
Wang yi tidak bisa tidur dengan nyenyak. Sejak tadi tubuhnya hanya bolak balik ke kanan dan ke kiri tanpa menemukan posisi yang nyaman. Pikirannya masih setia pada pembicaraan mengenai arthur siang tadi. Memikirkan cara untuk menolong temannya tersebut. Akhirnya wang yi mengambil keputusan setelah menimbang-nimbang penuh pertimbangan.
Tok Tok.
Pintu kamar Sima rui diketuk.
" Ada apa? " Sima rui membuka pintu dengan raut wajah tak bersahabat menatap kesal junyi karena mengganggu di waktu yang tidak tepat.
Junyi sudah menduga bahwa tuannya pasti akan marah saat waktu bersama wangfei diganggu. Namun apa boleh buat. Ada hal penting yang harus ia sampaikan.
" Maaf mengganggu Yang mulia. Wang yi ingin berbicara dengan anda. "
Sima rui melirik wang yi yang berdiri tak jauh dari junyi. " Suruh dia menunggu di belakang. Aku akan menyusul. " Junyi mengangguk patuh dan pergi bersama wang yi.
Di halaman belakang samping kolam. Sima rui duduk bersama wang yi di sebuah gazebo. Sebuah botol arak menemani perbincangan malam mereka.
" Aku ingin membantu mu mengeluarkan arthur. Soal jaminan.... Biarkan aku yang akan menjadi jaminannya. " Ucap wang yi memulai percakapan.
Sima rui menuang sedikit arak ke dalam gelasnya sembari mendengarkan perkataan wang yi. Menyesap sedikit sebelum akhirnya berbicara.
" Ucapan mu seolah dirimu bernilai tinggi. Apa menurutmu mereka akan setuju dengan penawaran mu? Apa yang membuat mu yakin bahwa usulan mu akan diterima dan arthur akan terbebas. " Cecar Sima rui.
Wang yi bungkam. Sima rui kembali melanjutkan. " Jika kau ragu. Lebih baik kembalilah. Kau hanya membuang waktu berharga ku. "
Wang yi menarik napas panjang. Lalu mengambil sebuah giok dari balik dadanya.
Sebuah giok dengan ukiran Xuan wu atau black turtle. Simbol negara shu. Negara yang memiliki letak geografis di wilayah pesisir pantai yang berada di sebelah utara.
Jika utara ada negara shu dengan simbol Xuan wu (black turtle atau genbu) maka negara jin yang berada di bagian timur memiliki simbol Qing long (Blue dragon atau seiryu). Sementara Barat dan selatan ada Xi fang Bai Hu ( white tiger atau Byakko) dan Zhu Que (red Phoenix atau suzaku).
Giok dengan ukiran lambang negara hanya di miliki oleh Raja atau pangeran kerajaan. Sebagai contoh Sima rui yang memiliki giok naga. Karena wang yi memiliki giok black turtle. Maka sudah di pastikan ia adalah anggota kerajaan shu.
Sima rui mengangkat satu sudut bibirnya. " Apa ini? " Ucapnya seolah tidak tahu benda di depannya.
" Aku percaya tanpa harus menjelaskannya kau pasti tahu betul benda apa ini Yang mulia. " Wajah wang yi berubah serius. Seolah pria yang kini sedang berbicara dengan Sima rui itu bukanlah wang yi yang biasanya. Wang yi yang sehari-hari selalu bersikap santai dan tidak normal.
" Apakah kau mengakui identitas mu itu Yang mulia putra mahkota Xuan Yi. " Sima rui menyebut nama asli wang yi beserta dengan statusnya.
" Kau tampak tidak terkejut saat aku menunjukkan giok ini. Ternyata kau sudah mengetahui identitas ku yang sebenarnya. Sepertinya apa yang orang-orang katakan mengenai ketajaman dirimu memang benar. Kau bukanlah orang yang bisa dibodohi. "
Sima rui terkekeh. " Bukankah aneh membiarkan orang yang tidak kita kenal tinggal di rumah mu. Aku tidak akan sebodoh itu untuk membiarkan orang asing tinggal di kediaman ku. "
" Sejak kapan kau tahu? " Wang yi tak mampu lagi menyembunyikan rasa penasarannya.
" Apakah itu penting? "
Kembali Sima rui melanjutkan. " Perihal kapan aku mengetahui identitas mu tidaklah penting. Sekarang karena kau berani mengungkap identitas mu maka bisa ku tebak kau sudah siap dengan segala konsekuensinya termasuk orang-orang dari Kekaisaran shu yang akan segera mengetahui keberadaan mu. "
__ADS_1
Wang yi masih bungkam. Ia memang sudah siap bila orang-orang suruhan ayahnya tahu dirinya berada di kerajaan Jin. Tapi Sejujurnya untuk kembali ke sana ia sendiri belum siap. Belum saatnya ia kembali. Itulah yang di pikirkan wang yi.
" Tak masalah bagiku bila mereka mengetahui keberadaan ku. Aku hanya tak ingin kembali ke sana. Setidaknya untuk saat ini. Jika aku kembali sekarang, sudah di pastikan akan terjadi kekacauan di istana lagi. " Ungkap wang yi.
