Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
informasi yang mengejutkan


__ADS_3

Mo yincheng dan ziyan terdiam. Tidak ada yang membuka suaranya lagi. Setelah mendengar informasi yang sangat mengejutkan dari ziyan. Berbagai perasaan dirasakan Mo yincheng. Marah, benci, kecewa, sedih, semuanya menjadi satu. Ia sungguh tak menyangka, putri adiknya sendiri yang tak lain keponakannya, Yuefeng berani melakukan hal yang begitu keji dan kejam.


Selain mengetahui perbuatan yuefeng yang berhubungan dengan insiden barusan, ia juga tahu bahwa keracunan putrinya ternyata perbuatannya juga. Demi perjodohan dengan pangeran pertama ia tega membunuh saudaranya sendiri.


Mo yincheng ingin sekali mengambil pedangnya sekarang juga dan menebas gadis keji itu. Kemarahan dan kekecewaannya benar-benar sudah hampir membuatnya gila. Selama ini ia hanya mengetahui orang-orang yang terlibat secara tak langsung dengan kematian putrinya, namun ia tak menyadari orang yang secara langsung membunuh putrinya. Semuanya menjadi masuk akal sekarang, bagaimana bisa putrinya yang selalu berada di kediaman bisa diracuni. Ternyata selama ini, ia memelihara ular berbisa.


"Sejak kapan kau menyadari keterlibatan yuefeng? "


"Awalnya ini hanya kesimpulanku, namun.... ini membuktikan semua teoriku. " Ziyan menyerahkan sepucuk kertas.


Surat yang tidak sengaja ditemukannya di sela-sela halaman buku yaner. Beberapa hari setelah dirinya tiba di kediaman mo. Ia membaca beberapa buku koleksinya yang ada diruang bacanya dan tak sengaja menemukan surat pendek yaner. Surat tanpa tujuan penerima dan mungkin ditulis yaner saat dirinya sudah merasa sangat putus asa.


' 𝙳𝚎𝚖𝚒 𝚔𝚎𝚔𝚞𝚊𝚜𝚊𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚜𝚝𝚊𝚝𝚞𝚜, 𝚝𝚎𝚐𝚊 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚞𝚗𝚞𝚑 𝚜𝚊𝚞𝚍𝚊𝚛𝚊 𝚜𝚎𝚗𝚍𝚒𝚛𝚒. 𝙰𝚙𝚊𝚔𝚊𝚑 𝚒𝚝𝚞 𝚜𝚎𝚝𝚒𝚖𝚙𝚊𝚕? 𝚓𝚒𝚔𝚊 𝚖𝚎𝚖𝚊𝚗𝚐 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚒𝚗𝚐𝚒𝚗𝚔𝚊𝚗𝚗𝚢𝚊, 𝚋𝚒𝚌𝚊𝚛𝚊𝚕𝚊𝚑 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗𝚔𝚞 𝚍𝚊𝚗 𝚊𝚔𝚞 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚜𝚞𝚔𝚊 𝚛𝚎𝚕𝚊 𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗𝚗𝚢𝚊. 𝙰𝚔𝚞 𝚜𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗𝚐𝚐𝚊𝚙𝚗𝚢𝚊 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚊𝚍𝚒𝚔𝚔𝚞 𝚜𝚎𝚗𝚍𝚒𝚛𝚒. 𝚃𝚊𝚙𝚒 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚕𝚒𝚔𝚗𝚢𝚊, 𝚜𝚎𝚙𝚎𝚛𝚝𝚒𝚗𝚢𝚊 𝚒𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗𝚐𝚐𝚊𝚙𝚔𝚞 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚖𝚞𝚜𝚞𝚑𝚗𝚢𝚊. 𝙰𝚔𝚞 𝚍𝚒𝚊𝚖 𝚋𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚊𝚛𝚝𝚒 𝚊𝚔𝚞 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚎𝚌𝚞𝚝, 𝚊𝚔𝚞 𝚑𝚊𝚗𝚢𝚊 𝚝𝚊𝚔 𝚒𝚗𝚐𝚒𝚗 𝚖𝚎𝚛𝚞𝚜𝚊𝚔 𝚑𝚞𝚋𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚊𝚗𝚝𝚊𝚛 𝚔𝚎𝚕𝚞𝚊𝚛𝚐𝚊. 𝙰𝚔𝚞 𝚑𝚊𝚛𝚊𝚙, 𝚜𝚊𝚊𝚝 𝚜𝚎𝚜𝚎𝚘𝚛𝚊𝚗𝚐 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚌𝚊 𝚜𝚞𝚛𝚊𝚝 𝚒𝚗𝚒. 𝙳𝚒𝚊 𝚜𝚞𝚍𝚊𝚑 𝚋𝚎𝚛𝚞𝚋𝚊𝚑 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚘𝚛𝚊𝚗𝚐 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚕𝚎𝚋𝚒𝚑 𝚋𝚊𝚒𝚔, 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚜𝚎𝚙𝚎𝚛𝚝𝚒 𝚢𝚞𝚎𝚏𝚎𝚗𝚐 𝚍𝚒𝚖𝚊𝚜𝚊 𝚔𝚎𝚌𝚒𝚕. 𝙰𝚔𝚞 𝚝𝚊𝚔 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚊𝚕𝚊𝚑𝚔𝚊𝚗𝚗𝚢𝚊, 𝚔𝚊𝚛𝚎𝚗𝚊 𝚊𝚔𝚞 𝚝𝚊𝚑𝚞 𝚒𝚊 𝚑𝚊𝚗𝚢𝚊𝚕𝚊𝚑 𝚙𝚒𝚘𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚒𝚐𝚞𝚗𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚘𝚛𝚊𝚗𝚐 𝚕𝚊𝚒𝚗.


