Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 352 Side story ( A Feng story)


__ADS_3

Sima Feng pergi ke kamar Gu Feifei berniat untuk menjenguknya. Begitu tiba, ia melihat kepala pelayan Hu baru saja keluar dari kamar Gu Feifei.


" Bagaimana Gu Feifei ? " Tanya Sima Feng.


" Tabib mengatakan bahwa kemungkinan nona Gu sakit karena rasa rindunya pada komandan Gu, Yang mulia. Hal ini memberikan efek negatif yang menyebabkan nona akhirnya jatuh sakit. "


Jika itu sakit karena hal lain, Sima Feng tak akan begitu peduli. Tapi karena penyebabnya adalah kepergian seseorang yang disebabkan karena dirinya. Rasa bersalah Sima Feng semakin besar. Ia merasa gagal untuk menjaga Gu Feifei.


" Baiklah. Kau boleh pergi kepala pelayan Hu. "


Setelah kepergian kepala Hu. Sima Feng masuk ke kamar Gu Feifei.


**********


Sudah lebih dari satu jam berlalu sejak Sima Feng pergi menjenguk Gu Feifei. Entah kenapa sejak tadi jantungnya terus berdebar merasakan suatu kegelisahan.


Melihat Liu Ru yang terus gelisah, Xiao Su mencoba membantu, ia menuangkan teh lalu memberikannya pada Liu Ru berharap bisa sedikit menenangkannya.


" Nyonya minumlah agar anda lebih tenang. "


Liu Ru tersenyum lalu meraih cangkir tersebut. Namun saat cangkir itu di angkat, tiba-tiba cangkir tersebut retak.


" Nyonya! apa anda baik-baik saja? " Tanya Xiao Su khawatir, dan dengan sigap menyeka air teh di tangan Liu Ru.


" Jangan khawatir, air tehnya tidak panas. "


" Maafkan saya Nyonya, karena tidak memeriksa cangkirnya terlebih dahulu. " Sesal Xiao Su, seolah ia baru saja melakukan kesalahan besar.


" Sudah ku bilang Xiao Su, ini bukan salah mu. " Liu Ru tak tega jika harus melihat seseorang menyalahkan dirinya untuk kesalahan yang sebenarnya bukan salahnya.


Ketika Xiao Su membersihkan kekacauan kecil itu, Liu Ru termenung. ' Apakah ini sebuah pertanda. Kenapa sejak tadi perasaan ku tidak enak. '


Ia mencoba berpikir positif, tapi sejak tadi kegelisahannya tak kunjung pergi. Karena itu, ia memutuskan untuk keluar dan menemui Sima Feng.


Gegas ia pergi menuju kamar Gu Feifei. Langkahnya sangat cepat seolah dirinya berjalan di lapisan es tipis. Begitu Liu Ru tiba, ia mengerutkan kening, heran karena sama sekali tak melihat pelayan yang berjaga di luar kamarnya.


Hatinya semakin merasa cemas. Tangannya gemetar saat hendak menyentuh pintu. Samar ia bisa mendengar percakapan Gu Feifei dan suaminya.

__ADS_1


" Pangeran aku mencintaimu. Aku tidak peduli meski hanya menjadi selir atau gundik mu. Tapi tolong terima aku. "


" Jangan seperti ini Feifei. Maafkan aku. Tolong jangan menangis. "


Dada Liu Ru naik turun. Jujur hatinya sakit mendengar ucapkan suaminya yang begitu lembut. Apakah selama ini, Sima Feng hanya berpura-pura acuh tak acuh dengan Gu Feifei? Untuk apa?


Dengan tangan gemetar, perlahan Liu Ru mendorong kayu di depannya dan melangkah masuk.


Bola matanya melebar saat melihat Sima Feng dan Gu Feifei tengah berpelukan.


" Pangeran... " Panggilnya lirih. Sungguh meski ia sudah mempersiapkan diri akan situasi seperti ini. Namun hatinya masih saja sakit dan dadanya begitu sesak.


Sima Feng melepaskan pelukannya dan menoleh ke arah sumber suara.


" Wangfei. " Kemudian kembali menoleh pada Gu Feifei. " Aku akan kembali nanti, sekarang istirahat lah. " Bahkan Sima Feng membantu wanita itu berbaring kemudian menyelimutinya.


" Terima kasih Yang mulia. " Suara Gu Feifei terdengar manja.


Sima Feng keluar begitu saja, melewati Liu Ru seolah tidak ada wanita itu di sana. Hal itu membuat Liu Ru tercengang.


Gu Feifei menyeringai licik. ' Lihatlah, perlahan aku akan membuat Sima Feng beralih menjadi milik ku. '


Ia bisa melihat senyum remeh dan maksud tersembunyi dari ucapannya.


Apakah Ia berpikir bahwa dirinya sudah berhasil mendapatkan Sima Feng?


" Awalnya aku mengkhawatirkan mu. Tapi melihat kalian tadi, aku pikir kau sangat baik-baik saja. " Liu Ru berkata dengan tenang namun sarat akan nada sindiran.


