Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 216


__ADS_3

Wang yi meraup wajahnya melihat seberapa keras keputusan yang diambil arthur. Segala petuah dan saran sudah diberikannya. Namun sama sekali tidak ada satu pun ucapannya yang nyangkut di kepala arthur.


Cintanya tidak lagi terlihat indah di mata wang yi. Ia justru melihat obsesi besar dari temannya tersebut.


" Apa kau gila. Kau ingin membawanya dengan paksa. Apa kau lupa bahwa dia sedang hamil. Anak itu pasti akan sedih jika kau pisahkan dengan ayahnya. "


" Kalau begitu aku akan menunggu sampai anak itu lahir. Setelah itu aku akan membawa Gaia. Biarlah dia tinggal dengan ayahnya di sini. "


Wang yi hampir muntah darah karena emosi. Ia hampir tak bisa menahan kekesalannya ketika mendengar hal itu. Ingin sekali dia menggaruk keras-keras wajah arthur.


" Kalau begitu kau tega memisahkan Gaia dengan anaknya. Apa kau ingin Gaia menderita karena terpisah dengan anaknya? "


Arthur diam. Wang yi pikir Arthur sudah memahami situasi dan kondisi Gaia yang tak akan mungkin bisa bersanding dengannya lagi. Namun apa daya. Kembali Arthur mengobrak abrik kesabaran wang yi.


" Kalau begitu, aku akan membuat Gaia hamil anak ku. Dengan begitu ia tidak akan menderita karena kehilangan anak. "


Wang yi berharap dirinya pingsan saat ini juga. Kesabarannya yang setipis kertas basah tak sanggup lagi melayani sikap keras kepala temannya tersebut. Mencoba bertahan agar amarahnya tidak tumpah. Tangan wang yi mengepal kuat menyalurkan amarahnya. Ingin sekali ia layangkan pada wajah temannya itu. Berharap pukulannya membuat otaknya kembali waras.


Wang yi mengambil napas lalu membuangnya. Mengatur emosinya agar tenang sebelum kembali berbicara.


" Apakah menurutmu kau lebih baik dari sima rui, ar? apa kau yakin Gaia akan bahagia hidup dengan mu? " Pertanyaan wang yi membuat arthur memberikan tatapan tajam padanya.


" Kau meremehkan ku? kau pikir dia lebih baik dari ku? " Desis Arthur menahan kekesalannya.


Wang yi mengelus dadanya menahan emosi yang hampir saja lepas. Kembali ia berbicara dengan sabar.


" Aku tidak meremehkan siapa pun. Aku hanya bertanya, selain itu aku tahu betul bagaimana kemampuan sima rui. Meski kerajaan ku dan dia tak pernah berperang. Namun aku tahu bagaimana kemampuan Sima rui dari nasib negara yang menjadi lawannya. Tak ada satu negara pun yang pernah menang darinya. Aku sendiri pernah percaya dengan rumor bahwa ia sebenarnya bukan manusia. Karena begitu kuatnya dia, membuat siapapun mempercayai rumor tersebut. " Jelas wang yi.


Mendengar itu arthur mencibir. " Buka manusia. Jika ia bukan manusia, tak mungkin Gaia bisa hamil. Ia kuat karena sudah menerima pelatihan sejak kecil. Aku yakin kemampuan ku tidak kalah dengannya. "


Arthur merasa yakin dengan kemampuannya. Ia sendiri sudah mendapatkan pelatihan sejak kecil. Pengalaman berperang? ia juga beberapa kali terlibat peperangan dengan negara-negara poros. Karena itulah rasa percaya diri arthur timbul. Menurutnya baik ia dan sima rui sama. Karena itu ia begitu yakin akan mampu mengalahkannya.


" Karena itu, aku ingin kau memikirkan cara agar aku bisa bertarung dengannya. Aku ingin mengalahkannya di depan semua orang. Dengan begitu, Gaia bisa melihat bahwa aku lebih hebat darinya. "


Rahang wang yi jatuh. Ia menganga lebar mendengar ucapan teman bebalnya itu.


' Apa katanya? mengalahkan didepan semua orang? apakah makanan penjara membuat otaknya rusak. Bukankah sama saja membuat diri sendiri malu jika hasilnya justru sebaliknya. ' Monolog wang yi dalam hati. Bendera putih berkibar, Ia sudah angkat tangan untuk menasehatinya.


" Aku tidak akan peduli lagi dengan mu. " Kesal wang yi yang akhirnya memilih pergi. Namun tangannya di cekal arthur, membuat wang yi menghentikan langkahnya.


" Tolong bantu aku. Aku berjanji setelah ini aku akan menyerah jika memang aku kalah darinya. Aku hanya tidak bisa menyerah begitu saja tanpa berusaha sama sekali. Cinta yang ku miliki lebih dari lima belas tahun ini tak mudah untuk melepasnya begitu saja. Tolong bantu aku untuk memperjuangkannya. Jika pun aku harus mundur. Setidaknya aku harus pastikan bahwa pria itu harus lebih baik dari ku. " Mohon Arthur.


