Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Gagasan ziyan


__ADS_3

Sesuai ucapan Mo yincheng siang tadi. Setelah makan malam, Tuan mo mengajak ziyan ke ruang kerjanya. Luyi berjaga diluar pintu bertugas mengawasi.


"Katakan apa solusi yang kau miliki yaner? "


" Mengenai masalah defisit negara. Sebenarnya sudah benar keputusan Yang mulia untuk menarik lebih pajak. Hanya saja penarikan pajaknya tidak pada tempatnya. Jika memukul rata semua barang yang kena pajak. Maka yang akan dirugikan adalah rakyat. "


Tuan Mo mendengarkan dengan serius penjelasan ziyan. Semua yang di katakan sangat masuk akal.


"Jika mau...kenakan pajak tinggi pada barang-barang mewah atau hanya kaum bangsawan yang biasa gunakan saja. Seperti sutra, perhiasan, dan bahkan Anggur. Semua itu adalah barang pelengkap. Rakyat biasa masih bisa memakai baju meski bukan berbahan sutra, wanita masih bisa cantik meski tanpa perhiasan, dan anggur, orang masih bisa menggantinya dengan teh atau air. "


Mo yincheng merenung untuk berpikir sejenak. Ia bisa saja mengajukan ide ziyan ini, tapi pasti banyak dari para bangsawan yang akan menolak usulan ini.


"Usulan ini bagus, tapi pasti banyak penolakan dari kaum bangsawan. "


"Kalau begitu, usulkan pajak penghasilan. Jika mereka tak ingin kenakan pajak pada barang-barang itu. maka kenakan saja pajak penghasilan. Bukankah belum ada pajak jenis ini. Di Britania ada banyak jenis pajak. Salah satunya pajak penghasilan. semakin besar penghasilan seseorang, semakin besar pula pajak yang harus di bayar."


Ziyan pun mulai menjelaskan macam-macam pajak dan berapa persentase potongan yang biasa digunakan saat di Britania.


Tuan Mo tercengang mendengar penjelasan ziyan. Dirinya kagum dengan cara pemerintahan negara tempat tinggal putrinya itu. Mereka bisa mengenakan sanksi meski itu bangsawan. Dan rakyat memiliki hak suara dalam menggerakan hukum.


"Idemu sangat brilian ziyan. Besok aku akan membicarakan hal ini pada Yang mulia."


"Tapi pajak ini hanya bersifat sementara ayah. Apakah kerajaan memiliki badan usaha sendiri?"


"Badan usaha? " Mo yincheng tidak mengerti dengan maksud putrinya itu.


"Iya. Usaha yang menghasilkan uang. Seperti keluarga kita yang memiliki beberapa toko dan peternakan kuda."


"Sepertinya kerajaan memiliki tambang besi, emas dan perak. Meski tidak terlalu besar, tapi hasil dari ketiga tambang itu merupakan penyumbang terbesar pendapatan negara jika dibandingkan dengan pemasukan dari pajak. "


"Hanya itu, tidak ada lagi? "


"Iya. Sepertinya hanya itu. " Meski ragu tapi mo yincheng yakin bahwa kerajaan tidak memiliki sumber pendapatan lain.

__ADS_1


"Kenapa kerajaan tidak mencoba membuka tambang lain? "


"Membuka tambang mudah. Mencari sumber tambangnya itu yang sulit. " jelas Mo yincheng.


Ziyan sebenarnya ingin mengatakan bahwa mencari sumber tambang itu mudah. Apalagi Keluarga Mo sendiri memilikinya. Benar, tanah Mo yincheng di jianjing yang semua orang beranggapan merupakan tanah tandus, sebenarnya adalah tambang emas. Tebing di dekat goa, terdapat batu granit. lalu jika perhitungannya tidak salah. Maka tak jauh dari situ seharusnya ada sumber emas.


Tapi ketika melihat situasi negara Jin saat ini. Ziyan mengurungkan niatnya untuk membantu ayahnya mencari sumber tambang. Ia tak ingin para tikus kerajaan ikut menikmatinya.


Untuk menghindari pembahasan mengenai tambang, ziyan memutuskan untuk mengubah topik pembicaraan.


" Mengenai lumbung nasional. Apakah semua hasil panen dari semua daerah di tempatkan di lumbung kerajaan ayah? "


"Benar. Lumbung kerajaan sangat besar jadi cukup untuk menampung semua. Selain itu lebih mudah mengawasi proses masuk dan keluar. "


" Apakah mereka mencatat jumlah yang masuk dari jumlah saat diterima di lumbung apa saat keluar dari daerah? "


"Sepertinya saat masuk dari lumbung.. benar juga. " Seakan tersadar sesuatu. Mo yincheng mengerutkan keningnya. " kelangkaan pangan prajurit bukan karena pajak. Tapi para tikus yang mencuri hasil panen. "


"Benar. Ayah akhirnya menyadarinya. Sepertinya seseorang sengaja menimbun hasil panen. Dan menggunakan kebijakan Yang mulia untuk menutupinya. Dengan alasan, para petani yang kesulitan memenuhi kebutuhan pertanian karena pajak yang tinggi."


