Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 118


__ADS_3

Pertemuan pertama sima rui dengan Mo ziyan asli sebenarnya sudah terjadi saat ziyan berusia tujuh tahun. Ia mengikuti ayahnya, mo yincheng ke istana untuk bertemu sang raja. Ketika ziyan sedang bermain, secara tidak sengaja ia tersesat. Ziyan kecil terus mencari jalan kembali yang akhirnya justru masuk ke bangunan tua dan melihat seorang anak laki-laki di sana.


" Apa yang kau lakukan di sini? " tanya anak laki-laki itu sedikit membentak. " Ini bukan tempat yang bisa sembarang orang masuk. "


Anak laki-laki itu bangun dari duduknya dan berjalan menghampiri ziyan. Melihat ekspresi anak laki-laki itu yang tidak bersahabat, spontan ziyan mundur hingga ia terjatuh kebelakang.


" Aku tersesat dan tidak tahu jalan pulang. " Suara Ziyan kecil gemetar ketakutan dan menahan tangis.


Anak laki-laki itu melihat pakaian ziyan, dan menyimpulkan bahwa kemungkinan ia putri salah satu menteri yang mungkin sedang berkunjung.


" Jangan menangis. Aku tidak akan melakukan hal buruk padamu. " Anak laki-laki itu lalu berjongkok mencoba lebih dekat. " Apa kau ke sini bersama dengan orang tua mu? " Ziyan kecil mengangguk.


" Lalu dimana mereka sekarang? " Ziyan kecil menggeleng.


Anak laki-laki itu menghela napas, " Sekarang coba kau ingat, bagaimana tempat yang kau datangi dengan orang tua mu dan siapa yang orang yang orang tua mu temui? "


Ziyan kecil meletakkan telunjuknya di kepala mencoba mengingat. " Ah... Tempat itu memiliki banyak pelayan dan juga kasim. Paman yang ayah temui itu juga tampan, memakai baju dengan gambar naga. "


" Baiklah. Aku sudah tahu. Ayo aku antar kau ke tempat orang tua mu. " Anak laki-laki itu menarik tangan ziyan kecil hingga bangun. Lalu berjalan lebih dulu.


Langkah kecil ziyan berlari mengejar, memegang lengan baju anak laki-laki itu agar tidak tertinggal.


" Apa kakak juga tinggal di sini? " tanya ziyan kecil di tengah jalan.


" Iya. Sebaiknya lain kali jangan pernah kau berjalan-jalan sendiri. Istana adalah tempat yang sangat berbahaya. Jika sampai sesuatu terjadi denganmu. Ayahmu pasti akan sedih. "


" Aku tidak ingin ayah sedih. " Ucap ziyan kecil polos. Bahkan ia hampir mengeluarkan kembali air matanya.


' Gadis cengeng. ' Batin anak laki-laki itu.


Berkat anak laki-laki itu, akhirnya ziyan kecil bisa kembali. Sang ayah yang sejak tadi mencari putrinya langsung memeluk gadis kecil itu begitu melihatnya.


" Kau kemana saja nak? Ayah sangat khawatir mendengar kau tersesat. " Tuan mo melepaskan pelukannya lalu bertanya dengan khawatir.


" Aku bersama kakak tampan ayah. Lihatlah dia_ " Ziyan berhenti berbicara setelah melihat tidak ada seorang pun di belakangnya. Ia menengok ke kanan dan ke kiri mencari sosok yang baru saja bersamanya tersebut.

__ADS_1


" Kakak tampan? " tanya tuan mo. " Siapa kakak tampan itu yaner? Apa kau tahu namanya? " ziyan kecil menggeleng.


" Sudah. Kau jangan terus bertanya, biarkan ziyan tenang lebih dulu. " Ucap sima shao yang baru saja datang. Lalu pria paling berkuasa itu beralih menatap ziyan. " Yaner. Apa kau senang berada di sini? " Ziyan kecil mengangguk.


" Apa kau mau tinggal di sini? " Lanjut sima shao.


Ziyan kecil diam seakan berpikir. Lalu beralih menatap sang ayah. " Aku mau tinggal dimana pun asalkan bersama dengan ayah. " Tangan kecil ziyan memeluk tuan Mo.


Sima shao terbahak mendengar jawaban polos ziyan kecil, sedangkan mo yincheng sangat bahagia sekaligus terharu mengetahui bahwa putrinya amat menyayanginya.


Sima shao sekilas melihat bayangan anak laki-laki yang tadi bersembunyi. Sudut bibirnya terangkat membentuk sebuah senyum. ' Putra sulung ku ternyata sudah melihat calon istrinya. ' Batin Sima shao.


Ingatan akan kenangan itu samar-samar pudar saat sima rui mendengar seseorang memanggilnya.


" Pangeran... pangeran... " panggil pengawal sima rui yang menggantikan junyi sementara waktu.


