Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Chapter 102


__ADS_3

Ziyan masih diam dan menatap Rong feiyue tanpa ekspresi.


" Jadi menurut nona Rong. Jika aku orang biasa maka aku tidak pantas bertunangan dengan pangeran rui? "


" I, itu..." Feiyue ragu. Jika ia membenarkan, bukankah sama saja seperti meragukan titah kaisar yang memberikan pertunangan tersebut dan itu sama saja dengan menyinggung sang kaisar. Hanya orang bodoh yang akan melakukannya.


" Bukan itu maksudku nona Mo. Kau adalah gadis yang di pilih langsung oleh kaisar, sudah pasti kau bukan gadis biasa. Aku hanya penasaran dan ingin melihat salah satu bakatmu saja. Pangeran rui juga aku yakin ingin melihatnya juga. "


Feiyue ini benar-benar bisa menghindari masalah. Ia memberikan jawaban yang tidak menyinggung kaisar dan sekaligus bisa menyudutkannya.


Ziyan malas terus berdebat dengannya. Jadi ia menoleh pada Sima rui dan bertanya.


"Pangeran. Kau ingin melihat pertunjukanku? "


" Tidak. "


" Jika aku tidak berbakat, tidak bisa bermain musik, dan juga menari. Apakah kau keberatan Yang mulia? "


Sima rui menatap balik ziyan dan diam sejenak sebelum akhirnya membuka suaranya.


" Aku mencari istri bukan pemain pertunjukan. "


Mendengar jawaban Sima rui yang diluar dugaan membuat beberapa orang menahan tawa. Namun beberapa juga ada yang merasa tertampar. Jika orang yang bersangkutan saja tidak keberatan, kenapa mereka yang hanya orang luar harus mempersalahkannya.


Ziyan tersenyum, " Kau dengar itu nona Rong. Mencari pasangan bukan diukur dari bakat atau kemampuannya. Namun dari seberapa ia memahami pasangan kita. Jadi meskipun aku tidak berbakat, aku yakin aku pantas bersanding dengan pangeran rui. " Dibalik senyum Ziyan, terdapat tatapan penuh intimidasi.


Feiyue merasa kecil saat melihat tatapan Ziyan. Seakan dirinya adalah mangsa dan Ziyan adalah predatornya. Gadis ini tidak mudah seperti yang ia duga. Apakah ia sengaja bertindak lemah sebelumnya.


Sima shao puas dengan cara Ziyan menyelesaikannya. Tanpa perlu repot-repot berdebat ia menggunakan Sima rui sebagai penyelesaiannya. Ia tahu bahwa Feiyue sedang memandang rendah dirinya dan menganggap tidak pantas untuk putranya. Secara tak langsung putranya juga salah satu faktor penyebab perdebatan kedua gadis itu. Seandainya saja dia tidak tampan dan hebat, tentu saja nona Rong tidak akan terus menempel padanya. Karena itu sudah sewajarnya jika putranya juga ikut bertanggung jawab.


' Bagus putraku. Kau tahu siapa yang harusnya kau bela. '


Permaisuri tidak memiliki perselisihan dengan Ziyan, namun karena putranya, Sima yan mencintainya. Membuat ia sedikit tidak menyukai Ziyan. Baginya Ziyan adalah kerikil kecil yang bisa menghalangi rencananya.

__ADS_1


" Nona Mo. Tak apa jika kau tak ingin bermain karena itu permintaan nona Rong. Tapi apakah jika aku yang memintanya, kau juga akan menolak? "


Ziyan sedikit terkejut ketika permaisuri membuka suaranya. Sebelumnya ia seperti tidak tertarik dengannya tapi kenapa sekarang...


" Tentu saja aku tidak berani menolaknya Yang mulia permaisuri. Hanya saja hamba takut, permainan buruk hamba akan mengganggu Yang mulia. "


" Kau sangat bersikap rendah hati nona Mo. Kabarnya kau sangat ahli bermain musik, puisi dan juga menyulam. Itu membuatku penasaran, karena itu aku ingin melihatnya. Jadi kau tunjukan saja, dan biarkan aku yang akan menilai apakah itu buruk atau tidak. "


Meski hanya percakapan singkat, Ziyan bisa merasakan tekanan dari ucapan permaisuri. Ia merasa sama sekali tak pernah menyinggung permaisuri. Tapi kenapa hari ini permaisuri seakan ingin mempersulitnya.


