Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Menikahlah dengannya


__ADS_3

Suasana ruang seketika ricuh mendengar kesimpulan sima rui. Jika benar ada masalah dalam makanannya. Bukankah itu berarti nona kediaman He itu sudah melakukan kejahatan. Menjebak seorang pangeran, bisa mendapatkan hukuman berat.


Jiali mulai terlihat panik. "Tidak. Tidak ada masalah dalam makanannya. " Lalu ia berjalan sambil berlutut menghampiri tuan He. Air mata tangisnya masih mengalir dari kedua matanya. "Ayah tolong kau selidiki ini, disini aku korbannya. "


"Nona He. Kau bisa mengatakan kau korban disini setelah kita membuktikannya. " (Ziyan)


Ziyan meminta junyi memanggil tabib untuk memeriksa makanan tersebut. Sementara menunggu tabib datang. Ziyan mengamankan barang bukti. Beruntung pelayan itu tidak memakan semua kuenya.


Jiali hanya bisa terduduk lemas. Memikirkan nasibnya yang akan segera di putuskan.


Tabib yang dipanggil junyi datang. Ziyan segera meminta tabib tersebut untuk memeriksa sisa kue dan kondisi pelayan pria itu.


Pemeriksaan dilakukan dengan hati-hati. "Ini...Ada sejenis obat perangsang di dalam makanan ini. Itulah kenapa orang ini bertindak liar. Makan satu potong saja sudah cukup membuat orang menggila. "


Kesimpulan ini tentu saja mencengangkan semua orang. Terutama tuan He. Bagaimana bisa sebagai tuan rumah, putrinya hampir saja mempermalukan seorang pangeran. Jika ia memakannya, bukankah hal itu akan menjadi skandal besar. Meski hal umum, seorang suami memiliki beberapa istri. Tapi menjebak pangeran agar menikahinya benar-benar sangat memalukan.


Tuan He tak kuasa menahan amarahnya. Ia menampar putrinya hingga terjatuh ke lantai. Tangannya gemetar karena rasa sakit hati harus menampar anak kesayangannya untuk pertama kali.


"Anak durhaka. Apa kau ingin membuat malu seluruh keluargamu! "


Setelah menampar putrinya. Tuan He berlutut memohon pengampunan dari sima rui. Ia merasa bersalah karena gagal mendidik putrinya, sekaligus gagal menjadi tuan rumah yang baik. Tuan He kemudian meletakan plakat jabatannya sebagai penyelidik di lantai. Ia ingin mengundurkan diri sebagai penyelidik untuk menebus hukuman putrinya. Meski putrinya bersalah, sebagai seorang ayah. Ia tak tega melihat putri satu-satunya harus menerima hukuman. Apalagi hukuman dari sima rui yang terkenal tidak membedakan pria atau wanita itu.


"Bangunlah, dan ambil plakatmu kembali. Mengundurkan diri dari tanggung jawab bukanlah tindakan seorang petugas terhormat. Kau mundur, hanya memberikan jalan pada para pejabat kotor itu. Aku tidak akan menghukum putrimu, tapi sebagai gantinya nikahkanlah putrimu dengan pelayan itu. Kehormatan dan harga diri putri mu harus tetap dijaga. Mereka yang ingin menjatuhkanmu bisa menggunakannya sebagai senjata. "


Meski berat, tapi semua yang dikatakan pangeran pertama benar. Kehormatan putrinya sudah tercoreng. Jika tidak segera menikahkannya, masa depan keluarganya akan berakhir. Dengan berat hati, tuan He akhirnya mengambil keputusannya. Ia menutup mata dan mengepalkan tangannya.


"Lier. Secepatnya kau dan pria itu akan segera menikah. "


Ibarat menerima pukulan berat. Jiali jatuh terkulai. Ia tidak membayangkan sama sekali bahwa masa depannya akan hancur di tangannya sendiri. Hanya dalam semalam, masa depannya jatuh ke dasar jurang yang dalam. Tak hanya gagal menikahi pangeran, ia justru kehilangan kehormatannya dan harus menikahi seorang pelayan.


Tatapan jiali kosong, dengan linglung ia bergumam ketidaksediaannya menikahi pelayan tersebut.

__ADS_1


"Tidak... tidak ayah. AKU TIDAK MAU. " Tiba -tiba teriakan Jiali mengejutkan semua orang.


Tuan He memandang putrinya dengan sedih. Lalu ia memerintahkan pelayan lain untuk membawa Jiali kembali ke kamarnya. Jiali tampak seperti cangkang kosong saat mereka membawanya.


Melihat tindakan tuan He yang sangat melindungi putrinya, membuat ziyan sedikit kecewa padanya. Sebagai seorang ayah, tugasnya adalah memberikan disiplin pada anak-anaknya yang bersalah. Tapi kenyataannya, tuan He justru siap menerima hukuman atas tindakan salah putrinya. Cepat atau lambat, tindakan tuan He ini akan menjadi bumerang bagi keluarganya.


