Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Chapter 104


__ADS_3

" Nona kenapa kau menolak tawaran pangeran yang ingin mengantarmu? "


" Ada tempat yang ingin aku datangi. Kurang nyaman jika menggunakan kereta itu. "


Ziyan dan Yaoyao berada di kereta keluarga Mo. Sesaat sebelum pulang, Sima rui memang memintanya untuk pulang bersamanya. Sayangnya permintaan itu Ziyan tolak. Ia memiliki beberapa alasan kenapa menolaknya. Namun alasan utama adalah kereta Sima rui terlalu menarik perhatian. Semua kemewahan kereta itu benar-benar membuat mata semua orang berpaling. Selama ini Ziyan selalu berusaha untuk hidup tenang dan diam seolah keberadaannya adalah sebuah angin. Tapi ternyata, selama itu berhubungan dengan Sima rui. Hal itu merupakan sesuatu yang mustahil. Setelah memikirkannya, kematian Yaner sendiri juga secara tak langsung ada hubungannya dengan Sima rui. Gadis malang itu, bahkan belum sempat bertemu dengan tunangannya tapi sudah kehilangan nyawanya.


" Kita ke gedung Paimai. " (Ziyan)


Segera kereta kuda itu melaju menuju gedung pelelangan terbesar di ibu kota. Saat melewati jalan ibukota, Ziyan mencium sesuatu yang mengganggu indera penciumannya, begitu sedap. Ia membuka jendela keretanya dan melihat sebuah kedai yang cukup banyak pengunjung.


" Tempat apa itu? Kenapa begitu banyak orang mengantri? " Ziyan menunjuk sebuah kedai yang terlihat sangat ramai.


" Itu adalah kedai yang menjual kue bulan. Katanya, kue di kedai ini sangat enak, berbeda dengan kue bulan di tempat lain. Apa nona ingin mencobanya? "


Ziyan menimbang pertanyaan yaoyao. Mumpung mereka ada disini, tidak buruk jika sekalian mencobanya.


" Baiklah. Belikan beberapa untuk kita dan orang di kediaman. "


Yaoyao segera turun dari kereta, sementara Ziyan dan Xiaoqi menunggu. Namun setelah menunggu cukup lama, Yaoyao tak kunjung kembali. Sudah hampir satu jam sejak Yaoyao turun dari kereta. Apakah kedainya begitu ramai sampai membuatnya mengantri lama.


" Xiaoqi, bisa tolong kau lihat. Apakah yaoyao masih mengantri? Jika menurutmu masih lama. Lupakan saja. Kita bisa kembali lain kali. "


" Baik nona. "


Xiaoqi segera pergi untuk memeriksa kedai tersebut. Matanya memperhatikan setiap pengunjung baik yang sedang mengantri maupun yang ada di tempat duduk. Namun ia tak menemukan Yaoyao. Xiaoqi merasa sesuatu yang tidak beres. Jadi ia kembali untuk segera melaporkannya pada Ziyan.


" Nona.. "


Ziyan melihat Xiaoqi kembali dengan ekspresi rumit.


"Bagaimana? " (Ziyan)


" Tidak ada Yaoyao di dalam. Aku sudah mencarinya. "


Tiba-tiba Ziyan merasakan firasat buruk. Ia segera memerintahkan Xiaoqi untuk mencari Yaoyao di sekitar kedai. Ziyan mengajak Snowy turun dari kereta. Ia berjongkok dan memberikan sapu tangan yang diberikan Yaoyao.


" Kau cium lah sapu tangan ini lalu cari Yaoyao. "

__ADS_1


Snowy menatap Ziyan dengan pandangan tak berdaya. " Apakah kau lupa aku ini seekor kucing, bukan anjing. "


"Lalu.... "


Wajah tanpa ekspresi Ziyan masih menatap Snowy. Dia tahu ia kucing, tapi bukankah ia kucing dengan kecerdasan buatan. Ibunya meningkatkan kemampuan inderanya beberapa kali lebih tajam dari kucing biasa.


" Baik-baik. Tunggu sebentar. " Snowy mulai mengendus sapu tangan itu. Ia kemudian mulai berlari ke arah sebuah gang yang tak jauh dari tempat itu. Tapi sayangnya tak ada satu pun orang di sana. Ketika Ziyan memutuskan untuk pergi, tiba-tiba kakinya secara tidak sengaja menginjak sesuatu.


" Ini..." Ziyan melihat sesuatu yang tampak familiar. Ia berjongkok dan mengambil barang tersebut.


" Bukankah ini kantong uangku. Kenapa disini? "


" Kelihatannya Yaoyao tadi disini. Mungkinkah terjadi sesuatu dengannya? "


Sial! Ziyan meremas kantong tersebut setelah menyadari kemungkinan yang dikatakan Snowy. Tanpa ingin membuang waktu. Ziyan segera bergerak untuk mencari Yaoyao. Berharap bahwa jejak mereka belum jauh. Akan sulit jika mencarinya seorang diri. Maka dari itu ziyan memutuskan untuk menggunakan Heilong.


Ziyan mengajak Xiaoqi dan masuk ke salah satu restauran miliknya, tempat ini paling dekat dengan posisinya saat ini.


Melihat kedatangan Ziyan dan Xiaoqi. Seorang pelayan datang untuk menyambut Ziyan dan menanyakan keperluannya.


