Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 152


__ADS_3

Malam mencekam di istana Jin akhirnya berakhir. Semua orang yang berhubungan dengan ibu suri berhasil di tahan. Itu semua berkat Sima Yan yang selama ini diam-diam mengawasi ibu suri dalam penyamarannya, sehingga semua orang yang terlibat bisa dengan mudah di ketahui.


Keesokan harinya, sesuai dugaan Sima Yan dan Sima rui. Permohonan pertemuan darurat dari semua menteri kerajaan. Terutama para pendukung ibu suri.


" Tolong jelaskan pangeran. Kenapa anda menangkap ibu suri? " Tanya salah seorang menteri pada Sima rui.


" Bukankah sudah jelas. Ibu suri mencoba melakukan pemberontakan. " Jawab Sima rui.


Ruangan berubah semakin ricuh saat semua orang mulai berdiskusi.


" Itu tidak mungkin pangeran. Apakah anda sedang mencari alasan guna membenarkan tindakan anda Yang mulia pangeran. " Ucap perdana menteri.


Sorot mata Sima rui tajam saat mendengar perkataan perdana menteri.


" Jadi maksud perdana menteri, aku sendirilah yang memiliki niat melakukan pemberontak. Begitukah maksud mu tuan perdana menteri. "


" Aku tidak bermaksud mengatakan itu Yang mulia. Aku hanya ragu dengan ucapan anda yang mengatakan bahwa ibu suri melakukan pemberontakan. Sementara anda tidak memiliki bukti sama sekali. " Jelas perdana menteri dengan tenang.


" Bukti? Bukti seperti apa yang kau inginkan perdana menteri? " Tanya Sima rui.


Semua orang di aula tersebut bisa merasakan aura perdebatan sengit dari kedua orang dengan pengendalian diri terbaik di Kerajaan Jin tersebut. Baik perdana menteri dan juga Sima rui sama-sama pandai menyembunyikan perasaan dan pikiran mereka. Keduanya masih bisa berbicara dan juga bersikap tenang meski berada di situasi seperti saat ini.


" Bukti yang menunjukan bahwa ibu suri melalukan pemberontakan sesuai dengan ucapan anda sebelumnya Yang mulia. " Jawab perdana menteri.


" Kau benar. Baiklah jika kau ingin bukti seperti itu perdana menteri. " Sima rui lalu meminta junyi untuk membawa bukti yang ia maksud.

__ADS_1


Semua orang menunggu dengan berbagai macam perasaan yang tampak jelas terlihat di wajah mereka. Namun dari semua ekspresi tersebut, Sima rui amat menyukai ekspresi khawatir dari mereka yang sudah di pastikan para pendukung ibu suri. Diam-diam entah kenapa hal itu membuat salah satu sudut bibirnya terangkat.


Junyi yang sejak tadi di tunggu-tunggu akhirnya tiba. Semua orang terkejut, Namun bukan karena sosok junyi yang membuat mereka tercengang. Melainkan sosok yang berada di belakangnya.


Dengan tubuh yang terbalut baju kebesaran bergambar naga, ia melangkah pasti melewati semua menteri-menteri nya yang masih menatap tak percaya dengan apa yang mata mereka lihat.


' Bagaimana mungkin orang yang dikabarkan tidak sadarkan diri tiba-tiba berada di sini? '


' Apakah itu benar Yang mulia Kaisar? Apa yang sebenarnya terjadi? '


' Sejak kapan Kaisar sadarkan diri? '


Begitulah apa yang hampir semua orang pikirkan.


Sima shao yang sudah duduk di kursi kebesarannya menatap semua orang yang berada di aula tersebut. Semua orang menunggu orang nomor satu di Kerajaan Jin itu bicara.


" Kami senang anda sudah siuman Yang mulai? " Ucap salah satu menteri.


" Senang? benarkah begitu? apakah kau benar-benar senang atau kecewa melihatku duduk kembali di sini? "


Menteri yang tadi bicara langsung berlutut. " Maaf Yang mulia jika perkataan saya menyinggung Yang mulia. Saya hanya sangat senang melihat anda kembali. "


Sima shao berdecak, ia muak mendengar ucapan penjilat sepertinya.


" Aku tidak ingin terlalu banyak berbicara omong kosong. Aku akan langsung saja. " Ujar Sima shao.

__ADS_1


Tanpa menjeda ucapannya terlalu lama. Sima shao kembali membuka suaranya.


" Kasim Liu, silakan kau bacakan daftar namanya. Dan bagi yang namanya di sebut. Aku memiliki hadiah untuk kalian. "


Kasim liu mengangguk lalu mulai membuka gulungan dimana terdapat puluhan nama disana.


" Saya akan menyebutkan namanya satu persatu, silakan kalian dengarkan dengan baik. " Dan selanjutnya, kasim liu mulai menyebutkan satu persatu nama yang tertulis di gulungan tersebut.


Wajah mereka yang baru saja disebut tentu saja langsung berubah cerah saat mengingat bahwa mereka akan menerima hadiah.


Sima rui dan Sima Yan yang melihat ekspresi di wajah orang-orang itu tersenyum penuh arti. Hingga akhirnya kasim liu menyebutkan nama terakhir.


" Nah kalian semua sudah mendengarnya bukan? " Ucap Sima shao.


" Sudah Yang mulia? " Jawab bersamaan orang-orang di aula tersebut.


" Bagus kalau begitu. " Sima shao tersenyum dengan seringai lalu mulai memanggil Prajurit. " Tangkap semua mereka yang berada dalam daftar. " Titah Sima shao pada prajuritnya.


Seketika wajah yang semula cerah karena berharap akan segera menerima hadiah, seketika luruh dan berganti dengan wajah panik.


Semua orang yang tadi namanya di sebut langsung berlutut.


" Yang mulia maafkan kami. Apa kesalahan kami sehingga kami semua ditangkap? " Tanya salah seorang menteri yang namanya ada dalam daftar.


Sima shao yang selalu tenang tak terlihat hari ini. Dengan wajah dinginnya ia memandang menteri tersebut. " Kau masih berani bertanya, apa kau lupa dengan kerjasama mu dan bu suri untuk menjatuhkan ku? "

__ADS_1


Mendengar apa yang baru saja di katakan Sima shao, sontak tubuh pria itu menegang. Ia tak menyangka bahwa Kaisar yang selama ini ia pikir bodoh ternyata mengetahui segalanya.


__ADS_2