Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 283 side story ( A Guang story)


__ADS_3

Benteng Pertahanan militer di perbatasan.


" Pangeran, seseorang membawa pesan untuk anda? " Salah satu prajurit datang dan membawa sebuah gulungan kepada Sima Feng.


A Feng segera membuka dan membaca pesan tersebut. Salah satu sudut bibirnya terangkat. Lalu berbicara pada bawahannya.


" Apakah orang yang mengirim pesan masih ada? "


" Masih Yang mulia. "


Sima Feng mengambil sebuah kantong uang di balik bajunya lalu mengeluarkan beberapa tael perak. Jumlah yang cukup besar dan bisa untuk makan satu keluarga rakyat biasa selama satu bulan.


" Berikan ini untuknya dan sampaikan ucapan terima kasih ku. "


Prajurit itu segera menjalankan apa yang diperintahkan.


" Ling He ayo kita segera pergi. Kita harus menyelesaikan tugas yang di berikan kakak. " A Feng bangkit dan berjalan keluar.


" Baik Yang mulia. " Ling He segera mengikuti tuannya.


Jika putra mahkota sampai meminta pangeran kedua untuk menyelesaikannya maka itu adalah masalah yang cukup serius. Setidaknya itu yang di tangkap oleh Ling he selaku pengawal pribadi A Feng. Karena ia melayani orang yang cukup irit bicara dan pelit menjelaskan. Maka ia harus lebih pintar dalam membaca situasi.


********


Di kerajaan Shu.


" Apa kau sudah mendapatkan informasi yang ku minta? "


Xiao wen mengangguk dan mulai memaparkan semua informasi yang sebelumnya di minta oleh A Guang.


Ternyata negara Shu terdapat pusat informasi yang menjual segala macam informasi berdasarkan dengan jumlah uang yang di tawarkan.


" Jadi disini ada tiga kelompok dagang utama? " Tanya A Guang memastikan setelah xiao wen selesai menyampaikannya.


" Benar Yang mulia dan kelompok dagang dimana Gu shang bekerja merupakan salah satunya. "


A Guang mengangkat salah satu alisnya. " Kebetulan sekali. Lanjutkan. "


Lalu Xiao wen juga menambahkan. " Kabarnya salah satu kelompok dagang adalah milik kerajaan, karena itu kemungkinan besar kita akan bekerja sama dengan mereka. Tapi karena ada penolakan dari kelompok dagang lain yang menolak monopoli yang di lakukan oleh pihak kerajaan, akhirnya di putuskan bahwa setengah kerja sama kita akan di lakukan oleh salah satu satu dua kelompok dagang sisanya. "


" Dengan begini. Maka jumlah pengiriman barang akan lebih stabil. "


Perjanjian kerjasama dagang antara Jin dan shu memang selalu di perbarui setiap tiga tahu sekali. Ini penting untuk kembali meninjau beberapa poin yang menurut kedua belah pihak sudah tidak memberikan keuntungan.


" Apa kau sudah menemukan informasi mengenai dua kelompok dagang itu? " A Guang kembali bertanya.


Senyum puas tampak di wajah A Guang begitu Xiao wen mengangguk.


Ia memang selalu melakukan pekerjaan dengan baik dan efisien. Tidak salah jika ia menjadi putra paman Xiao Qi.


" Yang pertama kelompok dagang Haidao. Awalnya mereka memfokuskan pada transaksi laut dengan beberapa negara asing. Namun setelah jalur sungai dibuka. Mereka pun mulai masuk dan ikut membuka perdagangan jalur sungai. " A Guang mengangguk paham. Kelima jarinya kanannya mengetuk meja secara bergantian.


" Kelompok dagang Haidao dikenal cukup kejam karena tidak segan-segan menghancurkan kelompok dagang lain yang menjadi pesaingnya. Dan yang paling penting adalah mereka melakukan penjualan opium dengan bangsa asing. "


Brak!

__ADS_1


A Guang memukul keras meja. Xiao wen ingin terkejut, tapi ia sudah terbiasa.


