluruh kesedihannya, hatinya saat ini hancur, kehilangan sosok kakak yang selama ini selalu ada untuknya.


Sima Feng memeluk erat A Fei dengan tatapan pilu yang tak lepas dari A Guang.


Kekaisaran Jin berduka, seluruh rakyat Jin berkabung.


Saat itu benar-benar hari tergelap bagi keluarga Sima bahkan langit pun ikut menunjukkan kesedihannya. Selama tiga hari langit mendung, seolah sang surya ikut berduka akan kematian A Guang dan memilih menyembunyikan diri.


Rakyat Jin segera mengetahui kabar duka tersebut dan ikut larut dalam kesedihan. Mereka turut berduka atas kematian putra mahkota mereka.


Tiga hari setelah masa berkabung. Sima Feng mulai melakukan penyelidikan. Bohong, jika perasaannya sudah tenang. Faktanya seluruh keluarga Sima masih merasakan kehilangan. Meski begitu ia ingin secepatnya menemukan dan membalas kematian saudaranya.


Jadi ia datang ke ruang interogasi untuk ' memberi salam' pada pria yang menjadi pembunuh A Guang tersebut. Jangan ditanya bagaimana tingkat kekejaman Sima Feng. Metode yang digunakannya tak kalah kejam dengan metode sang ayah.


Sementara itu,

__ADS_1


Di kamar, Ziyan yang selalu tampak tegar, pada akhirnya tumbang juga.


" Istriku... " Sima Rui memeluk Ziyan. Istrinya tampak rapuh. Wajahnya yang selalu tersenyum dan tampak tenang kini terlihat sendu dan layu.


Hati Sima Rui sakit.


" Menangislah. Tolong jangan seperti ini. Menangislah agar kesedihan mu berkurang. Maafkan aku karena tidak bisa menjaga putra kita. Maaf.."


Mendengar ratapan maaf Sima Rui, hati Ziyan jauh lebih sakit. Ini bukan kesalahan suaminya, namun Sima Rui selalu menyalahkan dirinya seolah itu semua terjadi karena kelalaiannya.


Ziyan mencengkeram pakaian Sima Rui sementara wajahnya ia tenggelamkan di dadanya. Perlahan ia mulai menangis, sungguh hatinya hancur. Sebagai ibu, ia begitu merasakan kehilangan. Melihat kematian putra yang ia kandung dan besarkan sendiri, sungguh hatinya hancur.


" A Guang... hiks hiks.. "


Andai bisa, ingin sekali Ziyan menukar nyawanya dengan nyawa sang putra.


Ziyan menangis tersedu. Untuk pertama kalinya, Sima Rui melihat tangis istrinya begitu memilukan. Hatinya sakit, sungguh hal yang paling membuatnya terluka adalah disaat melihat istrinya menangis namun tak ada yang bisa ia lakukan. Ia memejamkan mata, tanpa terasa sudut mata Sima Rui basah. Pria itu menangis.


Setelah beberapa saat, Ziyan tertidur. Sima Rui menatap sedih istrinya yang kelelahan karena menangis, kemudian memberikan selimut padanya.


" Bagaimana hasil penyelidikan mu? " Sima Rui bertanya pada sang putra.


" Pembunuh itu masih bungkam? mungkin apa yang di katakan Gu Xinzu benar. "


Sima Rui memperhatikan ada sedikit bercak darah di baju A Feng, tanda bahwa putranya langsung datang dari ruang interogasi.


" Lain kali ganti pakaianmu terlebih dulu sebelum datang kemari. Tempat itu terlalu kotor, aku tak ingin kau membawa virus yang akan mengotori istana ibu mu. "


Sima Feng mengangguk, " Maaf ayah aku tidak memperhatikannya. " Sesalnya begitu menyadari ada sedikit noda darah di bajunya.


" Apa yang Gu Xinzu katakan? " Lanjut Sima Rui bertanya pada A Feng.

__ADS_1


Sima Feng memang belum menceritakan mengenai Gu Xinzu, jadi Sima Rui belum mengetahui mengenai keterlibatan Kekaisaran Nan.


" Dia berkata bahwa mantan raja wei berkolusi dengan Kekaisaran Nan. Tapi aku masih tidak yakin, mengingat hubungan kita dengan Nan selalu baik. "


Sima Rui mengerutkan kening, tiba-tiba teringat akan sesuatu. Namun karena masih ragu, jadi ia memutuskan untuk bertemu dengan ayahnya, Sima Shao.


" Mari kita temui kakek mu terlebih dulu. "


" Hah? Ayah, kenapa kita bertemu dengan kakek? apa ini ada hubungannya dengan kakek? "


Sima Feng tak mengerti kenapa ayahnya justru mengajaknya untuk menemui kakeknya, sang kaisar agung ketika membahas Kekaisaran Nan.


Mungkinkah kakeknya mengetahui sesuatu?


" Kau akan tahu setelah ini. Ada terlalu banyak rahasia di dalam keluarga Sima. "


Tampaknya dugaan Sima Feng benar. Setelah mendengar itu, Sima Feng tak lagi bertanya.


Mereka tiba di istana dimana Sima Shao tinggal. Sima Rui tidak membuang waktu, ia segara menanyakan hal yang sejak tadi mengganggu pikirannya. Ia berharap bahwa dugaannya salah.


" Ayah, apa hubungan saudara kedua dengan kaisar Nan? "


Sima Shao yang terkejut hampir saja tersedak ludahnya sendiri begitu mendengar pertanyaan Sima Rui. Pertanyaan yang mengharuskannya membuka kembali rahasia kelam keluarga Sima.


" Kenapa tiba-tiba kau bertanya seperti itu, putra ku? "


" Karena A Feng mendapatkan informasi bahwa kemungkinan kematian A Guang ada hubungannya dengan Kekaisaran Nan yang berkolusi dengan Kerajaan Wei. Jadi, ayah jika dugaan ku benar, maka ini pasti ada hubungannya dengan saudara kedua. "


Sima Rui tak ingin berputar-putar, jadi ia langsung mengatakan pertanyaannya. Fakta bahwa Sima Yan bukan putra kandung ayahnya, ia sudah tahu sejak dulu. Namun untuk menarik kesimpulan lain, ia masih sangat ragu.


Sima Shao menghela napas. Pada akhirnya, masa lalu yang harusnya terkubur harus terungkap juga.

__ADS_1


" Itu memang benar, saudara mu, Yan memang ada hubungannya dengan kaisar Nan saat ini. Atau lebih tepatnya, kaisar Nan adalah ayah dari Yan. "


" Apa! " Seru Sima Feng terkejut. Namun berbeda dengan Sima Rui yang jauh lebih tenang. Mungkin karena ia sudah menduganya sejak awal.


__ADS_2