
Istana mengumumkan pernikahan A Guang dengan Xu xiang.
Di tengah rumor buruk tentang A Guang. Ia justru meminta ayahnya mengumumkan pada seluruh rakyat bahwa Xu xiang adalah calon istri sekaligus calon putri mahkota Kekaisaran Jin.
Tentu saja hal itu menimbulkan gelombang kehebohan.
Para rakyat kini kembali membicarakan skandal putra mahkota mereka.
Bahkan perbincangan panas terjadi hampir di setiap tempat.
" Apa kau sudah dengar bahwa putra mahkota telah mengumumkan pernikahannya. "
" Benar dan yang menjadi mempelai wanitanya adalah Xu xiang. Adik Na li yang menjadi teman sekamar putra mahkota. "
" Apa putra mahkota itu gegabah. Mengumumkan pernikahannya di saat seperti ini. Bukankah sama saja menambah minyak ke dalam api. "
" Mungkin karena moral putra mahkota yang sudah rusak karena itu mereka berpikir lebih baik untuk sekaligus mengungkapnya. "
Kebanyakan pembicaraan menyudutkan A Guang maupun Xu xiang. Ada yang menganggap bahwa itu bagus setidaknya mereka akhirnya menikah.
Namun tidak sedikit yang masih percaya bahwa putra mahkota tidak bersalah dan itu semua hanya fitnah untuk menjatuhkannya.
Di kediaman tempat Xu xiang berada.
" Kenapa kau mengumumkan pernikahan kita? apa kau tak takut mereka semakin mengutuk mu? Lihatlah. Situasinya justru semakin kacau. " Xu xiang berjalan mondar mandir karena panik.
Ia sangat terkejut. Saat pagi-pagi sekali ia dikejutkan dengan kedatangan kasim yang membawa dekrit kaisar. Lalu mengatakan bahwa ia akan menjadi istri pangeran pertama sekaligus putri mahkota Kekaisaran Jin.
Jika saat itu tidak ada pelayan di sampingnya, mungkin ia sudah jatuh pingsan karena terkejut.
" Tenanglah. lebih baik kau duduk. Apa kau tidak lelah untuk terus bergerak ke sana kemari. Bahkan aku hanya melihatnya saja membuat kedua matanya lelah. "
" Ish.. kau sama sekali tidak mengerti. " Kesal Xu xiang.
" Aku mengerti. Kau sedang khawatir dengan ku? bukankah begitu? "
Omong kosong jika ia tidak khawatir. Namun kelihatannya pria ini memiliki kulit tebal. Ia bahkan terlihat begitu acuh tak acuh dengan rumor buruknya.
Jadi Xu xiang yang sangat kesal memilih berbohong. " Tidak. Aku sama sekali tidak khawatir dengan mu. "
" Sayang sekali. " A Guang memasang wajah sedih.
Setidaknya ia yakin bahwa Xu xiang akan luluh jika A Guang menjual kesedihannya.
Dan benar dugaan A Guang. Itu sukses membuat Xu xiang luluh. Dan menyampingkan kekesalannya.
" Jangan sedih. Aku tentu khawatir dengan mu. Meski seminggu ini aku hanya berada di dalam rumah, tapi aku masih bisa mendengar gosip itu. Dan itu terdengar sangat buruk. "
A Guang memasang sedikit senyum. Ia harus menenangkan Xu xiang. " Apa kau percaya dengan ku. Aku sudah pernah berjanji dengan mu bahwa aku tidak akan membiarkan siapa pun melukai mu. Dan janji itu berlaku juga untuk saat ini. "
" Karena itu berikan aku kesempatan untuk membuktikannya. " Imbuhnya.
Xu xiang bisa melihat tekad di mata A Guang. Laki-laki itu bersungguh-sungguh.
" Aku percaya dengan mu. " Xu xiang memutuskan.
" Kalau begitu ikutlah dengan ku ke istana. Kita berdua akan membungkam semua mulut yang mengutuk kita dan juga mereka yang menghina mu. "
Xu xiang tahu bahwa A Guang memiliki rencana. Jadi ia mengangguk setuju dan segera keduanya pergi ke istana.
Ternyata A Guang sudah mempersiapkan semuanya. Ia mengumumkan pernikahannya bukan tanpa sebab.
Salah satu syarat yang harus di lewati oleh gadis yang akan menjadi putri permaisuri adalah tes keperawanan. Jadi, A Guang bermaksud menggunakan tes tersebut untuk menyanggah kabar miring tentang hubungan kotor mereka dan juga membersihkan nama baik Xu xiang.
