
Ziyan benar-benar tak menyangka akan mendengar tindakan lucy yang bar-bar tersebut. Bagaimana tidak, jika pusaka milik kaisar wei baru saja mendapatkan ' belaian ' keras dari kaki lucy.
" Bisa bibi ceritakan bagaimana hal itu bisa terjadi. " Ziyan memijat keningnya yang tak pusing.
Dan mengalirlah cerita dari mulut lucy.
Flasback on
Tiga kali sehari, lucy akan melakukan cek up lanjutan pada kaisar wei. Dan pagi ini, seperti biasa lucy melakukan hal tersebut. Namun ada yang berbeda kali ini. Tidak ada sambutan atau senyum hangat dari kaisar wei. Ia hanya diam, bahkan saat lucy menanyakan beberapa pertanyaan seputar kesehatannya, pria itu hanya menjawab dengan kata-kata pendek.
Lucy berpikir mungkin ia sedang dalam suasana hati yang buruk. Jadi lucy memutuskan untuk tak mengganggu dan memilih pergi setelah pekerjaannya selesai.
Namun saat lucy hendak pergi, suara berat kaisar wei menghentikannya.
" Tunggu! "
Lucy berbalik dan beralih menatap kaisar wei. Pria itu bangkit dari ranjangnya dan berjalan mendekati lucy. Setelah jarak mereka kurang dari setengah meter. Kaisar wei langsung mencengkram tangan lucy.
" Ada apa Yang mulia? "
lucy masih tak mengerti dengan apa yang sedang di lakukan kaisar wei. Namun detik selanjutnya, secara tiba-tiba lucy merasakan suatu benda kenyal menempel di bibirnya. Begitu sadar bahwa pria di depannya itu tengah menciumnya, lucy segera mendorongnya hingga tubuh kaisar wei terjungkal ke belakang.
" Apa yang kau lakukan? ****. " Seru lucy sambil menghapus jejak bibir kaisar wei pada bibirnya.
Kaisar wei yang masih terduduk, terkekeh yang membuat lucy memandangnya dengan pandangan aneh.
" Gila! " Lucy tak ingin berdebat dengannya, jadi setelah mengumpat. Ia berbalik pergi, namun tangannya kembali di cekal.
" Apa yang kau lakukan! " Pekik lucy yang akhirnya emosi.
" Jangan pergi. Tinggallah di sini. Jadilah selirku, ah tidak permaisuri ku. Aku bisa menerima anak-anakmu. Mereka akan ku anggap sebagai anak-anak ku juga. Aku bisa memberikan apapun asal kau bersedia meninggalkan suami mu. "
__ADS_1
Mulut lucy menganga tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. Ia pikir pendengarannya mungkin bermasalah. Tapi kemudian ia tersadar bukan pendengarannya yang rusak. Tapi otak pria di depannya yang rusak.
' Apa maksudnya? Anak? suami? Sejak kapan aku menikah? ' Batin lucy kesal.
" Lucy, aku mencintaimu. Aku menginginkanmu. " lanjut kaisar wei. Kali ini nada suaranya begitu lembut seakan memohon, sungguh berbeda dengan sebelumnya.
Lucy menarik napas dalam, lalu melepaskan tangan yang sedari tadi mencengkram lengannya tersebut.
" Yang mulia, tampaknya ada beberapa kesalahpahaman disini. " Ucap lucy, ia mengamati reaksi kaisar wei sebelum kembali melanjutkan ucapannya.
" Pertama. Apa maksudmu dengan anak-anak dan suami? aku bahkan tidak tahu bahwa aku sudah menikah. Dari mana kau mendapatkan pikiran konyol itu. Lalu yang kedua. Aku tidak suka tinggal di sangkar emas seperti istana. Aku suka kebebasan, bukan terkurung bersama semua kemewahan ini. Selain itu, aku memiliki prinsip monogami. Dimana hanya ada satu suami bagiku, dan satu istri bagi suamiku. Aku tidak sudi jika harus berbagi suami dengan pria lain. Jadi Yang mulia, sampai sini apakah kau paham maksud dari ucapan ku? " Jelas lucy.
Mendengar penjelasan lucy membuat perasaan kaisar wei campur aduk, antara senang dan kecewa. Senang, karena mengetahui bahwa wanita itu ternyata belum menikah. Namun ia juga kecewa mendengar penolakan lucy.
