Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 370 Side story ( A Feng story)


__ADS_3

Seorang wanita di seret paksa oleh dua orang pria berpakaian hitam. Sang wanita terus meronta meminta ampun meski ia sendiri tak tahu kesalahan apa yang sudah dilakukannya.


Sungguh tak di sangka olehnya jika dirinya akan di culik ditengah hari seperti ini.


" Siapa kalian? tolong lepaskan aku. Apakah kalian orang suruhan Gu Feifei? lepaskan. Aku tidak bersalah. "


Dia adalah pelayan pribadi Gu Feifei. Ia berpikir bahwa orang-orang ini adalah suruhan wanita itu, dan ingin menyingkirkannya. Mengingat jika sebelumnya Gu Feifei pun pernah melakukannya pada wanita lain.


Setelah membuatnya pingsan, pelayan itu di bawa ke sebuah tempat khusus, tempat dimana Sima Feng menyekap musuhnya.


" LEPASKAN AKU! "


" Hiks tolong lepaskan aku. "


Meski terus berteriak dan akhirnya mengiba, dua pria itu tetap diam seolah kedua telinganya tuli, mengabaikan semua usaha pelayan tersebut.


Wanita itu di lempar di sebuah sel hingga tubuhnya tersungkur di lantai. Setelah mengunci, kedua pria bawahan Sima Feng itu bergegas pergi masih mengabaikan teriakan wanita itu.


Sementara di kediaman pangeran. Gu Feifei sejak tadi berjalan bolak-balik dengan menggigit salah satu ibu jarinya. Ia panik, setelah secara tiba-tiba ia menjadi tahanan rumah. Kini pelayan pribadinya yang ia minta keluar untuk menemui sang kakak justru tak kunjung kembali.


" Kenapa masih belum kembali? apakah terjadi sesuatu. " Gumamnya panik.


Gu Feifei sangat yakin jika sesuatu telah terjadi pada pelayannya tersebut, namun ia tak tahu bahwa pelayannya itu sudah di tangkap oleh Sima Feng. Gu Feifei berpikir bahwa pria itu masih sibuk dengan pencarian Liu Ru, tak tahu bahwa sebentar lagi nasibnya akan segera berakhir.


Sima Feng berjalan bersama Ling He, wajahnya tampak serius memberikan tekanan pada semua orang di sana. Semua bawahan tampak menunduk hormat tak ada satupun yang berani menatap Sima Feng.


"Dimana wanita itu? " Suara dingin Sima Feng membuat suhu penjara bawah tanah itu semakin rendah seolah mampu membuat siapapun yang mendengarnya membeku ketakutan.


" Dia ada di dalam Yang mulia. "


Salah satu anak buah sima Feng segera membuka pintu dan terlihat deretan penjara di sana. Suara langkah kaki Sima Feng membuat suasana semakin mencekam.


Langkahnya berhenti di depan sebuah sel dengan seorang wanita di dalamnya sedang menunduk bertumpu pada kedua lututnya.


Wanita itu menengadah, matanya seketika membola saat melihat wajah dingin Sima Feng. Sama sekali tak menduga bahwa orang-orang ini adalah suruhan pria itu. Jika begini, sudah di pastikan hidupnya tidak akan baik-baik saja.


" Ya-yang mulia. " Suaranya terbata dengan rasa takut mulai merayap di punggungnya.

__ADS_1


" Kerja bagus. Kau berkhianat dan membantu Gu Feifei menjebak istri ku. Sepertinya kematian akan terlalu mudah untuk mu. " Sinis Sima Feng tampak sekali kebenciannya pada pelayan wanita di hadapannya.


Baik punggung dan kening pelayan itu mulai berkeringat dingin. Wanita itu berjalan dengan lututnya mendekat pada Sima Feng. Air matanya mengalir bersamaan dengan permintaan akan pengampunan dari seorang tiran di depannya.


" Yang mulia maafkan saya. Saya benar-benar tak bermaksud mengkhianati anda dan mencelakai wangfei. Itu semua karena Gu Feifei. Dia mengancam saya Yang mulia. Sungguh saya berkata jujur. " Bohong jika Gu Feifei mengancamnya. Tapi ia terpaksa. Jika Sima Feng sampai tahu bahwa ia menerima suap dari wanita itu. Maka hidupnya pasti akan berakhir.


Tapi sayangnya, ketakutan membuat otak wanita itu tumpul. Sungguh bodoh, jika ia masih berpikir bahwa Sima Feng masih belum mengetahui apapun, terutama mengenai suap yang di terimanya.


" Tolong percaya pada saya Yang mulia. " Mohonnya lagi pada Sima Feng.


Sima Feng masih menatapnya penuh hinaan dengan pandangan merendahkan.


" Kau ingin aku mempercayai mu? "


" Saya bisa mengatakan apapun Yang mulia, apapun termasuk rencana Gu Feifei menjebak wangfei. "


" Kalau begitu katakanlah? bagaimana Gu Feifei menjebak istri ku? "


Pelayan itu mengangguk putus asa. Kemudian mulai berbicara menceritakan bagaimana Gu Feifei menjebak Liu Ru.


