Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 135


__ADS_3

Ziyan menatap Sima rui tak berkedip, ia menunggu siapa gerangan orang tersebut. Orang yang ada di belakang hong dawei yang sekaligus orang yang meracuni Yaner.


" ... Ibu suri. " Ucap sima rui. Ia menatap mata kekasihnya yang tampak terkejut saat dirinya menyebut nama tersebut.


" Bagaimana bisa? " Gumam ziyan. " Apa kau yakin pangeran? "


" Awalnya aku sendiri juga tidak yakin. Tapi penyelidikan dua hari lalu menjawab semuanya. Pengawal rahasia yang ku perintahkan mengikuti pelayan menteri guan waktu itu membawa ku pada kuil Heping. "


" Dengan menggunakan sumbangan para pengunjung, ibu suri mendapatkan sumber dana yang ia gunakan untuk melatih prajurit rahasianya. Sayangnya, dimana keberadaan para prajurit tersebut masih belum diketahui. "


Penjelasan sima rui kini menjelaskan alasan kenapa kuil Heping begitu terkenal di kalangan atas. Dan ia juga yakin rumor keampuhan doa di kuil Heping juga pasti tak lepas dari campur tangan ibu suri. Kuil yang seharusnya digunakan untuk tempat berdoa, berubah menjadi tempat penggalangan dana gelap. Orang normal tidak akan memikirkan hal itu.


" Pantas saja. " Ziyan kembali teringat dengan anggota Heilong yang kehilangan jejak di sekitar kuil Heping saat mengikuti dua bayangan hitam yang kala itu menyelinap ke markas ketua gui.


" Tapi kita tidak bisa begitu saja menghukum ibu suri. " Lanjut sima rui.


Ziyan tahu tanpa harus bertanya kenapa sima rui berkata demikian. Karena wanita licik seperti ibu suri sudah pasti tidak akan menggunakan tangannya dalam setiap kejahatan yang ia lakukan atau dengan kata lain ia melakukannya dengan sangat bersih hingga tak meninggalkan jejak apapun.


" Kalau begitu dari pada kita mencoba berburu, bukannya lebih baik membiarkan buruan yang mendatangi kita. Jika dilihat dari semua kejadian yang terjadi selama ini. Maka tujuannya hanya satu. "


Bagaikan mendapatkan hidayah. Sima rui mengangguk mengerti dengan senyum di bibirnya. Tanpa harus menjelaskan lebih detail, ziyan tahu sima rui pasti mengerti maksud dari ucapannya barusan.


********


Tiga hari sudah Sima rui dan ziyan berada di Kerajaan wei. Berkat pengobatan rutin lucy, kondisi kaisar sendiri juga sudah jauh lebih baik. Kini wajahnya sudah jauh lebih segar, tak nampak pucat seperti pertama kali ziyan melihatnya.


" Yang mulia, sepertinya kondisimu sudah jauh lebih baik. Wajahmu kini jauh terlihat lebih tampan. " Ucap ziyan saat menjenguk kaisar wei bersama Sima rui.

__ADS_1


Sima rui yang mendengar ziyan memuji pria lain langsung berdeham dengan kencang. Meski hanya sekedar ucapan basa-basi namun Sima rui tidak menyukainya. Dan ziyan yang mengerti arti batuk kecil Sima rui tersebut hanya bisa tersenyum menunjukkan deretan gigi putihnya.


" Terima kasih karena kalian sudah membantu mengatasi masalah kerajaan wei. Terutama pangeran pertama, jika tidak ada dirimu. Sampai saat ini kerajaan wei pasti masih di bawah kekuasaan menteri guan. "


" Tidak perlu sungkan kaisar wei. Kau adalah paman adikku. Sudah sewajarnya aku membantumu. "


Entah Sima rui sengaja atau tidak, tapi ucapan Sima rui berhasil menyentil hati kaisar wei kala menyebut hubungannya dengan Sima yan yang tak lain paman dan keponakan. Sebagai paman, tak seharusnya ia bersama dengan calon istri ponakannya tersebut. Namun kenyataan berbicara lain.


Setelah Sima rui kini kaisar wei yang berdeham kecil. Ia berusaha bersikap biasa, " Kau benar. Bagaimana pun kita masih termasuk satu keluarga. " Ada jeda sebentar sebelum kaisar kembali berbicara.


" Lalu kapan kalian akan kembali ke kerajaan jin? Maaf bukan maksudku mengusir, tapi aku harap kalian bisa tinggal lebih lama disini. " Ucap kaisar wei yang kemudian menatap lucy yang sedang memeriksanya.


