Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 279 Side story ( A Guang story)


__ADS_3

Hari berganti bulan dan bulan berganti tahun. Tanpa terasa sudah berjalan tujuh tahun.


Waktu yang sangat lama untuk siapapun bisa melupakan seseorang.


" Yang mulia putra mahkota sungguh hebat. Berkat idenya, jalur perdagangan ke luar lebih ramai namun lebih teratur. "


" Kau benar. Berkat di berlakukan aturan masuk dan keluar. Kapal yang biasanya membutuhkan waktu cukup banyak untuk bongkar muat barang. Kini lebih sedikit waktu yang dihabiskan, jadi waktu transaksi jauh lebih cepat. "


" Aku senang, bahwa sekarang Yang mulia putra mahkota tidak seperti dulu yang menutup diri dari keramaian. Kini ia lebih sering membatu di pengadilan istana. Sementara Pangeran Kedua, menjadi jenderal di perbatasan mengikuti jejak Yang mulia kaisar dulu. Bukankah kerajaan Jin akan semakin makmur dengan dua pangeran ini. Baik politik dan militer akan sama-sama kuat hingga aku yakin tak ada negara lain yang berani melawan kerajaan kita. "


Pujian A Guang hampir setiap hari bisa terdengar hampir di setiap sudut istana.


Selama tujuh tahun ini, banyak perubahan yang terjadi padanya. Jika sebelumnya ia tak pernah mau berhubungan dengan politik dan pengadilan istana. Kini ia justru fokus pada dua hal tersebut.


Sima rui tentu sangat senang dengan perubahan sikap putranya itu. Beban pekerjaannya jadi berkurang banyak dan waktu bersama ziyan menjadi bertambah.


" Ada apa? kenapa kau terlihat murung istri ku? " Sima rui memeluk ziyan dari belakang. Ia baru saja tiba di kamar sang istri, namun hatinya langsung menciut saat menemukan istrinya kembali melamun.


Tentu saja Sima rui tahu alasan kenapa istrinya murung. Siapa lagi jika bukan bajingan terbesar mereka, Sima Guang. Membuat dirinya tiba-tiba kesal dan ingin sekali menghukum putranya itu karena telah membuat istrinya sedih.


" Aku hanya khawatir dengan A Guang. "


Benar dugaannya. Sima rui semakin yakin untuk memberi pelajaran pada putra tertuanya itu.


" Berhenti memikirkan bocah itu. Hati ku sakit karena kau mengabaikan ku. " Sima rui menyembunyikan wajahnya di sela leher ziyan. Menghirup dalam-dalam aroma sang istri.


" Kau ini. " Ziyan memukul pelan lengan kekar yang membelit perutnya. " Berhenti berbicara omong kosong. Sebagai ibu wajar karena mengkhawatirkannya. Menurut mu kenapa aku tidak boleh khawatir, sementara putra kita sudah berusia 25 tahun namun kita belum menemukan istri untuknya. "


Lalu ziyan mulai mengatakan pemikiran yang mengganggunya akhir-akhir ini. " Aku khawatir, tidak mungkin bukan putra kita ternyata penyuka sesama jenis. " Ziyan membisikkan tiga kalimat terakhir pada Sima rui.


Sima rui mencubit hidung ziyan dengan telunjuk dan jari tengahnya.

__ADS_1


" Imajinasi mu sungguh liar ratu ku. "


Lalu tanpa aba-aba, sima rui mengangkat tubuh ziyan seperti pengantin. " Apa yang kau lakukan! " Ia hanya bisa menunjukkan protesnya dengan pertanyaan.


Sima rui membawa istrinya duduk di atas ranjang mereka. Lalu melihat dengan penuh cinta wajah wanita yang mengisi seluruh hatinya tersebut.


