Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Pangeran ketiga, Sima Dan


__ADS_3

𝙱𝚎𝚋𝚎𝚛𝚊𝚙𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚒𝚝 𝚜𝚎𝚋𝚎𝚕𝚞𝚖𝚗𝚢𝚊,


Kuda Sima Dan melaju dengan kecepatan sedang menelusuri jalan ibu kota. Heimian, pengawal pribadinya tepat berada di belakangnya menunggang kuda secara terpisah. Sima Dan baru saja memeriksa seketariat lumbung nasional guna mencari bukti yang di minta kakaknya Sima rui. Sayangnya mereka tak menemukan apapun. Pembukuan yang ada di lumbung nasional sangat sempurna. Hal itu tentu saja mencurigakan, membuat rasa frustasi Sima Dan bertambah. Tanpa sadar ia memacu kudanya lebih cepat meninggalkan heimian jauh dibelakang.


Sima Dan terkejut melihat banyak orang di depannya. Secara refleks dirinya menarik tali kekangnya ke belakang, menyebabkan kedua kaki depan kudanya keatas. Laju kuda yang sebelumnya sangat cepat berhenti secara mendadak. Melihat begitu banyak orang yang berkerumun, menggugah rasa penasaran Sima Dan. Ia memberikan tali kudanya pada heimian, yang baru saja tiba setelah dengan susah payah berhasil menyusulnya. Ia berjalan mendekat ke pusat kerumunan, dan mendengar dua orang yang sedang berdebat. ia mengenal salah satunya, pria dengan pakaian yang sama dengannya, merupakan salah satu komandan biro penyelidik zhuting. Namun untuk identitas gadis yang berdebat dengannya, Sima Dan sama sekali tak mengenalnya.


"Yaoyao, cepat kau kembali ke kediaman. Laporkan pada ayahku bahwa komandan zhuting ingin menangkapku, minta ayahku untuk melaporkan hal ini pada Yang mulia kaisar. "


Gadis itu, berani menggunakan nama ayahnya. Siapa gadis itu? Sima Dan memperhatikan gadis pemberani itu, ia ingin melihat bagaimana dirinya mengatasi zhuting. Namun hingga zhuting menanyakan identitasnya, gadis itu tetap diam tak mengatakan satu katapun. Hal itu memancing zhuting untuk bertindak lebih berani. Sima Dan tak suka melihat sikap arogan zhuting. Tanpa pikir panjang, Sima Dan langsung maju dan memberikan kata-kata sarkasnya pada zhuting.


**********************


Ziyan menyadari perubahan wajah zhuting. Pria yang tiba-tiba muncul itu mengenakan pakaian yang sama dengan zhuting. Namun jika melihat dari reaksi zhuting, sepertinya orang itu berada di tingkat lebih tinggi.


"Tuan Dan. Anda disini. " Begitu sopan zhuting menyapa pria itu, tampak berbeda dengan sikapnya saat berbicara dengan ziyan.


Dan? otak ziyan langsung tersambung dengan ingatan saat yaoyao mengatakan bahwa salah satu pangeran bekerja di biro penyelidik. Apakah dia Sima Dan, Pangeran ke tiga negara jin. Adik calon tunangannya, dengan kata lain calon adik iparnya.


"Kebetulan aku sedang lewat dan melihat ada kerumunan. Kelihatannya kehadiran tuan zhuting selalu menarik perhatian. " Sima Dan berjalan mendekati mayat xiaolu. Ia berjongkok lalu memperhatikan kondisi mayat tersebut.

__ADS_1


"Tuan zhuting, kesimpulan apa yang sudah kau dapatkan?" Sima Dan bertanya pada zhuting tanpa sedikitpun mengalihkan matanya dari mayat xiaolu.


"Itu.. " zhuting tampak bimbang untuk mengatakan hasil yang ia katakan sebelumnya. Ia akan menggali kuburnya sendiri jika mengatakannya.


" Tuan zhuting sebelumnya mengatakan bahwa ini murni kecelakaan. " Ziyan tersenyum saat mengatakannya. Ia sangat senang saat melihat wajah pucat zhuting ketika dirinya memberitahu hal tersebut pada Sima Dan.


Sima Dan berpindah menatap ziyan. Ia tak mengatakan apapun, ekspresinya juga datar. Ia hanya menatap ziyan setelah itu menoleh untuk menatap zhuting.


"Benarkah begitu? "


"Itu... maaf tuan. Saya terlalu ceroboh melakukan pemeriksaan. "


"Kalau begitu, Biarkan aku membantumu memeriksa kasus ini. Apakah kau keberatan tuan zhuting? "


"Jika melihat kondisi mayat secara kasat mata, beberapa bukti mengindikasikan adanya pembunuhan. Namun kita tetap harus melakukan proses autopsi untuk mengetahui penyebab kematiannya. " Dengan cepat Sima Dan mengambil ahli kasus, dan segera memberikan kesimpulan yang berbeda dengan Zhuting.


