
Lijin memijat keningnya saat lagi-lagi mendengar permintaan dari para bawahannya. Menurutnya ini bukan permintaan, lebih pada perintah. Meski Lijin juga sangat ingin menyingkirkan Xumu. Tapi ia tidak ingin bertindak gegabah. Ia sangat tahu bagaimana kuatnya Xumu. Karena itu ia tidak ingin ada kesalahan dalam rencananya tersebut. Sedikit saja salah, maka bukan Xumu yang hancur melainkan dirinya sendiri. Karena itu, meski di desak terus menerus, Lijin tidak ingin mengikuti permintaan konyol bawahannya.
" Jika menurut kalian begitu mudah menyingkirkan Xumu. Maka silakan kalian lakukan sendiri. Akan ku lihat usaha keras kalian itu. " Ucap Lijin menantang.
Para bawahan Lijin yang mayoritas pria paruh baya itu seketika bungkam. Mereka adalah para tetua yang dulu berjuang bersama ayahnya dalam mengembangkan organisasi.
' Andai saja tidak mengingat dukungan mereka terhadap ayah dulu. Sudah ku jadikan tumbal kalian pada Xumu. ' Geram Lijin dalam hati.
Seketika semuanya menunduk tak ada satupun yang berani menyuarakan suaranya kembali.
" Ck.. lihatlah. Kalian sekarang malah menunduk saat ku bebaskan kalian mengambil tindakan. " Sindir Lijin.
Kemudian ia kembali bicara. " Meski kalian begitu bernafsu ingin menyingkirkan Xumu, tapi setidaknya gunakan otak kalian. Apa menurut kalian Xumu orang bodoh yang akan dengan mudah kalian singkirkan. " Ujar Lijin menunjuk kepalanya meluapkan emosi yang sejak tadi tertahan.
" Maaf ketua. Tapi kami sudah terlalu jengah dengan sikapnya. Apa lagi kabar terbaru yang kami terima, ia melukai pangeran ketiga, Sima Dan. Tindakan fatal yang ia lakukan pasti tidak akan lama lagi akan membuat kehancuran bagi kita semua. Siapa yang tidak mengenal Sima rui. Ia seperti raja iblis yang bisa membinasakan siapapun. Sedangkan Sima shao, meski ia di kenal sebagai sosok kaisar yang baik hati. Tapi ia ibarat singa tidur yang bisa kapanpun mengamuk. Dan Xumu telah menyinggung keduanya. " Lapor salah satu bawahan Lijin. Perasaan was-was karena menyinggung raja neraka dan juga raja hutan.
Lijin memijat pangkal hidungnya. Kepalanya semakin berdenyut kala mendengar berita yang baru saja di jabarkan oleh salah satu bawahannya. Inilah salah satu yang Lijin takutkan. Terkadang tindakan berlebihan Xumu yang secara tidak langsung mengantarkan seluruh anggota organisasinya ke liang kubur.
" Biarkan aku berpikir. Aku pasti akan memberikan jawaban yang memuaskan untuk kalian. " Semua tetua organisasi Lijin akhirnya setuju. Mereka mengerti arti yang tersirat dalam ucapan Lijin. Tidak lama lagi, Lijin akan mengambil tindakan.
*********
Sima Dan sadar keesokan paginya. Kepala pelayan yang sejak malam menunggu dan merawat Sima Dan karena demam, efek samping dari luka-lukanya itu akhirnya bisa bernapas legas. Wajah tuanya yang lelah tanpa berseri kala melihat majikan yang sudah di anggap seperti putranya itu sadar.
" Syukurlah, anda sudah sadar Yang mulia. Pelayan ini benar-benar sangat khawatir. " Ucap kepala pelayan penuh syukur.
Bibir pucat dan kering Sima Dan membentuk simpul senyum lemah. Merasakan rasa sakit di sekujur tubuhnya.
Pintu terbuka. Sima rui yang mendengar ucapan kepala pelayan langsung membuka pintunya. Matanya mengunci sosok adiknya yang masih terlihat lemas di atas ranjang.
" Akhirnya kau bangun juga. Tahu kah kau, sudah membuat semua orang khawatir. " Cerca Sima rui.
" Maaf kak. Adik mu ini tidak berguna. Bahkan dengan mudah bisa di kalahkan begitu saja. " Sima Dan terkekeh.
" Kepala pelayan Hu, tolong siapkan bubur untuk pangeran ketiga. " Titah Sima rui dan dengan senang hati kepala pelayan bergegas menuju dapur.
Wajah kedua kakak beradik itu berubah serius. Sima rui memang sengaja menyuruh kepala pelayan pergi.
