Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 353 Side story ( A Feng story)


__ADS_3

Sima Fei benar-benar kecewa dengan apa yang baru saja ia dengar. Saudara kembarnya ini tega mengusirnya demi melindungi wanita ular itu.


" Otak mu sudah benar-benar rusak. Aku yakin wanita ular itu sudah memberi mu racun. Itulah kenapa kau menjadi bodoh sekarang. Baik, aku akan pergi dan mari kita lihat apakah ibu masih akan menerima wanita ini setelah mendengar kau mengusir ku. Kau tahu bukan, ibu paling benci wanita yang menjadi roda tiga, terlebih dia juga membuat hubungan persaudaraan kita retak. "


Kemudian beralih menatap tajam Gu Feifei, " Dan kau, jangan senang dulu. Meski di masa depan kau berhasil menjadi selir pria bodoh ini. Keluarga Sima tidak akan pernah menerima mu. "


Sima Fei segera mendorong meja dan bangkit dari kursi. Sebelum pergi, ia menatap tajam Gu Feifei lagi yang menunduk seolah sedang merasa bersalah, tapi A Fei tahu diam-diam ia tersenyum melihat pertengkarannya dengan A Feng.


Suasana ruang makan berubah hening. Semua orang sibuk akan pikiran masing-masing.


" Ma-maaf, gara-gara aku, kalian bertengkar. Tolong jangan usir putri pangeran. Aku akan minta maaf padanya agar ia tidak marah lagi. " Cicitnya pada Sima Feng.


Setelah menghembuskan napas kasar, Sima Feng berkata. " Tidak perlu. Lebih baik kau jangan bertemu dengannya untuk sementara waktu. Pergilah ke kamar mu terlebih dulu. Aku akan menemui mu nanti. "


Gu Feifei mengangguk patuh, lalu berdiri dan bergegas meninggalkan ruang makan. Ia melirik sekilas pada Liu Ru dan tersenyum sinis hingga akhirnya melangkah pergi.


Hal itu tidak terlewatkan dari pandangan Xiao Yi. Bocah jenius itu tentu sadar jika perubahan ayahnya ada hubungannya dengan wanita itu. Entah kenapa ia mulai menyesali keputusan ibunya yang dulu memilih kembali pada ayahnya. Andai saat itu ia tidak sering menanyakan tentang siapa ayahnya. Mungkin ibunya tidak akan berpikir jika ia membutuhkan sosok seorang ayah. Nyatanya sekarang ia justru merindukan masa-masa ketika mereka hanya hidup berdua.


" Wangfei bisakah kita berdua bicara. " Ajak Sima Feng.


Liu Ru melihat Sima Feng sekilas lalu beralih pada putranya. " Xiao Yi, bisakah kau hibur bibi mu. Ibu dan ayah harus membicarakan sesuatu. "


Sengaja Liu Ru meminta putranya untuk pergi. Anaknya masih terlalu kecil dan Liu Ru tak ingin putranya mendengar pembicaraan orang dewasa.

__ADS_1


" Ada apa? " Tanya Liu Ru setelah Xiao Yi dan para pelayan pergi.


Saat ini hanya ada mereka bedua. " Maaf. Apa kau juga berpikir bahwa sikap ku sudah keterlaluan karena lebih memperhatikan Feifei? tabib mengatakan bahwa Feifei sakit karena kesedihannya atas kematian kakaknya. Karena itulah aku berusaha untuk lebih memperhatikannya. Tapi aku tidak tahu jika itu akan membuat mu, Sima Fei, dan juga Xiao Yi marah. "


Liu Ru menarik napas dalam sebelum bicara. " Kau tahu, aku dulu berpikir bahwa kau kemungkinan bukan manusia. Bagaimana bisa seorang manusia begitu sempurna. Tapi beberapa hari ini akhirnya aku mengerti bahwa kau hanyalah manusia biasa, yang tak lepas dari rasa bimbang dan kesalahan. "


" Saat ini bukan aku yang seharusnya menerima permintaan maaf mu, tapi A Fei lah yang seharusnya mendengarkannya. Kau mungkin tidak sadar, bagaimana hancurnya perasaan A Fei saat ini. Terlebih setelah kau lebih membela Feifei alih-alih dirinya. Aku yakin sekali, dirinya pasti sangat sedih sekarang. "


" Sekarang kau temui A Fei dan bicaralah baik-baik. Jika memang ia ingin kembali ke ibukota setidaknya setelah hubungan kalian berdua membaik. "


Sima Feng tampak termenung. Merasa apa yang baru saja di ucapkan oleh istrinya masuk akal.


