Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 243 End


__ADS_3

" Hari ini kau cantik sekali ratu ku. " Sima rui memandang ziyan yang terlihat begitu memukau dengan baju penobatannya sebagai ratu.


" Terima kasih sudah datang ke dunia ini. Saat ini, besok, atau pun seterusnya kau akan menjadi satu-satunya ratu ku. Ratu ku yang hebat. " Imbuhnya lalu mencium bibir ziyan.


Hari ini mereka akan di nobatkan sebagai kaisar dan ratu Kekaisaran Jin, menggantikan Sima shao yang memilih pensiun dini.


Sesuai rencana awal, Sima shao ingin menurunkan tahtanya saat Sima rui telah memiliki penerus. Ia sudah lelah duduk di singgasana yang menurutnya sangat melelahkan itu. Dengan pekerjaan yang tidak ada habisnya. Menjadi kaisar memang bukan keinginannya, hanya karena keadaan, dirinya terpaksa menempati kursi tersebut.


Sima shao masih tinggal di istana, meski tugasnya sebagai kaisar telah usai tapi ia tetap melakukan pengawasan pada putranya. Dan yang terpenting ia jadi memiliki banyak waktu untuk bermain dengan putri satu-satunya itu. Alasan utama yang sebenarnya menjadi dasar Sima shao memilih mundur.


Putri A Hua tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik dan menawan. Siapapun yang melihatnya akan terpukau dengan kecantikannya. Selain cantik, gadis itu juga anggun. Namun tak ada yang tahu bahwa itu hanyalah fasat dipermukaan. Yang sebenarnya adalah,


" A Guang berhenti berlari! " A Hua mengejar keponakan kecilnya yang melarikan diri. Gadis yang biasanya tampil lemah lembut mendadak penuh energi tak kalah bar-bar dengan anak laki-laki seusianya.


" Tidak, jika aku tidak cepat ibu pasti akan menghukum ku. " Tolak A Guang menolak menghentikan kaki kecilnya yang terus berlari.


Akhirnya cucu dan putri satu-satunya Kekaisaran Jin itu tiba di istana rixi, sebelum nantinya akan pindah ke istana kaisar setelah penobatan.


" Cepat pakai baju penobatan mu. " A Hua segera memberikan satu set baju resmi pada A guang. Para pelayan yang masih tertinggal ikut membantu A Guang.


" Iya iya. Ya ampun bi kenapa kau cerewet sekali. Semua orang mengatakan kau cantik dan anggun. Tapi mereka tidak tahu bahwa kau sebenarnya sangat cerewet. Kau melebihi ibuku. Ia bahkan tak cerewet ka- Aw. " Pekik A Guang sakit saat A Hua menarik telinga A Guang sebelum ia menyelesaikan kalimatnya.


" Ini sakit. " A Guang mengusap telinganya yang merah.


" Itu hukuman karena kau mengatakan aku cerewet. "


A Guang memilih diam dengan perasaan dongkol. Ia tidak akan mencari lebih lanjut masalah pada wanita yang merupakan adik kesayangan ayahnya itu.


Dengan cepat A Guang mengganti pakaiannya, tidak sampai 10 menit dirinya telah siap.


" Kau ini benar-benar menyusahkan. Bisakah kau lebih dewasa. Jika kakak tahu kau membuat pusing kakak ipar, tamatlah riwayat mu. "


Ucapan bibinya membuat A Guang membeku. Membayangkan kemarahan ayahnya membuat dirinya merinding. Ayahnya memang sangat mencintai istrinya itu yang sayangnya wanita itu adalah ibunya, ibu terbaik baginya.


Dulu A Guang sempat berpikir, benarkah dirinya anak kandung seorang Sima rui. Kenapa ayahnya itu begitu kejam padanya. Pernah satu waktu, ia membuat ibunya kesal karena ia ketahuan membolos, dan tanpa ragu sima rui langsung mengikat tubuhnya dan menyuruh junyi untuk membawanya ke perbatasan.


" Jika kau tak ingin belajar, maka berperanglah. Itu lebih baik dari pada di sini dan membuat istri ku kesal. "


Ayahnya berucap tanpa merasa sedikitpun ragu. Wajahnya bahkan terlihat datar.


" Ayah, lepaskan aku. Istri mu itu ibu ku. Jika ia tahu bahwa kau menyuruhnya membawa ku ke perbatasan, ibu pasti akan sedih karena berpisah dengan putra tampannya. " A Guang memberontak, membuat Junyi bingung. Pertengkaran ayah dan anak itu memang terlihat luar biasa, karena tuannya itu tidak akan segan bertindak keras. Tak memandang meski putra itu baru berusia lima tahun.


Berkat gen humanoid pada Sima rui, A Guang menjadi sosok yang memiliki gen luar biasa juga. selain tampan, ia juga cerdas dan kuat. Bahkan di usianya yang masih lima tahun, ilmu pedang dan literatur sudah ia kuasai. Itulah sebabnya, para menteri mendukung pengangkatan A Guang sebagai putra mahkota.

__ADS_1


" Kau tidak perlu khawatir dengan istriku, ia tidak akan merindukan mu. Aku akan membuatnya melahirkan putra lagi. Jadi kau bisa tenang berperang di sana tanpa perlu mengkhawatirkan hal itu. "


A Guang tak bisa berkata-kata bahkan mulutnya menganga lebar tak percaya. Ayahnya selalu bisa membuatnya tak mampu mengelak.


