
Flashback on
Keluarga Wellington, sebagai penanggung jawab pada eksperimen humanoid memiliki kendali penuh atas projek tersebut. Meski pengembangan humanoid masih dalam pengawasan kerajaan Britania. Namun hal tersebut tidak mengurangi besarnya kekuatan keluarga Duke itu.
Richard Wellington ayah arthur merupakan kepala keluarga Wellington. Ia yang begitu haus akan kekuasaan berniat merebut tahta kerajaan dengan cara berkhianat pada negara musuh.
Laura Wellington, adik Richard diberikan tugas oleh sang kakak untuk mengembangkan humanoid di dunia lain. Ia beranggapan bahwa humanoid saat itu belumlah sempurna. Karena masih memiliki perasaan layaknya manusia biasa. Sedangkan bagi Richard, humanoid haruslah selayaknya mesin pembunuh yang bergerak tanpa perasaan.
Demi menghindari pengawasan kerajaan, Laura menggunakan portal dan pergi ke dunia lain. Membawa alat dan data eksperimen guna membangun laboratorium kecil di sana.
Untuk itu, demi melancarkan aksinya Laura membutuhkan status dan posisi tinggi. Dengan cara menggoda raja saat itu, Laura berhasil menjadi selir ketiga. Dan merangkak naik menjadi selir agung.
Bertahun-tahun melakukan eksperimen di sana. Laura belum berhasil menghasilkan humanoid yang sesuai dengan keinginan keluarganya. Barulah saat melihat Sima rui tumbuh. Ia menyadari bakat sima rui dan tertarik untuk menguji serum humanoid pada anak laki-laki yang tak lain cucunya sendiri.
" Jadi apakah kita akan ke kuil berdua saja ibu suri? " Tanya sima rui saat Laura memanggilnya.
" Tidak. Yan akan ikut bersama kita. Kita akan pergi bertiga. Mari berdoa untuk kesembuhan kakek raja. "
Sima rui muda percaya begitu saja. Kemudian pergi bersama Sima yan ke kuil heping.
Sima shao saat itu sudah mengambil alih tahta karena kesehatan sang ayah yang semakin menurun. Jadi secara otomatis, status Laura berubah menjadi ibu suri.
Saat tengah malam, Disaat sima rui tertidur lelap, ia diculik dan di bawa ke laboratorium.
" Lepaskan! apa yang kalian lakukan padaku! " Sima rui terus memberontak. Namun tenaga penjaga yang bertubuh lebih besar itu membuat usaha dari tubuh kecil sima rui berakhir sia-sia.
" Tidak. Siapa kalian. Lepaskan aku! LEPAS! " Jerit Sima rui semakin kuat.
" LEPASKAN AKU! " Teriaknya lagi lalu menggigit tangan penjaga itu.
" Arghhh! Diam! " Teriak penjaga itu namun tak menghentikan gerakan Sima rui. Ia pun memukul kepala Sima rui kecil yang akhirnya berhasil membuatnya tidak bergerak.
Penjaga lain datang dan langsung membantu temannya menempatkan Sima rui ke atas tempat tidur. Di ikatnya kedua tangan dan kaki sima rui pada setiap sudut ranjang.
" LEPASKAN AKU! MAU APA KALIAN! " Teriak Sima rui semakin histeris kala melihat seorang pria berjas putih mendekat.
Bate memindai seluruh tubuh sima rui. Ilmuan sekaligus rekan Laura itu terlihat puas dengan sima rui. " Tubuh yang bagus. Kau akan menjadi eksperimen ku selanjutnya. "
Bate berjalan menuju meja yang ada di sisi lain, lalu mengambil sebuah alat suntik dan mengisinya dengan sebuah cairan hijau yang merupakan serum humanoid.
Mata anak itu gemetar ketakutan. Keringat dingin merembes di seluruh tubuh kecilnya.
" A-apa y-yang akan ka-kalian lakukan? " Bibir pucatnya gemetar, Sima rui begitu ketakutan. Ia berkata meski terdengar seperti gumaman. Sima rui yang begitu takut hingga badannya tidak memiliki tenaga lagi, meski hanya sekedar untuk bergerak. Apa lagi kedua tangan dan kakinya yang terikat. Membuatnya tidak bisa berbuat apa-apa.
Bate berdiri di samping tubuh Sima rui. Lalu menyuruh salah satu penjaga untuk menggunting baju Sima rui dan hanya menyisakan celana panjang bocah itu.
