Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 131


__ADS_3

Kedatangan ziyan dan shuwang membuktikan ucapan Sima rui. Semua orang tampak lega. Berbeda dengan menteri guan yang tampak pucat. Tentu saja karena ia sadar betul bahwa yang ada di hadapannya kini shuwang yang sebenarnya, bukan shuyan.


' Shuwang? lalu dimana shuyan? ' pikir menteri guan.


Awal flashback,


Shuyan mengangkat tinggi belatinya siap menikam punggung Sima yan. Saat jarak belati dan punggung Sima yan tinggal beberapa inci. Sebuah pisau melesat dan menancap tepat di lengan shuyan. Hingga percikan darahnya mengenai meja dan ia terjatuh ke lantai.


Tak ingin menyerah, shuyan masih mencoba bangun dan berusaha menikam Sima yan. Namun pengawal bayangan dengan sigap merebut belati shuyan dan melumpuhkannya. Shuyan pingsan saat itu juga.


Sima rui muncul dalam kegelapan bersama A Ying.


" Bawa dia dan bersihkan semuanya. " Perintah sima rui.


Shuyan segera di bawa oleh pengawal bayangan ke tempat dimana sang tuan akan menyiksanya.


Sima rui berjalan mendekati Sima yan yang masih tertunduk di meja. Ia menuang arak ke gelas kosong lain lalu meminumnya.


" Wanita itu sudah ku singkirkan. Mau sampai kapan kau melanjutkan akting mabuk mu itu. " Ucap sima rui tanpa melihat ke arah sang adik.


Sima yan langsung mengangkat kepala dan menatap kakaknya dengan sorot mata menusuk. " Kakak, tahukah kau, hampir saja punggungku ini berlubang. Apa kau sengaja datang di detik-detik terakhir. "

__ADS_1


Sima rui seakan tidak peduli dengan kalimat protes Sima yan. " Bukankah yang terpenting punggungmu baik-baik saja. Jika aku datang lebih awal, maka kemungkinan dia kabur bisa saja terjadi. "


' Bagaimana mungkin wanita itu kabur, jika pengawal bayanganmu saja sudah mengepung tempat ini. ' batin Sima yan.


" Sekarang kau kembalilah ke kamarmu. Kita masih harus meneruskan sandiwara ini besok. Berakting lah sesuai rencana. " Sima rui bangkit dan pergi.


Sima yan menghela napasnya panjang. Ia tak menyangka akan berada dalam rencana kakaknya untuk menjebak menteri guan. Awalnya ia pikir kakaknya bergurau mengenai shuyan yang menyamar menjadi shuwang dan berniat untuk membunuhnya guna menciptakan peperangan antara kerajaan jin dan wei. Namun saat melihat shuwang asli yang ada di istana rixi dan mendengar semuanya langsung dari mulut wanita itu, ia akhirnya percaya.


Ziyan membawa shuwang asli ke istana rixi dua hari sebelumnya. Dengan membuatnya menyamar sebagai pelayan, sehingga orang lain tidak akan curiga dan shuwang dapat bergerak dengan leluasa.


Sementara Sima yan yang kembali ke kamarnya, Sima rui justru menuju tempat dimana shuyan di sekap. Shuyan yang sudah sadar begitu terkejut kala melihat Sima rui yang berdiri di hadapannya. Ia tak menyangka, orang yang menculik dan menggagalkan aksinya adalah Sima rui. Jika sudah begini, ia yakin pria dingin itu pasti sudah mengetahui semua rencananya.


Tiba-tiba shuyan merasakan hawa dingin pada punggungnya. Ia tahu nasibnya tidak akan berakhir baik di tangan Sima rui. Shuyan menelan salivanya, tatapan tajam Sima rui dan tekanan darinya membuat gadis itu bergidik ngeri.


Shuyan membuang rasa takutnya, mencoba memberanikan diri. " Siksaan? pangeran apa kau lupa bahwa aku adalah putri kerajaan wei. Jika aku menghilang apa menurutmu perdana menteri guan tidak akan mencari ku. Hilangnya aku pasti akan tetap memicu perselisihan kedua negara. " Shuyan percaya, jenderal besar seperti Sima rui pasti tahu perselisihan yang ia maksud.