Kekacauan karena perebutan tahta masih menjadi momok bagi wang yi. Kematian adiknya membuat wang yi memilih meninggalkan negaranya. Kaisar shu saat ini memang tak melarang para pangeran untuk saling membunuh. Menurutnya, pangeran yang akan menjadi kaisar harus cerdas, kuat, dan kejam. Agar dapat memimpin negaranya dengan baik dan membuatnya semakin berkembang. Karena itu, tidak peduli meski wang yi berstatus putra mahkota tidak lantas membuatnya aman untuk naik ke singgasana.
Sima rui sedikit banyak mengetahui perihal sifat kejam Kaisar shu dan masalah internal negara itu. Jadi ia tahu betul kekacauan apa yang di katakan wang yi.
" Aku bisa membuat mu berada di sini dengan tenang tanpa takut di usik oleh orang-orang Kekaisaran shu. "
" Benarkah? "
" Tentu saja. Dengan memiliki kerjasama antar kerajaan. Itu bisa menjadi alasan masuk akal untuk mu tinggal di sini. Selain kau bisa menyelamatkan arthur, keberadaan mu disini juga tidak akan mengundang kecurigaan mereka yang akan mengecap mu sebagai musuh. Bagaimana? apakah kau setuju? " Jelas Sima rui dengan rencananya.
" Sepertinya menarik. Namun sebelum aku menyetujuinya. Bisa kau jelaskan terlebih dulu Yang mulia kerja sama apa yang akan kita jalani. "
Senyum puas mengembang di bibir Sima rui. Ia menyesap kembali cangkirnya guna membasahi tenggorokan sebelum dirinya menjelaskan.
" Perjanjian yang akan kita jalani ada di bidang perdagangan. Kau pasti tahu betul harga barang-barang asing yang masuk di negara ini sangat mahal. Hanya bisa di temui dalam pelelangan. Kenapa demikian? Tentu saja salah satu sebab adalah karena transportasi dari negara shu ke Jin sangatlah jauh dan juga memakan biaya yang tidak sedikit. " wang yi mengangguk setuju.
" Namun kendala transportasi itu hanya berlaku untuk pengiriman jalur darat. Tidak untuk jalur lain. "
" Maksudnya? " Wang yi bertanya tak mengerti. Jika negara shu mungkin masih mengenal jalur laut karena letaknya yang dekat dengan laut. Namun untuk negara Jin yang berada di sekitar gunung merupakan hal mustahil untuk menggunakan jalur laut.
" Kita akan menggunakan jalur sungai. Serikat dagang yang diketuai oleh bos zi saat ini memiliki transportasi jalur sungai bahkan jalur tersebut sudah mencapai ke desa di perbatasan negara wei. "
" Karena negara wei berada di bawah kekaisaran Jin, tentu saja membuka jalur sungai di sana tidak memerlukan ijin. Jadi kita hanya perlu ijin dari negara shu. "
Wang yi mulai berpikir. Kerja sama ini tentu menguntungkan pihak shu juga. Jika kerja sama ini terjadi, impor bahan tambang akan semakin mudah. Dan tentunya beban harga akan relatif lebih rendah.
" Baiklah. Aku setuju. "
" Bagus. Aku akan menyiapkan semuanya. Semoga kerja sama kita bisa berjalan dengan lancar. "
" Aku juga berharap demikian. "
Keduanya bersulang sebagai tanda terjalinnya kerja sama.
' Akhirnya keinginan ziyan melakukan ekspansi sampai ke negeri shu bisa terealisasi. ' monolog Sima rui dalam hati.
Tujuan utama Sima rui menawarkan kerja sama dengan negara shu sebenarnya bukan demi kelancaran masuknya barang-barang luar melainkan untuk meluaskan jaringan usaha istrinya. Dan sebagai suami yang baik tentu saja ia harus membantu. Barulah keuntungan bagi negerinya mengikuti.
**********
Keesokan harinya.
Sima rui bangun pada pagi hari seperti biasa. Namun berbeda dengan ziyan. Ia masih setia dengan selimutnya. Sima rui merasa sedikit aneh. Setelah kembali dari penyekapan itu, tingkah laku istrinya sedikit berbeda. Setiap hari ia selalu makan makanan manis. Pantang untuk tidak menyediakan makanan manis di atas meja saat jam makan. Selain itu, jam tidur istrinya juga semakin panjang. Ziyan jadi sering tidur, tidak hanya pada malam hari, namun juga siang hari.
__ADS_1
Melihat begitu damai wajah sang istri. Sima rui tidak tega untuk membangunkannya. Jadi ia memutuskan untuk berangkat ke istana tanpa membangunkannya. Sima rui hanya mengecup sejenak kening ziyan sebelum melangkah pergi menuju istana.
Sesuai janji, pada pengadilan istana selanjutnya, Sima rui kembali membahas mengenai pembebasan arthur. Ia ingin segera menyelesaikan masalah tersebut agar tidak mendengar permohonan sang istri demi pria lain. Setiap mendengar ziyan menyebut nama arthur dan permintaan agar arthur dibebaskan membuat rasa cemburunya mendidih sampai ke ubun-ubun.