" Kau harusnya senang. Karena sebentar lagi kau akan menjadi Humanoid sama seperti yang lain. "
" Eksperimen Batch 12 nomor 999. " Ujar bate lalu menyuntikan cairan hijau itu ke lengan anak laki-laki tersebut.
Serum humanoid yang sudah melewati 12 kali perubahan dan sima rui percobaan ke 999.
Tidak lama kemudian, tubuh Sima rui mengejang. Matanya merah melotot dengan urat menonjol di seluruh leher.
" ARGH! ! ! " Jerit Sima rui kesakitan. Merasakan seluruh otot di tubuhnya seolah putus satu persatu. Bahkan daging ditubuhnya serasa di cabit-cabit seakan terkoyak dan lepas dari tulang.
" Tidak ... Tolong.. tolong aku. Mufei, ayah raja, kalian dimana? " Teriakan yang awalnya begitu keras perlahan berubah menjadi rintihan. Sima rui akhirnya tidak sadarkan diri.
Tubuh Sima rui yang tak sadarkan diri dimasukkan dalam tabung berisi air. Di situ, tubuh Sima rui akan di pantau selama mutasi genetik berlangsung.
Sementara itu di dunia lain,
Gaia kecil yang saat itu di bawa oleh lucy ke markas militer. Terpaksa meninggalkan gadis kecil itu di ruang tunggu saat dirinya harus mengirim laporan kerjanya. Ia lupa bahwa keponakan cantiknya itu bukanlah gadis manis yang akan duduk tenang saat diminta diam.
" Gaia, bibi akan pergi sebentar. Kau tunggu disini, oke. "
" Bibi mau kemana? " Tanya Gaia dengan wajah seperti malaikat.
" Anak manis. " Lucy mengusap rambut Gaia. " Bibi hanya akan memberikan laporan pada rekan kerja bibi. Bibi janji tidak akan lama. Setelah itu bibi akan membawa mu menemui ibu mu. "
" Baiklah. Gaia akan menjadi gadis patuh. " Gaia menyembunyikan tangan kanannya di belakang. Lalu menyilangkan jari telunjuk dan tengahnya. Sebagai gestur bahwa ia mengingkari janjinya.
" Terima kasih sayang. Bibi pergi dulu. Ingat! Jangan pergi ke mana-mana. "
Lucy segera keluar dan menghilang di balik pintu. Gaia kecil yang ketika itu merasa bosan, keluar dari ruang tunggu dan mengikuti dua pria berjas putih masuk ke ruang portal. Bahkan sampai kedua pria itu keluar dari ruangan itu tidak ada yang menyadari keberadaan Gaia kecil itu.
Mata gadis kecil itu terlihat antusias ketika melihat isi ruangan tersebut. Gaia yang sejak dulu penasaran dengan portal di depannya begitu senang karena bisa melihat benda tersebut dari dekat. Ia memang beberapa kali datang kesini dan melihat benda itu. Namun ibunya selalu melarang Gaia untuk mendekat.
Merasa ada kesempatan Gaia berjalan menuju meja kendali. Bibirnya tersenyum puas kala melihat aneka tombol yang digunakan untuk mengaktifkan cincin besi itu. Setelah menghidupkan penambah daya, Gaia langsung menekan tombol enter.
Cincin portal mulai menyala, Gaia kecil yang begitu terpukau dengan cahaya berputar ditengah portal langsung mendekati cahaya tersebut yang secara otomatis menyedot Gaia masuk ke dalam dunia lain.
" Tempat apa ini? Seperti tidak asing? " Gumam Gaia melihat benda-benda di depannya.
Gaia yang terlahir dari pasangan jenius memiliki otak yang cerdas pula. Gadis berusia tujuh tahun itu langsung mengetahui bahwa tempatnya berada saat ini adalah sebuah laboratorium. Ia melihat banyak anak laki-laki yang tertidur di dalam tabung.
__ADS_1
" Ini bukankah humanoid? kenapa ada di sini dan bukan di pangkalan militer? " Gaia mulai membaca satu persatu ID pada tabung di depannya
Mata indah Gaia terkunci pada salah satu anak dengan ID 999.
" Kakak laki-laki ini sangat tampan. Jadi dia percobaan ke 999. Tapi kenapa jumlah tabung nya sedikit? Apakah anak yang lain sudah melewati masa metamorfosis."