" Ayah kau kejam. Apa aku ini putra mu? kenapa kau kejam sekali dengan ku. Aku masih lima tahun dan kau mau membawaku ke perbatasan. Huaaa "


" Aku minta maaf, aku janji tidak akan membuat ibu kesal lagi. huaaa. "


A Guang memilih gencatan senjata. Lebih baik ia mengalah dan mengakui kesalahannya. Dari pada harus di lempar ke perbatasan. Jadi satu-satunya cara, ia harus berpura-pura sedih dan menangis, meski sejujurnya ia sendiri merasa geli dengan tindakannya itu.


A Guang tersentak dari kenangan buruk yang baru saja di ingatnya itu. Ia bergidik ngeri bila harus mengulang lagi tingkah kekanak-kanakan yang menurutnya menggelikan itu, tanpa berkaca bahwa dirinya adalah anak-anak.


" Bibi, jangan katakan apapun pada ayah. " Ucap A Guang.


" Memohon. " A Hua dengan senyum iblis.


" Baiklah. Aku mohon A Hua jie jangan katakan hal ini pada ayah. "


A hua menepuk kepala A Guang sembari tersenyum puas. " Bagus, anak baik. "


Sedangkan A Guang merengut menerima perlakuan manis A Hua.


Mereka berdua segera menuju tempat dimana ziyan sudah menunggu dengan wajah masam.


A Guang tersenyum kaku mendengar ucapan ibunya.


" Maaf Bu. Tadi aku terlalu senang bermain dan melupakan jika hari ini adalah hari penting. " A Guang menunduk menyesal.


Melihat wajah sesal putranya, ziyan tak lagi kesal.


" Kakak ipar kau sangat cantik. " Puji Ahua membuat emosi ziyan langsung mencair. Gadis kecil yang sangat cantik itu memang membuat siapa saja tersenyum. Bahkan suaminya yang selalu bersikap dingin, akan melunak jika bersama dengan adiknya.


" Terima kasih sayang. Kau juga sangat cantik. "


' Lihatlah ibuku. Dia bahkan langsung tersenyum saat berbicara dengannya. Mungkin kah aku dan bibi tertukar? ' Gerutu A Guang dalam hati.


Ingin sekali dia mengungkapkan apa yang ada di hatinya.


" Apa kau sudah mengucapkan terima kasih pada bibi mu, A Guang? "


A Guang menggeleng. " Belum bu. "


" Lalu? " Ziyan menatap putranya seolah mengungkapkan kenapa kau tidak mengatakannya sekarang kalau begitu.

__ADS_1


" A Hua jie, terima kasih sudah mengingatkan ku dan membantu ku. " A Guang berbicara sedikit menunduk. Bukan karena menyesal tapi karena malu. Setelah ini ia yakin, bibi kecilnya itu akan menggodanya habis-habisan.


" Aiya... Keponakan kecil ku sudah dewasa ternyata. "


Dan lihatlah, baru juga ia memikirkannya, sang bibi sudah menggodanya. Dan A Guang hanya bisa memasukkan bibirnya agar tak mengeluarkan kalimat protes.


Acara penobatan di mulai,


Di saksikan oleh para pejabat istana. Ziyan dan Sima rui berjalan di atas karpet merah. Taburan bunga seperti hujan yang mengiringi jalan keduanya. Pengalaman yang sama sekali tak pernah ada di benak ziyan bahwa dirinya akan melewati peristiwa besar ini.


Sepanjang langkahnya, ziyan merenung. Banyak kejadian yang sudah ia lewati.


Bermula dari peperangan di dunianya. Lalu sang ibu yang mengirimnya ke sini. Menggantikan yaner dan bertunangan dengan pria yang tidak di kenalnya. Bukankah rencana langit begitu indah. Siapa yang akan menduga bahwa dibalik musibah, dirinya dipertemukan lagi dengan cinta pertamanya.


Bahkan ia masih ingat betul bagaimana reaksi Sima rui saat pertama kali mengetahui bahwa dirinya adalah gadis kecil yang melamarnya dulu. Mengingat hal itu membuatnya tanpa sadar menyungging senyum.


Ziyan duduk di kursi ratu tepat di samping kursi Sima rui. Memandang lurus pada para pejabat kerajaan yang memberikan penghormatan mereka.


" Hidup kaisar dan ratu, panjang umur, panjang umur. " Seru semua orang mengatakan kalimat harapan dan doa, seperti paduan suara yang menggema di seluruh aula.


Menoleh pada sima rui, ziyan teringat ucapan sang suami pagi tadi.


" Terima kasih sudah datang ke dunia ini. Saat ini, besok, atau pun seterusnya kau akan menjadi satu-satunya ratu ku. Ratu ku yang hebat. "


Akhir yang indah adalah awal yang baik.


Kehidupan ziyan dan Sima rui justru di mulai dari sini.


Ratu hebat mau lewat. Selesai.


*********


catatan :


Akhirnya selesai juga cerita ziyan dan Sima rui. Jujur penuh perjuangan banget nyelesain novel ini. Sempet hiatus karena kesibukan di dunia nyata.


Berkat dukungan pembaca, cerita utama novel ini selesai. Tapi jangan ke mana-mana. Karena setelah ini masih ada side story.


Tidak sebatas side story anak-anak ziyan dan Sima rui, tapi juga pemeran yang lain.


Jadi tetap tunggu dan dukung terus author dengan like, komen, vote hadiah dan juga subscribe.


Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2