
Bingjie menyambut kedatangan ziyan di rumah yang sekaligus menjadi markas Heilong.
" Sudah lama anda tidak datang ketua. " Bingjie menuangkan teh pada ziyan lalu duduk.
" Terima kasih. " Ziyan menyesap teh buatan Bingjie. " Beberapa hari yang lalu, orang yang ku tugaskan mengawasi markas ketua Gui melapor bahwa ada dua orang yang datang kesana. Apakah sudah ada hasil, siapa kedua orang itu? " Tanya ziyan langsung.
Bingjie menggeleng. " Mereka kehilangan jejak saat berusaha mengikuti kedua orang itu. Karena tidak ingin mengambil resiko. Mereka memutuskan untuk kembali dan tidak mencoba mencari. " Ziyan mengangguk setuju dengan keputusan anak buahnya itu. Lebih baik tidak memancing pertarungan yang tidak perlu. Jika mereka sampai kehilangan jejak, itu berarti kedua orang itu bukan orang sembarang.
" Dimana mereka kehilangan jejaknya? " Tanya Ziyan.
" Sekitar hutan tak jauh dari kuil Heping. " Jawab Bingjie.
Ziyan mengerutkan alisnya, ia butuh penjelasan mengenai kuil Heping. Dan seolah bisa membaca ekspresi ziyan. Bingjie kembali berbicara.
" Kuil Heping seperti kuil lainnya. Tapi kebanyakan yang pergi ke sana adalah para bangsawan atau kalangan atas lainnya. Itulah kenapa kuil tersebut lebih mewah dari kuil pada umumnya. " Jelas Bingjie.
" Apakah ada yang istimewa dengan kuil tersebut hingga sanggup menarik para orang kaya itu. " Ziyan penasaran dengan kuil tersebut.
" Konon katanya, jika kita berdoa dan menulis harapan kita di sana, kemudian memberikan uang sumbangan yang cukup besar maka doa kita akan terkabul. " Seperti itulah yang binjie dengar dari orang-orang.
" Omong kosong. Bagaimana bisa uang sumbangan mempengaruhi terkabul tidaknya doa kita. Lucu sekali. " Ziyan menganggap hal tersebut hanya sebagai bualan belaka.
" Tapi nyatanya itu terjadi ketua. Sepasang pedagang kaya yang kebetulan singgah di kuil tersebut mencoba menulis permohonan mereka. Mereka yang sudah hampir sepuluh tahun menikah namun tidak kunjung di beri keturunan itu mencoba peruntungan dengan berdoa di kuil tersebut. Mereka bahkan menyumbang cukup besar hingga ratusan keping emas. Setelah menginap semalam di kuil itu. Selang beberapa minggu, sang istri di nyatakan hamil. Kabar itu pun menyebar dan membuat nama kuil Heping semakin di kenal. "
Ziyan melihat Bingjie yang begitu bersemangat saat menceritakan hal tersebut. Ia yakin bawahannya tersebut percaya bahwa semua itu berkat keajaiban kuil Heping dan kekuatan uang sumbangan. Tapi bagi ziyan yang hidup di dunia modern, tentu saja ia tidak mempercayai takhayul seperti itu. Jika pun sang istri benar-benar hamil, maka itu karena kecebong sang suami yang berhasil melakukan pembuahan di sel telur sang istri. Bukan karena kekuatan kuil.
Melihat keraguan di wajah ziyan, Bingjie kembali bertanya. " Apa ketua tidak percaya dengan cerita itu. "
" Entahlah. Ada beberapa faktor yang bisa terjadi yang bisa membuat istri pedagang kaya itu akhirnya hamil. " Binjie sama sekali tidak paham dengan ucapan ziyan.
__ADS_1
Ziyan pun membuang napas, tak ingin mencoba menjelaskan hal tersebut. Bagaimana bisa ziyan berkata, kemungkinan lain itu adalah sang istri yang bisa saja hamil dengan pria lain.
" Sudahlah. Kau tidak perlu tahu. Lalu apa lagi yang menarik dari kuil itu. " lanjut ziyan kembali bertanya.
