Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 307 side story ( A Feng story)


__ADS_3

Masih flashback,


Memiliki status tinggi dan selalu hidup penuh hormat, adalah salah satu yang Sima Feng terima selama hidup di istana. Namun tidak dengan saat ini.


Kehidupan di perbatasan mengajarkan A Feng bahwa segala sesuatu harus ia dapatkan dengan kerja keras.


Awalnya Sima Feng berpikir bahwa semua orang menyambut kedatangannya dan menerima dirinya yang mengisi posisi sebagai salah satu komandan militer. Namun itu ternyata itu hanya topeng yang mereka pakai saat di depannya.


Kenyataannya,


" Menjadi komandan hanya kerena dia seorang pangeran. Bukankah dia sangat memalukan. Aku yakin ia tidak lebih baik dari prajurit berpangkat rendah di sini. "


" Itu benar. Usianya masih sangat muda. Aku yakin ia tidak memiliki kemampuan. Bukankah amat disayangkan karena harus memberikan posisi komandan padanya. "


" Aku berani bertaruh, Jika aku dan dia bertarung akan sangat mudah untuk ku mengalahkannya. "


" Hahaha apa kalian yakin? dari segi fisik, Ia tampak kuat. Aku yakin dia tidak selemah yang kalian pikirkan. " Salah seorang dari mereka justru berpikir sebaliknya.


" Kau hanya takut oleh karena itu kau berkata demikian. "


" Aku bukan takut tapi aku berbicara fakta. Dari rumor yang beredar, para pangeran sudah mendapat pelatihan khusus dari Yang mulia kaisar. Jadi aku yakin mereka tidaklah selemah seperti apa yang kalian pikirkan. "


Keempat pria itu tidak sadar, sedari tadi ada sepasang telinga lain yang mendengar percakapan tersebut.


Sima Feng berdiri mematung dengan kedua tangan mengepal kuat.


Lima belas tahun usianya saat ini, masih sangat muda. Itulah kenapa ia begitu di remehkan.


Jadi ia maju dan berjalan mendekati mereka.


Alangkah terkejutnya mereka saat sosok yang sejak tadi mereka bicarakan berdiri di depan mereka.

__ADS_1


" Ya-yang mulia pangeran. "


" A-anda disini pangeran? " Ucap mereka spontan secara terbata.


Belum hilang keterkejutan mereka, Sima Feng kembali melempar kejutan lain.


" Aku menantang kalian berempat bertarung. Mari kita buktikan apakah benar aku selemah yang kalian katakan atau justru kalian lah tidak lebih kuat dari ku. "


Keempat pria itu saling berpandangan. Pria yang sebelumnya membela A Feng menggeleng.


" Tidak Yang mulia. Kami tak bisa melukai anda. "


Namun ucapan itu justru membuat A Feng semakin marah. Karena Ia seolah di anggap lemah dan akan sangat mudah dikalahkan.


" Kau menganggap aku lemah? " Desisnya tak terima.


" Tidak Yang mu- "


Selesai berkata, A Feng segera beranjak pergi meninggalkan empat pria tersebut.


Jenderal Jiang yang sejak awal memperhatikan Sima Feng pun ikut melihat pertunjukan itu. Dirinya merasa itu menarik dan tak tahan untuk tidak tersenyum.


Sikap Sima Feng mengingatkannya pada Sima Rui saat ia muda dulu. Membuat Jenderal senior itu begitu bersemangat. Jadi ia maju ke depan menemui keempat bawahan tersebut dan menyuruh mereka menerima tantangan Sima. Feng.


Berita tantangan itu akhirnya menyebar, dan jenderal Jiang memerintahkan untuk menyiapkan tanah lapang tempat dimana Sima Feng akan bertarung.


Semua prajurit begitu antusias ingin menonton. Tentu saja ada beberapa alasan kenapa mereka ingin melihat pertarungan itu.


Seseorang yang tak menyukai Sima Feng sudah pasti ingin sekali melihat bagaimana anak muda itu di hajar dan dipermalukan habis-habisan. Sementara yang mendukung, tentu saja kedatangan mereka murni ingin mendukung sang pangeran.


Lalu kubu lain yaitu kubu netral, datang berharap mendapat tontonan seru. Mata mereka seolah gersang karena kurangnya hiburan di hamparan pria berbaju besi yang sama sekali tak indah di pandang mata.

__ADS_1


" Jadi, bagaimana kalian akan bertarung? " Jenderal Jiang bertanya pada ke lima pria yang sudah berdiri di tengah tanah lapang.


" Bertarung sampai mati. " Enteng sekali Sima Feng berkata dengan wajah lurus seolah itu bukanlah sesuatu yang besar.


Apa katanya, sampai mati? Apakah menurutnya nyawanya tidak berarti sama sekali? atau ia berpikir bisa mengalahkan mereka dengan mudah?


Sombong sekali.


Salah satu pria kesal dan tak tahan untuk tidak berkomentar. " Ck... sampai mati. Jika kau kalah dan pada akhirnya harus terbunuh. Maka kami berempat juga tidak akan lepas dari kematian karena membunuh seorang pangeran. Jadi jika kau berharap kami menemani mu mati. Maka sia-sia saja. Karena aku menolak aturan itu. Jangan harap hal itu terjadi. "


Jangan berpikir kalau ia bodoh. Membunuh salah satu anggota kerajaan adalah sebuah kejahatan besar dan tentunya sebagai hukumannya tidak main-main. Hukuman mati.


Masih dengan wajah lempeng. Sima Feng berkata. " Tidak akan. Kalian tidak akan mati hanya karena membunuh ku. Jika aku mati, itu karena aku yang lemah. Jadi kalian tidak akan di salahkan. "


Meski sudah berkata demikian tetap saja mereka masih menolak. Jadi jenderal Jiang yang sedari tadi menonton akhirnya menyela.


" Hentikan. " Tegas dan lantang suara Jenderal Jiang. Membuat perdebatan kecil itu langsung berhenti. Semua perhatian kini mengarah pada sang jenderal.


" Bertarunglah dengan otot kalian. Jangan bertarung dengan mulut. Perdebatan kalian hanya membuang waktu. Karena kalian sulit memutuskan, maka biarkan aku yang menentukan aturannya. "


" Tidak ada yang akan kehilangan nyawa. Disini kalian hanya akan bertarung sampai salah satu dari kalian menyerah dan pihak yang menyerah terlebih dulu di anggap kalah. Sampai sini apa kalian mengerti. " Paparnya begitu jelas.


Jenderal Jiang yang dulunya begitu irit berbicara, kini jauh lebih baik setelah dekat dengan bibi Lucy. Meskipun pada akhirnya hubungan mereka tidak sampai pada ikatan pernikahan. Tapi keduanya saling menyimpan nama satu sama lain di hati masing-masing.


Karena aturan sudah di putuskan. Maka pertarungan pun segera di mulai.


Sima Feng bersiap untuk melawan. Sorak sorai penonton membuat suasana semakin hidup.


" Yang mulia, maaf jika nanti kau terluka karena kami. Yang jelas kau sendiri yang meminta kami untuk maju berdua. Jadi jika sampai anda kalah. Jangan jadikan jumlah sebagai alasan. " Efeknya.


" Lebih baik kita mulai saja pertarungannya. " Seru Sima Feng.

__ADS_1


__ADS_2