Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 112


__ADS_3

" Sekarang kau siapkan anestesi untuknya dulu, baru setelah itu kita bisa lakukan pembedahan. " Ucap lucy memberi arahan.


Ziyan segera melakukan apa yang di perintahkan lucy. Beruntung saat menyelamatkannya dulu, ia membawa semua peralatan dan hasil labnya. Kemudian ia simpan di rumah yang memang sedang ia siapkan untuk sang bibi.


" Bibi.. apakah operasi ini tidak berbahaya? " tanya ziyan cukup ragu.


" Sebenarnya tingkat keberhasilannya hanya sekitar 50%. Tapi jika kita hanya diam saja, ia juga akan mati. Jadi bukankah lebih baik kita berusaha terlebih dahulu. " Lalu ia mengambil sebuah pil dan memberikan pada ziyan. " Minum kan padanya nanti. Itu pil yang mempercepat pembentukan sel darah merah. Jadi mempercepat proses penutupan luka. Kita tidak memiliki alat untuk transfusi darah jadi harus melakukan operasi dengan cepat. " Ziyan mengambil dan mengamati pil yang sedang ia pegang itu.


" Apakah ini pil yang sama dengan yang tadi di minum junyi bi? " tanya ziyan.


Beberapa jam lalu, sebelum operasi di mulai. Lucy memang meminta junyi untuk menelan sebuah pil. Namun ia tak menjelaskan pil apa itu. Dan sekarang ia tahu fungsi pil tersebut.


" Benar. Sebelumnya dia sudah kehilangan banyak darah. Jika kita melakukan operasi tanpa meningkatkan jumlah darahnya terlebih dahulu. Bukankah sama aja dengan kita membunuhnya secara langsung. "


" Wah.. kau hebat juga bi. Penemuan mu ini bahkan tidak ada di dunia kita. " Puji ziyan yang kagum akan kejeniusan lucy.


" Tentu saja. Bahan utama pil ini tidak ada di dunia kita. Itulah kenapa aku menyukai dunia ini dari pada dunia kita. Selain tidak ada peperangan, juga varietas tanaman di sini lebih banyak. Cocok untuk bahan eksperimen. " Jelas lucy. "Baiklah. Berhenti mengobrol. Kelihatannya anestesi nya sudah mulai bekerja. " Lucy melihat junyi yang sudah tak sadarkan diri.


Lucy menarik sarung tangannya, "Pisau bedah. " Ziyan segera mengambil pisau tersebut dan lucy mulai membedah tubuh junyi. Satu persatu lapisan kulit berhasil di bedah. Dan akhirnya lucy melihat sumber masalah yang ada di dekat hati. " Kelihatannya kita harus memotong empedu. Itu tindakan paling cepat dari pada harus menjahitnya satu per satu. " Ziyan mengangguk setuju. Ia yakin bibinya tahu apa yang terbaik.


Lucy begitu cekatan melakukan operasi tersebut. Hingga hampir setengah jam berlalu dan akhirnya operasi itu pun selesai.


Baik lucy dan ziyan membuka masker mereka. Peluh keringat membasahi kening keduanya. Ziyan terduduk di lantai, lututnya masih terasa lemas hingga tak mampu menopang kakinya.


" Ada apa dengan mu? Bukannya kau terbiasa melihat darah? " lucy heran melihat keponakannya yang terlihat seakan baru pertama kali melihat darah.


" Ini dan itu berbeda bi. Aku terbiasa melihat darah dan mayat. Bukan mengobrak abrik organ seseorang. " Jelas ziyan.


Tiba-tiba lucy teringat akan sesuatu, ia segera mengambil benda kecil yang ia temukan pada tubuh junyi. " Meski aku tidak pintar menggunakan senjata. Tapi aku tahu benda apa ini. Hanya saja yang mengherankan kenapa benda ini ada di sini "

__ADS_1


" Ini... " Ziyan terkejut melihat peluru yang di tunjukan lucy. " Peluru ini yang tadi ada di tubuh junyi? " Tanya ziyan dan lucy mengangguk.


" Bagaimana bisa? " gumam ziyan. " Mungkinkah ada orang lain selain bibi dan aku? " lanjut ziyan.


" Bisa jadi. Lebih baik kau menyelidikinya. Kau dan sima rui bisa bekerja sama dalam hal ini. "


Ziyan menggeleng. " Tidak, ia bahkan tidak tahu bahwa aku bukanlah yaner. Apa lagi soal masa depan. Hanya ayah Mo yang mengetahui asal usulku. " lucy terdiam.


" Aku akan menyelidiki ini sendiri. " ucap ziyan pasti.