" Ada apa? " Jawab sima rui dengan suara beratnya.


" Kita sudah sampai pangeran. "


Tanpa berkata lagi, sima rui segera keluar dari kereta kuda dan menuju ke kamarnya.


Ia berjalan masuk ke dalam kolam dan mulai memejamkan matanya merasakan ketenangan yang baru saja ia rasakan. Setelah mendengar cerita Gaia, ingatan saat dirinya kecil yang tanpa sengaja bertemu dengan ziyan kecil kembali hadir. Ia tidak menyangka bahwa gadis kecil yang tersesat itu adalah calon istrinya. Ia masih ingat mata jernih ziyan saat menatapnya dulu, sangat berbeda dengan mata Gaia yang penuh keberanian dan ambisi.


Kembali Sima rui mengingat percakapannya dengan Gaia saat di gedung opera tadi.


" Sebelum kita menikah, maukah kau menemui Yaner terlebih dulu. Bagaimana pun ia yang seharusnya bersanding denganmu. Aku ingin menikah dengan restu darinya juga. "


" Baik. Setelah urusan kerajaan wei selesai. Kita akan pergi ke jianjing. " Sima rui tanpa berpikir langsung menyetujui permintaan Gaia.


Sima rui bangun dari kolam, ia harus menyelesaikan semua urusannya terlebih dahulu. Dan setelahnya, senyum seringai mengembang di bibir Sima ru. "Kau akan segera menjadi milikku Gaia. "


********


Snowy masih dengan tenang mendengarkan cerita ziyan. Ia menceritakan pada kucing kesayangan tersebut apa yang terjadi di gedung opera tadi siang.

__ADS_1


" Jadi ia sudah tahu semuanya? " Ziyan mengangguk. " Apa dia juga tahu tentang ku? " tanya Snowy lagi.


Melihat ekspresi diam ziyan, Snowy sudah bisa menebak bahwa ia sama sekali tidak menyinggung tentang nya. " Kau bahkan membahas tentang lucy, tapi kau sama sekali tidak membahas mengenai diriku. Kau benar-benar sudah melupakanku. "


Ziyan menggelitik tubuh kucing gembul tersebut. " Oh ayolah. Berhenti cemberut, aku bukan melupakanmu. Saat itu aku hanya tidak mengingatmu. " Snowy mendelik begitu mendengar jawaban ziyan.


opps! Ziyan menutup mulutnya.


Gadis itu terkekeh, " Maaf. sebagai permintaan maafku, akan ku berikan kau sekantong penuh ikan kering. Bagaimana? "


" Dua kantong, iya atau tidak sama sekali. " Jawab Snowy acuh.


"Baiklah, baiklah. Kau memang pandai bernegosiasi. " Ucap ziyan gemas mengusap kepala kucing itu.


" Baiklah aku harus ke halaman utara. " ucap ziyan bangun dari tempat tidur.


" Untuk apa? "


" Aku harus mengunjungi ayahku. Memberitahunya bahwa aku menyetujui usulan Sima rui. Apa kau ingin ikut? "


" Tidak. " Snowy meregangkan tubuhnya kemudian mulai berbaring.


******


" Ayah bolehkah aku masuk. " Ziyan mengetuk pintu ruang kerja mo yincheng.


" Masuklah. " Terdengar suara tuan mo dari dalam ruangan.


Ziyan masuk begitu tuan mo memberikan ijin. Ia melihat ayahnya yang sedang sibuk dengan beberapa perkamen laporan kerjanya.


" Ayah apa aku menggangu mu? "


Tuan mo melihat ke atas dan tersenyum pada putrinya. " Tentu saja tidak. Ayah hanya memeriksa beberapa laporan yang harus segera ayah laporkan pada Yang mulia besok. Karena kita akan sibuk dengan utusan kerajaan wei setelah ini. " jelas tuan mo.


" Apa ada yang ingin kau sampaikan putriku. " lanjut tuan mo bertanya.

__ADS_1


" Aku sudah memutuskan ayah. Mari percepat pernikahan ku dengan pangeran pertama. " Ucap ziyan dengan pasti.


Tuan mo tidak langsung menjawab ucapan ziyan. Ia menatap lekat sang putri. " Apa kau tahu putriku, dimana tempat yang paling indah di kerajaan ini. Itu adalah istana, namun istana juga merupakan tempat paling berbahaya. Setelah kau menikah dengan pangeran pertama, akan ada banyak pasang mata yang mengawasi mu. Menunggu kesempatan untuk mendorong dan menarik mu jatuh, dan siap menggantikan posisimu sebagai permaisuri putri. Jika pun mereka gagal. Orang-orang itu akan memaksa putrinya untuk menjadi salah satu selir pangeran. Apa kau siap dengan semua itu. "


__ADS_2