Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 312 side story ( A Feng story)


__ADS_3

" Aku akan bertemu dengan ayah ku terlebih dulu. Apa kau bisa kembali sendiri? " Tanya Sima Feng tiba-tiba begitu makan malam telah selesai.


Liu ru yang sejak tadi tidak fokus, tersentak. " Te-tentu saja, Kenapa? jangan katakan kau ingin aku menunggu mu? " Balas Liu ru basa basi. Namun sepertinya orang lain justru menganggapnya serius.


" Boleh juga. Kau bisa mengobrol dengan ibu ku selama menunggu ku. " Setelah berkata seperti itu A Feng pergi begitu saja.


Liu ru tercengang hingga mulutnya menganga lebar. " Apakah ia tidak tahu istilah basa basi. Aku tidak benar-benar ingin menunggunya. Untuk sekedar berada di tempat yang sama dengannya saja sudah membuat ku sesak karena ketakutan. " Gumamnya lirih.


Jujur Ia sendiri tidak tahu, kenapa Ia begitu takut berada dekat dengannya.


Karena tak ingin membuatnya marah, mau tak mau Liu ru benar-benar menunggu Sima Feng.


" Liu ru? kau belum kembali? " Ziyan heran saat melihat Liu ru masih berada di sana.

__ADS_1


Liu ru merasa gugup saat harus berbicara dengan calon mertuanya itu. Meskipun Ziyan adalah ibu penyayang yang tidak menindas menantu mereka. Tapi statusnya sebagai ratu membuatnya merasa kecil.


" Be-belum bu. Pangeran meminta ku untuk menunggunya. " Gugup Liu ru saat ini.


Ziyan tersenyum hangat lalu duduk di samping. " Sudan ku katakan. Bersikap biasalah, jangan gugup. " Liu ru hanya bisa mengangguk tanpa bicara.


Tak lama pelayan datang membawa teh yang sebelumnya di minta oleh Ziyan.


" Liu ru... Apa kau takut dengan A Feng? " Pertanyaan tiba-tiba Ziyan berhasil membuat Liu ru tersedak. Beruntung teh yang di minumnya tak menyembur keluar.


Tahu jika calon menantunya bimbang. Ziyan kembali berbicara.


" Putra ku, A Feng adalah anak ku yang paling sensitif dibanding dengan anak ku yang lain. Kau tahu alasan kenapa ia marah dengan mu tempo hari? "

__ADS_1


Liu ru mengangguk namun masih memilih diam tanpa menjelaskan.


" Sejak kecil, baik A Guang maupun A Feng hidup dibawah bayang-bayang penerus tahta. Meski kami sudah memutuskan A Guang sebagai putra mahkota sejak ia kecil. Nyatanya tidak serta merta membebaskan A Feng dari dorongan para pejabat yang menginginkannya turut serta dalam persaingan. Hingga akhirnya A Feng lelah dan memilih untuk menyembunyikan kemampuannya. "


" Banyak yang terjadi di antara A Guang dan A Feng karena masalah ini dan beruntung tali persaudaraan mereka masih terjalin baik. Ketakutan akan sejarah yang mungkin akan terulang lagi membuat A Feng waspada. Itulah kenapa A Feng marah saat kau menyinggung tentang tahta dengannya. Putra ku itu begitu takut jika seseorang mendengarnya dan memanfaatkannya untuk membuat perselisihan antara dirinya dan A Guang. "


" Karena kau akan segera menjadi anggota keluarga kami. Maka aku harus mengatakan bahwa mulai sekarang kau harus menjaga lisan mu. Anggaplah dinding di sini memiliki telinga jangan berikan kepercayaan mu sepenuhnya pada siapapun termasuk pelayan pribadi mu sekalipun. Apa kau mengerti Liu ru? "


Begitulah pesan Ziyan pada calon menantunya. Meski istana mereka terlihat tidak ada konflik. Tapi itu hanya kedamaian semu, ibarat bom waktu yang siap meletus kapan saja.


Liu ru mendengarkan pesan ratu sekaligus calon ibu mertuanya dengan sungguh-sungguh. Baginya ini merupakan pengingat agar dirinya selalu waspada dan bertindak hati-hati.


" Terima kasih bu sudah memberikan nasehat pada ku. Aku akan mendengarkan mu mulai sekarang. " Perasaan saat ibunya masih hidup seolah hadir kembali. Dari Ziyan, Liu ru seolah mendapatkan kembali kasih sayang itu.

__ADS_1


" Aku senang kau tidak terbebani dengan nasehat yang ku berikan. Aku tak ingin kau menganggap ku sebagai mertua cerewet yang suka menuntut menantu mereka. " Seloroh ziyan.


" Siapa yang berani mengatakan kau seperti itu, Ratu ku? " Suara tiba-tiba Sima rui membuat kedua wanita itu menoleh.


__ADS_2