
Ziyan yang melihat yaoyao panik, segera menghampirinya dan menepuk pelan bahunya untuk tenang. Agar dirinya bisa bertanya. "Ada apa? "
"Itu nona... " Yaoyao melirik pada orang-orang yang ada di kamar ziyan, seolah tak enak jika harus mengatakannya di depan mereka.
Ziyan yang menangkap perasaan enggan yaoyao, mulai membujuknya pelan. "Tak apa. Katakan saja. "
"Itu nona. Ada seseorang yang menggila di belakang. Dia... Dia... " Wajah yaoyao tiba-tiba berubah merah, Ia malu untuk mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi.
Melihat reaksi yaoyao, Ziyan Berinisiatif untuk langsung melihatnya saja dari pada mendengar dari mulut pelayan pribadinya itu. "Ayo kita pergi. Antar aku kesana. "
Yaoyao segera memimpin jalan, di ikuti ziyan dan semua orang, yang penasaran dengan apa yang sesungguhnya terjadi.
Saat mereka tiba di halaman belakang, yang notabeni dapur dan kamar pelayan. Mata mereka dikejutkan dengan seorang gadis yang hampir tidak berpakaian, hanya mengenakan pakaian dalam sedang berusaha 'menyerang' seorang pelayan pria. Ia yang berada di atas tubuh si pelayan pria, berusaha memperkosanya namun gagal. Kelihatannya karena kurangnya kekuatan si gadis tersebut. Semua pelayan yang melihat tontonan tersebut tak berani melerai keduanya. Para pelayan wanita takut, jika gadis itu akan berbalik menyakiti mereka, sedangkan pelayan pria takut, gadis itu akan berbalik 'menyerang' mereka.
Tuan Mo yang melihat kekacauan itu, segera memerintahkan luyi untuk menangkap gadis itu. Tak butuh waktu lama untuk luyi melumpuhkan gadis itu. Hanya dengan satu kali pukulan di leher, membuat gadis itu tak sadarkan diri.
Ziyan berjalan mendekat dan bertanya pada pelayan yang lain. " Apa yang sebenarnya terjadi disini? siapa dia? " Ziyan menunjuk seorang pelayan wanita untuk memberikan Jawaban.
Pelayan yang ditunjuk ziyan sedikit tersentak. "Dia... dia salah satu pelayan disini juga nona. Namanya yimin. Kami juga tidak tahu, apa yang sebenarnya terjadi dengannya. Tiba-tiba saja dia datang dan langsung mengejar para pria. "
__ADS_1
Ziyan menatap pelayan tersebut, dan sepertinya ia sedang tidak berbohong.
Situ fan berjalan mendekat dan melihat gadis yang menggila tadi. Ia berjongkok dan memeriksa nadinya. "Sepertinya ia terkena sejenis halusinogen dosis tinggi. Itu membuat orang yang terkena obat tersebut akan berhalusinasi dan menjadi liar. "
Semua orang tercengang mendengar apa yang dikatakan putri bangsawan Zijue ini. Tak terkecuali ziyan yang melipat keningnya.
"Tapi aku juga tidak yakin, aku hanya pernah melihat gejala seperti ini. Lebih baik mendengarkan penjelasan dari tabib langsung. " Situ fen segera mengoreksi ucapannya ketika melihat reaksi semua orang.
"Benar, Situ meimei tidak mengerti pengobatan. Lebih baik bertanya langsung pada tabib. " Yuefeng sedikit tidak menyukai sikap situ fen. Ia tak ingin kejadian ini melibatkannya setelah apa yang dia rencanakan tak membuahkan hasil. Jadi sebisa mungkin dia harus membungkam semua hal yang berhubungan dengan halusinogen.
Tabib yang sebelumnya di panggil luyi atas perintah tuannya untuk memeriksa ziyan datang. Sang tabib bingung karena pasien yang diperiksanya bukan nona pertama Mo melainkan berubah menjadi gadis dengan pakaian tak beraturan.
Melihat tabib zhan yang masih diam terpaku. Ziyan segera mengingatkan kembali sang tabib untuk segera mulai memeriksa. "Tabib zhan. Silakan kau periksa kondisi gadis ini."
"Gadis ini sepertinya terkena sejenis obat perangsang, yang membuat dirinya berhalusinasi dan menjadi liar. " Penjelasan tabib yang sama dengan situ fen sebelumnya sontak mengejutkan semua orang. Ternyata benar apa yang di ucapkan putri bangsawan Zijue tadi.