" Selain cerita itu. Ah benar. Kuil Heping juga merupakan kuil dimana ibu suri tinggal untuk mendoakan mendiang raja. Sudah hampir lima tahun beliau tinggal di sana. "
" Ibu suri? " Tanya ziyan memastikan dan Binjie mengangguk. " Apa beliau juga menyumbang untuk kuil itu juga. "
" Benar. Bahkan nilai yang di sumbangkan oleh ibu suri sangat besar. Ibu suri dikenal sangat menyayangi mendiang raja. Karena itu beliau tak sungkan-sungkan saat memberikan sumbangan itu. "
Ziyan semakin penasaran dengan kuil Heping tersebut. Ia merasa akan menemukan hal menarik di sana.
*******
" Yaoyao, malam ini kau berkemas lah. Besok kita akan pergi ke kuil Heping. "
" Kuil Heping? benarkah kita akan kesana nona? " yaoyao terlihat sangat antusias.
" Itu karena aku bisa meminta pada dewa agar menjodohkan ku dengan junyi. " Jawab yaoyao tanpa sadar, yang selanjutnya segera menutup mulutnya sendiri karena secara tidak sengaja sudah mengatakan motifnya.
Ziyan hanya tersenyum. Benar saja dugaannya. Sepertinya ia harus membicarakan hal ini pada sima rui nanti, pikir ziyan.
" Tidak usah malu. Junyi juga pria yang baik. Kau memiliki mata yang bagus yaoyao. " Ziyan memberikan ibu jarinya pada yaoyao.
" Kalau begitu aku akan mulai berkemas nona. " Ziyan mengangguk. Yaoyao segera keluar dari kamar ziyan dan dengan langkah cepat kembali ke kamarnya dengan hati yang berbunga.
*********
Yaoyao berlari ke kamar ziyan dengan wajah yang sulit terbaca setelah baru saja ia kembali dari halaman belakang. Awalnya yaoyao berniat menyiapkan kereta kuda yang akan digunakan oleh ziyan. Tapi begitu kusir tahu kemana tujuan mereka. Ia segera menyampaikan berita yang sangat mengejutkan.
__ADS_1
" Nona, nona. " Yaoyao mengetuk pintu kamar ziyan kemudian masuk menuju ranjang dimana sang majikan tidur.
" Ada apa? " Jawab ziyan masih setengah sadar.
" Gawat nona. Kuil Heping terbakar. " Ucap yaoyao memberitahu berita yang baru saja ia dengar dari sang kusir.
" Hah? " Ziyan tidak percaya dengan berita yang yaoyao sampaikan. " Dari mana kau dengar berita itu. "
" Baru saja dari kusir yang seharusnya pergi bersama kita. Semalam ia baru saja pergi bersama tuan Mo ke istana. Ia bilang di istana juga sedang ramai karena semua mengkhawatirkan keselamatan ibu suri. Yang mulia raja bahkan langsung memerintahkan para prajurit untuk menjemput ibu suri dan mengajaknya kembali ke istana. " Jelas yaoyao.
" Kenapa kebetulan sekali. " Gumam ziyan.
" Benar. Kenapa kebetulan sekali. Padahal aku ingin berdoa disana. " Yaoyao yang mendengar gumaman ziyan ikut menimpali.
" Karena terjadi hal tak terduga. Kita tunda keberangkatan kita ke sana. Kita akan ke sana saat semuanya sudah kembali kondusif. "
" Iya nona. " Jawab yaoyao tak bersemangat.
Sementara di istana,
" Apa kalian sudah menemukan penyebab kebakaran itu? " Tanya sima shao pada salah satu komandan di biro penyelidik.
" Belum Yang mulia. Namun kesimpulan sementara kami adalah karena lilin yang terjatuh. " Jawab sang komandan dengan tenang.
Sima shao diam sejenak tampak berpikir. " Sudahlah. Kalian lanjutkan kembali penyelidikannya. Lalu bagaimana dengan ibu suri? "
" Ibu suri tidak terluka sedikitpun. Beliau setuju kembali ke istana, dan sedang dalam perjalanan. " Sima shao mengangguk menanggapi laporan sang komandan.
Merasa tidak ada yang ingin di laporkan lagi. Petugas penyidik tersebut mengundurkan diri untuk kembali bekerja.
__ADS_1
Sima shao bangkit dari kursinya. " Kasim liu, kita ke istana Huang Guifei. "
" Baik Yang mulia. " Kasim liu dengan setia mengikuti sang tuan menuju istana Huang Guifei.