" Gu Feifei sengaja membuat gelang yang sama dan meminta seseorang untuk menyamar sebagai wangfei. Tak hanya itu, orang itu juga memiliki suara yang mirip sekali dengan wangfei. "


Bibir pelayan itu bergetar, takut jika jawabannya akan mengecewakan pria di depannya.


" Saya yakin sekali, Gu Feifei sudah membunuh wanita itu Yang mulia. "


" Apa lagi yang rencana Gu Feifei yang kau ketahui? "


Wajah pucat wanita itu menggeleng. " Saya tidak tahu lagi Yang mulia. Dia hanya meminta bantuan saya untuk membantunya memata-matai wangfei dan juga membantu menyingkirkannya. Itu saja Yang mulia. Saya mengatakan semuanya. Sungguh. "


Merasa tidak ada hal berguna yang bisa ia korek darinya lagi, Sima Feng berbalik dan segera memberikan perintah.


" Singkirkan dia. Potong lidah dan juga patahkan kedua kaki tangannya. Seorang pengkhianat adalah sampah maka jadikan dia layaknya sampah. "


Dengan kaki dan tangan lumpuh, ditambah tak bisa berbicara. Bukankah itu lebih buruk dari kematian.


Pelayan itu meraung meminta ampun pada Sima Feng. Ia mulai menyesali keputusannya untuk berkhianat. Andai ia tidak memandang sepele kekejaman Sima Feng. Tak mungkin ia berada dalam situasi seperti saat ini.

__ADS_1


Sima Feng tak peduli dan mengabaikan jeritan putus asa wanita itu. Ia melangkah pergi dan meminta seseorang untuk menangkap Gu Feifei.


Langkah kaki Sima Feng berlanjut menuju penjara lain yang jauh lebih lembab dan gelap. Begitu pria berwajah dingin itu masuk, salah satu anak buah Sima Feng dengan sigap menyalakan satu persatu obor yang tertancap di sisi di dinding.


" Bagaimana perasaan mu tinggal di tempat ini, Gu Xinzu? " Sima Feng menyeringai, melihat kondisi mantan komandannya yang saat ini tampak mengerikan.


Luka fisik bekas siksaan dan bau amis darah mengundang beberapa hewan pengerat datang. Sungguh sangat berbeda dengan kondisi sebelum dirinya ditangkap.


Sima Feng bisa melihat banyak bangkai tikus tergeletak. Meski sedang terluka, kemampuannya masih lumayan, batinnya.


" Karena kau begitu kesepian di sini. Aku akan berbaik hati membawakan teman untuk mu. Bagaimana? apa kau menyukainya? "


Gu Xinzu hanya diam menatap penuh kebencian Sima Feng.


" Teruslah membenci ku. Itu lebih baik dari pada mendengar mu memohon. "


Senyum ejek Sima Feng membuat Gu Xinzu semakin merasa terhina. Tangannya mengepal kuat dengan gigi mengetat membuat otot menonjol di wajahnya nampak jelas.


Kemudian Sima Feng menoleh pada Ling He. " Bawa Gu Feifei. Masukkan dia ke sel di sebelah Gu Xinzu. Aku yakin mereka akan sangat senang bertemu satu sama lain. "


" SIMA FENG! " Teriak Gu Xinzu tiba-tiba saat mendengar Sima Feng berniat memasukkan adiknya ke sini. Ia tak sanggup jika harus melihat adiknya terkurung di penjara kumuh, lembab dan gelap ini. Terlebih banyak sekali tikus yang kapan pun siap menggigit.


Bisa di bayangkan berapa menderitanya Gu Feifei jika sampai itu terjadi.


" Berhenti. Jangan masukkan adikku di sini. Kau boleh membunuhku. Tapi jangan kurung adikku di sini. "


" Siapa kau? untuk apa aku mendengarkan mu? "


" Aku mohon.. " Gu Xinzu benar-benar membuang harga dirinya untuk memohon pada Sima Feng. Apapun akan dilakukannya demi sang adik.


Sima Feng mencibir. " Sungguh menggelikan. Baru beberapa detik yang lalu kau menatap ku dengan tatapan membunuh. Namun kini kau justru memohon padaku. Kau benar-benar manusia munafik, Gu Xinzu. "


" Aku tidak peduli. Aku mohon jangan kurung adikku di sini. "


" Akan ku pertimbangkan. Tapi setelah melihat bagaimana reaksinya terkurung beberapa hari di sini. "


Sima Feng langsung melangkah pergi begitu selesai berbicara.

__ADS_1


Wajah Gu Xinzu semakin pucat, ia menggeleng penuh penolakan. Saat tersadar, Gu Xinzu kembali berteriak. " Tidak. Sima Feng berhenti kau, berhenti. Jangan sentuh adik ku Sima Feng. Jika kau berani, akan ku buat istri dan anak-anak mu membayarnya! "


Langkah kaki Sima Feng terhenti. Tanpa menoleh ia berkata. " Hanya satu kali. Aku hanya akan membiarkan mu bertindak sekali. Apa menurut mu setelah ini usaha mu akan berhasil lagi. Tidak. akan. Apa yang kau lakukan pada istri ku kemarin. Akan ku kebalikan pada adik mu. Jadi lihat dan nikmatilah. "


__ADS_2