
Ziyan mencoba menenangkan diri.
Semuanya tidak terlalu buruk. Xiaoqi hanya kebetulan bertemu dengannya. Lagipula sima rui membantunya melarikan anak-anak. Ia hanya perlu menunggu pertarungan mereka selesai. Lalu diam-diam pergi dari tempat ini.
Jadi ziyan dan snowy menunggu di bawah lantai hingga pertarungan selesai. Ketika ziyan tak mendengar lagi suara pertarungan, Ia mengintip dan melihat xiaoqi membawa anak-anak pergi. Junyi dan sima rui masih berada di ruangan. Karena letak pondok yang berada di ujung dan termasuk tempat kosong. Membuat pondok ini sepi dari penjagaan. Jadi beruntung selama pertarungan tadi. Tidak menarik perhatian dari para bandit yang lain.
Langkah sima rui semakin dekat dengan posisi ziyan. Dan saat sima rui berada tepat di atas ziyan. Sima rui menghentikan langkahnya. Mungkin ia berpikir tak ada apa-apa lagi di ruang tersebut. Jadi ia segera melangkah pergi bersama junyi.
Ziyan menunggu beberapa saat. Ia membuka lantai di atas kepalanya dan keluar. Ziyan kembali melihat situasi sekitar. Berpikir sudah aman, Ia bergegas pergi meninggalkan pondok tersebut dengan Snowy yang berjalan di belakangnya.
Di dalam kegelapan, Sima rui dan junyi bersembunyi. Sebenarnya Sima rui tahu bahwa ada orang lain yang berada di dalam pondok itu. Tak mungkin pria tadi menyelamatkan semua anak-anak itu sendiri dan tidak mungkin mereka tiba-tiba muncul jika tidak ada pintu rahasia disitu. Jadi untuk melihat siapa partner pria tadi. Ia sengaja menunggu hingga orang tersebut keluar.
Ternyata usaha menunggunya tidak sia-sia. Ia melihat seseorang keluar dari pondok dan saat melihat hewan putih yang mengikuti dibelakangnya. Sima rui sangat terkejut. Bukan terkejut karena melihat hewannya, namun karena ia tahu siapa pemilik hewan itu. Dan secara tak langsung ia jadi tahu siapa partner pria tadi.
"Tuan. Itu bukannya Snowy, kucing nona mo. Berarti orang itu nona mo. Dan pria tadi xiaoqi. "
Junyi mengungkap semua isi pikiran Sima rui. Ia sangat terkejut mengetahui bahwa calon istri tuannya itu ternyata bukan gadis lemah lembut seperti yang tertulis dalam laporannya. Tuannya pasti sangat terkejut. Junyi melirik diam-diam sima rui yang sedang manatap lurus pada ziyan.
Sima rui menatap sosok ziyan yang semakin menjauh. Begitu banyak pertanyaan dalam pikirannya. Apakah harus bertanya langsung padanya? Tapi jika ia bertanya langsung, apakah gadis itu akan mengatakan yang sebenarnya. Tiba-tiba sepotong ingatan hadir di kepalanya. Itu adalah ingatan saat pertemuan mereka dengan ketua Gui kemarin.
"Beberapa bulan yang lalu aku menerima kabar bahwa ada satu orang yang berhasil sembuh dari racun ini. Kau tahu nona Mo dari kediaman menteri mo."
"Dialah yang berhasil bertahan dari racun itu. Sebenarnya agak aneh, karena ia sembuh dengan tiba-tiba."
Satu-satunya dan tiba-tiba. Hati sima rui entah kenapa merasa tergelitik karena kata-kata itu. Ia merasa ada sesuatu yang salah dengan itu.
__ADS_1
"Junyi setelah ini segera selidiki kembali yaner. Aku ingin tahu apa saja yang ia lakukan selama di jianjing. Dan satu lagi. Rahasiakan tentang apa yang baru saja kita lihat. Aku tak ingin siapapun atau dia tahu bahwa kita mengetahui semua yang ia lakukan malam ini. "
"Baik tuan."
Ziyan tiba di tempat yang sudah disepakati dengan xiaoqi. Ia melihat pria itu sedang menunggunya dengan khawatir.
Xiaoqi berdiri dan menoleh beberapa kali mencari sosok nonanya yang tak kunjung datang. Pikiran buruk mulai menghinggapinya. Ia khawatir jika nonanya tak mampu melewati orang-orang itu. Namun segera kelegaan mengalir di pembuluh darah xiaoqi. Ia melihat nonanya sedang berdiri menatapnya.