" Kakak sudah tahu bukan siapa yang melakukan ini? " Tanya Sima Dan tanpa membuang waktu.
Sima rui mengangguk. " Dia Xumu. Dia lah yang menculik kakak ipar mu saat itu. Dia bawahan Bai Lijin. Terakhir aku bertemu dengannya saat perburuan. Secara tiba-tiba ia menyerang ku. Sejujurnya saat itu kemampuannya hampir membuatku terdesak. Jika saat itu junyi tidak datang. Mungkin pertarungan itu tidak akan berakhir dengan baik. "
Junyi mendengarkan dengan serius. Jika Kakaknya saja sampai terdesak, apa lagi dengannya. Sima rui meringis mengutuk kebodohannya. Bertindak gegabah karena tak mengenal siapa lawannya.
Mendengar nama junyi disebut, Sima Dan mengingat Heimian. " Kakak bagaimana dengan Heimian? saat pandangan ku belum sepenuhnya hilang, sayup-sayup aku mendengar suara Heimian. Dimana dia kak? Aku harus bertemu dengannya. " Ucap Sima Dan tak sabar.
Sima rui ragu, namun akhirnya ia memutuskan untuk mengatakannya. Baginya percuma merahasiakan sesuatu yang akan diketahui juga.
" Heimian.. Dia sudah meninggal saat ditemukan. Maaf. " Sungguh Sima rui juga merasakan sakit hati saat mengatakannya.
__ADS_1
Tubuh Sima Dan membeku mendengar berita duka tersebut. Dadanya begitu sesak akan penyesalan kala harus merelakan pengawal pribadi sekaligus sahabatnya itu tewas demi menyelamatkannya.
" Menangislah. " Ujar Sima rui. Dengan menangis, Ia harap adiknya itu bisa melepaskan perasaan sesak di dadanya.
" Dan setelah menangis, sembuhkan dirimu, lalu balaskan kematian Heimian. Karena itu, kau harus bangkit dan jadilah lebih kuat. " Sambung Sima rui kemudian.
Sima Dan yang menunduk, tak kuasa menahan lagi air matanya. Bahu kokohnya yang bergetar menjadi bukti bahwa pria itu sedang menangis. Air mata Sima Dan menetes dan jatuh tepat di punggung tangannya yang mengepal.
Cukup lama Sima Dan menangis hingga akhirnya ia merasa lebih tenang. Bahkan saat kepala pelayan yang hendak mengantarkan bubur dihentikan oleh junyi di depan pintu.
" Kakak tolong bantu aku menjadi kuat. Aku ingin membalas kematian heimian. " Ucap Sima Dan penuh tekad.
" Tentu. Namun sebelum itu, lebih baik kau pulihkan lebih dulu tubuh mu. Setelah sembuh total, bersiaplah menerima pelatihan berat dari ku. "
Junyi yang samar-samar mendengar tuannya mengatakan kata pelatihan, langsung merasakan horor. Bahkan punggungnya langsung berkeringat dingin. Sementara tangannya yang memegang mangkuk bubur gemetar.
' Pangeran ketiga memang paling pintar dalam menyiksa diri. ' Monolog junyi dalam hati.
Ziyan yang sudah bangun melihat kasur di sampingnya kosong. Ingat bahwa setelah suaminya mengantarnya kembali, ia mengatakan akan menginap di kediaman Sima Dan.
Hari ini ia berencana bertanya pada snowy perihal mimpi Sima rui. Kemarin karena begitu panik akan kondisi Sima Dan, mereka melupakan masalah itu.
" Apakah snowy sudah sarapan yaoyao? " Tanya ziyan saat yaoyao membantunya merapikan diri.
" Belum wangfei. Pagi-pagi sekali ia sudah berjalan-jalan. "
Ziyan mengerutkan kening heran. " Tumben dia jalan pagi. Aneh. Biasanya dia tidak suka bergerak, bahkan sekedar untuk menguap saja dia malas. "
" Sudahlah. Aku akan menemui kucing gendut itu. Berikan saja makanannya padaku. "
Ziyan membuka kamar yang khusus ia berikan untuk snowy. Awalnya ziyan ingin snowy tinggal di kamarnya. Namun snowy dengar keras menolak usulan itu.
" Apa kau mau merusak mataku dengan menyaksikan adegan dimana kau melakukan tindakan tidak senonoh mu bersama dengan Sima rui. Oh jangan harap. Aku tidak sudi mata suci ku ternoda. Aku tidak mau tahu. Aku harus mendapatkan kamar ku sendiri. " Begitulah tanggapan yang diberikan snowy kala itu.
Ziyan mengedarkan pandangannya dan melihat kucing putih gemuk sedang mendengkur di atas kasur.
