Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 270 Side story ( A Guang story)


__ADS_3

Beberapa saat sebelumnya.


" Dimana Xu xiang? " Tanya A Guang saat memasuki ruangan namun tidak menemukan Xu xiang.


" Anda sangat tidak sabar tuan muda. Tapi aku justru semakin menyukai mu. " Pelacur itu kembali berusaha menggoda A Guang.


A Guang menghindar agar tidak disentuh oleh wanita itu. Ia sungguh merasa jijik dengan wanita di depannya. Bahkan ia mual dengan bau parfum yang digunakannya.


" Jaga kelakuan mu nona. " Hardik A Guang, jari telunjuknya memberi peringatan.


Wanita itu masih terkekeh. " Kenapa anda harus bersikap begitu mahal tuan muda. Bukankah anda datang kesini untuk bersenang-senang? "


Bersenang-senang kentut mu, maki A Guang dalam hati.


" Aku kesini mencari teman ku. " Seketika jaringan di otak A Guang mulai menangkap sesuatu yang tidak benar.


Mungkinkah ada kesalahpahaman disini?


" Tuan muda, anggap saja aku ini teman mu. " Wanita itu mengedipkan sebelah matanya.


Sudah cukup! kesabaran A Guang sudah benar-benar menguap. Amarahnya yang mendidih seolah-olah menciptakan uap panas di atas kepalanya.


Tanpa peringatan, A Guang segera melintir tangan wanita itu ke belakang hingga ia memekik kesakitan.


" Ampun tuan, aku salah. Aku tidak akan menggoda mu lagi. " Rintihnya kesakitan.


" Tolong lepaskan aku. "


Persetan dengan wajahnya yang tampan. Ia masih menyayangi nyawanya. Begitulah yang sekarang ada di benak pelacur itu.


" Bagus jika kau mengerti. Sekarang katakan dimana gadis dengan ciri-ciri yang ku sebutkan tadi. " Ucap A Guang sama sekali tidak melepaskan cengkeraman pada tangannya.


" Maaf tuan, tapi tidak ada pelacur dengan ciri-ciri itu disini. " Jawabnya jujur.

__ADS_1


" Jaga bicara mu! Teman ku bukan pelacur disini. Ia hanya bekerja sementara sebagai penebus hutang." Mendengar Xu xiang dianggap sebagai wanita penghibur membuat amarah A Guang semakin besar. Menurutnya Xu xiang adalah wanita baik-baik dan ia tidak pantas disebut seperti itu.


" Aku tidak tahu dia orang yang kau cari atau bukan. Tapi beberapa hari lalu ada pemain sitar yang datang sebagai penebus hutang kakaknya. " Otaknya langsung bergerak cepat saat tahu bahwa pemiliknya sedang dalam bahaya.


Dibawah ancaman, otaknya berhasil menemukan ingatan penting tersebut.


" Dimana dia? "


" Dia ada di ruang ujung sebelah kanan. "


Segera A Guang melepaskan cengkeramannya lalu mendorong wanita itu hingga terjungkal.


Meski A Guang tidak tahu siapa gadis itu, tapi entah kenapa perasaannya sangat yakin bahwa itu adalah Xu xiang.


A Guang berjalan cepat menuju kamar yang di maksud. Samar-samar mendengar alunan musik dari petikan sitar di dalam.


Ia mendorong pintu hingga terbuka. Membuat semua perhatian langsung berpindah padanya.


A Guang mengabaikan teriakan tersebut. Ia terus melangkah ke arah pemain sitar. Langkah kakinya cepat namun tampak tenang.


Dan benar saja, wanita itu adalah Xu xiang.


" Ayo ikut dengan ku. " A Guang meraih lengan Xu xiang lalu mengangkatnya ke atas, membuat gadis itu berdiri.


Xu xiang yang masih terkejut tak mampu mengeluarkan sepatah katapun. Ia hanya menatap A Guang dengan tatapan tak mengerti.


" Hei apa yang kau lakukan! aku sudah membayar mahal untuknya. Jika kau ingin mendengarkan permainannya juga maka mengantri lah. " Pria itu masih berbicara dengan nada tinggi sarat emosi.


A Guang menoleh pada tiga orang paruh baya di depannya. Lalu berkata dengan suara lebih tenang.


" Aku akan mengganti uang kalian. Jadi katakan berapa uang kalian yang harus ku ganti. "


" Dasar bajingan kecil! Apa kau pikir kami seperti orang yang kekurangan uang? Cih.. bahkan aku tak yakin kau memiliki uang jika kami menyebut jumlah nominalnya. " Hina teman pria sebelumnya.

__ADS_1


Temannya ikut menambahkan. " Dengar nak. Kau masih muda. Jadi lebih baik jangan bersaing dengan kami atau kau akan menyesal. "


Meski A Guang jarang menunjukkan dirinya di muka publik. Tapi ia tahu para pejabat istana, dan mereka bertiga termasuk didalamnya.


A Guang masih tampak tenang. Ia memandang satu persatu ketiga pria itu lalu tersenyum penuh ejek.


" Kalian para pejabat istana tapi saling berebut wanita dengan rakyat biasa. Apa kalian tidak merasa malu. Jangan berpikir aku tidak tahu apa yang sedang kalian lakukan di sini. Jika sampai pejabat pengawas tahu. Maka aku yakin, kaisar akan segera mencopot jabatan kalian semua. "


Provokasi A Guang berhasil menyulut emosi mereka. Salah satu dari mereka segera maju dan melayangkan pukulan ke arah A Guang.


Ia mendorong Xu xiang lalu menghindar. Temannya yang lain melempar sebuah vas ke arah A Guang.


" Tidak! " Xu xiang menjerit.


Prang!


Vas putih itu hancur seketika.


" Lepaskan aku! " Pria ketiga mencekal tangan Xu xiang.


Ia berencana membawa gadis itu diam-diam saat kedua temannya tengah sibuk melawan pemuda bajingan itu.


Namun sebuah tendangan menggagalkan usahanya. Ia terlempar ke belakang hingga menerjang beberapa kursi.


Sayangnya saat pria itu terlempar. Xu xiang yang tangannya masih dicekal oleh pria itu juga ikut terpental ke belakang.


" Xu xiang! " Teriak A Guang.


Brak!


Seseorang mendobrak pintu.


Sosok junyi muncul sebagai pahlawan bagi A Guang.

__ADS_1


__ADS_2