Wang yi menatap ke dalam mata biru Arthur. Ia bisa melihat kesungguhan di sana. Menghela napas, kemudian kembali membalas ucapan Arthur.


" Baiklah. Aku akan membantu mu. Tapi berjanjilah dengan apa yang kau katakan tadi. " Arthur mengangguk.


" Akan ku pikirkan caranya nanti. Sekarang lebih baik kau persiapkan diri untuk pertarungan mu nanti. Jangan menganggap enteng lawan jika tak ingin menyesal. "


Setelah itu wang yi melangkah pergi. Ia harus memeras otaknya lagi mencari cara agar Arthur bisa bertarung dengan Sima rui.


******


Beberapa hari kemudian.

__ADS_1


Sima Dan yang masih berkutat dengan pekerjaannya harus kembali menerima kabar duka. Salah satu rekannya kembali ditemukan terbunuh dengan sangat sadis. Bahkan seluruh organ perutnya tercerai berai keluar.


" Komandan, ini sudah rekan kita yang ke sebelas yang di temukan terbunuh. Namun sampai saat ini belum di temukan petunjuk apapun. " Lapor salah satu bawahan Sima Dan.


Sima Dan membuang napas gusar. " Aku tahu. Aku sendiri juga tidak tahu motif mereka melakukan hal keji tersebut. "


" Apa kau sudah memeriksa hubungan antar korban? " Tanya Sima Dan.


" Sudah komandan. Entah kebetulan atau tidak, tapi mereka semua pernah berada di satu kelompok. Namun karena belum lama ini dilakukan perombakan. Akhirnya mereka terpisah-pisah. " Jelas pria yang menjadi bawahan Sima Dan itu.


Sima Dan cukup terkejut dengan fakta yang baru saja di katakan oleh bawahannya itu. Entah kenapa Sima Dan merasa sudah menemukan sedikit titik terang.


" Kalau begitu kau bisa keluar. " Setelah mengatakan itu, bawahnya Sima Dan keluar.


Tinggallah saat ini Sima Dan berdua bersama dengan ajudannya Heimian.


" Bagaimana menurut mu? " Tanya Sima Dan pada heimian.


Pengawal pribadi sekaligus rekan kerja Sima Dan itu pun memberikan tanggapannya.


" Menurut saya itu bukan sekedar kebetulan tuan. Saya rasa fakta ini merupakan petunjuk penting untuk mengetahui siapa korban selanjutnya. " Ungkap heimian.


" Kau benar. Aku juga berpikir demikian. Kalau begitu mintalah data kelompok sebelum perombakan. Aku ingin melihat siapa saja orang-orang yang ada di kelompok tersebut. "


Heimian segera pergi guna menjalankan perintah Sima Dan.


Setidaknya dari Tiga belas anggota kelompok tersebut masih ada dua orang tersisa yang masih hidup. Ia berharap bisa menemukan siapa pelaku dari pembunuhan itu dari kesaksian dua orang yang tersisa, pikir Sima Dan.


Keberuntungan tampaknya tidak berpihak pada Sima Dan. Ternyata kedua orang yang tersisa sudah mengundurkan diri. Secara otomatis ia harus mencari di luar kantor.


" Lapor Komandan. Pejabat Liang ditemukan tewas. " Lapor salah satu bawahan bawahan Sima Dan.


" APA! " Pekik Sima Dan. Karena terkejut membuat Sima Dan tanpa sadar bangkit dari kursinya, hingga kursi terdorong jatuh.


" Kapan waktu kematiannya? " Sima Dan berbicara lebih tenang.


" Kurang dari tiga jam komandan. "


" Kalau begitu temukan orang terakhir. Pastikan dia selamat. " Perintah tegas Sima Dan.


' Aku harus menemukan orang itu. Bagaimanapun caranya.' Tekad Sima Dan.


*********


Di kediaman Sima rui.


" Maaf istriku. Aku belum bisa menemukan makanan yang kau inginkan itu. " Sesal Sima rui. Ia harus melakukan pengakuan dosa sebelum sang istri menyebut nama makanan yang membuat telinganya muak.


" Makanan yang ku inginkan? " Ulang ziyan.


Lalu ia teringat dengan macaroon yang selalu ia tanyakan pada sang suami. Ziyan tertawa kecil. Setelah mendengar kata-kata bibinya, ia tahu mustahil menemukan macaroon di ibukota. Bahkan jika pun mencarinya di seluruh kerajaan. Mustahil bisa menemukannya. Jadi ziyan memutuskan untuk melupakannya.


" Aku sudah tak menginginkannya. " Ucap ziyan santai.

__ADS_1


Kata-kata yang begitu mudah keluar dari mulut istrinya itu membuat Sima rui menelan bulat-bulat kesabarannya.


' Tenang-tenang, itu semua permintaan anak. ' Sima mencoba mensugesti pikirannya agar tidak marah. Bukan marah pada istrinya melainkan pada anak yang masih berbentuk gumpalan daging itu.