Tentu saja zhuting merasa malu, wajahnya seketika memerah. Ia seperti di tampar didepan umum, kehilangan wajahnya membuat kebenciannya dengan Sima Dan semakin besar.


"Nona. sepertinya anda mengetahui ini bukan kecelakaan. boleh tahu apa yang membuatmu berpikir demikian. " Dengan sopan Sima Dan bertanya pada ziyan. Sama sekali tak ada nada interogasi ataupun tekanan.

__ADS_1


Karena Sima Dan memberikan sikap yang sangat baik, bukankah tidak sopan jika ia tidak menjawabnya. Ziyan pun menunjukan pada pergelangan tangan xiaolu.


"Pergelangan tangannya. Bukankah ada bekas jeratan. Lihat." Ziyan menunjukan sisi pergelangan tangan yang lain. " Tangan yang ini juga sama. kemungkinan besar ia diikat sebelum akhirnya dibunuh dan mayatnya di buang."


Sima Dan sedikit terkejut mendengar penjelasannya. Ternyata hanya dengan melihat secara sekilas, ia bisa menarik kesimpulan yang sama dengannya. Gadis yang menarik. Seandainya ia bukan wanita, ia pasti sudah merekrutnya masuk ke biro penyelidik.


Sejak Sima Dan yang akan mengambil alih kasus, proses pemeriksaan tentu saja berlangsung sesuai prosedur. Dan ziyan hanya tinggal menunggu hasil akhir penyelidikannya. Meski sebenarnya ia tahu siapa yang membunuhnya.


*******************


Kematian Xiaolu tentu saja membuat alarm peringatan ziyan menyala. Kini dirinya tahu bahwa kekejaman Lizhong tidak main-main. Ia pun memanggil wenran dan segera menceritakan apa yang terjadi dengan xiaolu.


"Apakah kau tahu wenran, kenapa aku menceritakan hal ini padamu." Ziyan memberikan jeda pada kalimatnya, " Setelah aku memikirkannya, aku merasa ada sesuatu yang belum aku ketahui mengenai kau dan lizhong. Dengan kemampuanmu, sepertinya tidak mudah bagi lizhong untuk menjatuhkanmu. Tapi kenapa kau sampai membiarkan chuntian hancur?"


Wenran sadar, dengan kecerdasan bosnya dalam membaca situasi, cepat atau lambat pasti akan menanyakan hal tersebut. Mungkin memang sudah saatnya ia menceritakannya.


Paviliun chuntian dulunya adalah milik keluarga lizhong. Ayah lizhong dan ayah wenran merupakan partner bisnis sekaligus guru dan murid. Ayah lizhong sebenarnya seorang pelajar, Ia berniat memulai usahanya sendiri. Hanya saja teori dan praktek tentu saja berbeda.


Ayah lizhong sebagai pemilik, kurang cakap dalam berbisnis membuat paviliun chuntian terus menerus mengalami kerugian. Setelah itu ayah wenran yang memang pintar dalam berbisnis di percaya oleh ayah lizhong untuk mengelola chuntian. Tak lama setelah itu, paviliun chuntian mendapatkan kejayaannya kembali. Namun hal itu tak berlangsung lama, apalagi semenjak meninggalnya ayah lizhong. Lizhong yang dari awal memang ingin sekali menguasai chuntian berusaha keras mengambil alih chuntian dari ayah wenran. Sayangnya sesuai wasiat yang diberikan ayah lizhong sebelum meninggal, kepemilikan chuntian akan diberikan pada ayah wenran. Ia merasa jika bukan karena usaha dan kerja keras ayah wenran, chuntian sudah lama hancur di tangannya. Jadi ia tak ingin chuntian kembali hancur di tangan putranya, lizhong.

__ADS_1


Sebagai anak kandung dan putra satu-satunya ayahnya. Tentu saja ia tidak mau menerima isi wasiat itu. Ia melaporkan hal tersebut pada pengadilan dan menuntut ayah wenran karena melakukan penipuan dan pemerasan. Namun berdasarkan keputusan pengadilan dan beberapa saksi yang membuktikan bahwa memang benar ayah lizhong memberikan chuntian secara sukarela tanpa paksaan. Membuat hak kepemilikan secara sah menjadi milik ayah wenran.


Setelah itu Lizhong bergabung dengan tiantang dan mulai menjalankan rencana kotornya. Wenran tak bisa melakukan hal yang sama pada lizhong. Ia mengingat semua kebaikan yang ayah lizhong sudah lakukan pada keluarganya. Namun pada akhirnya, keputusannya untuk bertahan tetap saja membuat chuntian hancur. Karena itulah ia memutuskan untuk menjual chuntian pada ziyan. Dirinya percaya, dengan kemampuannya, ziyan mampu membawa chuntian pada masa kejayaannya lagi.


__ADS_2