Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 165


__ADS_3

Sima shao kembali ke istananya begitu pembicaraan dengan permaisuri selesai. Niat hati ingin ke istana Huang guifei. Namun saat di tengah perjalanan, ia mendengar obrolan dua pejabat istananya.


" Sial sekali.. Semalam aku menghabiskan banyak uang. Jika istriku tahu, habislah. "


Rekannya terbahak mendengar curhatan temannya tersebut.


" Berhenti tertawa. Kau membuat ku semakin kesal. "


" Maaf, maaf. Aku hanya tidak tahan untuk menertawakan kebodohan mu yang masih saja bermain meski tahu akan berakhir kehilangan uang. Kau tahu dari pada bermain di shugua, lebih baik kau main di chuntian. Setidaknya di sana kita tidak akan terlalu kehilangan banyak uang. "


" Kau benar. Aku hanya penasaran dengan shugua, karena katanya tempat itu mempunyai permainan baru. Tapi ternyata... " Pejabat yang mengalami kerugian itu menghela napas.


pejabat yang lain menepuk pelan pundak rekannya tersebut. " Sudahlah. Meski shugua kotor, tapi kita tidak bisa berbuat banyak. "


Dan setelahnya keduanya pergi.


Sima shao yang sejak tadi menguping pembicaraan keduanya menoleh pada kasim liu dan kemudian bertanya. " Shugua, chuntian? apa rumah bordir di ibu kota bertambah lagi? "


" Rumah bordir? " Gumam kasim liu dengan kedua alis terajut. Namun setelah sekian detik akhirnya kasim liu mengerti. Tampaknya kaisarnya telah salah paham. Mengira baik shugua ataupun chuntian adalah rumah bordir.


" Ah.. anda salah Yang mulia. Itu bukan rumah bordir, tapi nama tempat perjudian. Khusus chuntian, mereka menyebut diri mereka sebagai 'kasino'. " Sambung kasim liu menjelaskan.


Mendengar istilah baru, membuat pria paruh baya yang berstatus sebagai kaisar Jin itu tertarik.


' Sudah lama sepertinya aku tidak menyelinap keluar. ' Pikir Sima shao sambil membayangkan kesenangan apa yang akan ia lihat saat di luar nanti. Tapi....


" Yang mulia, harap selesaikan laporan Anda terlebih dahulu sebelum anda keluar. " Seketika ucapan kasim liu merusak imajinasi Sima shao.

__ADS_1


Pria itu menatap kesal kasim setianya. " Kasim liu, terkadang aku berpikir. Apakah kau memiliki kemampuan untuk membaca pikiran? sungguh sangat mengesalkan karena kau selalu tahu yang akan ku lakukan. "


Kasim liu tersenyum mendengar keluhan kaisarnya tersebut. " Terima kasih Yang mulia. Saya anggap itu sebuah pujian. " Sima shao merasa putus asa berbicara dengan kasimnya. Jadi ia memilih untuk pergi kembali ke istananya.


Malam tiba,


Sima shao segera merubah pakaiannya. Penampilannya kini tampak seperti bangsawan pada umumnya. Begitu selesai merubah penampilannya, segera ia menuju ibu kota.


Dan kini ia tengah berdiri tepat di sebuah gedung dengan papa nama bertuliskan 'Chuntian'. Banyak orang yang keluar masuk gedung tersebut. Membuat Sima shao semakin penasaran dengan tempat yang disebut kasino tersebut.


Sima shao tercengang melihat situasi di dalam chuntian. Banyak permainan yang baru pertama kali ia lihat. Mulailah Sima shao berkeliling, mengamati setiap meja permainan. Tiba-tiba ia merasa buruk, sebagai kaisar bagaimana bisa ia baru melihat semua hal ini. Meski selama ini ia melihat dan mengetahui laporan keuangan dan kondisi perekonomian negaranya. Namun tidak termasuk dengan melihat sendiri situasi pastinya.


" Tuan, apakah anda ingin bermain? " Pelayan chuntian menghampiri Sima shao. Ia tahu bahwa Sima shao pertama kali datang ke Chuntian.


