Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 180


__ADS_3

Pelayan yang sebelumnya berbicara dengan xiaolu tiba di aula. Matanya menyapu mencari sosok Sima rui. Gegas ia menghampiri meja Sima rui begitu menemukan pria itu.


" Hormat Yang mulia pangeran. Saya ingin menyampaikan pesan dari wangfei. " Ucapnya sopan sembari memberikan hormat.


Sima rui hanya mengangguk sebagai tanda persetujuan.


" Wangfei membutuhkan bantuan Yang mulia. Karena itu, beliau meminta anda untuk menemuinya. " Pelayan itu berbicara setelah menyalurkan seluruh keberaniannya. Meski sejujurnya ia sangat takut jika kebohongannya terungkap. Tapi demi perak ditangannya, apapun rela dilakukannya.


Tak ada tanggapan dari Sima rui, ia hanya diam memperhatikan gerak gerik pelayan tersebut. Pelayan itu menunggu dengan was-was. Ia hanya bisa menatap ke bawah sembari berdoa dalam hati semoga kebohongannya tidak terekspos. Detik-detik menegangkan tersebut akhirnya berakhir ketika sima rui bangkit dan meminta pelayan tersebut untuk mengantarnya. " Tunjukan jalannya. "


Pelayan tersebut mengerti dan bergegas berjalan tepat di depan Sima rui untuk memandu jalan.


Sementara itu di tempat ziyan.


Ziyan masih sibuk dengan pakaiannya. Ia kesulitan saat menyatukan ikatan yang ada di belakang bajunya.


" Ish.. kenapa sulit sekali. Apakah mereka tak bisa membuat baju yang lebih sederhana. Benar-benar merepotkan. " Gerutu ziyan.


" Yaoyao bisa kau bantu aku. " Ziyan memutuskan untuk meminta bantuan yaoyao. Namun setelah ucapannya yang sangat keras itu, sama sekali tak terdengar sautan dari yaoyao. Juga, tak ada tanda-tanda akan kedatangannya.


Kening ziyan mengerut merasakan ada sesuatu yang salah. Yaoyao sama sekali tidak pernah pergi tanpa pemberitahuan sebelumnya. Ia akan selalu meminta ijinnya jika hendak pergi.


Samar, ziyan bisa mendengar pintu terbuka. Langkah kaki mengendap-endap membuktikan bahwa itu bukan yaoyao. Jadi ziyan bersembunyi untuk melihat siapa yang diam-diam masuk tersebut.


Dari balik lemari, ziyan bisa melihat dua pria yang kelihatannya sedang mencari dirinya.


Seringai jahat tampak di wajah cantik ziyan. Kelihatannya ada orang di perjamuan yang sengaja menargetkannya.


' Baiklah, jika ingin bermain. Dengan senang hati akan ku layani. '


" Kenapa tidak ada. Bukankah seharusnya wanita itu ada di sini. "


" Ia pasti sedang bersembunyi. Berhati-hatilah. Jangan sampai dia keluar dan mencari bantuan. "


Percakapan pelan kedua orang itu masih bisa di dengar ziyan.


Ziyan mengepalkan tangannya kuat saat menyadari salah seorang dari mereka menyadari keberadaannya.


Ketika pria itu hendak membuka pintu lemari. Ziyan segera menendang kuat pintu tersebut hingga pria itu terjungkal ke belakang. Pria yang lain maju dan bersiap memukul ziyan. Dengan mudah ziyan menghindar dan menyerang balik pria itu. Tendangan ziyan tepat mengenai dadanya dan terjatuh mengenai meja, membuat meja itu hancur seketika.


Keduanya bangkit kembali dan menyerang secara bersamaan. Ziyan menunduk mengindari tinju, lalu berputar dan memukul leher hingga akhirnya pria itu terjatuh tak sadarkan diri. Pria satu lagi melayangkan tendangan dan dengan mudah di tangkis oleh ziyan. Pria itu mundur beberapa langkah. Tanpa memberikan waktu untuk lawannya menyerang, ziyan langsung menyerang balik, menendang pria itu tepat di pusat kehidupannya.


Kretek!


Pria itu menjerit merasakan rasa sakit yang teramat sakit. Sedang Ziyan meringis seolah mendengar dua benda bulat tak bertulang itu pecah. ' Aw! itu pasti menyakitkan. ' Batin ziyan yang merasa ngilu.


Ziyan bisa melihat bagaimana menderitanya pria tersebut. Kedua lututnya terjatuh ke lantai. kedua tangannya memegangi hartanya yang ada di sela pahanya. Dan tak lama pria itu pingsan dengan keringat dingin di keningnya.


Melihat kedua pria asing itu sudah tak sadarkan diri. Ziyan segera mengikat dan menyumpal mulut mereka.


Seketika ziyan teringat yaoyao. Ia segera keluar dan melihat tubuh pelayan setianya tersebut yang tergeletak di lantai. Ziyan menepuk-nepuk pipi yaoyao.


