
Tali dikaitkan pada leher Laura. Begitu Sima shao memberikan perintah. Tali segera di tarik, membuat tubuh Laura terangkat. Sesaat tubuh wanita itu menggelepar, namun tak lama setelah itu secara perlahan tubuh itu lemas dan akhirnya tak bergerak.
Ziyan memalingkan wajahnya. Perasaannya rumit saat melihat tubuh kaku Laura. Meski Laura tidak secara langsung menjadi penyebab kemalangannya namun kenyataan dirinya bagian dari Wellington membuat ia jadi membencinya.
" Semuanya sudah berakhir. " Sima rui menggenggam tangan ziyan seolah menguatkan gadis itu.
Ziyan tersenyum kecut. ' Benar. Semuanya sudah berakhir. ' Monolog ziyan. Berakhir karena ia akhirnya tahu bahwa tidak ada jalan kembali ke dunianya Karena satu-satunya jalan yaitu portal yang ia gunakan sudah hancur. Begitulah yang tertulis dalam buku harian Laura.
**********
Sebulan kemudian,
Setelah semua kekacauan di istana. Akhirnya hari bahagia bagi Sima rui dan ziyan akan segera tiba. Mahar pernikahan telah di kirim. Suasana kediaman Mo ramai akan para pelayan yang sibuk memindahkan kotak-kotak mahar tersebut.
__ADS_1
" Letakkan barang itu di sana, dan yang itu di sana. Kalian harus berhati-hati. " Ucap Yaoyao memberikan instruksi.
Di dalam kamar, ziyan menatap datar para pelayan yang tengah sibuk mengangkat mahar-maharnya. Berbanding terbalik dengan para pelayan yang tampak antusias. Ziyan justru nampak acuh. Mungkin karena baginya pernikahan mereka berdua pada dasarnya memang akan terjadi.
Ziyan menghela napas, ia menatap gaun pernikahannya yang di gantung. " Semangat ziyan. Lupakan masa lalu, masa depan cerah tengah menunggu mu. " Gumam ziyan sendiri.
Hari pernikahan tiba,
Bunyi petasan menjadi pertanda bahwa hari ini tengah berlangsung acara yang membahagiakan. Kediaman Mo yang biasanya tampak tenang, kini tampak sibuk dan ramai dengan ornamen warna merah yang menghias kediaman tersebut.
Iring-iringan mempelai pria mulai berangkat menuju kediaman Mo. Mereka akan menjemput mempelai wanita untuk selanjutnya melakukan serangkaian upacara pernikahan.
Begitu tiba di kediaman Mo. Sima rui langsung turun dari kudanya dan berjalan masuk ke dalam kediaman sang wanita.
__ADS_1
Ziyan menatap pantulan dirinya pada cermin. Memakai gaun lengkap dengan make up sederhana membuat penampilan begitu memukau.
" Iringan pangeran pertama tiba. " Teriak yaoyao memberitahu dengan begitu bersemangat.
Ziyan yang mendengar ucapan yaoyao seketika langsung membuatnya tegang. Dengan di bantu seorang pelayan, ziyan keluar menuju aula tengah. Ia akan menemui Sima rui yang sudah lebih dulu tiba.
' Yaner ku benar-benar cantik. Akhirnya tak lama lagi akan menjadi milikku.' Puji Sima rui dalam hati saat melihat kedatangan ziyan. Senyum Sima rui sama sekali tidak pernah luruh hari ini. Rona kebahagiaan terpancar jelas di wajah pria dingin itu.
Sima rui memberikan hormat pada tuan Mo. "Ayah mertua, tolong tenang. Aku berjanji akan memperlakukannya dengan baik, melindunginya serta membuatnya bahagia seumur hidupnya. " Ucap Sima rui dengan lantang dan pasti.
Setelah pemberian hormat pada orang tua sang wanita. Lanjut pada prosesi setelahnya. Berdasarkan tradisi, kaki mempelai wanita tidak boleh menyentuh tanah, atau nasib sial akan menghampirinya.
" Aku akan menggendong mu. " Tawar Sima rui. Dan di jawab anggukan oleh ziyan.
__ADS_1
Sima rui segera menggendong ziyan di punggungnya. Punggung lebar dan kekar Sima rui sungguh membuat ziyan nyaman.