Wajah A Guang merah padam karena amarah yang tak bisa di sembunyikan lagi. " Apakah mereka yang membuat opium masuk ke negara kita? "


" Kemungkinan besar. Karena hanya haido yang melakukan impor opium dari negeri asing. "


A Guang tersenyum iblis. " Kalau begitu kumpulkan bukti penyelundupan opium yang mereka lakukan. Aku ingin membungkam mulut mereka. "


" Baik. Lalu apa anda tak ingin mendengar tentang kelompok dagang yang kedua? "


" Tidak perlu. Lakukan saja apa yang ku perintahkan tadi. " Melambaikan tangan, mengusir Xiao wen.


Xiao wen segera pergi mengurus apa yang di perintahkan A Guang. Namun ia juga meninggalkan catatan informasi yang sudah ia kumpulkan.


A Guang yang seorang diri di penginapan merasa bosan. Sedangkan menteri pei baru akan tiba dua hari lagi. Jadi ia memutuskan mencari hiburan di ibukota.


Ia menyusuri jalanan ibukota yang ramai. Langkahnya terhenti saat ia tiba di sebuah tempat yang ia yakini adalah sebuah kasino.


" Bukankah ini sebuah kasino? Kenapa ada di negara ini juga? Apakah ibu juga membuka cabang disini? " Gumam A Guang pada dirinya sendiri.


Ia pun melangkah masuk. Sungguh apa yang dilihatnya membuat A Guang cukup terkejut. Tempat itu tidak jauh berbeda dengan kasino milik ibunya.


" Dasar bajingan. Kau pasti berbuat curang."


" Kau yang tidak bisa bermain, Jadi menuduh ku curang. Memalukan! "


Keributan itu berubah menjadi perkelahian. Semua yang menonton tak ada satupun yang berniat memisahkan.


A Guang tak ingin ikut campur jadi ia hanya melihat. Lagi pula sudah biasa hal seperti ini terjadi. Karena tak jarang kasino ibunya juga mengalami hal serupa.


Hal itu sontak menarik perhatian A Guang.


" Hentikan! " Teriak salah satu orang dari kelompok itu.


Suaranya yang keras membuat A Guang ikut terkejut.


Keributan itu seketika terhenti. Semua orang kini mengalihkan perhatiannya pada sekelompok orang yang baru saja datang itu.


" Tuan Ya se mengatakan bahwa setelah ini jangan datang ke mari lagi. Kalian selalu membuat keributan. Ini sudah ketiga kalinya. Jadi pemberian larangan adalah keputusan akhir. "


Terdengar perdebatan mereka. Lalu muncul sebuah sosok yang cukup A Guang kenal. Beberapa kali pernah datang menemui keluarganya. Merupakan saingan sejati ayahnya.


A Guang berjalan mendekat. Matanya sama sekali tidak beralih dari wajah pria paruh baya bermata biru tersebut.


" Paman arthur. " Panggil A Guang tanpa sadar.


Arthur yang mendengar nama asingnya disebut menoleh dan melihat A Guang berdiri di antara pengunjung kasino nya.


Arthur yang begitu senang melihat pemuda yang sudah di anggapnya seperti putranya itu langsung memberikan pelukan.


Kini semua orang tercengang. Ya se atau Arthur yang terkenal sebagai pria tak tersentuh dan dingin. Namun kini ia terlihat dengan wajah ramah penuh senyum. Kebahagiaan jelas tergambar jelas di wajah pria itu.


" Siapa dia? kenapa tuan Ya se tampak begitu senang bertemu dengannya? "


" Aku tidak tahu."

__ADS_1


Beberapa orang mulai menebak siapa A Guang.


Arthur yang bahagia tanpa sadar berkata 'putraku'. Dan semua orang akhirnya mendapatkan kesimpulan bahwa A Guang adalah putra Arthur.


Kesalahpahaman itu semakin berkembang hingga akhirnya beberapa orang berpendapat bahwa A Guang adalah anak haram Arthur. Karena pria itu tidak pernah menikah. Jadi pikiran itu muncul dari fakta tersebut.


" Jadi paman membuka kasino ini juga. " Tanya A Guang yang memang sejak tadi digelayuti oleh rasa penasaran.


Keduanya sudah berada di kediaman Arthur. Sebuah bangunan megah yang ia bangun dari keringatnya sendiri.