𝚢𝚞𝚎𝚏𝚎𝚗𝚐, 𝚊𝚔𝚞 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚊𝚢𝚊𝚗𝚐𝚒𝚖𝚞 𝚍𝚊𝚗 𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚜𝚊𝚞𝚍𝚊𝚛𝚊𝚔𝚞. '


Ziyan tak lansung memberitahu perihal hal ini pada Mo yincheng ataupun Hou minglan, ibunya. Itu karena ia tak ingin membangunkan ular yang sedang tertidur. Jika benar isi surat yaner. Maka ia hanyalah pion dari tersangka sebenarnya. Ia harus menemukan bukti siapa saja yang terlibat, dari yuefeng.


"Maaf ayah, ini pasti berat untukmu. Karena itu aku tak ingin memberitahumu. Setidaknya untuk sekarang. Hanya saja aku tak menyangka, dia akan bergerak menggunakan cara yang tidak bermoral itu. Aku hanya ingin setelah ayah mengetahui hal ini. Ayah bisa menahan diri untuk tak menyakiti yuefeng. Kita membutuhkannya untuk mengetahui siapa orang yang berada di belakangnya."


Sebenarnya permintaan ziyan yang memintanya untuk tak menyakiti yuefeng adalah hal mustahil yang tak mungkin di lakukannya. Karena keinginan terbesarnya saat ini adalah membuat gadis itu merasakan sakit seperti yang dirasakan putrinya. Tapi logikanya membuat mo yincheng tersadar ada hal yang lebih penting dari sekedar balas dendam. Ia harus menemukan dalang sesungguhnya dan menghukumnya.


"Baiklah. Untuk sekarang aku hanya akan melihat gadis itu, dan tak akan menyakitinya. Tapi mulai sekarang aku tak akan sudi menganggapnya sebagai keponakanku lagi. Dan setelah aku menemukan dalang sesungguhnya. Akan ku pastikan namanya hilang dari silsilah keluarga Mo."

__ADS_1


Ziyan mengerti betul bagaimana perasaan mo yincheng sekarang, untuk memintanya tak melakukan apapun pada pembunuh putrinya saja itu sudah termasuk permintaan yang sulit. Jadi apapun yang terjadi pada yuefeng setelah dalang sebenarnya ditemukan, itu sudah bukan urusannya.


" Jadi langkah apa yang akan kau lakukan setelah ini."


"Karena rencananya kali ini gagal, aku yakin dia akan bergerak lagi. Ada kemungkinan dia akan kembali menggunakan racun yang sama yang dia gunakan pada Yaner. Jadi .... " Ziyan pun mulai menjelaskan secara singkat rencananya.