" Itu terlalu berbahaya. Jika memang orang itu berasal dari dunia kita. Maka masalahnya tidak akan sesederhana kelihatannya. Lebih baik kau bekerja sama dengan Sima rui. Setidaknya carilah informasi darinya. " Ziyan berpikir sejenak memikirkan nasehat bibinya.


******


Ziyan keluar dari kamar, dan terkejut saat melihat sima rui sudah berada tepat di hadapan.


" Apa kau tidak mengalami kesulitan? " tanya sima rui.


Ziyan mengerutkan keningnya, sepertinya ada yang salah dengan pertanyaannya. " Bukankah seharusnya yang kau tanyakan bagaimana kondisi junyi? kenapa justru aku yang kau tanyakan? "


" Aku tahu, dia pasti baik-baik saja. " Jawab sima rui tanpa menjelaskan.


" Bisa kita bicara? " Melihat wajah serius tunangannya tersebut. Sima rui tahu bahwa ada hal penting yang ingin dibahasnya.


" Kita ke ruang baca ku. " Keduanya langsung meninggalkan kamar junyi, sementara lucy masih setia di sana merawat pasien yang baru di operasinya tersebut.


Setibanya di ruang baca. Ziyan tanpa membuang waktu langsung bertanya. " Bagaimana junyi mendapatkan luka tersebut? "


" Aku menyuruhnya mengejar seseorang yang terlihat mencurigakan di luar sel Hong dawei. Karena tak kunjung kembali, lalu A ying menyusul dan menemukan junyi yang terluka. Apa ada hal yang aneh? " Tanya Sima rui.

__ADS_1


" Aku menemukan benda ini di tubuh junyi. " ziyan menunjukan peluru di tangannya.


Sima rui mengambil peluru dan mengamatinya. " Apa ini? "


" Ini di namakan peluru. " Sima rui menatap ziyan seolah bertanya bagaimana kau bisa tahu?


" Akan ku ceritakan semuanya saat waktunya tepat. Aku hanya bisa mengatakan itu untuk sekarang. " Melihat tatapan tidak setuju dari Sima rui, ziyan kembali bicara. " Percayalah. Itu tidak akan lama. "


" Lalu apa bedanya sekarang atau nanti? bukankah akan berakhir sama saja. " Ucap Sima rui. Ia akan berubah menjadi pria keras kepala jika menyangkut keselamatan ziyan. Rasa khawatir yang begitu besar karena mengetahui tunangannya itu tahu betul mengenai senjata yang hampir merenggut nyawa junyi itu.


" Karena apa yang akan ku katakan itu, juga akan berpengaruh pada pertunangan kita. "


" Mo ziyan, aku hanya mengatakan ini, aku tidak peduli siapa dan apa yang kau lakukan. Kau akan selalu menjadi tunangan ku, setelahnya menjadi permaisuri ku, dan ibu dari anak-anak ku. Jadi sejak kita bertunangan, kau tidak memiliki jalan untuk mundur. " ucap Sima rui pasti. Ziyan bahkan bisa melihat sorot mata Sima rui yang penuh dengan keyakinan.


Keduanya terdiam. Hingga akhirnya Sima rui kembali berbicara.


" Baiklah. Untuk sekarang aku tidak akan memaksa. Aku akan menunggu sampai kau dengan sendirinya mengatakan semua yang ingin kau katakan. " Sima rui mengusap pipi ziyan dengan ibu jarinya. Ia menatap lekat wajah wanita yang sudah mengisi hatinya tersebut. Ia ingin ziyan sepenuhnya percaya padanya. Tahu bahwa dirinya tulus mencintainya.


Sima rui mengecup lembut bibir ziyan. Lalu menyatukan kening mereka. Keduanya terpejam seakan saling merasakan napas masing-masing. " Mari kita bahas hal lain kalau begitu. " Ziyan tersenyum lalu mengangguk.


Sima rui meminta seorang pelayan membawa minuman dan beberapa kudapan untuk ziyan.


" Bisa minta mereka mengantarkan ke bibi lucy juga. " pinta ziyan dan Sima rui segera menyampaikan permintaan wanitanya tersebut.


" Menurutmu siapa laki-laki yang di kejar oleh junyi itu? " tanya ziyan melanjutkan percakapan.


" Aku rasa seseorang yang berada di belakang hong dawei, dan satu hal lagi, orang itu pastilah memiliki kedudukan yang tinggi. Karena Hong dawei sendiri sangat yakin bahwa aku tidak akan mampu mengalahkannya. "


Ziyan mengangkat alisnya satu. " Bahkan kau tidak bisa mengalahkannya? " tanya ziyan dan Sima rui mengangguk sebagai jawaban.

__ADS_1


__ADS_2