Sebagai kaisar, bukankah wajar memiliki istri lebih dari satu. Kenapa lucy berpikir egois, bahwa satu pria hanya untuk satu wanita, pikir kaisar wei.
" Aku tidak percaya jika ada wanita yang tidak menyukai kemewahan. Bukannya mereka suka dengan pakaian bagus, perhiasan, dan juga status tinggi. Jadi untuk apa kau berpura-pura seakan kau tak menyukainya. " Ucapan kaisar wei seolah menekan tombol bom di hati lucy. Ia tidak terima di samakan dengan gadis matrealistis di luar sana. Ia memang menyukai uang dan makanan enak, karena ia berpikir realitis.
" .... Jadi bagaimana lucy? Kau bisa memikirkannya, baru setelah itu memberi jawaban. " Ucap kaisar wei percaya diri.
Melihat wajah sombong kaisar wei, lucy tanpa berpikir langsung menendang dengan keras pusat kehidupan kaisar wei.
Wajah kaisar wei merah menahan ngilu di area selangkangannya. Ia memegang area tersebut dengan kedua tangannya. Kakinya terasa lemas hingga perlahan kaisar wei jatuh berlutut karena rasa sakit dan ngilu yang sedang dirasakannya.
" Rasakan itu. Jangan berpikir karena kau seorang kaisar kau bisa melakukan apapun semau mu. " Ucap lucy dengan menunjukan jari tengahnya, dan setelah itu bergegas meninggalkan kamar tersebut.
flashback off
Ziyan menghela napasnya. Ia menyesap tehnya sebelum mengatakan apa yang ada di pikirannya.
" Apa yang kau lakukan benar bi. Aku juga akan melakukan hal yang sama jika jadi kau. Tapi... " Ziyan menghentikan kalimatnya, ia menatap lekat sang bibi dan kembali membuang napas frustasi.
__ADS_1
" ... Tapi jika pria itu bukan seorang kaisar. Kau tahu sendiri bi di dunia ini ucapan kaisar mutlak hukumnya. Berbeda dengan dunia kita yang masih memiliki hukum akan hak asasi manusia ataupun kesetaraan gender. Di dunia ini, para pria berpikir bahwa derajat wanita lebih rendah dari mereka. Karena itu pemikiran tentang monogami juga masih jarang disini. "
" Lalu apa yang harus aku lakukan? " Tanya lucy was-was.
" Kita lihat situasinya dulu. Jika memang kaisar sampai menuntut, aku yang akan maju. "
Mendengar ucapan keponakannya yang sangat bisa di andalkan tersebut, membuat perasaan lucy jauh lebih tenang.
******
Ziyan memutuskan untuk menyelesaikan masalah lucy secepatnya. Ia mengajak xiaoqi pergi menemui kaisar wei.
Setelah memberi salam, ziyan tanpa membuang waktu langsung berbicara maksud kedatanganya.
" Yang mulia bagaimana keadaan anda? " Tanya ziyan.
" Seperti yang kau lihat. Keadaanku tidak begitu baik. Jadi katakan saja apa tujuanmu datang menemui ku. " Ucap kaisar wei dengan nada tidak suka.
" Aku ke mari ingin membahas apa yang di lakukan bibi ku pada Yang mulia. Aku harap Yang mulia bisa melepaskan bibi dan tidak mempermasalahkannya. " Jelas ziyan terus terang menatap kaisar wei tanpa berkedip.
Kaisar wei terbahak, " Bagaimana bisa kau berharap aku melepaskannya setelah ia menyakiti ku. Nona mo, meski kau tunangan sekaligus calon permaisuri pangeran pertama. Tapi aku tidak bisa mendengarkan permintaan mu. Lucy tetap harus mendapatkan hukumannya. "
Kaisar wei memang sengaja akan memperpanjang masalah ini. Ia akan membuat hal ini sebagai tali yang akan mengikat lucy di sisinya. Bagaimana pun ia harus memilikinya.
" Apa kau akan membuat bibi ku terpaksa berada di sisi mu Yang mulia? "
Kaisar wei terbatuk mendengar ucapan ziyan yang mengetahui rencananya.
" Jika demikian maka aku tidak bisa tinggal diam. "
Kaisar wei tersenyum mengejek. " Memangnya apa yang akan kau lakukan? "
__ADS_1