" Maaf wangfei, aku hanya mencoba menghibur Yang mulia saat ia khawatir dengan keadaan ku. Jadi tanpa sengaja kamu malah berpelukan. Sungguh, awalnya aku ingin menolak saat Yang mulia memeluk ku. Tapi karena kondisi ku yang sedang sakit, membuat ku tak memiliki tenaga untuk mendorongnya. "


Siapa yang ingin kau bodohi? Keledai?


Ingin sekali Liu Ru meneriaki apa yang sedang ia pikirkan sekarang. Tapi masih belum saatnya. Ia harus bertahan sedikit lebih lama.


" Tak masalah. Itu hanya sebuah pelukan. Bahkan jika suamiku melihat ada seorang anjing yang terluka di jalan, ia pasti tak akan segan-segan untuk memeluknya juga. Jadi jangan berpikir berlebihan. Karena itu bukan sesuatu yang besar. "


Dibalik selimut tangan Gu Feifei terkepal kuat. ' Wanita ****** ini menyamakan aku dengan seekor anjing. Awal saja kau! '

__ADS_1


" Kalau begitu kau istirahatlah. Aku tidak akan mengganggu mu lebih lama. " Pamit Liu Ru. Ia harus secepatnya pergi atau wanita ular di depannya ini akan semakin membuatnya kehilangan kesabaran dan berujung menjambak dan membuangnya di pinggir jalan.


Liu Ru keluar dengan hati gemuruh hingga dadanya naik turun.


" Nyonya, apa anda baik-baik saja. " Tanya Xiao Su khawatir melihat keadaan Liu Ru yang tampak tak bersemangat.


" Ayo kita kembali. " Dengan tatapan terluka, Liu Ru segera melangkah menuju kamarnya. Ia membutuhkan penjelasan dari suaminya.


" Kau boleh pergi Xiao Su. " Pinta Liu Ru segera setelah ia tiba di kamarnya.


Setelah tak ada orang lain, Liu Ru mulai menanyakan pertanyaan yang sejak tadi mengganggunya.


" Ada apa? kenapa kau memeluknya dan mengabaikan ku? " Tanya Liu Ru langsung.


Sima Feng menatap tak suka pada Liu Ru, ia mengerutkan kening. " Berhenti bersikap kekanakan Liu Ru. Tidakkah kau sedikit saja berempati padanya. Ia sakit dan itu karena aku. Jika bukan karena melindungi ku, maka saat ini ia pasti masih bersama dengan kakaknya. Namun karena aku, ia menjadi sebatang karang. "


Kening Liu Ru ikut mengernyit. " Kenapa kau baru berpikir demikian sekarang? Kemana saja kau selama ini? " Seolah Liu Ru tak terima jika ia disalahkan karena tidak memiliki rasa empati.


Menghirup napas dalam, Sima Feng berkata dengan putus asa. " Liu Ru tolong mengerti. Aku hanya ingin memberikan kehidupan nyaman untuknya. Jadi tolong jangan bertanya apapun sekarang. Karena itu hanya memberikan tekanan pada ku. "


" Aku memberi mu tekanan? " Liu Ru menggeleng. Dengan lirih kembali berbicara. " Apa kau masih Sima Feng suami ku? "


Setelah Liu Ru berkata begitu, Sima Feng langsung keluar dengan sedikit emosi. Liu Ru menatap nanar pintu yang baru saja tertutup itu. Untuk pertama kalinya, ia melihat Sima Feng tampak begitu lemah.


' Apakah ia masih Sima Feng, suami ku? kenapa ia begitu banyak berubah. ' batinnya.


Setelah kejadian itu, Sima Feng semakin berubah. Ia semakin menunjukkan perhatiannya pada Gu Feifei. Bahkan saat Sima Fei berkata kejam pada wanita itu, Sima Feng tak sungkan untuk membentaknya, membuat Liu Ru dan Xiao Yi semakin heran. Apa yang sebenarnya terjadi dengan pria itu?


" A Feng, ada apa dengan mu? Apakah kau salah makan hingga membuat otak mu rusak? kau membentak ku hanya demi wanita ular ini. "


" Perhatikan ucapan mu A Fei. " Tunjuk A Feng tak terima.


" A Feng, jika aku bukan saudara kembar mu mungkin aku akan berpikir bahwa kau benar-benar menyukai wanita itu. Entah apa yang terjadi dengan mu hingga membuat mu berubah seperti ini. Tapi aku sangat yakin bahwa perubahan mu ini pasti ada hubungannya dengan wanita itu. " Sarkas Sima Fei sesekali melihat pada Gu Feifei.


" A Fei! sekali lagi aku bilang pada mu, berhenti. Jangan mencoba menyulut emosi ku. "


Liu Ru dan Xiao Yi yang sejak tadi diam tersentak dan menatap kecewa Sima Feng tanpa berbicara sedikit pun.

__ADS_1


" Jika kau masih tidak bisa menerima Feifei, maka kau bisa kembali ke ibukota. Aku dengan senang hati akan mengirim mu. " Tekan Sima Feng.


__ADS_2