Ziyan yang melihat arah pandangan kaisar wei menyadari satu hal. Bibinya tanpa sengaja telah mengundang masalah baru untuk dirinya.


" Oh iya, dimana shuwang kaisar wei? " Tanya ziyan ingin mengalihkan pandangan kaisar sekaligus mengingatkan bahwa shuwang masih ada, jadi tak seharusnya ia berusaha menggoda bibinya.


' Tidak paman, tidak keponakan ternyata sama saja. ' Batin ziyan.


Sebenarnya keduanya sedang bertengkar. Shuwang cemburu karena melihat pandangan kaisar wei pada lucy yang tampak berbeda. Ia paham apa arti pandangan tersebut. Hingga sampai akhirnya terjadi cekcok ringan antara keduanya. Sebagai kaisar tentu saja ia sangat marah karena sikap shuwang yang di nilai tidak menghormatinya. Karena itu ia menghukum shuwang dengan larangan keluar kamar.


" Benarkah? Kalau begitu bisakah aku mengunjunginya. Aku ingin mengajaknya keluar berkeliling. "


" Tentu saja, kalian silakan bersenang-senang. " Kaisar wei lalu memanggil salah satu pelayan. " Sampaikan pada putri untuk menemani nona Mo jalan-jalan. "


Setelah sang pelayan pergi, ziyan kembali berbicara. " Anda tidak perlu menyuruh pelayan Yang mulia. Aku bisa berbicara langsung pada shuwang. Aku tak ingin merepotkan anda. "


Ziyan sebenarnya curiga bahwa alasan shuwang tidak keluar dari kamar bukanlah karena kelelahan seperti yang kaisar wei katakan. Ia yakin ada hal lain.

__ADS_1


Tak lama pelayan datang bersama shuwang.


" Yang mulia, anda memanggilku? " Shuwang memberikan hormatnya. Ia menunduk, sama sekali tidak menatap kaisar wei.


Ziyan yang mengernyitkan alisnya melihat interaksi keduanya yang tak nampak seperti sepasang kekasih. ' Apakah mereka sedang bertengkar? ' batin ziyan.


Kaisar wei turun dari ranjangnya lalu berjalan menghampiri shuwang. Tangannya menepuk lembut pundak gadis itu.


" Tolong kau temani nona Mo jalan-jalan. Aku tahu kau masih lelah karena perjalanan kemarin. Tapi sebagai tuan rumah kita harus melayani mereka sepenuh hati. Apa kau mengerti? "


Shuwang meringis saat kaisar wei diam-diam meremas pundak shuwang. Karena menunduk, membuat tak seorang pun yang menyadari perubahan wajah shuwang.


" Aku mengerti Yang mulia. Anda bisa mengandalkan ku. " Ucap shuwang mengangkat kepalanya dan menatap lurus pria di depannya.


Kaisar wei tersenyum kemudian beralih melihat ziyan. " Nona mo. Silakan kau dan shuwang bisa berkeliling kemana pun kalian suka. Aku akan memerintahkan beberapa pengawal untuk menjaga kalian. "


Ziyan hanya mengangguk.


" Tidak perlu. " Suara berat Sima rui mengalihkan perhatian kaisar wei. " Tarik kembali para pengawal itu kaisar wei. Biarkan aku yang mengawal mereka. Aku tidak bisa menyerahkan keselamatan yaner pada pengawal biasa. "


Yap, sekali lagi Sima rui menunjukan sikap posesifnya.


Kaisar wei tertawa ringan. " Kau benar-benar layak disebut sebagai pria sejati pangeran pertama. Kau begitu melindungi wanita mu. " Ucap kaisar wei sembari melirik ziyan.


" Bibi, Apa kau ingin ikut dengan kami. " Tanya ziyan.


Ia ingin mengajak lucy. Sejujurnya ia tidak suka pada kaisar wei yang terlihat menaruh perhatian pada bibinya, sementara ia sendiri memiliki hubungan dengan shuwang. Akan lebih baik mencabut pohon saat menjadi kecambah, jika di biarkan tumbuh besar. Maka akar-akarnya yang kuat akan menyulitkannya untuk di cabut.

__ADS_1


" Tentu saja. " Jawab lucy cepat. Ia juga butuh hiburan setelah bekerja terus menerus.


Lucy langsung membereskan barang-barangnya. Kaisar wei berdiri mematung menatap lucy. Ia ingin menahan wanita itu pergi. Tapi alasan apa yang harus ia gunakan. Kaisar berpikir keras mencari alasan logis yang bisa ia gunakan.


__ADS_2