Ketika Wang yi naik tahta, Arthur sebenarnya sudah di tempatkan olehnya sebagai salah satu menteri.Namun ia menolak karena tidak menyukai urusan kerajaan yang penuh dengan segala intrik di dalamnya. Istana mengingatkannya dengan Kerajaan di dunianya.


Perebutan tahta antara keluarga Wellington dengan keluarga Kekaisaran secara tidak langsung menyebabkan peperangan yang akhirnya membuat Gaia dan juga dirinya berada di dunia ini.


Karena itu ia lebih memilih untuk melanjutkan serikat dagang yang ia bangun bersama wang yi dan mengelola kasino miliknya.


Hal itu membuatnya memiliki banyak waktu, hingga beberapa tahun sekali ia bisa berkunjung ke negara Jin. Maka tidak heran bila ia memiliki hubungan yang baik dengan semua anak-anak Gaia. Karena baginya anak yang dilahirkan wanita itu adalah anak-anaknya juga.


Pernyataan itu tentu saja membuat Sima rui kesal. Mengakui pohon yang ditanam di pekarangan sendiri dan dari bibit miliknya sendiri. Namun di akui oleh orang lain.


Sungguh pencurian secara terang-terangan. Sayangnya Arthur terlalu keras kepala untuk mendengar sindiran Sima rui.


Arthur tertawa saat mendengar pertanyaan A Guang.


Lalu ia pun menjawab. " Kasino ini tidak sepenuhnya milikku. Ada saham ibu mu di dalamnya. Jadi secara tidak langsung ini menjadi milik kami berdua. "


Tiba-tiba A Guang merasakan sebuah bahaya dari kalimat yang baru saja dikatakan Arthur.


" Paman, tolong jangan berkata seperti itu jika di depan ayah. Aku tidak ingin menciptakan badai di rumah. "


Alih-alih takut, Arthur justru kembali terbahak. " Apakah ayahmu masih seperti guci cuka? "


" Lebih parah. Aku bahkan dihukum kesini juga karena salah satu alasan itu. Ayah cemburu karena ibu lebih memikirkan ku dari pada dirinya. Bukan kah cinta ayahku sangat menakutkan? "


Arthur menjelaskan. " Itu bukan menakutkan. Ayah mu hanya terlalu mencintai ibu mu. Bahkan aku sangat yakin tak ada satu orang pun yang lebih mencintai ibu mu dari pada dirinya. "


Tak ada raut cemburu atau marah di wajah Arthur. Pria itu sudah berdamai dengan perasaannya dan lebih memilih untuk menyimpan cintanya rapat-rapat. Baginya asal Gaia-nya bahagia maka ia juga bahagia.


A Guang tersenyum mendengarnya. Ia juga tahu bahwa kedua orang tuanya saling mencintai. Jadi meski kesal dengan sikap berlebihan ayahnya, ia juga bahagia karena cinta ayahnya masih sangat besar untuk sang ibu.


" Jadi itulah kenapa kau berada di sini? Hukuman seperti apa yang harus di lakukan disini? " Tanya Arthur.


Mungkin ia bisa membantu sedikit untuk 'putranya ' ini. Arthur berpikir demikian.


A Guang mulai menjelaskan maksud tujuannya datang ke shu. Selain perpanjangan dan peninjauan kerjasama. Ayahnya juga ingin membuat kerjasama tentang larangan pengedaran opium.


Obat terlarang itu sudah masuk ke Jin dan akhir-akhir ini sudah memakan korban. Selain itu kecanduan opium juga membuat tingkat kejahatan meningkat.


Karenanya, sima rui sengaja mengutus A Guang untuk berunding tentang masalah ini.


" Aku akan coba bicara dengan Kaisar shu. Mungkin ia akan sedikit memikirkannya. Mengingat di shu juga opium sudah cukup meresahkan. "


A Guang menggeleng, " Tidak paman. Aku akan berusaha menanganinya sendiri. Aku rasa aku perlu belajar menyelesaikannya. " Ia tersenyum kaku.


A Guang tidak ingin menggali kuburnya sendiri. Jika ayahnya sampai tahu bahwa Arthur membantunya bukankah itu sama saja dengan mengundang hukuman lain untuknya.

__ADS_1


Dan mungkin saja hukuman selanjutnya akan lebih mengerikan dari sekarang.


__ADS_2