Metamorfosis istilah proses perkembangan biologi pada hewan yang melibatkan perubahan penampilan atau struktur setelah kelahiran. Sama halnya dalam humanoid. Metamorfosis digunakan untuk merubah susunan kromosom sehingga mutasi genetik dapat terjadi dengan sempurna. Namun sayangnya tidak semua manusia yang di jadikan humanoid akan selamat selama melewati proses metamorfosis. 70% dari mereka akan berakhir dengan kematian.
" Sepertinya ini tombol untuk membukanya. " Melihat ada tombol open. Gaia menekan dan seketika air di dalam tabung langsung berkurang. Suara alarm berbunyi. Gaia yang panik bersembunyi takut jika ada orang datang lalu menangkapnya.
Setelah air di tabung tersebut habis. Perlahan tabung terbuka dan tubuh sima rui terjatuh ke lantai.
Gaia terus mengawasi dari tempat persembunyiannya. Melihat ada pergerakan, ia yakin bahwa anak laki-laki itu akan segera tersadar. Jadi ia berjalan mendekat, tak lama kesadaran sima rui kembali. Ia melihat sekeliling dan melihat gadis kecil di depannya.
" Apa...kau... yang menolong ku? " Tanya sima rui lemah.
Gaia mengangguk. Lalu mengulurkan tangan hendak membantu sima rui bangun. Namun tiba-tiba terdengar suara teriakan.
" Siapa kalian! " Teriak seorang penjaga. Ia datang begitu mendengar suara alarm.
Gaia yang panik langsung menarik sima rui, " Ayo kabur. "
Sima rui dengan patuh mengikuti langkah gadis kecil di depannya. Karena tidak tahu harus kemana. Gaia akhirnya memutuskan berlari ke arah portal lalu menuju meja kendali.
" Apa yang harus ku tekan? " Gaia yang panik seketika membuat isi kepalanya mendadak kosong.
Gedoran pintu membuat panik Gaia semakin besar. Sima rui berjalan mendekat dan menggenggam tangan kecil Gaia.
" Tak apa. Kita akan hadapi bersama. " Ucap Sima rui singkat namun mampu membuat Gaia tenang.
Setelah menghidupkan daya, Gaia segera menyalakan portal dan melangkah cepat ke arah cincin besar itu. Ia menoleh saat tak melihat Sima rui mengikutinya.
" Kenapa diam saja. Ayo ikut aku. Jika kau masih disini mereka pasti akan menangkap mu. "
Sima rui yang ragu tetap melangkahkan kakinya mengikuti Gaia dan masuk ke dalam portal.
Saat kedua anak itu keluar dari portal. Gaia terkejut saat melihat bibinya berada di sana.
" Gaia apa yang baru saja kau lakukan? Bagaimana bisa kau masuk ke dalam portal? Apakah kau terluka? Dimana? Biarkan bibi melihat mu. " Lucy sudah mencerca gadis kecil itu dengan bermacam pertanyaan hingga tak menyadari ada anak lain di samping ponakannya.
Saat Gaia hendak membuka mulutnya, suara khawatir lain datang dari arah pintu. Ayah dan ibu Gaia datang dengan raut wajah khawatir.
" Ya Tuhan nak. Apa yang terjadi dengan mu? " Rosy memeluk anak semata wayangnya.
" Dia baik-baik saja ros. Biarkan dia tenang dulu, baru setelah itu kita tanyakan apa yang sebenarnya terjadi padanya. " Kevin mencoba menenangkan istrinya.
Setelah mendengar ucapan kevin dan mendapatkan ketenangan mereka kembali, baik rosy maupun lusy akhirnya sadar jika ada anak lain di samping gadis kecil itu.
" Siapa dia? " tanya lusy.
" Dia humanoid bi. Aku menemukan dia di dalam portal. Ada banyak sekali humanoid di sana. " Jelas Gaia memberitahu dengan polosnya. Ia tidak tahu bahwa dirinya baru saja membongkar sebuah kejahatan.
Rosy melihat suaminya lalu mengangguk. Mereka tahu jika hal ini harus segera di laporkan pada pihak kerajaan.
" Gaia sayang, sekarang lebih baik kau istirahat. Dan kali ini jangan pergi kemana pun. Demi Tuhan ibu dan ayah sangat khawatir. Apa lagi bibi mu hampir gila karena tak menemukanmu di ruang tunggu. " Kata Rosy tegas.
Gaia menunduk penuh sesal. " Baik bu. Maafkan aku. "
" Baik. Ibu memaafkan mu. "
" Bu.. " Gaia menatap ibunya dengan mata penuh harap. Rosy tahu bahwa putrinya pasti memiliki sebuah permintaan.