" Manajer sedang sibuk. Namun nona bisa bertemu dengan kepala toko kami. " Pelayan itu masih tersenyum dan berbicara dengan sopan.


" Dimana manajer kalian? " Ziyan mengulangi pertanyaannya. Kali ini dengan nada penuh penekanan. Ia tak ingin membuang waktunya lebih lama disini.


"Maaf nona. Tapi bertemu mana... "


" Ada apa ini. " Seorang pria memotong ucapan pelayan tersebut. Dilihat dari pakaiannya kemungkinan besar adalah kepala toko.


" Tuan. Nona ini ingin bertemu dengan manajer."


Kepala toko melihat Ziyan dari atas ke bawah. Lalu mengangguk beberapa kali.


" Maaf nona. Tapi kau tidak bisa bertemu dengannya. "


Melihat sikap arogan kepala toko tersebut membuat emosi Ziyan semakin meningkat. Tanpa memperdulikannya, Ziyan segera ke lantai dua untuk menemui sang manajer. Kedua pria yang sebelumnya berbicara dengannya mencoba untuk menghentikan Ziyan, tapi Xiaoqi dengan sigap menghalangi mereka.


Tanpa mengetuk pintu terlebih dulu, Ziyan langsung membuka pintu ruang manajer. Sang manajer yang awalnya akan marah, terkejut saat melihat sosok Ziyan. Jika bosnya tersebut sampai secara langsung datang ke sini untuk menemuinya. Itu berarti telah terjadi sesuatu.

__ADS_1


" Kita harus bicara. Ini darurat... " Tanpa basa basi Ziyan langsung mengatakan tujuan kedatangannya.


******************


Sementara di tempat lain.


Sima rui sedang berjalan bersama Junyi. Tiba-tiba sebuah bayangan muncul di depan mereka.


" Ada apa? "


Sima rui langsung mengetahui siapa sosok tersebut. Dia adalah salah satu dari dua penjaga bayangan yang di perintahkan Sima rui untuk menjaga Ziyan


" Pangeran. Pelayan pribadi Nona Mo menghilang. Dan nona Mo sedang mencarinya. "


" Apa! Yaoyao hilang? Bagaimana bisa? " Junyi yang berteriak karena kabar tersebut mengejutkan Sima rui dan penjaga tersebut. Secara serempak keduanya berbalik menatap Junyi seakan bertanya, 'Apa hubungannya denganmu? '


Penjaga bayangan tersebut kemudian menceritakan kejadiannya.


Setelah mendengar keseluruhan cerita, Sima rui bergegas memberikan perintah pada bawahannya tersebut untuk mengirim beberapa pengawal bayangan yang lain untuk membantu mencari Yaoyao. Sementara ia dan satu lagi rekannya tetap mengawasi dan melindungi gadis itu dalam bayangan.


" Kau juga pergilah. "


Tampaknya kekhawatiran Junyi diketahui oleh Sima rui. Ia bergegas pergi setelah Sima rui selesai mengucapkan kata-katanya.


**************


Karena penculikan Yaoyao baru saja terjadi. Tidak butuh waktu lama bagi Heilong untuk menemukannya. Sesuai perintah Ziyan, Heilong hanya bertugas mencari tempat Yaoyao di sekap. Karena mereka berani menyentuh orang-orangnya, Ziyan ingin menyelesaikan hutang ini sendiri. Selain itu, Ziyan yakin orang yang memberi perintah penculikan ini pasti ada hubungannya dengan masalah Yaner.


Ziyan mengawasi sebuah rumah dimana Yaoyao di sekap. Terdapat beberapa orang yang berada di halaman sedang berjaga. Ziyan berjalan memutar dan melihat sebuah jendela di samping rumah. Dibukanya sedikit jendela tersebut, kemudian mengintip untuk mengetahui bagaimana situasi di dalam. Ia melihat Yaoyao yang terikat dengan mata dan mulutnya tertutup. Melihat tak ada orang di dalam. Ziyan membuka dan melompat masuk ke dalam.


Yaoyao berubah panik ketika mendengar kaki seseorang masuk.


"Hem hem hemp.." Ia berusaha bersuara tapi tak bisa karena sesuatu menyumpal mulutnya.


"Tenang Yaoyao, ini aku. " Ziyan berbisik berusaha menenangkan gadis itu untuk tidak panik.


Mengetahui yang datang adalah nona nya. kepanikan Yaoyao justru semakin besar. Ia menggelengkan kepala seakan memperingatkan sesuatu. Dan benar saja, sebuah bola asap datang dari pintu dan dengan cepat memenuhi ruangan tersebut dengan asapnya. Refleks Ziyan menutup hidungnya. Keberadaannya sudah diketahui, ini jebakan. Tapi Ia tak mungkin kabur meninggalkan Yaoyao. Melihat Yaoyao yang sudah tak sadarkan diri. Sedikit demi sedikit Ziyan juga merasakan kepalanya yang semakin pening. Matanya begitu berat hingga sulit memaksanya untuk terus terbuka. Ia memaksakan diri agar tetap sadar, namun saat hendak melepas penutup mata Yaoyao. Tangannya terasa lemas dan ia pun pingsan.

__ADS_1


__ADS_2