"Bagaimana seorang pelayan bisa terkena obat seperti ini? Apalagi di dalam kediaman. " Tuan mo menyadari ada yang tidak beres dengan masalah ini.
Mendengar ucapan mo yincheng, yuefeng merasakan sedikit peringatan di dalamnya. Ia tak ingin terlihat panik, jadi sebisa mungkin ia berusaha bersikap tenang.
__ADS_1
"Itu benar ayah. Aku akan meminta xiaoqi untuk menyelidikinya nanti. " Ziyan melirik sekilas yuefeng lalu mengalihkan pandangannya pada para tamu yang sejak tadi berada di halamannya. " Hari sudah sore, kenapa para nona ini belum kembali. Apakah kalian akan menginap disini? "
Mendengar pertanyaan ziyan yang seperti mengatakan 'kalian terlalu lama di sini, apa tidak sekalian tinggal disini juga. ' Membuat wajah sujin dan sier memerah, merasa malu sekaligus marah. Mereka seperti ditendang keluar dari kediaman tersebut. Namun berbeda dengan sujin dan sier, wajah situ fen tampak biasa saja. Tak terlihat ekspresi kesal atau marah. Hal ini membuat ziyan sedikit tertarik dengannya. Sepertinya dia berbeda dengan kedua temannya dan yuefeng.
"Maaf kak, aku lah yang membawa mereka kemari. Saat aku mendengar kau sakit, aku sangat khawatir dan langsung mengajak mereka untuk datang mengunjungimu. " Yuefeng berusaha membela teman-temannya. Ia tak ingin para temannya tahu bahwa dirinya memanfaatkan mereka.
" Ck ck ck... yuefeng memei, sepertinya kau salah mengucapkan kata-kata. Jika kau memang khawatir denganku, seharusnya kau meminta mereka untuk segera pulang. Agar kau bisa menjagaku dan tidak menelantarkan mereka sebagai tamu. Jangan sampai ada gosip, keluarga mo melupakan tamu karena urusan pribadi mereka. Itu sangat tidak sopan yuefeng meimei. "
Sekakmat.
Yuefeng merasa perkataan ziyan begitu tajam hingga membuat dirinya tak bisa membalas ucapannya. Kelihatannya ia harus mundur kali ini. "Kakak benar, Yuefeng masih belum dewasa dan masih perlu banyak belajar. Terima kasih kakak sudah mengingatkanku. Kalau begitu aku akan mengantar teman-temanku kembali terlebih dulu. "
Setelah ke empat wanita itu pergi. Ziyan meminta luyi untuk sementara waktu mengurung gadis gila tersebut di pondok penyimpanan kayu bakar yang berada di dekat situ. Sementara ziyan mengajak tuan Mo untuk ke ruang bacanya setelah mengantar nyonya mo dan nyonya tua kembali ke halaman utara.
"Apa yang sebenarnya terjadi. " Begitu masuk, tanpa menunggu lama, Mo yincheng langsung menyerbunya dengan pertanyaan yang sejak tadi mengganggu pikirannya.
Ziyan pun menceritakan semua kejadian yang sebenarnya dari awal. Saat dirinya tiba di kamar dan mendengar laporan snowy. Ia langsung memeriksa kamarnya, dan menemukan obat tersebut yang telah di oleskan pada bantalnya. Ziyan mengetahui pelayan mana yang berani memasuki kamarnya dari snowy, Lalu segera menyusun sebuah sandiwara. Ia memerintahkan yaoyao untuk membuat pelayan itu sibuk sementara dirinya menukar bantalnya dengan milik si pelayan. Saat semuanya selesai dilakukan, ziyan membuat pelayan tersebut pingsan lalu merebahkannya di atas bantal tersebut dan menunggu hingga obat tersebut bereaksi. Ia sengaja meminta yaoyao, untuk menyuruh salah satu pelayannya mengirim kabar bahwa kesehatannya memburuk.
" Dan setelah itu, semua kejadian sesuai dengan apa yang ayah lihat. "
__ADS_1
Mo yincheng tak menyangka, orang yang berniat menyakiti putrinya berada di kediamannya juga. "Apa kau sudah mengetahui siapa pelakunya?"
********************