__ADS_1
" Apa ini? " Xu xiang bingung melihat begitu banyak orang di pengadilan istana.
" Tenang saja. Percayakan semuanya pada ku. "
Xu xiang mengangguk.
A Guang dengan langkah pasti masuk ke aula pengadilan istana bersama Xu xiang yang berjalan di sampingnya.
Setelah keduanya memberi hormat pada kaisar. Seorang bidan istana yang bertugas melakukan tes pemeriksaan pada Xu xiang datang.
Di hadapan para menteri, A Guang segera mengumumkan tujuannya.
" Sebelumnya aku sudah mengumumkan tentang pernikahan kami. Karena itu, di hadapan kalian, bidan istana akan melakukan pemeriksaan pada Xu xiang. Ini juga sekaligus untuk memenuhi salah satu syarat yang harus di lewati olehnya. "
Semua orang terkejut. Xu xiang bahkan tak kalah terkejut.
Ia melihat pada A Guang menuntut penjelasan.
" Maaf, apa kau keberatan? jika kau tak ingin melakukannya, kita bisa memikirkan cara lain. Maaf ini cara tercepat untuk mengusir rumor. ".
Xu xiang ragu. Bukan karena tidak yakin akan hasilnya. Hanya saja ia malu jika di periksa dan hasilnya langsung di umumkan di depan umum.
Melihat A Guang yang masih menunggu keputusannya. Xu xiang akhirnya mengangguk setuju.
" Lakukan. Aku harap ini bisa membersihkan semua kabar miring tentang kita. Mereka harus tahu bahwa kita berdua murni dan tidak melakukan tindakan tak bermoral seperti yang di tuduhkan. "
Sebuah partisi sudah di siapkan di sudut aula pengadilan. Partisi berbentuk persegi itu akan menjadi tempat Xu xiang di periksa.
Dengan canggung, Xu xiang berjalan ke sana. Bersama bidan yang akan memeriksanya.
Pemeriksaan berlangsung cepat. Xu xiang keluar dengan wajah tertunduk malu.
Semua orang menunggu hasil dengan was-was.
Terlihat bidan mengeluarkan kain putih dengan titik merah di sana.
Segera pengumuman ini di umumkan di seluruh negeri. Dan itu berhasil membuat nama Xu xiang kembali bersih.
Dan sekarang, setelah situasi mulai terkendali. Kini saatnya bagi A Guang memutar balik meja.
Ia berencana akan mengadakan pengadilan terbuka untuk Na li. Jadi rakyat Jin bisa melihat secara langsung jalannya sidang Na li. Dan itu mendapat sambutan baik dari mereka.
Berbeda dengan rakyat Jin yang menunggu sidang Na li dengan antusias, ada satu orang yang justru merasa terancam. siapa lagi jika bukan Han dong. Ia yakin bahwa Na li akan menyeret namanya kali ini.
" Tidak bisa. Aku harus membunuhnya malam ini juga. Jika tidak, maka besok akan menjadi hari terakhir ku. "
Han dong akhirnya menjalankan rencananya. Saat malam hari, ia mendatangi sel dimana Na li di kurung.
Meski penerangan malam itu cukup redup. Tidak sulit bagi Han dong untuk menemukan Na li.
Senyum iblis mengembang di bibirnya. Ia melihat Na li sedang tertidur dengan posisi punggung menghadap depan.
Han dong mengeluarkan kunci, lalu perlahan membuka pintu dan berjalan masuk. Gegas ia mengeluarkan tali yang sudah disiapkannya. Ia akan membuat seolah-olah Na li tewas karena gantung diri. Jadi orang lain akan berpikir bahwa ia merasa bersalah karena memfitnah adiknya dan menggantung dirinya sebagai cara menebus kesalahannya.
Tidak ingin membuang banyak waktu. Han dong segera melilit leher Na Li dengan tali. Lalu menarikannya agar terjerat kuat.
Badan Na li yang meronta perlahan berhenti bergerak. Han dong memeriksa napas di hidungnya. Ia tersenyum puas saat tak merasakan napasnya lagi.
" Terima kasih atas kerja keras mu. Setelah ini matilah dengan tenang. Akhirnya kau bisa berkumpul dengan ibu mu di sana. "
Han dong segera mengikat tali di atap lalu menarik tubuh Na li hingga akhirnya menggantung.
Secepatnya ia meninggal kan tempat itu tanpa seorang pun tahu.
__ADS_1
Keesokan harinya.
A Guang tiba di pengadilan terbuka dimana Na li akan di sidang. Semua orang yang ingin menyaksikan juga sudah datang ke sana.