Lalu kenapa ziyan tidak melakukannya sendiri? Jawabannya karena larangan Sima rui. Dengan kemampuan ziyan, mudah saja baginya membebaskan arthur dengan menggunakan identitasnya sebagai bos zi. Tapi Sima rui tak ingin istrinya melakukan semuanya sendiri yang nantinya justru akan menciptakan kesempatan untuk arthur memiliki waktu berdua bersama istrinya.
" Pangeran rui. Bukankah kita semua sudah membahas hal ini? kita tidak bisa membebaskannya karena alasan yang sudah kita sebutkan kemarin. Jika anda lupa, maka saya bisa kembali mengatakannya. " Salah satu pejabat fraksi bangsawan berkomentar.
" Kenapa kau berbicara seolah pangeran tidak mengerti apa-apa. Bahkan pangeran belum mengatakan satu patah katapun. Tapi kau sudah membuat penilaian sendiri. " Balas salah satu pejabat kali ini dari fraksi kekaisaran.
" Lantas untuk apa pangeran mengangkat topik ini lagi. Jika pa- " pejabat itu menghentikan ucapannya ketika Sima rui menyebut namanya.
" Pejabat Ma. " Panggil Sima rui. Menatap lurus tuan Ma. Pandangannya seolah mengatakan, aku tahu semuanya. Jadi berhentilah berbicara atau akan ku buat bungkam selamanya. Membuat nyali tuan Ma seketika menciut.
" Aku mengangkat topik ini lagi karena memiliki bukti bahwa ia bukanlah mata-mata seperti yang di tuduhkan oleh pejabat Ma kemarin. Ia justru utusan dari negara lain yang hendak bekerja sama dengan negara kita. "
" Omong kosong! " Ucap spontan pejabat Ma. Ia langsung menutup mulutnya rapat begitu tersadar akan tindakan Impulsifnya. Membuat semua orang menatap aneh dirinya.
" Tidak perlu terburu-buru pejabat Ma. Aku bahkan belum menjelaskannya sama sekali. Tapi anda sudah lebih dulu menyanggahnya. " Ujar Sima rui.
Setelah membuat pejabat Ma tidak berkutik, sima rui kembali melanjutkan.
" Yang mulia, saya akan memanggil seseorang. Aku harap semuanya bisa mendengarkan terlebih dulu apa yang akan di katakan olehnya sebelum memutuskan. " Kemudian Sima rui meminta seseorang untuk memanggil wang yi masuk.
Beberapa saat menunggu akhirnya wang yi masuk. Ia sudah membenahi penampilannya sesuai dengan tampilan orang negara shu.
Mata pejabat Ma melotot saat melihat wang yi. Wajah yang mengingatkan dirinya dengan salah satu korbannya yang berhasil melarikan diri. Ketakutan mulai menggerayangi pejabat Ma. Ia takut jika kejahatannya terbongkar. Keringat dingin mulai membasahi punggung pejabat Ma. Wajahnya bahkan kini berubah pucat pasi.
Sedangkan wang yi, masih menatap lurus. Ia berjalan tanpa menoleh sedikit pun. Jadi ia belum menyadari keberadaan tuan Ma di sana.
" Salam Yang mulia. Perkenalkan saya pangeran shu, Xuan yi. Memberi hormat pada Yang mulia Kaisar Jin. " Wang yi memberikan hormat sesuai cara negara shu.
Sima shao mengamati wang yi. lalu sekilas melirik ke arah putranya, Sima rui. Ia akan meminta penjelasan pada putra kurang ajarnya itu.
" Selamat datang di kerajaan Jin pangeran xuan yi. Kami menyambut kedatangan mu. "
" Terima kasih Yang mulia atas sambutannya. "
" Sebelumnya aku mendengar bahwa putra mahkota negara shu tengah melakukan perjalanan. Apakah itu berarti kau adalah putra mahkota negara shu pangeran xuan yi? " Tanya sima shao.
Sebagai kaisar tentu ia selalu menerima berita terbaru seputar kerajaan lain. Jadi tidak heran, berita xuan yi yang pergi dari kerajaan juga sampai di telinganya. Meski pada kenyataannya kepergian xuan yi sendiri bisa di katakan kabur dari kerajaannya. Tapi demi menjaga stabilitas kerajaan, orang-orang kerajaan shu menyebarkan berita bahwa kepergiannya karena melakukan perjalanan.
" Maaf jika menyembunyikan status saya Yang mulai. Itu memang benar. Saya adalah putra mahkota kerajaan Shu. " Jawab wang yi.
Bagai disambar petir. Ucapan wang yi mampu membuat pejabat Ma makin lemas. Ia tak menyangka, pria yang hampir ia lecehkan adalah seorang putra mahkota. Kenyataan yang membuat wajah pejabat Ma semakin pucat. Keringatnya semakin deras.
' Apa yang harus ku lakukan? aku pasti mati kali ini. ' Batin pejabat Ma ketakutan.
__ADS_1