Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 232


__ADS_3

Sima rui menyadari bahwa dirinya sedang di awasi. Karena itu ia sengaja membuat mereka berpikir jika dirinya tidak mengetahui keberadaan mereka yang tengah mengawasinya. Kemudian ia meminta tuan mo dan luyi untuk kembali terlebih dahulu. Lalu diam-diam meminta junyi untuk mengikuti dua orang yang mengawasinya tadi.


Arah mereka berdua menuju rumah pemimpin desa. Sesuai dengan apa yang dipikirkan Sima rui. Semakin jelas, bahwa ada sesuatu yang desa ini sembunyikan.


Tengah malam, Sima rui memutuskan untuk kembali memeriksa bendungan. Intuisinya memaksanya untuk memeriksa penampung air raksasa tersebut.


" Anda yakin akan pergi sendiri pangeran? " Tanya junyi. Ia merasa kecewa karena harus melihat tuannya beraksi sementara dirinya berada di kamar menjaga lilin agar tetap menyala.


Junyi mendapatkan tugas untuk mengelabui para mata-mata pemimpin desa. Ia akan berada di kamar Sima rui berperan sebagai pria itu. Sebenarnya mudah bagi Sima rui untuk menyingkirkan kedua mata-mata pemimpin desa. Tapi Sima rui memilih cara halus agar tidak mengundang keributan.


" Tentu. Apa kau keberatan? " Jawab Sima rui dan Junyi menggeleng dengan keras.


" Ingatlah! Tetap waspada. Kemungkinan mereka menyelinap saat tengah malam selalu ada. " Peringat sima rui.


Sima rui keluar dari penginapan dengan mudah. Kemampuan beladiri tinggi membuatnya bisa bergerak dengan cepat dan tersamarkan. Dari posisinya berdiri, ia bisa melihat dua orang sebelumnya yang masih setia memperhatikan kamarnya.


Sima rui tersenyum mengejek kebodohan dua orang itu.


Tengah malam tidak menghalangi pandangan Sima rui. Berlari di tengah pepohonan, Ia masih bisa melihat dengan jelas meski langit sudah berubah gelap. Tampaknya bahkan rembulan ikut serta mendukung aksi pria itu, memberikan penerang baginya.


Sima rui memeriksa dengan cermat area bendungan. Matanya secara tidak sengaja terpancing pada sebuah kuil dengan ukuran 3x3 yang terletak tak jauh darinya.


" Mungkin aku harus berdoa dulu agar langit memudahkan pencarian istriku. " Gumam Sima rui.


Ia sangat sadar bahwa selama ini dirinya tidak pernah berdoa. Selama ini ia hanya sibuk berlatih dan berperang. Menurutnya segala sesuatu hanya bisa kita raih dengan usaha sendiri, begitulah anggapan sebagian orang yang bisa kita sebut sebagai ateis.


Sima rui mulai menyatukan kedua telapak tangannya, sementara kakinya bersimpuh. Ia begitu khusuk memanjatkan doa. Berharap langit mengabulkan doa nya dan segera mempertemukan dirinya dengan sang istri.


' Dewa, tolong bantu aku bertemu dengan istriku. Maaf karena tidak pernah melihat mu. Aku berjanji setelah ini akan menyumbang banyak uang ke rumah mu. ' Doa Sima rui dalam hati.


Kesungguhan Sima rui tampaknya di dengar oleh dewa. Sebuah tikus berjalan mengendap di langit-langit atap. Hewan pengerat itu terjatuh tepat di depan Sima rui dan dengan cepat berlari dan menghilang tepat di bawah patung dewa.


' Dewa, yang ku inginkan istriku bukan seekor tikus. ' Batinnya. Tapi masih terus memperhatikan tikus tersebut


Sima rui yang sebelumnya mengabaikan hal tak penting seperti itu, tiba-tiba memperhatikan adegan tersebut. Ia berjalan mendekat dan memeriksa patung dewa didepannya dimana tikus tadi menghilang. Saat sedang fokus, ia terkejut saat tidak sengaja menginjak tikus tadi. Sima rui yang limbung ke arah kiri tanpa sengaja menyenggol sebuah tempat lilin dan secara tidak sengaja menggerakkan patung dewa ke samping. Terlihat di depan mata sima rui, anak tangga menuju ke bawah.


' Ruang rahasia! ' Pikirnya.

__ADS_1


" Sepertinya dewa mendengar doa ku. Terima kasih dewa. " Lirih nya. Ia berjanji setelah menemukan istrinya ia akan memberikan sumbangan yang banyak untuk beberapa kuil sebagai bentuk syukur dirinya.


Ia berjalan menuruti tangga. langkah kakinya terus berjalan mengikuti lorong. Setengah jam lebih dirinya berjalan. Sampai ia melihat ujung lorong. Di sana, Sima rui menemukan anak tangga sama persis dengan anak tangga sebelumnya.


Sima rui tak percaya dengan apa yang di lihatnya saat ini. Tangga tadi ternyata membawanya ke kuil yang tampak tidak asing baginya. Meski gelap, samar-samar ia tahu bahwa yang dilihatnya saat ini bagian dari kuil heping.


Kuil yang dulu sangat ramai dan megah itu kini berubah sepi imbas dari lengsernya mendiang ibu suri. Setelah penangkapan ibu suri, ayah raja memang menurunkan titah untuk memeriksa kuil heping. Berkat hal tersebut, bawahan Ibu suri yang sebagian besar menyamar sebagai biksu ditangkap. Dan Kerajaan memerintahkan kuil heping dalam pengawasan pihak Kerajaan.