" Bukankah yaoyao bilang dia sedang jalan-jalan. Apa yang dia maksud jalan-jalan di alam mimpi. " Lirih ziyan sembari berjalan mendekati snowy.
" Kucing gendut. Bangunlah. Kau tak ingin melewatkan sarapan mu bukan. " Ziyan mendekatkan mangkuk makan snowy ke hidung kucing itu.
" Tumben kau menyiapkan sarapan pagi ku. " Kata snowy, namun matanya masih setia terpejam. Sementara salah satu kaki depan snowy melambai-lambai meraih mangkuknya.
" Bicara mu seolah aku sudah melupakan mu. " Gerutu ziyan.
" Apakah ucapan ku salah? "
" Oke. Baiklah. Aku memang jarang memberi mu makan. Maaf kan aku. " Ucap ziyan dengan wajah memelas. Tapi percuma karena snowy masih setia menutup matanya.
Ziyan meletakkan mangkuk snowy di atas meja, lalu mendaratkan bokongnya di kursi.
__ADS_1
Mendengar ziyan mengucapkan maaf. Snowy tahu bahwa wanita yang duduk di depannya itu memiliki sesuatu yang ingin dibagikan padanya.
" Ada apa? " Tanya snowy langsung berjalan ke arah mangkuk makanannya.
" Makan dulu, baru akan ku ceritakan. "
Snowy tidak keberatan dan langsung mengosongkan mangkuk makanan dengan kecepatan kilat.
" Sekarang katakan. Apa yang ingin kau bicarakan? " Ucap Snowy sembari menjilat kaki depannya.
Ziyan berpikir sejenak, memikirkan bagaimana harus memulainya.
" Sebenarnya ini mengenai humanoid. Apa kau tahu dengan jelas mengenai projek itu. " Ucap ziyan. Lalu kembali ia menjelaskan. " Sebenarnya, ... " Dan mengalir lah cerita perihal mimpi Sima rui.
" Begitulah ceritanya. Bagaimana menurut mu? " Ucap ziyan diakhir cerita.
Snowy menghela napas. " Itu berarti suami mu salah satu humanoid. "
Deg! Jantung ziyan berdetak cepat. Meski dugaan itu sudah pernah ia pikirkan. Namun mendengar langsung dari snowy tetap saja hal itu mengejutkannya.
" A-apa kau yakin? " ziyan mencoba memastikan.
" Sangat yakin. " Snowy memasang wajah serius.
" Tapi dia sama sekali tidak mengingat semua itu. Bahkan dia sendiri mengatakan bahwa tidak ada yang salah dengan ingatannya. "
" Apakah orang gila akan mengatakan dirinya gila. " Jawaban snowy membuat ziyan kesal. Kenapa juga suaminya harus di samakan dengan orang gila.
Kemudian snowy menambahkan. " Jika kau ragu, lebih baik tanyakan pada kaisar atau Huang Guifei. Mereka orang tua sima rui. Pasti mereka tahu sesuatu. "
Ziyan memikirkan saran Snowy. Namun apa yang harus ia gunakan sebagai alasan untuk bertanya. Tidak mungkin kan dia langsung bertanya begitu saja.
" Atau kau bisa memastikan dulu apakah sima rui seorang humanoid atau bukan. " Pancing Snowy.
" Dengan cara? " Dan ziyan memakan umpannya.
" Lihat pada lengannya. Jika ada bekas jarum suntik saat memasukan serum pengubah kromosom. Maka sudah bisa di pastikan bahwa Sima rui salah satu dari mereka. "
" Jika tidak ada? " tanya ziyan.
" ya mungkin itu ingatan semu. Ingatan orang lain yang di tanam padanya sehingga menjadi seolah-olah itu adalah ingatannya sendiri. Jika itu juga bukan berarti itu hanya bunga tidur. " Jawab Snowy dengan santai.
Ziyan berdecak, " Bisakah kau lebih serius. Aku benar-benar bertanya padamu. " kesal ziyan karena Snowy yang terkesan menjawab dengan asal.
Snowy memupuk kembali kesabaran agar tumbuh subur. Mengingat saat ini ia sedang berbicara dengan ibu hamil. Spesies yang sangat terpengaruh dengan yang namanya hormon.
" Aku juga serius. Serum yang di suntikan akan memberikan bekas berupa tonjolan. Karena itu aku menyuruh mu untuk melihatnya. " Papar snowy.
" Maaf, aku berpikir kau sedang bergurau. "
__ADS_1
" Sebenarnya sejak awal juga aku sudah curiga dengan Sima rui. Kecerdasan dan kemampuannya di atas rata-rata manusia biasa. Tapi setelah mendengar cerita mu hari ini aku tahu alasannya. "