
Sudut bibir sima rui naik. Bangga karena putranya masih memiliki rasa tanggung jawab. Setidaknya Ia berpikir untuk memperbaiki kesalahan yang sudah diperbuatnya.
" Apa kau yakin akan menikahinya? "
" Aku yakin. Ayah tidak perlu khawatir mengenai hal itu. " Sima Feng menjawab dengan yakin. Tanpa ragu sama sekali.
Sima rui mengangguk bangga dengan tekad bulat putranya. " Bagus. Aku senang dengan keyakinan mu itu. Dan aku harap kau menikahinya bukan hanya untuk memberikan status pada putra mu dan ibunya tapi karena tulus dengan mereka berdua. " Peringat sima rui.
Ia sengaja mengatakan semuanya di depan semua orang. Bahkan Liu ru yang diam-diam mendengarkan cukup tersentuh. Segala pikiran negatif yang sebelumnya bergentayangan di kepalanya sedikit demi sedikit mulai terkikis.
" Aku mendengarkan mu, ayah. "
Lalu sima rui menoleh pada Liu ru. Wanita yang sejak tadi diam mendadak terkesiap saat matanya bertemu dengan tatapan tajam sima rui.
Menakutkan! satu kata untuk menggambarkan mata elang sima rui.
' Apa? kenapa tatapan kaisar sangat menakutkan? apakah ia kecewa karena putranya harus menikah dengan wanita tidak jelas asal usulnya seperti ku. Apa yang harus ku lakukan? ' Batin Liu ru gentar.
Dimatanya, sima rui sedang melihatnya dengan kebencian. Sedangkan bagi semua keluarga Sima, mereka tahu bahwa pria itu sedang menilai Liu ru dan setelahnya pasti menuntut penjelasan darinya.
Dan benar saja setelah itu sima rui membuka mulutnya.
" Apa kau mau menikah dengan putra ku? " Tanyanya. Bukan menuntut penjelasan kenapa Ia bisa hamil benih putranya.
Sima rui beranggapan, itu sudah berlalu, dan tak baik untuk terus berpegang teguh pada masa lalu.
__ADS_1
Deg deg, jantung Liu ru berdetak cepat. Bukan karena terpesona atau jatuh cinta, tapi karena rasa gugup yang sedang menderanya.
" I-iya. " Gugupnya Liu ru hingga dirinya hanya mampu mengucapkan satu kata saja.
Ziyan yang mengerti situasi mental calon menantunya segera mengambil alih. Ia menggenggam tangan sima rui dan berkata, " Biarkan aku yang bicara. Kau sangat menyeramkan hingga membuatnya ketakutan. Alih-alih kau membuatnya menyetujui pernikahan dengan A Feng, aku yakin Ia justru ketakutan karena merasa kau sedang mengancamnya. "
Tanpa berkata, Sima rui mengangguk patuh. Lalu membiarkan istrinya mengambil alih.
" Liu ru. Itukah nama mu? " Ziyan bertanya dengan lembut. Membuat ketakutan Liu ru sedikit berkurang.
Sungguh berbeda pasangan suami istri ini, pikir Liu ru dalam benaknya.
" Benar Yang mulia ratu. " Balasnya.
Ziyan menggeleng tidak setuju dengan panggilan itu. Jadi ia kembali berkata untuk mengoreksi.
Paniknya Liu ru. Bukannya senang, Ia malah gemetar mendengar permintaan ziyan. " Tidak Yang mulia, saya tidak berani. " Tolaknya langsung. Ia segera menggeleng menolak permintaan ratu Kekaisaran jin itu.
Mendengar permintaan istrinya di tolak. Sima rui sedikit bereaksi, dan itu tidak luput dari mata Liu ru. Jadi di bawah tekanan itu, Liu ru segera mengoreksi jawabannya.
" Ba-baiklah Yang mulia. Saya akan mencobanya. "
Ziyan terkekeh. Ternyata calon menantunya ini seperti seekor tikus kecil. Sungguh menggemaskan, pantas cucunya, Liu Yi sangat lucu.
Namun di sudut hatinya, ziyan juga khawatir dengannya. Mengingat bagaimana kehidupan di istana, Ia khawatir jika wanita lemah lembut ini tidak akan bertahan dengan berbagai intrik dan cara licik istana. Dan yang paling ziyan takutkan jika suatu saat seseorang memanipulasinya.
__ADS_1
" Kau akan menikah dengan A Feng satu bulan dari sekarang dan menjadi permaisuri pangeran. Karena itu selama persiapan, kau akan belajar mengenai tata cara dan etika wanita istana. Apa kau mengerti? "
" Permaisuri pangeran? " Ulang Liu ru. Seolah ia mengoreksi apa yang di dengarnya. " Aku? Bukan menjadi selir? " Pelan sekali Ia bergumam.
Lalu ragu-ragu Ia bertanya, " Jadi saya bukan menikah untuk menjadi selir Yang mu- maaf ibu tapi menjadi permaisuri pangeran? " Imbuhnya masih memastikan.
" Benar. Di keluarga kami tidak ada selir. Entah itu suami atau anak-anak ku, aku menekan kan untuk pernikahan monogami. Jadi kau tidak perlu khawatir jika suatu hari A Feng membawa seorang wanita untuk di jadikan selir. Karena jika sampai itu terjadi, akulah orang pertama yang akan mematahkan kakinya. " Seloroh Ziyan.
Liu ru berpikir itu sekedar penghiburan dari ziyan, tapi berbeda dengan A Feng ataupun A Guang yang tahu bahwa ibunya serius.
Keduanya tanpa sadar menatap kedua kaki mereka yang mendadak lemas.
"Tapi bukankah kerajaan di tuntut untuk memiliki banyak keturunan? "
" Kalau begitu tinggal kau lahirkan saja lebih banyak anak untuk A Feng. Tidak perlu mengambil selir untuk memiliki banyak anak. Kau hanya perlu menuntut A Feng agar berusaha lebih keras. Aku sangat yakin putra ku amat sangat mampu. " Ucap ziyan penuh arti. Ia sesekali melirik suaminya yang duduk tanpa terpengaruh sedikit pun.
Dalam pikirannya, ziyan bermonolog. ' Bagaimana mungkin anak ku tidak mampu, Ia pasti sangat mampu. Karena ia berasal dari bibit unggul suami ku. '
"Jadi kau tidak perlu khawatir harus bersaing dengan wanita lain untuk menarik perhatian A Feng. Karena kau akan menjadi satu-satunya wanita di haremnya. Bagaimana? bukankah penawaran yang menarik. " Terlihat sangat jelas usaha ziyan untuk menjual putranya.
Sedangkan subyek yang sejak tadi di obral, tampak santai sembari menatap wanita di sampingnya. Ia juga penasaran dengan keputusan Liu ru. Ia menikahinya tapi Ia juga tak ingin memaksanya. Jadi Ia membutuhkan jawaban Liu ru langsung dari mulutnya.
Empat pasang mata menatap Liu ru. Wanita itu merasa seperti mangsa buruan yang sedang di awasi oleh empat predator.
Menelan ludahnya dengan susah payah, Liu ru mengangguk dan dengan lirih berkata. " Aku bersedia. "
__ADS_1
Ziyan Dan A Guang bersorak, sementara Sima rui dan A Feng tetap tenang.
Dan sekali lagi, kerajaan jin kembali menyiapkan pesta pernikahan.