Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 347 Side story ( A Feng story)


__ADS_3

Sima Feng menaiki kudanya dengan gagah setelah sebelumnya berpamitan dengan Liu ru. Ia terlihat begitu segar dan cerah seolah baru saja mendapatkan suntikan energi yang membuat stamina semakin kuat.


Berbanding terbalik dengan Liu ru yang terlihat kelelahan dengan lingkaran hitam di sekitar matanya yang tampak seperti panda.


Sima Feng benar-benar membuatnya kehabisan tenaga, tubuhnya terasa kosong tanpa jiwa seolah sari pati kehidupannya sudah dihisap habis oleh pria itu.


" Aku pergi. Jaga dirimu istri ku. Ingatlah untuk meminta kepala pelayan Hu menyiapkan tonik penambah stamina. Kau sangat mudah lelah istri ku. " Pesan ambigu Sima Feng membuat wajah Liu ru merah. Tak terkecuali para pelayan yang mendengarnya.


Pagi-pagi sudah di suguhi interaksi manis keduanya. Membuat siapapun merasa iri.


Pria kejam ini benar-benar keterlaluan. Ia sama sekali tak memberinya waktu untuk beristirahat semalam. Membuat sekujur tubuhnya sakit seolah seluruh tulangnya remuk.


" Bukan aku yang mudah lelah. Tapi stamina mu lah yang seperti hewan buas. Kau seperti predator yang menemukan daging segar setelah bertahun-tahun berpuasa. " Dengus kesal Liu ru.


Sima Feng tertawa kecil. " Aku berangkat. " Ucapnya berikut dengan anggukan. Ia harus segera berangkat atau nantinya ia tidak akan sanggup berpisah dengan wanita itu.


Liu ru menatap punggung Sima Feng yang semakin menjauh. Baru juga semalam mereka menghabiskan malam panas bersama. Namun ia sudah kembali merindukan suaminya itu.


Ah dasarnya Liu ru si mesum, membuatnya tanpa sadar mengingat kembali adegan semalam.


" Feifei kau juga di sini? " Liu ru terkejut saat berbalik, ia melihat gadis itu sudah ada di belakangnya. Entah sejak kapan ia ada di sana.


" Apa kau juga ingin mengantar suami ku? Sayang sekali dia sudah berangkat. "


Gu Feifei tanpa sengaja melihat tanda merah di leher Liu ru. Membuat rasa cemburunya timbul. Terlihat jelas dimatanya badai yang menunjukkan kemarahannya yang besar. Namun itu hanya sesaat karena dengan cepat ia berhasil menyembunyikannya. Setelah itu Gu Feifei kembali dengan ekspresi biasa.


" Aku tidak tahu bahwa pangeran berangkat begitu pagi. Andai aku tahu, aku akan ikut mengantarnya. " Feifei berkata dengan senyum palsu di wajahnya.


" Kau tidak perlu khawatir, aku sudah mengantarnya. Bagaimana pun juga itu sudah menjadi tugas ku sebagai istrinya. "


Setiap kata yang di ucapkan Liu ru ibarat jarum yang menusuk tepat di jantung Feifei.


Jika orang luar melihat interaksi mereka, maka tak akan ada yang mengira bahwa mereka berdua saling tak menyukai. Karena baik Liu ru dan Feifei saling melempar senyum satu sama lain.

__ADS_1


' Wanita ini sengaja menekan statusnya sebagai istri pangeran. Lihat saja aku akan menarik mu turun dari kursi wangfei. ' Batinnya.


Feifei tersenyum lembut. " Kau benar kak. pangeran begitu beruntung memiliki istri seperti mu. "


" Tentu saja. Apa kau mau pergi? " Liu ru melihat penampilan Feifei.


" Iya. Aku ingin membeli sesuatu di ibukota. Apa kau juga ingin ikut kak? "


" Tidak terima kasih. Kau bersenang-senang lah. "


" Baiklah. Kalau begitu aku pergi dulu kak. "


Liu ru hanya mengangguk kemudian pergi. Secepatnya, ia ingin kembali ke kamar. Ia harus segera memulihkan tenaganya agar bisa mengurus rencananya membangun klinik umum.


Jika di kediaman pangeran, baru saja di sibukkan dengan keberangkatan Sima Feng. Berbeda dengan istana di ibukota yang tengah sibuk mengantar keberangkatan dua anggota kerajaan mereka yang akan segera berangkat ke perbatasan.


Sima Fei dan Sima Yi berangkat hari ini. Rombongan mereka begitu ramai. Dengan puluhan Pengawal elit dan lebih dari lima gerbong kereta yang ikut mengiring.


Kehebohan itu berhasil memancing komentar orang-orang yang melihatnya.


