
Beberapa saat sebelum ledakan pada bendungan.
Kedatangan junyi beserta puluhan prajurit ditambah dengan prajurit yang sebelumnya di bawa Sima rui dan prajurit yang di bawa tuan mo membuat desa tianguan semakin ramai.
" Apa semuanya sudah siap? " Tanya Sima rui pada junyi.
" Pangeran ketiga sudah menunggu anda Yang mulia. " Sahut junyi.
Sima rui mengangguk sebagai tanda mengerti. Lalu menoleh pada ziyan.
" Aku harus pergi. Kali ini tidak akan ku biarkan dia lolos. Jangan berpisah dengan ayah mu. Kemana pun kau pergi, pastikan untuk selalu membawa pengawal. " Dan ziyan mengangguk patuh.
" Hati-hati. Apapun yang terjadi, kembalilah. Aku menunggu mu. " Ziyan memeluk Sima rui begitu erat. Entah kenapa pelukan kali ini berasa begitu berat.
" Aku akan kembali. " Sima rui mengecup kening ziyan lembut sebagai tambahan semangat.
Pasangan suami istri itu akhirnya berpisah.
Ziyan masih setia menatap punggung Sima rui yang semakin jauh. Ada sedikit perasaan aneh yang ia rasakan saat ini. Perasaan gelisah.
' Semoga bukan pertanda buruk. ' Batin ziyan. Ia meremas dadanya yang terasa sesak.
Di tempat lain, ketika ziyan mengantar kepergian Sima rui. Junyi dengan semua tentara yang dibawanya sudah melakukan rencana selanjutnya. Mereka sudah tiba di kuil dan segera menuju lorong satu persatu menuju kuil heping.
Luyi yang mendapat perintah khusus dari Sima rui mengawasi pemimpin desa. Dan betul saja, luyi menangkap pemimpin desa beserta dua rekannya sesaat ketika memasang alat peledak disisi bendungan.
" Bawa mereka menemui tuan Mo. " Perintah luyi pada prajurit.
Luyi membawa ketiga orang itu menemui tuannya. Berdasarkan interogasi dengan dua rekan pemimpin desa, ternyata ada banyak alat peledak yang sudah terpasang.
" Cepat katakan. Dimana saja kau pasang semua peledaknya. " Interogasi tuan mo. Namun pemimpin desa tetap diam, memilih bungkam tak berniat menjawab pertanyaan tuan mo.
Pemimpin desa terkekeh. " Sampai mati pun tidak akan pernah ku katakan. Biarkan saja kalian semua mati bersama ku. Tanah ini sudah penuh dosa. Anggap ini sebagai bentuk penebusan untuk mereka. " Ucap pemimpin desa
" Apa maksud mu? " Tanya tuan mo tak mengerti.
Dosa? penebusan?
__ADS_1
" Panas api akan padam dengan dinginnya air. Arwah mereka pasti akan tenang. ya, mereka akan tenang. Mereka tidak akan mengganggu ku lagi. " Gumam pemimpin desa pelan.
Ziyan melihat sorot mata pemimpin desa tampak kosong. Namun sikapnya seperti orang yang sedang ketakutan. Apa yang sebenarnya terjadi dengan pemimpin desa?
" Luyi, suruh salah satu prajurit untuk membawa bibi lucy kemari. Aku ingin dia memeriksa pemimpin desa. " Ujar ziyan. Matanya masih fokus pada pemimpin desa.
" Bukankah disini ada tabib wangfei. Kenapa kita tidak meminta mereka memeriksanya. "
Ziyan menghela napas. " Kau tak mengerti. Bukan sakit secara fisik yang di derita pemimpin desa. Sangat jelas justru mentalnya lah yang kena. " Jelas ziyan.
Jika ia meminta tabib biasa untuk memeriksanya. Berdasarkan pengetahuan jaman sekarang. Mereka pasti akan memukul rata sakit pemimpin desa ini dengan sebutan gila. Sementara yang di ketahui ziyan. Pemimpin desa bisa berinteraksi dan melakukan aktivitas seperti biasa. Jelas bahwa ia tidak gila. Namun ada sesuatu yang salah dengannya.
" Baik wangfei. Saya akan meminta salah satu orang kepercayaan ku untuk menjemputnya. " kata luyi sekaligus membawa pemimpin desa ke tempat yang aman.
" Ada apa putri ku? kenapa kau meminta lucy ke sini? apakah ada yang aneh dengannya? " Tanya tuan mo.