Ia keluar dari kuil kecil yang ada di sudut bangunan utama. Menoleh kebelakang, bisa ia lihat bukit batuan yang sama dengan bendungan di tianguan.


' Bukankah bukit ini sama seperti sisi bendungan di tianguan. '


Terdengar suara langkah kaki. Sima rui segera bersembunyi dan tak lama seseorang datang. Ia mengenakan baju hitam dengan penutup wajah yang melorot di lehernya. Pria itu berjalan menuju pojokan lalu menurunkan celananya sedikit.


Seketika munculah air mancur kecil berwarna kuning dengan bau khas.


Terlihat wajah lega pria itu begitu menyelesaikan ritual buang hajatnya. Setelah selesai dan memakai celananya kembali. Tanpa segan-segan sima rui langsung membekap mulut pria itu sembari memutar kepalanya hingga terdengar bunyi 'Kretekk'. Pria itu terkulai jatuh ke tanah.


' Menjijikan! '


" Maaf dewa, karena berbuat jahat dan membawa orang kotor ini ke rumah mu. " Ucap Sima rui pada patung dewa. Kelihatannya dalam waktu semalam Sima rui berubah menjadi orang yang taat beribadah.


Gegas ia melucuti pakaian pria itu dan memakainya. Ia yakin pria ini satu kelompok dengan pria yang menyerangnya sebelum ziyan di culik.


Ia mengelilingi bangunan sekitar kuil heping. Ternyata bangunan dimana ia berada di luar bangunan utama kuil. Pantas suasananya begitu sepi.


Kedua tangan Sima rui terkepal kuat hingga buku-buku jarinya berubah putih saat melihat sosok pria yang pernah hampir mengalahkannya.


" Xumu? Apakah dia yang menculik ziyan? " Tanyanya pada diri sendiri.


Sekuat tenaga sima rui menahan amarahnya. Ia berusaha sangat keras untuk tidak berlari dan menerjang pria itu.


" Kau! " Terdengar panggilan dari suara yang begitu di benci sima rui.


Jantung sima rui bergemuruh. Ia berpikir apakah xumu sudah mengetahui penyamarannya. Namun detik berikutnya rasa lega kembali mencuat di hatinya.


" Kemarilah dan bawa makanan ini untuk wanita itu. " Xumu memanggil sima rui yang sudah memakai penutup wajahnya. Lalu menyerahkan sepiring sayuran dan ikan, sesuai permintaan ziyan.

__ADS_1


" Anda tidak menyerahkannya sendiri tuan. Biasanya anda selalu menunggu saat memberikan wanita itu makan. " Ucap wanita di sebelah xumu.


" Tidak. Aku sedang malas bertemu dengannya. Telinga ku panas, terus mendengar dirinya memuja suami tidak bergunanya. " Sungut xumu.


" Jangan bilang anda cemburu tuan. " Goda wanita itu yang tertawa kecil. Sayangnya tatapan tajam xumu mampu membungkam wanita itu seketika. Wajah cantik dengan bibir merah itu menunduk ketakukan.


Sima rui tidak menjawab, hanya menunduk lalu mengangguk sebagai tanggapan. Sungguh, ia ingin sekali mencekik pria di depannya saat ini juga. Apa lagi ketika mendengar wanita itu bertanya tentang kecemburuan xumu. Kebencian sima rui langsung berubah haluan menjadi rasa cemburu.


Xumu berbalik lalu melangkah pergi, namun tiba-tiba ia berhenti dan menoleh ke belakang. Memperhatikan punggung Sima rui yang semakin menjauh. Kening xumu mengenyit.


" Kenapa? " Tanya rekan wanita xumu. Ia


Mata xumu menyipit lalu setelahnya menggeleng. " Tidak. Mungkin karena terpengaruh ucapan wanita itu membuatku berpikir berlebihan. " Yakin xumu. Ia pun melangkah kakinya kembali, berjalan menjauh.


Dada sima rui bergemuruh ketika berhadapan dengan xumu tadi. Bukan karena takut ketahuan. Ia takut dirinya justru tidak bisa menahan untuk meninju wajah pria itu.


Pandangan sima rui jatuh pada nampan di tangannya, berisi piring dengan lauk sayur dan ikan dan dua bakpao.


Seorang penjaga membuka pintu dan membiarkan sima rui masuk ke dalam.


Sima rui tertegun.


Mata pria itu berkaca-kaca saat melihat sosok wanita yang selama dua hari ini membuat hidupnya kacau. Wanita yang menempati seluruh hatinya. Wanita yang amat dicintainya melebihi hidupnya.


" Berikan makanannya setelah itu cepat keluar. " Pekik penjaga itu pada sima rui yang masih diam terpaku di tengah pintu.


Teriakan penjaga itu mengalihkan sima rui dari lamunannya. Dan ziyan sontak menolehkan wajahnya menatap pria berbaju hitam yang tidak ia ketahui bahwa itu adalah suaminya.


*********


Catatan author :


Buat bantu imajinasi pembaca.


Jadi struktur wilayah desa tianguan seperti angka 8. Lingkaran bawah, desa tianguan, lingkaran atas itu bendungan. Nah lorong yang dilewati sima rui, sebenarnya bangunan bendungan. Jadi sima rui jalan di sepanjang garis lingkaran atas. Barulah sampai di kuil heping yang berada di puncak lingkaran atas.


Maaf kalau bahasanya masih kurang jelas. Intinya begitu.

__ADS_1


__ADS_2