Sima shao memperhatikan orang yang menegurnya. Dilihatnya dari atas dan bawah. Melihat dari pakaian yang digunakannya, ia yakin pria itu adalah pelayan disini.


" Hari ini pengalaman bagiku. Apa yang harus ku lakukan. " Tanya Sima shao.


" Nah jika anda berminat, anda bisa menukarnya di sebelah sana. " Sambung pelayan itu sembari menunjuk sebuah loket yang ada di pojokan.


Tanpa ragu Sima shao segera menukar uang di kantongnya menjadi koin kasino. Dengan penuh percaya diri ia melangkah ke meja roulette. Meski ia tak tahu itu apa, tapi dari yang ia lihat. Permainan roulette tampak lebih mudah dari pada permainan kartu. Jadi untuk permainan pertama ia akan bermain roulette.


Sima shao melihat deretan angka di atas meja roulette. Ia mengerutkan kening karena ragu akan memasang taruhan dimana. Namun setelah mengamati cukup lama dan mulai mengerti, ia pun memasang taruhannya.


Riuh sorak terdengar kala bola terus berputar menunggu di mana benda bulat itu akan berhenti. Semua orang tak melepaskan pandangan mereka menanti. Tak terkecuali Sima shao, ia juga menunggu dengan was-was. Bukan perkara jumlah uang yang akan ia hilangkan atau dapatkan. Namun lebih pada kesenangan apakah tebakannya benar.


Helaan napas kecewa terdengar dari beberapa orang kala mereka harus menelan pil pahit karena kehilangan uang mereka. Tapi tidak dengan Sima shao. Ia justru mendapatkan Jackpot kala tebakannya tepat. Seketika jumlah koin kasinonya bertambah. Tampaknya dewi fortuna sedang berada di pihaknya. Hari pertamanya di chuntian ternyata membawanya pada keuntungan besar.

__ADS_1


Sima shao membawa semua koinnya ke loket Penukaran. Hari ini cukup baginya untuk bersenang-senang. Jadi ia akan kembali ke istana dan berencana akan kembali lagi esok.


Sebelum kembali, Sima shao menuju ke lantai dua. Dimana bar berada. Sekali lagi, ia tercengang dengan tampilan kedai yang disebut bar tersebut.


" Kedai ini benar-benar berbeda. " Gumam sima shao.


Ia kemudian menuju ke meja dimana bartender berada. Ketika ia hendak memesan anggur. Matanya dibuat tercengang dengan atraksi yang di lakukan bartender. ' Untuk apa atraksi di sebuah kedai? ' Batin Sima shao.


Bartender menuang minuman yang baru saja ia buat ke dalam gelas yang kemudian dibawa oleh seorang pelayan. Sima shao yang penasaran menghampiri pria yang bertugas sebagai bartender itu.


" Tuan, apa yang kau lakukan tadi? " Tanya Sima shao.


Bartender tersebut mengerutkan kening karena tak mengerti dengan pertanyaan Sima shao.


" Atraksi tadi. Untuk apa kau melakukannya. " kembali Sima shao bertanya.


Bartender akhirnya mengerti maksud Sima shao, yang terlihat dari ekspresi wajahnya. Ia tersenyum sebelum akhirnya menjawab pertanyaan Sima shao.


" Anda pasti pertama kali kesini. Apa yang aku lakukan tadi bukanlah aktraksi tuan. Tapi sedang membuat minuman. "


" Kalau begitu buatkan aku satu. Aku ingin mencobanya. " Pinta Sima shao dan segera bartender membuatkannya.


Sima shao membayar begitu selesai. Ia pun bangun dari kursinya dan ketika berbalik, tanpa sengaja menabrak seseorang. Ia menabrak seorang wanita yang memakai cadar.


" Maaf, apa kau tak ap...pa. " Ucap Sima shao meminta maaf, namun belum juga ucapannya selesai. Wanita itu sudah lari seolah baru saja melihat hantu.


" Ada apa dengannya. Aneh... " Gumam Sima shao.

__ADS_1


Sementara gadis itu. Dengan langkah seribu, ia bergegas meninggalkan pria yang baru saja ditabraknya itu.


" Bagaimana bisa disini? Gawat jika sampai tahu aku disini. "


__ADS_2