" Katakan. "
" Bolehkah kakak tampan ini ikut dengan ku. " Tanya Gaia, tangannya tetap menggandeng tangan Sima rui.
Rosy diam. Ia hendak menolak tapi tidak tahu harus berbicara apa. Akhirnya kevin maju dan berjongkok mensejajarkan dirinya dan sang putri.
" No sayang. Kakak ini harus melakukan pemeriksaan ulang karena ia humanoid dari eksperimen ilegal. Jika tidak, kakak tampan ini akan sakit. " Bujuk kevin.
Kemudian ia kembali bertanya. " Apa kau menyukai kakak tampan ini? " Gaia mengangguk. Kevin tersenyum, gadis kecilnya ternyata sudah mendapatkan cinta pertamanya.
" Karena Gaia menyukainya. Jadi apa boleh kami memeriksa kakak tampan? "
Gaia kembali mengangguk. " Boleh. Aku tidak ingin kakak tampan sakit. "
Gadis kecil itu kemudian menoleh ke arah Sima rui. " Kakak tampan, ikutlah dengan ayah dan ibu. Kau harus di periksa ulang agar tidak sakit. "
Sima rui yang masih trauma dengan suntikan serum sebelumnya langsung berteriak histeris. Ia terlihat begitu ketakutan.
" TiDAKKK! JANGANNNN! PERGI KALIAN, PERGIII ! " Jerit Sima rui. Terduduk di lantai, Sima rui menyembunyikan wajahnya yang ketakutan. Ia tidak menyadari perubahan pada ekspresi wajah Gaia. Gadis kecil itu menatap nanar Sima rui.
Gaia mencoba menyentuh Sima rui namun anak laki-laki tampan itu terus menolak.
" Sepertinya rasa sakit pada mutasi genetik membuatnya trauma. " Rosy akhirnya bersuara.
__ADS_1
" Bu, tolong bantu kakak tampan agar tidak sakit laki. " Gaia kecil menangis. Kevin yang sebelumnya tidak pernah melihat putrinya menangis merasa sakit hatinya.
" Jangan menangis sweety. Dia akan baik-baik saja. " Ucap kevin.
" Benarkah ayah? " Tanya Gaia memastikan. Air matanya yang sudah di hapus menyisakan ingus di hidungnya.
" Tentu saja. Ayah akan menghapus sakit kakak tampan. Tapi apa Gaia tidak apa-apa kalau kakak tampan melupakanmu? "
Gaia terdiam. Ia menatap lekat wajah sang ayah. lalu beralih menatap Sima rui yang masih ketakutan.
" Tidak apa-apa ayah. Asalkan kakak tampan kembali sehat. Gaia... Gaia tidak ingin dia kesakitan. " Ucapan tenang gaia perlahan berubah menjadi isak tangis
kevin melihat putrinya menangis lagi, langsung memberikan pelukan. Setelah menenangkan Gaia, kevin berjalan menghampiri Sima rui.
Tubuh Sima rui semakin gemetar saat melihat kevin yang memakai jas putih mendekatinya. Pria itu berpikir sejenak. Kemudian melepaskan jas putihnya.
" Hei. Siapa nama mu? " tanya kevin lembut.
Sima rui mengintip, melihat kevin tidak memakai baju putihnya. Ketakutan Sima rui sedikit berkurang.
Benar dugaannya, bocah tersebut trauma dengan dokter yang menyuntiknya. Sebelumnya kevin melihatnya tampak nyaman bersama Gaia. Jadi ia menduga ada hal lain yang memicu traumanya.
" Sima... rui.. " Jawabnya ragu-ragu.
" Mau kah kau ikut denganku. Aku akan mengantar mu pulang ke rumah. "
Kata pulang mengingatkan Sima rui akan keluarganya.
" Wangfei... ayah raja... " Lirih sima rui namun kevin masih bisa menangkap kata yang di ucapkan Sima rui.
Terkejut. Tentu saja. Kevin tak menyangka eksperimen itu mengorbankan anggota kerajaan. Ia berdiri lalu mendekati Rosy.
" Sepertinya kita harus melakukan itu sebelum mengembalikannya. Aku pikir traumanya cukup serius. "
" Baiklah, aku ikuti pengaturan mu. " Rosy memilih setuju apapun rencana suaminya.