" Mungkin saja. Sepertinya kerajaan kita baru saja melakukan kerja sama lagi dengan kerajaan lain. "


Xiao Yi di dalam gerbong mendengar itu dan tertawa. " Bibi kau luar biasa. Aku harus mengucapkan terima kasih pada mu. Berkat begitu banyak barang yang kau bawa, orang-orang Sepertinya berpikir bahwa kita adalah utusan asing."


" Berhenti mengolok-olok ku. Bukankah setengahnya juga barang milik mu. Lagi pula kenapa juga mereka berpikir kita adalah utusan negara lain. Tidakkah mereka berpikir kita adalah saudagar kaya. "


A Fei menolak jika hanya dirinya yang di salahkan. Pasalnya barang yang mereka bawa sebagian juga milik Xiao Yi. Tepatnya barang yang hendak bocah itu berikan untuk kedua orang tuanya.


Diingatkan oleh fakta tersebut. Bocah laki-laki itu hanya tertawa. Bibinya kadang seperti ibunya yang mudah sekali kesal. Itulah kenapa ia bisa begitu dekat dengan A Fei.


Perjalanan ini tampaknya akan menyenangkan. Baik Xiao Yi dan Sima Fei memikirkan hal yang sama. Tidak heran jika mereka berdua sangat cocok.


Ditengah perjalanan, rombongan mereka berhenti di sebuah penginapan dengan kedai di dalamnya.

__ADS_1


" Kita berhenti disini. Kelihatannya penginapan ini tidak terlalu buruk. Langit juga hampir gelap. Bagaimana menurut mu Xiao Yi? " Sima Fei melihat dari balik tirai dan menilai kondisi penginapan juga sekitarnya. Setidaknya ada halaman luas dimana rombongan mereka bisa berjaga.


Xiao Yi melihat penginapan di depannya. Meski tidak sebagus penginapan di ibukota, tapi menurutnya itu lebih baik dari tempat tinggalnya dulu. Jadi ia sama sekali tidak keberatan dan langsung masuk ke dalam untuk memesan kamar.


Tanpa di sadari, ada sepasang mata yang tengah mengawasi mereka sejak tadi.


Mereka masuk tanpa pengawal dan hanya membawa dua pelayan. Jadi sepintas keduanya tampak seperti sepasang ibu dan anak saudagar kaya. Sementara para pengawal berjaga di sekitar penginapan.


Sima Fei dan Xiao Yi mengedarkan pandangannya. Mereka melihat beberapa pria kasar tampak sedang memperhatikan mereka.


Memilih mengabaikan mereka, keduanya langsung berjalan memesan kamar.


" Maaf nyonya, tapi kamar hanya tersisa satu. Apa tidak sebaiknya kau dan putra mu satu kamar. " Ujar penjaga penginapan.


Sima Fei mengedarkan pandangannya, penginapan tampak sepi tapi kenapa hanya tersisa satu kamar?


Tidak mungkin bukan para pria kasar ini memesan seluruh kamar.


Penjaga penginapan melihat keraguan di wajah Sima Fei jadi ia menjelaskan. " Penginapan kami sudah dipesan oleh rombongan lain nyonya dan saat ini mereka sedang keluar. Itulah kenapa penginapan ini terlihat sepi. " Jelasnya.


Sima Fei meski ia terlihat acuh tak acuh, namun ia tetap keturunan Sima Rui yang memiliki sensitivitas tinggi. Jadi segera ia menyadari bahwa ada yang tidak beres dari penginapan ini.


Tapi ia tidak akan bertindak sekarang. Ia hanya perlu waspada dan memasang beberapa perangkap nanti.


" Baiklah. Satu kamar. " Sima Fei segera membawa Xiao Yi dan dua pelayan mereka ke atas.


Begitu pintu kamar tertutup. Sima Fei segera memberikan tiga buah pil pada tiga orang yang lain.


" Kalian minumlah. Dan ingat apapun yang terjadi tutup saja mata kalian dan anggap tak terjadi apa-apa. "


Pelayan Sima Fei tampak terbiasa namun tidak dengan pelayan Xiao Yi.


" Tenang saja. Selama ada putri tak akan ada yang berani mengganggu kita. " Bisik pelayan A Fei menenangkan rekannya.

__ADS_1


Xiao Yi juga tahu bahwa penginapan mereka bermasalah. Jadi ia tidak bertanya dan memilih mengikuti pengaturan sang bibi.


' Orang-orang itu sepertinya cari mati. Sudahlah. Lebih baik menonton saja. Akan lebih seru jika bibi membuat mereka lumpuh. ' Xiao Yi menyeringai puas. Tak sabar menanti pertunjukan seru bibinya.


__ADS_2