" Yaoyao bangunlah. " Ziyan terus menepuk pipi yaoyao. Tak lama matanya bergerak. Yaoyao membuka matanya. Ia masih merasakan pusing di kepalanya. "Hei sudah sadar? "

__ADS_1


" Wangfei? " ucap yaoyao lemah.


" Kau akhirnya sadar juga. Ayo bangun. Kita harus segera kembali ke perjamuan. " Tungkas ziyan. Ia harus mengatakan kejadian ini pada Sima rui. Melihat yaoyao masih linglung, ziyan kembali berkata. " Aku akan menceritakan semuanya. Sekarang ayo kita pergi dari sini. Sebelum ada orang lain yang datang. "


Meski yaoyao masih belum mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Tetapi pada akhirnya ia hanya bisa pasrah mengikuti apa yang ziyan katakan.


Dengan langkah cepat keduanya berjalan menuju aula perjamuan. Ditengah jalan, tiba-tiba ziyan melihat ada kerumunan. Tampaknya telah terjadi sesuatu. Entah kenapa ziyan merasakan firasat buruk. Dengan rasa penasaran ziyan memutuskan untuk melihat ada apa gerangan.


" Apa yang terjadi. " Ziyan bertanya pada salah seorang wanita yang ada di sana.


" Kami menangkap basah pangeran dengan seorang wanita. "


Mendengar jawaban itu, mendadak tubuh ziyan terasa lemas. Segala pikiran buruk mulai muncul dipikirannya. Namun segera ia menggeleng menyangkal hal tersebut. ' Tidak. Sima rui bukan pria bodoh yang lemah. '


Saat ziyan hendak melangkah lebih ke depan. Seseorang menarik tangannya. Besarnya kekuatan tangan itu sampai membuat ziyan menabrak dada di depannya


" auw.. Hidungku. " Sangking kerasnya, ziyan berpikir bahwa hidungnya bukan menubruk dada melainkan sebuah tembok.


Dengan perasaan kesal ia melihat ke atas. Namun rasa kesalnya langsung hilang begitu tahu siapa pemilik dada bidang tersebut. " Pangeran? kenapa kau disini? "


" Nanti ku jelaskan. " Lirih Sima rui.


Ziyan menyipitkan matanya karena tak mengerti dengan situasi saat ini.


" Harap beri jalan. Yang mulia kaisar tiba. " Seorang kasim mengumumkan kedatangan Sima shao.


Semua orang menyingkir, memberi jalan untuk kaisar mereka.


Sementara itu ziyan yang diam-diam mengintip bersama para penonton lain, terkejut saat melihat dua orang yang berada di atas ranjang. ' Rong feiyue dan... Sima yan. ' Batin ziyan.


Bagaimana bisa keduanya berakhir di ranjang? Apa ini?


Rong feiyue masih terus menangis sedangkan sima yan hanya diam, seolah shock dengan situasi dirinya saat ini.


" Pangeran Yan. Apa yang kau lakukan pada nona rong? " Tanya Sima shao menekan amarahnya.


Sima yan turun dan langsung berlutut. " Tidak ayah raja. Aku tidak melakukan apapun. Aku juga tak tahu bagaimana bisa aku berada disini. "


Kemudian ia kembali berkata. " Aku hanya ingat, seorang pelayan datang padaku lalu mengatakan padaku bahwa... " Sima yan menghentikan ucapannya. Dilema apakah harus mengatakan yang sebenarnya. Jika ia mengatakan bahwa seorang pelayan datang karena ziyan memanggilnya. Maka semua orang pasti akan berpikiran buruk. Bisa jadi rumor terdahulu mereka akan kembali mencuat.


' Tidak. Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi lagi.' pikir Sima yan.


Sima yan melirik feiyue. Gadis itu masih menangis sesegukkan. ' Meski aku masih tidak tahu apa sebenarnya yang terjadi, tapi maaf feiyue, aku terpaksa mengorbankan mu. ' monolog Sima yan.


" Bahwa... nona rong tengah menungguku. Ia memiliki sesuatu yang ingin di sampaikan nya. " Bohong Sima yan.


Feiyue mendelik menatap Sima yan. Terkejut dengan apa yang baru saja didengarnya. Feiyue semakin histeris karena tak terima dengan kebohongan Sima yan.


" Pembohong! Aku sama sekali tak memanggilmu. " Teriak feiyue. Ia sama sekali tak peduli meski Sima shao berada di situ.


Plak!


Sebuah tamparan keras mendarat di wajah feiyue. Sangking kerasnya hingga meninggalkan warna merah di pipi. Seketika wajah feiyue membeku karena shock.

__ADS_1


" Feiyue! Hentikan bicaramu. Apa kau tak menghormati Yang mulia kaisar? " Bentak kakek Rong. Tangannya gemetar karena untuk pertama kalinya ia menampar cucu kesayangannya.