" Entah lah yah. Aku hanya merasa ada yang salah dengan mental pemimpin desa. Aku yakin dia tidak gila. Mungkin ini sejenis ketakutan berlebihan. Tapi untuk memastikannya aku akan meminta bibi lucy untuk memeriksanya. "
Tuan mo mengangguk mengerti. Ia yakin akan keputusan putrinya.
" Sudah di cek di semua sisi bandungan dan tidak ditemukan lagi alat peledaknya wangfei. " Lapor xiaoqi.
" Apa kau yakin xiaoqi? " Selidik ziyan memastikan. Entah kenapa ia masih kurang yakin.
Ada apa sebenarnya dengan ku? kenapa selalu berpikir negatif, batin ziyan.
" Saya tidak pasti Wangfei. Apa perlu saya memeriksanya sendiri? "
Ziyan berpikir sejenak. " Tidak. Tapi aku minta kau pimpin para prajurit untuk Mengevakuasi penduduk. Aku takut jika terjadi sesuatu akan sulit untuk menyelamatkan diri. Mengingat jalan utama masuk desa terbatas oleh lorong. "
Lalu ziyan kembali memberikan masukan. " Utamakan orang tua dan anak-anak terlebih dahulu. "
" Baik wangfei. " Xiaoqi segera bergerak untuk menjalan perintah.
Setelah xiaoqi pergi, tuan mo kembali bertanya.
" Sebenarnya apa yang terjadi putriku? Kenapa kau tampak resah? "
__ADS_1
" Aku juga tidak tahu ayah. Perasaan ku sejak tadi tidak enak. Aku merasa akan terjadi hal besar. "
Tuan mo tidak lagi bertanya, ia hanya berharap semoga apa yang ditakutkan putrinya tidak terjadi.
Proses evakuasi berjalan cukup lancar. Namun ada beberapa penduduk yang menolak untuk di evakuasi.
" Wangfei, beberapa penduduk menolak untuk di evakuasi. " Junyi memberitahu perihal penolakan warga untuk pergi.
" Antarkan aku pada mereka. "
Dan disinilah mereka. Ziyan melihat beberapa penduduk yang menolak keras evakuasi ziyan.
" Untuk apa kami pergi. Tidak ada hal yang akan terjadi? "
" Itu benar. Kami tidak ingin pergi. Banyak harta kami di sini. Siapa yang akan menjaganya jika kami pergi. "
" Kalian hanya bisa bertindak tanpa memikirkan hidup kami. Kalian seenaknya sendiri melakukan evakuasi. Sementara kebun dan ternak, harus kami tinggalkan. "
" Jika kalian ingin pergi. Maka pergilah sendiri. Jangan kalian racuni pikiran orang-orang desa yang lain. "
Berbagai alasan dikemukakan sebagai bentuk penolakan.
Ziyan menatap satu persatu mereka yang menolak. Ia tidak akan memaksa para orang dewasa. Namun sebisa mungkin ia harus mengevakuasi anak-anak. Semisal tidak terjadi apapun, itu bukan suatu kerugian. Baginya yang terpenting berjaga-jaga akan akibat terburuk yang mungkin saja terjadi.
" Tak apa jika kalian menolak. Tapi bisakah biarkan anak kalian ikut dengan kami. Akan ku pastikan mereka tidak terluka. Anak-anak juga akan mendapatkan makanan yang cukup. Selain itu, aku juga akan memberikan tiap anak sebesar 10 tael perak. Bagaimana? " Bujuk ziyan.
Para penduduk mulai saling melihat satu sama lain. Mereka mulai goyah dengan nominal 10 tael perak yang ditawarkan ziyan. Jumlah yang cukup besar bagi mereka rakyat kecil. Jumlah yang bisa membuat perut mereka kenyang selama satu bulan. Bisa ziyan lihat, bahwa mereka mulai tergiur dengan bujukan ziyan.
" Baiklah. Anak-anak kami akan ikut dengan kalian. Dan jangan lupa uang yang kau janjikan. "
Ziyan mengangguk. Lalu mulai mengatur anak-anak untuk keluar dari desa.
Tak lama, bunyi ledakan terdengar. Ziyan yang saat itu berada di jalan pun tak sanggup untuk melarikan diri.
Tuan mo berlari dengan panik ke arah ziyan, namun langkahnya kalah cepat dengan gulungan air. Baik ziyan dan tuan mo tersapu oleh air.
Seketika gulungan air besar datang. Sangat cepat hingga dalam hitungan detik, seluruh desa telah tersapu rata dengan tanah.
__ADS_1