Sima rui jelas mengetahui apa yang membuat permaisuri bersikap demikian. Ia menatap Sima yan. Menyalahkan adiknya yang justru menambah masalah untuk Ziyan. ' Bagaimana kau akan menyelesaikannya Yan. '


Karena sudah seperti ini tak ada alasan bagi Ziyan untuk menghindar lagi. Ia seperti berada di ujung papan antara harus melompat atau mengikuti perintah. Dari luar Ziyan memang tenang. Namun sebenarnya ia sedang memutar otaknya, memikirkan hal apa yang akan ia tampilkan. Ia adalah seseorang yang tumbuh di Britania, kebudayaan kedua negara itu jelas jauh berbeda. Kebudayaan barat dan timur bukankah ibarat minyak dan air. Sangat berbeda dan sulit di satukan.


Apalagi dirinya tumbuh di lingkungan militer, hanya memperdalam beladiri dan sedikit pengembangan senjata. Sementara alat musik yang di ajarkan di sekolah Britania, adalah alat musim barat.


'Sial! ' Ziyan mengumpat dalam hati. Ia sama sekali tidak menduga akan terjadi hal seperti ini. Jika ia tahu, ia akan mempelajari terlebih dulu satu saja alat musik dunia ini.


" Bagaimana nona Mo? "Permaisuri kembali menanyakan jawab Ziyan yang masih tampak berpikir.


Ziyan memilih sitar, karena Ia pernah memainkannya sekali saat di Britania, selain itu juga cara bermain sitar yang hampir mirip dengan harpa dan gitar.


Pelayan yang tadi diminta menyiapkan sitar sudah menyelesaikan tugasnya. Ziyan duduk di depan sitar dengan puluhan pasang mata yang sedang memperhatikannya. Ziyan mengambil napas panjang mencoba menenangkan jantungnya yang berdebar dengan cepat. Ia menyentuh sitar tersebut, menutup matanya. Mencoba kembali pada ingatannya pada saat ia bermain sitar bersama ayahnya.


* Garis miring berarti percakapan menggunakan bahasa Inggris.


" Gaia.. Apa kau tahu empat kesenangan dunia menurut tradisi leluhur kita? "


" Tidak. Apakah makan, minum, bermain, dan bersenang-senang ayah. "


Kevin memukul kepala Gaia dengan buku yang dipegangnya.


" Sembarangan, kalau ibumu sampai dengar, bersiaplah mengucapkan selamat tinggal dengan semua simpanan mu. "

__ADS_1


Mendengar peringatan ayahnya, Gaia segera menutup mulutnya. Ibunya rosy memang menakutkan, dia tahu bahwa Gaia sangat menyukai makanan manis. Karena itu ia selalu menyimpan benda tersebut sebagai harta karunnya.


Melihat putrinya yang sudah mengerti, Kevin kembali melanjutkan. " Empat kesenangan menurut tradisi kita adalah bermain sitar, catur, menulis dan menggambar. Selain bermain sitar, kau sudah mempelajari semuanya. Jadi sekarang saatnya... "


Kevin mengeluarkan sebuah kotak besar, dan meletakkannya di depan putrinya.


" Bukalah. " Kevin menyuruh putrinya untuk membuka kotak tersebut.


Gaia segera membukanya dan terkejut ketika melihat isi kotak tersebut.


" Ini.... sitar? "


" Benar. Ayah ingin kau mempelajarinya. Meski kita hidup dan tinggal di Britania, tapi ingatlah asal usul dan tradisi kita. Kau mengerti? "


Ziyan mengangguk.


Setelah itu ia mulai berlatih not dasar sitar dengan ayahnya. Sayangnya, perang pecah beberapa hari setelahnya. Membuat ayah dan ibunya kembali sibuk. Dan sebelum ia sempat menunjukan lagu yang sudah ia pelajari. Semua sudah terlambat. Kini ia terjebak di tempat ini.


' Ayah, ibu, semoga kalian bisa mendengarnya. '


Lagu yang belum sempat ia tunjukan pada kedua orang tuanya. Kini akan ia mainkan di depan semua orang, terutama di depan ayah dan ibunya di dunia ini. Meski ini lagu perpisahan tapi hanya ini lagu yang ia hafal. Beruntung Ziyan memiliki kemampuan 'tala mutlak' yang memudahkannya mengingat suatu nada.


Setelah mengingat kembali nada-nada yang akan ia mainkan. Ia mulai mengambil petikan lambat dan menciptakan suara sendu dan sebuah instrumen sedih mulai mengalun.


[ lagu : affections across time Futari kimochi guzheng https://youtu.be/3-J1WNNxRQE ]


Semua orang seakan terbawa suasana, mereka memejamkan matanya menghayati alunan musik yang sedang di mainkan itu. Alunan yang begitu menyayat hati, membuat setiap orang kembali mengingat kenangan sedih yang pernah di alami.


*****************


pojok author.


Musik bisa di denger di youtube, yang di tulis di atas adalah versi full guzheng. Kalau mau yang versi ori

__ADS_1


https://youtu.be/7UNc8z0hYTo


futari ni kimochi, komposer : kaoru wada


__ADS_2