" Jangan berpikir terlalu banyak. Putra kita sangat hebat. Jika ia masih belum memutuskan, maka biarkan saja. Aku yakin ia akan menemukan wanita yang benar-benar dicintainya. Jadi ratu ku, tugas mu saat ini adalah untuk hidup baik tanpa memikirkan beban mengenai putra-putri kita. Serahkan semuanya pada ku. Dan fokus lah hanya pada ku. "


Ziyan memutar bola matanya, lalu terkekeh. Ia menakup wajah suaminya yang kini berjongkok di bawah. " Aku rasa poin utamanya adalah kalimat terakhir. Kau ini ya.... benar-benar membuat ku semakin gemas. "


Bukan tanpa alasan Sima rui menyuruh istrinya untuk tak memikirkan masalah anak-anak mereka. Diam-diam Sima rui memang sudah menyelidiki tentang Hubungan A Guang dan Xu xiang. Jadi ia mengerti dan tidak terlalu terbebani dengan keputusan putranya yang belum ingin menikah.


kalau bukan karena putranya yang terlalu bodoh karena membutuhkan waktu lama untuk memahami perasaannya sendiri, maka gadis itu tidak akan meninggalkannya.


Jadi dari masalah ini, sima rui hanya bisa menyalahkan putranya tersebut.


*********


" Ayah memanggil ku? " Sima Guang datang menemui Sima rui setelah kasim Han datang menemuinya.


" Ayo kita bermain satu putaran. " Ajak Sima rui yang masih fokus pada papan weiqi di depannya yang sedang ia mainkan sendiri.


A Guang melirik sekilas permainan ayahnya lalu duduk di sisi lain.


A Guang mendapatkan batu putih, sedangkan Sima rui hitam. Permainan dimulai. Satu persatu batu diletakkan di atas papan.


Sima rui terlihat tidak menahan kekuatannya. Sima Guang dengan mudah di habisi olehnya.


" Ayo sekali lagi. " Titah Sima rui pada sang putra.


Dan kembali, Sima Guang dibuat babak belur dalam permainan ini.

__ADS_1


" Kita bermain lagi. "


Sima Guang ingin berkata namun urung. Ia tahu bahwa suasana hati ayahnya sedang buruk jadi ia membiarkan sang ayah melampiaskan padanya.


Dan permainan terkahir kali ini pun berakhir lebih mengenaskan. Sima Guang di bantai dengan begitu menyedihkan.


" Kau sangat lemah. "


" Bukan aku yang lemah. Tapi ayah yang terlalu kuat. " Ucapnya sembari merapikan semua bidak dan memasukkan ke tempatnya.


" Aku kuat karena memiliki tekad dan keinginan. "


Sima Guang menghentikan aktifitasnya. " Aku tahu. Maaf karena mengecewakan ayah. "


" Apa kau menyesalinya. " Sima rui menatap putranya yang sudah tubuh dewasa.


Sima Guang diam.


Jadi Sima rui kembali bicara. " Jangan membuat ibu mu khawatir. Kau tahu aku tidak suka ia memikirkan pria lain. Jadi berhenti membuatnya terus mengkhawatirkan mu. "


Sima Guang berdecak. " Ayah, bisakah kau tidak terlalu kejam. Seorang ibu memikirkan putranya, bukankah itu hal normal. "


Sungguh, ayahnya ini benar-benar mengabdikan hidupnya hanya untuk membahagiakan Ibu.


" Kau bukan anak tiga tahun yang harus selalu di perhatikan oleh ibu mu. Carilah istri mu sendiri agar tak mengganggu istri ku. "


" Ayah, kau bicara seolah mencari istri mudah seperti mencari kerikil. "


" Bukankah memang mudah. Kau hanya perlu memilih salah satu dari wanita yang di tunjuk istri ku. Apa kau tidak percaya dengan penilaiannya? "


" Aku percaya penilaian ibu itu pasti baik. Hanya saja... " A Guang tidak lagi melanjutkan kalimatnya. Sosok yang masih mendiami hatinya tiba-tiba muncul di pikirannya.

__ADS_1


" Karena mau sudah membuat istri ku khawatir, maka aku akan menghukum mu. Pergilah ke kerajaan shu. Kau akan membantu menteri luar negeri membuat kerjasama baru dengan mereka. "


Sima Guang tidak mungkin menolak. jadi ia hanya bisa menerima hukuman tersebut. Sebuah perjalanan jauh yang akan mendekatkan dirinya dan seseorang di sana.


__ADS_2