
Dari lantai dua, ziyan melihat salah satu meja permainan yang tampak lebih ramai dibanding dengan meja yang lain. Meski tidak terlihat jelas, ziyan bisa melihat dua orang yang sudah membuatnya pusing tersebut.
" Setelah permainan selesai. Suruh mereka menemui ku. " Perintahnya pada salah satu pegawainya.
" Baik bos. "
Pelayanan tersebut bergegas menghampiri Arthur dan wang yi lalu membisikan sesuatu di telinga Arthur.
Arthur mengangguk mengerti lalu kembali fokus pada permainannya. Diam-diam ia menyeringai. Apa yang sekian lama ditunggunya akhirnya tiba. Tak ada yang tahu bahwa Arthur sengaja datang terus menerus ke chuntian selama seminggu penuh dan merampok uang mereka tak lain dengan tujuan agar dirinya bisa bertemu dengan pemilik tempat ini. Dan ternyata rencananya berhasil.
Seperti biasa, permainan di menangkan oleh Arthur. Dengan kartu As dan king membawa Arthur mendapatkan nilai penuh dan membawanya pada puncak kemenangan. Pemain yang kalah selalu berakhir dengan menangis sedang wang yi selalu meringis ketika meraup uang taruhan yang ada di atas meja.
"Ayo kita temui seseorang. " Ajak arthur pada wang yi yang tengah sibuk mengumpulkan koin kasinonya.
" Kemana? " Tanya wang yi tanpa menghentikan kegiatannya.
" Bertemu dengan penguasa tempat ini. " Jawab Arthur setengah berbisik. Ia tahu wang yi akan tertarik.
Wang yi menoleh, matanya berbinar. " Benarkah?kau serius? " Arthur tersenyum dan langsung melangkah meninggalkan temannya tersebut.
Dengan penuh semangat, wang yi segera mengikuti langkah Arthur.
Ziyan menunggu di ruang pemantauan. Sebuah ruang yang ada di lantai dua yang selalu digunakan ziyan untuk melihat situasi kasinonya.
" Masuk. " Ucapnya saat seseorang mengetuk pintu ruangan tersebut.
Ziyan melihat ke arah pintu. Pegawainya datang bersama dua orang di belakangnya.
" Bos, saya sudah membawanya. "
__ADS_1
Ziyan mengangguk. Lalu memerintahkan pegawainya itu untuk kembali.
Mata wanita itu menelisik penampilan keduanya dari bawah ke atas. Dan ketika pandangannya bertemu dengan mata Arthur.
Deg.
Tubuh ziyan membeku. Pikirannya mendadak kosong. Seseorang yang muncul dalam mimpinya beberapa hari lalu kini tepat di depannya.
Sementara reaksi Arthur juga sama. langkahnya terhenti. Dengan terbata ia mencoba memanggil wanita yang selalu ada di pikirannya, wanita yang selama ini di carinya, wanita yang menjadi alasannya berada di dunia ini.
" Ga...ia.... " Panggilnya.
Wanita yang di panggil masih diam terpaku. Ia sama sekali tak mendengar panggilan tersebut.
" Gaia. Kau kah itu. " Panggil Arthur sekali lagi dengan suara lebih keras. Ia melangkah lebih dekat. Begitu tiba-tiba, Arthur memeluk ziyan.
" Gaia! Gaia! Gaia! " Panggil Arthur berulang-ulang. Memastikan bahwa ini semua bukanlah mimpi.
Arthur melerai pelukannya. Ia menangkup wajah ziyan sembari berkata. " Gaia. Ini aku arthur. Aku Arthur mu. "
Mata wanita itu berkedip seolah nyawanya baru saja kembali.
' Apakah ini mimpi? Kenapa Arthur ada di sini? Apakah dia benar-benar Arthur? tidak! ia pasti bukan Arthur. ' Monolog ziyan dalam hati.
Ziyan masih diam mengamati wajah pria yang tepat ada di depannya.
( Bahasa Inggris google translate, mohon maaf jika ada kesalahan grammar. )
" hey, why are you silent. It's me Arthur. " ( hei. kenapa kau diam, ini aku Arthur. ) Ucap Arthur dalam bahasa ibunya.
__ADS_1
Ziyan tersentak. " Arthur? "
" Yes, its me. ( ya, ini aku. ) "
Kedua mata ziyan memanas, ia langsung memeluk arthur. Air matanya yang tak tertahan lagi airnya tumpah.
" Arthur. Are you really Arthur? " ( Arthur. Apa kau benar-benar Arthur? ) Tanya ziyan memastikan.
" of course. have you forgotten me? " ( Tentu, Apa kamu sudah melupakan ku? )
" Of course not. I just don't understand why are you here? And one more important thing. What happened to your hair? why is it black? " ( Tentu saja tidak. Aku hanya tak mengerti kenapa kau disini? Dan satu lagi hal yang terpenting. Apa yang terjadi dengan rambutmu? kenapa berwarna hitam? ) Ziyan mencerca Arthur dengan rentetan pertanyaan. Hingga keduanya melupakan keberadaan wang yi dan juga bingjie yang sejak tadi menonton.
" Hei ! Apa kau mengerti apa yang mereka katakan? " Bisik wang yi pada bingjie.
" Bukankah sudah jelas. Tentu saja aku tidak mengerti. " Jawab bingjie tanpa rasa malu.
Wang yi mendengus kecewa. " Ck.. Kau berbicara begitu percaya diri meski tak mengerti sama sekali. "
Bingjie memilih acuh. Ia lebih menyukai mengamati interaksi kedua orang itu.
" Its long story. I'll tell about it later. Now tell me, what happened to you during this time. " ( Panjang ceritanya. Aku akan menceritakannya nanti. Sekarang katakan padaku, apa saja yang terjadi padamu selama ini. )
" Aku- "Saat ziyan akan membuka mulutnya, pintu terbuka dengan kasar. Sontak semua orang di ruang tersebut menoleh ke arah pintu.
Pupil mata ziyan melebar ketika melihat bahwa itu adalah suaminya, sima rui. Sekilas, wajah pria itu terlihat datar namun tak ada yang tahu bahwa sedang ada badai dalam dirinya.
Begitu mendapat laporan dari penjaga bayangannya, sima rui segera meninggalkan pertemuan di istana dan bergegas datang kemari.
*******
__ADS_1