"Kau memang pintar. putriku sangat pintar. " Mo yincheng tak henti-hentinya memuji ziyan.


"Ayah berlebihan. " Ziyan sedikit merasa malu mendengar pujian ayahnya itu.


"Besok aku akan melaporkan semua diskusi hari ini pada Yang mulia. "


"Tapi bisakah ayah tidak memberitahu Yang mulia usulan ini berasal dariku. Aku tidak ingin Yang mulia mengetahuinya. "


Awalnya Mo yincheng ingin bertanya kenapa? namun diurungkannya niat tersebut karena ia tahu apa jawabannya. Lalu ia menggantinya dengan pertanyaan lain. "Apakah kau sunguh ingin hidup dalam bayang-bayang?"


Ziyan mengangguk. " Iya. Aku lebih suka hidup dalam bayangan dari pada hidup di bawah lampu sorot. Hal itu membuatku bebas untuk bergerak. Terutama dalam mengungkap kematian Yaner. "


Mendengar nama putri kandungnya di sebut. Membuat hati mo yincheng menciut. Hingga hari ini ia masih saja menemukan jalan buntu.

__ADS_1


"Baiklah kalau itu maumu. Ayah akan mendukungmu."


"Terima kasih ayah. "


Keduanya tersenyum hangat, Ziyan merasa bahwa meskipun mo yincheng bukan ayah yang sebenarnya secara biologis. Tapi ia sangat memahami dan mengerti dirinya layaknya ayah kandung.


"Lalu bagaimana dengan kemajuan pembukaan usahamu yaner? Apakah kau membutuhkan bantuan? "


"Tidak ayah. Semuanya berjalan lancar. " Ziyan penasaran, sebenarnya ayahnya ini tahu apa tidak bahwa putrinya akan membuka kasino dan klab malam. "Ayah... Apa kau tidak penasaran aku membuka usaha apa? " tanya ziyan ragu-ragu.


"Tidak. Aku tahu usahamu tidak akan melanggar hukum. "


Tidak melanggar hukum? hanya itu saja. Ziyan merasa standar ayahnya dalam mengawasi pergaulan putrinya benar-benar 'mengerikan'. Di zaman ini, kebanyakan orang tua akan membatasi pergaulan putrinya. Namun hal ini berbanding terbalik dengan sikap ayahnya. Apakah karena ia bukan putri kandungnya, karena itu ayahnya tidak peduli dengan pergaulannya.


"Aku percaya kau bukan gadis bodoh yang akan terjerumus pada lubang hitam. Jadi aku tidak membatasi apapun yang kau lakukan."


Kata-kata Mo yincheng yang mendadak itu, membuat ziyan terbelalak. Apakah ayahnya tahu apa yang baru saja dipikirkannya.


"Meski kau bukan darah dagingku, tapi kau adalah putriku. Jadi aku akan selalu mendukungmu dan mengawasimu. "


***************


𝙳𝚒 𝚝𝚎𝚖𝚙𝚊𝚝 𝚕𝚊𝚒𝚗, 𝚍𝚒 𝚜𝚎𝚋𝚞𝚊𝚑 𝚛𝚞𝚊𝚗𝚐 𝚛𝚊𝚑𝚊𝚜𝚒𝚊.


Beberapa pria berpakaian hitam sedang berbaris. mereka membungkuk sedikit memberikan salam pada pria tua yang baru saja datang. Pria tua itu mengangguk lalu duduk di sebuah kursi batu.


"Tetua Han, akhirnya anda kembali. " ucap seorang pria dengan topeng yang menutupi satu matanya, terlihat seperti pemimpin para pria berbaju hitam tersebut.


"Aku sudah bertemu dengannya. Dan sepertinya dia pantas untuk menggantikan posisiku. " Pria tua yang di panggil tetua Han itu menyebarkan pandangannya pada semua orang di ruangan itu.


"Tapi tetua. Dia masih gadis kecil. Apakah ia mampu memimpin 'Heilong'? " Kelihatannya pria dengan topeng itu tidak setuju dengan gagasan tetua Han.


"Apakah kalian meragukan penilaianku? "

__ADS_1


Saat mendengar nada bicara tetua Han yang tinggi. Semua orang terdiam, mereka tidak berani meragukan pendapat tetua mereka. Sementara pria bertopeng itu berpikir lain. Setidaknya ia harus melihat sendiri kemampuan gadis itu sebelum menerimanya.


__ADS_2