"Baiklah jika menurutmu itu langkah yang terbaik. Aku juga tidak akan mengatakan hal yang kita bicarakan ini pada ibumu. Jika ia tahu tentang apa yang sudah wanita keji itu lakukan pada yaner. Aku takut ia akan langsung mengambil pisau dapur dan menghujaninya saat itu juga." mo yincheng bisa membayangkan betapa emosinya istrinya nanti. "Tapi tetaplah waspada. Aku sudah kehilangan putriku sekali, Jadi aku tak ingin kehilangan putriku lagi. "


Ziyan mengangguk. Setelah pembicaraan serius mereka berdua. Tuan mo bergegas kembali ke halamannya. Sementara ziyan, karena belum saatnya makan malam. Ia kembali ke halaman belakang untuk menemui pelayan wanita yang bermasalah tadi.


Yaoyao dan luyi berjaga didepan gudang kayu tempat wanita itu dikurung.


"Ehem.." Ziyan merasa tak enak sudah mengganggu obrolan keduanya. Namun ada hal penting yang harus ia lakukan. " Luyi, Terima kasih sudah membantu. Ayahku sudah kembali ke kediamannya. Jadi kau bisa kembali juga."


"Hm baiklah. Oh ya yaoyao bisakah kau membawakan aku seember air dingin? "


"Air dingin? ...Baik nona. " Meski tak tahu untuk apa nonanya itu membutuhkan air dingin, tetap saja yaoyao pergi untuk mengambilnya.


Melihat usia luyi yang tidak jauh berbeda dengan xiaoqi, tak heran jika ziyan merasa tidak terlalu canggung dengannya. Seandainya usia pengawal ayahnya ini sama dengan ayahnya, mungkin dirinya akan merasa sungkan untuk meminta bantuannya.


Luyi membuka pintu gudang kayu tersebut. Melihat wanita itu masih terikat tak sadarkan diri. Ziyan membawa ember penuh dengan air dingin itu dan masuk kedalam sendiri. Ziyan meminta luyi dan yaoyao untuk berjaga diluar.


"Aku tak boleh ikut masuk nona? " Yaoyao tak ingin ziyan masuk sendiri, ia khawatir kalau-kalau wanita itu akan melakukan sesuatu yang buruk padanya.

__ADS_1


"Tidak. Kau disini berjaga dengan luyi."


Ziyan menutup pintu, dan berjalan mendekati wanita itu.


"Bangun. Aku tahu kau sudah sadar. " Masih tak ada gerakan dari orang yang di maksud. Ziyan memutuskan untuk menggunakan cara lebih keras. "Karena kau tak ingin bangun dan lebih suka berpura-pura. Maka aku juga tidak akan pura-pura berbaik hati lagi. "


Ziyan mengambil gayung penuh dengan air dingin lalu mengguyurkannya pada wanita tersebut.


"Aaaahhhh." Wanita itu menjerit terkejut, ia langsung membuka matanya lebar, merasakan hawa dingin yang merembes masuk kedalam bajunya.


"Sudah ku bilang jangan pura-pura. Aku tahu kau sudah sadar."


"No, nona yaner. " Ucap wanita itu dengan gagap. Akting pingsannya ternyata tak membantunya sama sekali.


" Namamu yimin bukan? " ziyan mendekatkan wajahnya lebih dekat. " Dengar. Aku berikan kau dua pilihan, katakan semua yang kau ketahui, atau akan ku patahkan kedua tangan dan kakimu lalu menjualmu dipasar budak. "


Ziyan serius dengan apa yang diucapkannya. Ia tak pernah menyisakan sedikitpun 'Akar' yang akan menjadi masalahnya kelak.


Melihat keseriusan ziyan. Yimin merasakan kengerian menjalar di punggungnya membuat punggunya terasa lebih dingin. Entah karena air dingin atau keringat dinginnya yang merembes keluar.


"A, ampun nona. Aku tidak tahu apa maksud nona. "


Melihatnya yang masih tak mau jujur, ziyan berdiri dan mengambil sebuah balok kayu.

__ADS_1


"Aku tahu kau yang masuk ke kamarku dan mengoleskan obat itu pada bantalku. Karena kau tak ingin jujur. Baiklah. Sesuai dengan ucapanku tadi, akan ku patahkan tangan dan kakimu. "


__ADS_2