Karena masalah sudah terselesaikan, Sima rui meminta semua orang pergi. Tapi sebelum itu, ia memperingatkan para pelayan untuk menutup rapat mulut mereka. Jika sampai ada kebocoran diluar. Sima rui siap menghukumnya sendiri.


Hanya ada Sima rui dan ziyan di kamar itu. Junyi sudah lebih dulu kabur sebelum tuannya membuka mulutnya.


"Sepertinya pengeran sangat menghormati tuan He."


"Dia adalah pejabat yang jujur. Bahkan meskipun putrinya bersalah. Tak menutup kejujuran tuan He dimataku. "


Sima rui adalah orang yang adil. Ia tak akan menghukum orang yang tidak bersalah. Karena itu Sima rui tidak menerima pengunduran diri pejabat He sebelumnya. Menyuruh Jialu menikahi seorang pelayan merupakan hukuman dari Sima rui. Ia akan menjalani hukuman selama sisa hidupnya. Meski terdengar kejam. Tapi bagi Sima rui itu pantas.


"Bagaimana pangeran bisa tahu bahwa makanan itu bermasalah? "


"Pengalaman membuatmu pintar. " Sima rui hanya menjawab singkat dan tersenyum tipis.


"Besok kemungkinan aku tidak ada di kediaman He. Berhati-hatilah, jangan jauh dari xiaoqi. "


Ziyan tak mengerti alasan kekhawatiran Sima rui. Di kediaman ini siapa yang akan menyakitinya?


"Iya aku tahu. Apakah kau besok akan ke kantor pemerintah? "


"Hm.. " Beserta anggukan Sima rui.


Meski ziyan tak bertanya apa yang akan ia lakukan besok. Tapi ia tahu pasti berhubungan dengan para pejabat yang membelok. Saat snowy berjalan-jalan disana. Tanpa sengaja ia mendengar percakapan pejabat yang ternyata ada hubungannya dengan kasus penculikan anak-anak dipasar gelap. Karena percakapan itu berada di ruang tertutup, snowy tidak bisa melihat wajah mereka. Karena itu, berhubung besok adalah hari terakhir mereka di kota ini, ziyan tahu sima rui akan melakukan pembersihan kantor pemerintah terlebih dulu sebelum kembali ke ibu kota.


Snowy yang sejak tadi menunggunya. Duduk di atas tempat tidur.

__ADS_1


"Bagaimana? "


"Hanya pertunjukan yang di buat Sima rui. "


Snowy terkekeh. "Kalian berdua sangat mirip. Lalu bagaimana dengan gadis itu? "


"Gagal merayu Sima rui dan justru harus menikahi pelayan. Jika itu kau, bagaimana perasaanmu? "


" Aku akan menggila. Lebih baik aku dihukum mati dari pada menghancurkan masa depanku. "


Setelah ini ziyan berharap semuanya berjalan lancar sebelum mereka pulang ke ibu kota. Banyak pekerjaan yang menantinya di sana.


**********************


Akhirnya hari kepulangan mereka tiba. Hari ini ziyan kembali ke ibu kota. Hampir seminggu ziyan berada di kota lingguang. Meski kemarin sempat terjadi insiden tak terduga. Tapi bisa dengan mudah terselesaikan. Ziyan naik ke atas Gerbongnya. Ia sudah berencana akan tidur selama perjalanan. Namun siapa yang menduga bahwa sima rui akan berada di gerbong juga.


"Kenapa pangeran berada di sini? kau tidak menunggang kuda? "


"Menunggang kuda terlalu melelahkan. Sejak kemarin aku terlalu lelah menyelesaikan beberapa masalah. Jadi aku ingin beristirahat sejenak. "


Benar juga. Kemarin hampir sehari penuh Sima rui tidak berada di kediaman He. Sejak pagi ia sudah berangkat ke kantor pemerintah dan baru kembali menjelang makan malam. Meski ziyan tak ingin tahu apa yang ia lakukan. Tapi melihat begitu lelahnya dia. Pasti itu bukan pekerjaan yang ringan.


"Apakah kemarin berjalan lancar? "


Sima rui membuka matanya yang tadi tertutup. "Ada sedikit kejadian diluar perhitunganku. "


"Benarkah? Apa itu? " Ziyan bertanya dengan antusias.


Sebenarnya ziyan bukan penasaran dengan masalahnya. Tapi lebih ke hal yang berada di luar perhitungan Sima rui itu. Ziyan selalu berpikir, pria hebat sepertinya akan selalu mengerjakan pekerjaannya dengan lancar tanpa kendala. Siapa yang tahu ia akan mendapatkan satu kali ini.


"Ketua Gui berhasil melarikan diri. "

__ADS_1


Hah?!


Ketua Gui? Bukankah ia ke kantor pemerintah untuk melakukan pembersihan pejabat yang korup. Kenapa menjadi Ketua Gui. Apa yang sebenarnya terjadi.


__ADS_2