" Kakek kenapa kau menamparku? " Tangis pilu feiyue memegang pipinya yang terasa perih. Membuat hati kakek rong semakin sakit.


" Maafkan kakek yue er. " Sesal kakek rong.


" Karena kalian sudah seperti ini. Maka dengarkan titah ku. Putri kediaman rong, rong feiyue. Memiliki paras cantik, cerdas dan baik hati dengan ini aku anugrah kan pernikahan dengan putra mahkota sima yan. Kelak saat ia memimpin negara wei. Ia akan mendapatkan gelar permaisuri dan bersama raja memimpin negara wei. "


Begitu titah di turunkan. Tubuh Sima yan seolah kehilangan rohnya. Raganya terasa lemas hingga terduduk di lantai. Bahkan ia hanya bisa menatap nanar lantai dengan pandangan kosong. Sementara feiyue terus menangis histeris menolak keputusan sang kaisar. Namun apa daya, ia sama sekali tak memiliki kekuatan untuk melawan kaisar.


" Mantan jenderal Rong. Setelah ini istana akan mempersiapkan semuanya. "


" Terima kasih Yang mulia atas kebaikannya. "


Setelah itu Sima shao segera kembali dan menyuruh semua orang untuk kembali dan mengancam agar semua orang di tempat tersebut untuk menutup mulut mereka.


" Jika sampai aku mendengar kejadian ini bocor. Maka aku tak akan segan-segan memberikan hukuman berat. Tak hanya orang yang bersangkutan, tapi juga seluruh keluarganya. " Ancam Sima shao. Kaisar yang masih terlihat tampan itu menatap semua orang dengan tatapan bak belati. Aura dominasi tampak pada Sima shao membuat semua orang bergidik ngeri.


" Kasim liu selidiki masalah ini. Siapa bajingan gila yang sudah berani menjebak pangeran negeri jin. " Titah Sima shao pada kasim liu ketika tiba di ruang bacanya.


Sementara itu,


" HATCHI! "Sima rui bersin dengan sangat keras. Ia menggosok hidungnya yang tak gatal.


" Apa kau sakit? " Tanya ziyan menatap khawatir Sima rui.


" Tidak. Hanya terasa gatal. " Bohong sima rui. 'Sial. Pasti ada orang bodoh yang sedang mengumpat ku. ' Batin Sima rui.


Tanpa saling mengetahui, bajingan gila yang di maksud Sima shao adalah putranya sendiri. Dan orang bodoh yang dikatakan Sima rui adalah ayahnya.


Ziyan hanya mengangguk mengerti. Lalu kembali berkata. " Jadi bagaimana kau bisa berada di sana. "


" Seorang pelayan datang dan mengatakan bahwa kau membutuhkan bantuan ku. Jadi aku bergegas menyusul mu namun ditengah jalan aku melihat keramaian tadi. " Jawab Sima rui.


" Bagaimana bisa pelayan itu tahu aku membutuhkan bantuan. Apakah ia seorang cenayan? "


Sima rui mengernyitkan dahinya. " Apa yang terjadi? apa sesuatu terjadi padamu? " Raut wajah Sima rui terlihat khawatir.


Ziyan tersenyum, " Aku tidak apa-apa. Hanya dua kecoa kecil yang mencoba menakuti ku. Tapi tenang saja. Aku sudah mengurusnya. " Ziyan menepuk bangga dadanya. Ia lalu menceritakan keseluruhan cerita yang terjadi padanya.


" Aku akan mengurus kedua orang itu. " Ucap Sima rui. Ziyan bisa melihat kemarahan dari kata-katanya. Wajah tampan yang biasa dingin itu berubah gelap.


" Baiklah. " Ziyan mengiyakan keinginan Sima rui. Ia tahu suaminya itu akan melakukan sesuatu pada kedua pria itu. Ziyan hanya bisa menyalahkan takdir buruk mereka yang akan segera bertemu dengan siksaan sima rui.


Sima rui menepuk pelan kepala ziyan. "Kau pasti lelah. Ayo kita pulang. Setelah insiden tadi, aku yakin ayah raja akan segera mengakhiri perjamuan nya. "


Ziyan mengangguk. Setelah keduanya berada di kereta. Pikiran ziyan kembali pada kejadian Sima yan dan rong feiyue


" Apa menurut mu Sima yan dan feiyue benar-benar melakukannya? " Tanya ziyan penasaran. Sima rui hanya mengangkat satu alisnya.


" Maksudku mungkin saja Sima yan dijebak oleh feiyue, atau justru sebaliknya. Jika bukan karena itu lantas apa lagi? Apakah feiyue selama ini memendam perasaan pada Sima yan? Aku pikir ia menyukai mu." Ziyan terus mengutarakan analisis tak mendasarnya.


Sima rui hanya tersenyum tanpa ingin menjelaskan.

__ADS_1


__ADS_2