Han dong sangat ingin melihat lelucon batalnya sidang Na li. Jadi ia pun datang ke sana.
A Guang menyeringai saat melihat Han dong. Ia yakin dirinya akan tamat hari ini.
Hakim pengadilan datang. Han dong semakin tak sabar melihat bagaimana pucat nya A Guang saat tahu bahwa penjahat yang akan mereka adili ternyata sudah mati.
Suasana ricuh saat petugas penyidik datang. Namun bukan A Guang yang pucat, justru Han dong yang berwajah pucat.
Dalam hati A Guang menertawakan wajah pucat Han dong.
" Bagaimana bisa ia di sini? Bukankah aku sudah membunuhnya semalam? " Gumamnya. Terlihat sangat jelas kebingungan di wajahnya.
" Tidak. Ini pasti ada yang salah. Lebih baik aku pergi sebelum ia menyebut nama ku. "
Namun saat Han dong akan pergi. Para petugas penyidik sudah lebih cepat bergerak menghentikan Han dong.
" Komandan Han. Putra mahkota meminta seluruh petugas penyidik untuk hadir. Jadi lebih baik anda duduk dan lihat bagaimana jalannya sidang ini. "
Han dong mengutuk petugas tersebut. ' Persetan dengan sidang. '
Karena tak mungkin lagi ia kabur. Han dong akhirnya duduk dengan pasrah. Ia merasa sangat cemas setiap detiknya.
" Jadi Na li. Kenapa mau memfitnah adik mu dan putra mahkota? " Tanya Hakim pengadilan.
" Aku tidak ada alasan untuk memfitnah mereka. Aku memang membenci adikku. Tapi aku tidak bermaksud melakukan fitnah terhadap putra mahkota. Aku hanya di perintahkan oleh seseorang untuk melakukannya. " Ungkap Na li.
" Siapa yang menyuruh mu? "
Na li tersenyum iblis. Ia melihat ke arah Han dong. Lalu menunjuknya. " Dia yang menyuruh ku. Komandan tingkat rendah Han dong. "
" Omong kosong. Aku bahkan tak mengenal mu. " Sanggah Han dong.
" Benarkah? kalau begitu pak hakim, kau bisa meminta petugas untuk memeriksa rumah ku. Di sana ada surat hutang antara aku dan tuan Han dong. Di sana ia memberikan aku pinjaman uang dengan menjadikan kedua tangan ku sebagai jaminan. Ia akan memotong kedua tangan ku jika tidak bisa mengembalikannya. "
"Tidak hakim. Ia berbohong. Semua yang ia katakan semuanya palsu. "
" Kalian berdua harap tenang. " Hakim menghentikan perdebatan mereka. " Aku akan menyuruh beberapa petugas untuk memeriksanya. "
Setelah itu, beberapa petugas datang ke rumah Na li dan menggeledahnya. Setelah menemukannya, Mereka segera membawa bukti tersebut ke pengadilan.
" Hakim, kami menemukan ini. Isinya sesuai dengan apa yang dikatakan Na li. "
Mendengar itu wajah Han dong berubah pucat.
Ini tidak benar. Seharusnya ia sudah mati. kenapa sekarang ia ada di sini?
" Hakim. Ia pasti bukan Na li. Pria ini pasti orang lain yang menyamar sebagai Na li. "
" Bagaimana kau bisa yakin bahwa ini bukan Na li? lihatlah dan buka matamu lebar-lebar, dia adalah Na li. " Ucap A Guang.
Han dong masih berusaha menyangkal. " Tidak mungkin. Na li yang asli sudah- " Han dong menghentikan ucapannya.
"Sudah apa? " Desak A Guang. " Apa maksud mu Na li yang asli sudah mati? "
Han dong terkejut. Namun ia tidak menjawab.
" Mungkin yang kau maksud adalah dia? " Tunjuk A Guang pada dua petugas penyidik yang baru saja masuk dengan membawa satu mayat dengan leher terikat.
" Bagaimana komandan Han? apa kau sudah ingat? " A Guang puas melihat wajah pias Han dong.
__ADS_1
" Tidak. Aku tidak tahu siapa dia. " Elak Han dong. " Kau jangan memfitnah ku. Kau pasti telah bekerja sama dengan Na li. Aku yakin mereka berusaha memfitnah ku. Hakim, aku yakin mereka sedang menjebak ku. "
A Guang mendengus kesal. "Untuk apa aku menjebak mu. Posisi ku lebih tinggi dari mu. Tak ada dari mu yang membuat ku iri hingga ingin mencelakai mu. Ayo cepat beritahu aku alasan kenapa aku harus menjebak mu. "