" Baiklah. Aku akan menemuinya. Terima kasih karena sudah mendengarkan ku dan memberikan saran untuk ku. Sungguh, aku begitu beruntung memiliki mu sebagai istri ku. "


" Berhenti berbicara omong kosong. Cepatlah temui A Fei. "


Senyum yang sejak tadi Liu Ru tunjukkan perlahan hilang bersama kepergian Sima Feng. Ia mengelus perutnya yang masih rata. Entah apa yang ada di pikirannya, hanya dirinya yang tahu. Ia hanya berharap agar apapun keputusannya kelak adalah yang terbaik untuk semuanya.


Gu Feifei berjalan menuju kamarnya dengan senyum mengembang di wajahnya. Setelah ia membuat drama yang berakhir dengan Sima Fei yang terpojok, semakin membuat suasana hatinya semakin baik.


' Akhirnya wanita itu merasakan apa yang aku rasakan selama ini. Apa menurutnya pangeran akan selalu membelanya? Hahaha lihat saja, cepat atau lambat akan ku buat ia pergi dari kediaman ini. ' Batinnya.


" Bagaimana dengan tabib itu? " Lirihnya bertanya pada pelayannya saat mereka hanya berdua setelah tiba di kamarnya.

__ADS_1


Pelayan yang awalnya milik kediaman Sima Feng. Namun karena sering menerima uang yang sebenarnya suap dari Feifei, membuatnya beralih menjadi pelayan wanita itu.


" Sudah di bereskan nona. " Pelayan itu melaporkan tugasnya dengan senyum lebar, menunggu Feifei memberikan uang lagi padanya.


Dan benar saja, setelah itu, Feifei memberikan sekantong tael perak pada pelayannya.


" Kerja bagus. Pastikan tidak ada lagi yang mengetahui ini. " Ucap Feifei penuh penekanan.


" Nona, kau tenang saja. Semuanya rapi. Bahkan meskipun ia bangkit dari kubur, tabib itu tidak akan bisa memberitahu kebenarannya pada Yang mulia. "


Segera tangan pelayan itu menutup mulutnya begitu melihat mata Feifei mendelik padanya. Seolah berkata, ' Diamlah. Jangan terlalu banyak bicara. '


Tabib itu sebenarnya orang yang di bayar Feifei untuk membuat diagnosa palsu. Ia yakin jika Sima Feng tahu bahwa sakitnya karena beban pikiran dan kerinduan akan sosok kakaknya yang meninggal karena dirinya. Sima Feng yang selalu menjunjung tinggi tanggung jawabnya akan merasa terbebani.


Dan sesuai dugaan, sikap Sima Feng langsung berubah.


Setelah Sima Feng memberi perhatian kecil, Feifei secara perlahan akan membuat hubungannya dengan A Fei dan yang lain retak, dengan begitu akan lebih mudah untuknya menyingkirkan mereka setelah hubungan mereka dengan Sima Feng merenggang.


Setelah itu Feifei akan merayu Sima Feng secara perlahan. Tak masalah jika ia memulainya dari seorang selir. Barulah setelah ia berhasil menyingkirkan Liu Ru, Feifei bisa merangkak naik menggantikannya sebagai permaisuri.


Memikirkan akhir rencananya yang begitu indah membuat Feifei tak sabar untuk memulai rencana selanjutnya. Dan itu tidak akan lama lagi.


Di tempat lain, Sima Feng yang baru saja memasuki kamar A Fei mendadak mendapatkan lemparan cangkir. Beruntung Sima Feng begitu responsif, hingga ia bisa menghindarinya dengan mudah.

__ADS_1


" Hei, apakah kau ingin membuat kepala ku berlubang? " Seru Sima Feng melihat pada cangkir yang kini sudah hancur setelah seseorang melemparkannya.


" Itu benar. Aku harap aku bisa melubangi kepala mu lalu mengeluarkan otak mu yang rusak itu Dan menggantinya dengan otak babi. "


__ADS_2