" Apakah kau marah suami ku? " Tanya ziyan karena melihat suaminya hanya diam.


Sima rui meletakkan sumpitnya kemudian ia berkata dengan wajah serius.


" Kelak saat anak itu meminta sesuatu lagi pastikan untuk tidak menyerah sebelum aku mendapatkannya. Aku ingin dia memiliki sikap teguh, menjadi laki-laki yang berpendirian kuat. "


" Bagaimana kau tahu bahwa anak kita laki-laki. " Tanya ziyan penasaran.


" Karena dia menyebalkan. Jadi aku yakin anak kita laki-laki. " Ucap Sima rui yakin.


Sekarang Ziyan tahu pepatah yang mengatakan buah jatuh tidak jauh dari pohonnya ternyata benar. Sikap suaminya ternyata menurun dari sang ayah.


Saat mengunjungi huang guifei kemarin, ia terkejut dengan sikap ayah mertuanya yang dengan percaya diri menyebut bahwa anak di perut huang guifei adalah seorang putri. Meski ingin bertanya, namun ziyan lebih memilih untuk diam dan mengiyakan pendapat ayah mertuanya.


Dan saat ini, ternyata suaminya juga sama. Dengan percaya diri menebak anak yang masih di perut rata ziyan adalah laki-laki.


Mengingat itu membuat ziyan tak tahan untuk tidak tertawa.


" Kenapa tertawa? " Tanya Sima rui.


Ziyan menggeleng. " Aku hanya mengingat kejadian lucu saat mengunjungi huang guifei. Dan sekarang aku menyadari satu hal. Ternyata kau dan ayah raja ternyata sama. Kalian memang cocok menjadi ayah dan anak. "


Sima rui mencubit hidung istrinya. " Apakah kau puas, hem? "


Setelah selesai dengan makan malam. Sima rui mengajak ziyan untuk kembali ke kamar. Ia harus memastikan istrinya cukup istirahat.


" Tiga hari lagi istana akan mengadakan acara perburuan sebagai penyambutan putra mahkota shu, xuan yi. Apakah kau ingin ikut? " Kata Sima rui memberitahu.


Sesuai permintaan Arthur, akhirnya wang yi meminta pada Sima shao untuk mengadakan acara perburuan sesuai adat negara shu. Dimana hasil buruan nantinya akan diserahkan pada pasangan mereka. Sima shao cukup tertarik dengan konsep itu, jadi tanpa pikir panjang ia pun menyetujuinya.


Awalnya ia ingin mengikuti dan akan menyerahkan hasil buruannya untuk huang guifei sebagai hadiah untuk putri mereka yang belum lahir. Namun kasim Liu segera melarang.


" Sepertinya menarik. Aku akan ikut. Lagi pula aku juga ingin bertemu dengan wang yi. Semenjak mengetahui identitasnya sebagai putra mahkota, kami berdua sama sekali belum bertemu dan mengobrol. Aku jadi lumayan merindukannya. "


Ziyan tidak sadar sudah menumpahkan asam di hati Sima rui. Pria itu menatap lekat sang istri seolah ingin menerkamnya.


" Kau merindukan pria lain? " Ziyan yang tadinya menunduk terkejut saat melihat wajah sima rui tepat berada di depannya. Hanya berjarak beberapa inci.


" A-aku hanya merindukan perbincangan kami. Bukan merindukan dalam arti sesungguhnya. " Ziyan menelan salivanya melihat wajah suaminya.


" Nyonya, tidak kah kau lupa bahwa suami mu seorang pencemburu. "


Ziyan terkekeh. Mana mungkin dirinya lupa akan fakta itu. Segera otak kecil ziyan berputar mencari cara agar suaminya tersebut tidak menghukum dirinya. Hukuman yang sebenarnya membuat ia menjerit dan mendes*h. Apalagi saat ini, hormon kehamilan membuatnya semakin berhasrat. Namun ia sadar, untuk membatasi kegiatan menggairahkan itu saat ini, mengingat usia kandungannya yang masih berada di trisemester pertama.


Tanpa aba-aba ziyan menempelkan bibirnya singkat di bibir suaminya. Sangat singkat bahkan ciuman itu lepas sebelum Sima rui bereaksi.


" Sudah. Jangan cemburu lagi, oke. Malam ini cukup. Ingat kata bibi, kita tidak boleh sering-sering saat trisemester pertama. " Ziyan langsung berucap saat melihat suaminya hendak menciumnya. Ia tahu ciuman sang suami nantinya tidak hanya sekedar menempel. Pasti akan ******* sambil memasukkan daging tak bertulang miliknya. Jika sampai terjadi bisa di pastikan akan ada sesi selanjutnya yang mana akan berakhir hingga subuh.


Sima rui menekuk wajahnya. Namun ia juga tak ingin egois dan membahayakan nyawa putra dan istrinya. Jadi Sima rui hanya mengecup kening ziyan.

__ADS_1


__ADS_2