" Apa menurutmu kerajaan wei akan melakukannya hanya demi seorang putri angkat? " Jawaban Sima rui telak membungkam shuyan. Namun ia masih tidak ingin menyerah. Ia ingat bahwa saudarinya memiliki hubungan dengan kaisar wei.


" Meski aku seorang putri angkat. Kaisar wei pasti tidak akan terima jika terjadi sesuatu denganku. " Ucap shuyan dengan yakin.


" Omong kosong! "

__ADS_1


Mendengar jawaban Sima rui, shuyan terbahak. " Akan ku beri tahu kau satu rahasia besar. Aku, memiliki hubungan romantis dengan Kaisar wei. Kami saling mencintai. Bahkan perjodohan ku dan Pangeran Mahkota akan segera di batalkan oleh nya. Jadi apa kau masih akan menyiksa ku. "


Salah satu sudut bibir Sima rui terangkat, seolah mengejek. Dengan nada mencibir, ia berbicara. " Sepertinya selain bodoh kau juga tidak tahu malu. Bagaimana mungkin Kaisar wei mencintaimu jika wanita yang ia cintai adalah shuwang bukan shuyan. "


Bagai tersambar petir, tubuh shuyan lemas hingga terjatuh di lantai. Ia menatap nanar pria di depannya. " ka-kau tahu identitasku? " Tanya shuyan terbata.


Namun Sima rui tak ingin menjawab pertanyaan itu, ia justru berkata lain. " Aku beri kau waktu dua hari. Pikirkan baik-baik. Katakan semua atau nikmati detik-detik menjelang kematian mu di sini. Mengenai menteri guan, kau tenang saja. Ia tak akan mencari mu karena shuwang sendiri yang akan muncul di hadapannya. "


Setelah mengatakan itu, Sima rui pergi meninggalkan shuyan yang masih syok dengan pandangan kosong.


" Tidak. Kenapa ia masih hidup. Dia seharusnya sudah mati. " Gumam shuyan berulang kali.


Akhir flashback.


********


Menteri guan berjalan mondar mandir di dalam kamarnya. Apakah ia panik? tentu saja panik. Ia tidak menyangka shuwang akan muncul di hadapannya. Ia yakin bahwa saat itu ia sudah membunuhnya. Lalu jika shuwang muncul, kemana perginya shuyan? kenapa Sima yan masih baik-baik saja? apa mereka sudah tahu dengan rencana ku? Tapi jika mereka mengetahuinya kenapa mereka tidak melakukan apapun?


Semua pertanyaan-pertanyaan itu berputar di kepala menteri guan. Menteri guan berjalan menuju meja dan mengambil selembar kertas. Ia mulai menulis satu kata ' Gagal '. Kemudian memerintahkan orang kepercayaannya untuk mengirim surat tersebut ke tempat tujuannya.


Dengan cepat orang suruhan menteri guan tersebut pergi. Begitu hati-hati, hingga ia tidak menyadari bahwa pengawal bayangan Sima rui tengah mengikutinya. Hingga akhirnya ia tiba di sebuah batu besar berbentuk singa dengan beberapa patung Budha yang berukuran lebih kecil.

__ADS_1


Pelayan itu menengok ke kanan dan ke kiri memastikan bahwa tidak ada yang mengikutinya. Sementara orang suruhan sima rui tetap tenang di posisi. Karena ia tahu keberadaannya tidak akan di ketahui. Setelah memastikan aman, pelayan itu segera meletakan surat majikannya ke dalam mulut singa lalu bergegas pergi.


Pengawal Sima rui tidak kembali mengikuti pelayan tadi, melainkan tetap menunggu di tempatnya. Ia yakin akan ada seseorang yang akan mengambil surat tersebut. Dan benar saja, tak perlu menunggu lama. Seorang pendeta datang dengan seember air. Ia menyiram satu persatu patung Buddha tersebut sampai tiba di depan patung singa. Ia dengan cepat mengambil surat tersebut dan langsung memasukan ke dalam lengan bajunya.


__ADS_2