Melihat putrinya yang terus menatap sima rui. Kevin berbicara. " Setelah ini kalian mungkin tidak akan bertemu lagi. Apa kau ingin mengatakan sesuatu? "
" Bolehkah? "
" Tentu saja sayang. " Kevin menepuk pelan kepala Gaia.
Gadis kecil itu berjalan mendekat. Kedua anak itu saling berpandangan. Gaia memberikan jari kelingking pada Sima rui.
" Berjanjilah. Jika kita bertemu lagi kau harus menikah dengan ku kakak tampan. "
Kevin dan Rosy yang mendengar ucapan putrinya tercengang. Putrinya sedang melamar. Detik itu juga kevin merasakan patah hati karena posisinya sudah tergantikan oleh anak laki-laki yang tidak di ketahui asal usulnya tersebut.
Sima rui hanya menatap kelingking Gaia tanpa mengerti maksud gadis kecil itu.
Gaia mengambil tangan sima rui lalu menyatukan kelingking keduanya. " Ingat, kau harus menikah dengan ku. "
" Aku sudah memiliki calon istri. " Jawab Sima rui jujur. Ia memang memiliki perjanjian pernikahan dengan ziyan karena itu ia tidak ingin berbohong pada gadis yang sudah menolongnya itu.
Sudut bibir kevin terangkat. Ia senang mendengar penolakan Sima rui. Namun detik berikutnya senyum kevin langsung runtuh.
" Tapi aku bisa membatalkannya, kemudian menikah dengan mu. "
Mendengar lamarannya di terima, Gaia langsung memeluk Sima rui. Kevin yang hendak memisahkan keduanya. Ditahan oleh sang istri.
" Sayang. Jangan ganggu mereka. Putri kita hanya menyampaikan perasaannya. Aku yakin ia akan segera melupakannya. Jika pun pada akhirnya mereka berdua menikah, aku tidak keberatan. Bocah itu sangat tampan. Aku yakin saat dirinya dewasa, ketampanannya akan membuat hati semua wanita bergetar. "
Kevin ingin sekali memukul dadanya saat ini juga. Mendengar istrinya menyerahkan begitu saja putri cantik mereka pada kecebong kecil itu.
" Sudah, sudah kak. Lebih baik kita lakukan saja prosesnya. Tidak baik Sima rui untuk berada di sini lebih lama. " Potong lucy.
Akhirnya mereka membawa Sima rui pada rekan Rosy yang seorang ahli hipnoterapi. Mereka akan menghapus ingatan Sima rui tentang humanoid dan juga segala sesuatu yang berhubungan dengan hal tersebut. Termasuk pertemuannya dengan Gaia.
" Sudah siap? " Tanya pria yang akan melakukan Hipnoterapi pada Sima rui.
Sima rui mengangguk.
Terapi di mulai. Sima rui yang berbaring mulai memasuki alam bawah sadar. Ingatannya satu persatu mulai terkunci. Hingga akhirnya Sima rui tak sadarkan diri.
Setelah selesai, Sima rui dibawa ke ruang portal untuk di kembalikan ke dunianya.
" Sweety, apa kau ingin mengucapkan salam perpisahan? " Tanya kevin pada putrinya yang terus menatap sima rui yang tidak sadarkan diri.
Gaia menggeleng. " Aku yakin kami berdua akan bertemu lagi. Jadi tidak ada salam perpisahan. "
" Baiklah. Sekarang kita harus mengembalikannya kembali pada ayah ibunya. " Rosy menuntun putrinya menyingkir. Kevin mulai mengatur koordinat. Ia putuskan untuk mengirim Sima rui langsung ke istana.
Portal kembali aktif. Gaia melihat tubuh sima rui yang perlahan masuk ke dalam portal. Sekuat tenaga gadis itu menahan tangis, meyakini diri sendiri bahwa mereka akan segera bertemu lagi.
Setelah kejadian itu. Bate akhirnya ditangkap. Namun saat akan diadili, bate ditemukan tewas di dalam penjara. Kerajaan mengirim puluhan prajuritnya untuk memusnahkan eksperimen itu. Laboratorium tersebut terbakar. Humanoid ilegal dimusnahkan. Namun tanpa sepengetahuan mereka, satu humanoid berhasil kabur. Dengan ID 1002 (MII).
__ADS_1
Sementara Laura, ia mulai menikmati hidupnya sebagai anggota kerajaan. Baginya kehancuran eksperimen keluarganya tidak berpengaruh besar padanya. Jika pun ia tidak kembali ke Britania. Setidaknya di negara Jin ia memiliki kekuasaan dan juga status.