"Nona kau baik-baik saja? " Xiaoqi segera menghampirinya begitu melihat sosok gadis yang sejak tadi ditunggunya itu.
Kali pertama ziyan melihat ekspresi khawatir dari wajah xiaoqi. Meski hubungannya dan xiaoqi akhir-akhir ini sudah lebih baik dari saat pertama kali mereka bertemu. Terkadang ziyan merasa bahwa xiaoqi masih belum bisa menerima sepenuhnya ziyan yang menggantikan posisi yaner. Namun malam ini ia melihatnya begitu khawatir dan itu cukup membuat perasaan ziyan sedikit merasa lega. Mungkin sekarang ia bisa menerima keberadaan ziyan sepenuhnya.
"Aku tak apa-apa? bagaimana dengan anak-anak? "
Ziyan melihat sekelompok anak tersebut. Rona kebahagiaan terpancar dari wajah mereka. Mereka begitu lega bisa keluar dari tempat menakutkan itu.
Ziyan menghampiri mereka. Lalu saat dirinya akan membuka mulutnya. Tiba-tiba semua anak berlutut dan memberikan sujud padanya.
Ziyan terkejut. Ia tak mengerti dengan apa yang dilakukan anak-anak itu.
"Terima kasih nona. Terima kasih sudah menyelamatkan kami. " Secara serempak mereka mengungkapkan rasa terima kasihnya.
Ziyan sangat terharu melihat tindakan mereka. Ungkapan terima kasih yang begitu tulus hampir membuatnya meneteskan air mata.
"Bangunlah. Sudah sewajarnya aku menolong kalian. Setelah ini kalian hiduplah dengan baik dan berhati-hatilah mulai sekarang. "
__ADS_1
Anak-anak masih tetap berlutut. Ziyan tak mengerti dengan maksud mereka. Lalu anak laki-laki yang sebelumnya berbicara dengan ziyan di sel mulai mengungkapkan maksud mereka.
Ia melihat teman-temannya, lalu dengan matanya yang penuh tekad ia menatap ziyan.
"Kami sudah memutuskan. Kami akan selalu mengikuti nona. Kami akan bekerja untuk nona. "
Hah! ?
Ziyan terkejut. Mulutnya bahkan tak bisa berkata-kata.
"Kami semua tidak memiliki keluarga. Bahkan jika nona mengusir kami. Kami juga tidak tahu harus berbuat apa. Kami tidak memiliki kemampuan. Tidak ada yang mau memperkerjakan kami. Kami hanya bisa makan dari mengemis atau meminta belas kasihan. Karena itu, tolong izinkan kami mengikuti anda nona. "
"Izinkan kami nona. " Semuanya kembali sujud pada ziyan.
Suasana seketika berubah haru. Ziyan bukannya tak tahu kenyataan itu. Selama ia hidup di ibukota. Memang banyak para pengemis atau orang-orang miskin yang bekerja seharian hanya untuk mengisi perut mereka. Sementara para orang kaya dan bangsawan sibuk membuat diri mereka semakin kaya. Salah satu alasan dari kehidupan mereka yang menyedihkan, karena tidak ada pendidikan yang mereka terima. Jika mereka bisa mendapatkan ilmu untuk digunakan dalam masyarakat, bukankah mereka akan sangat dibutuhkan.
Tiba-tiba sebuah ide muncul di kepala ziyan. Mungkin dia bisa membuat sekolah untuk mereka. Sekolah untuk rakyat miskin bukannya belum ada. Hanya ada sekolah untuk kaum bangsawan. Lagipula setelah mereka menuntut ilmu, dan siap untuk bekerja. Dirinya bisa memperkerjakannya. Siapa tahu dimasa mendatang ia memiliki beberapa cabang kasino atau toko lainnya.
"Baiklah. Kalian boleh ikut denganku. Tapi kalian belum siap untuk bekerja denganku. Jadi aku ingin kalian sekolah terlebih dulu. "
Anak-anak saling berpandangan tak mengerti dengan maksud ziyan. Xiaoqi meski tak mengerti tapi ia tahu, nonanya ini pasti memiliki ide lain. Terakhir ide kasino dan barnya sukses besar. Kali ini idenya pasti akan menakjubkan juga.
"Nona. Bukankah sekolah hanya untuk kaum bangsawan. Bagaimana kami bisa kesana."
Ziyan menggoyangkan telunjuknya. "Tidak, tidak. Kalian bukan akan pergi kesana. Tapi kalian akan pergi ke sekolah yang akan segera aku buat. "
__ADS_1
Semua anak tampak terkejut. Sementara xiaoqi hanya tersenyum. Ia sudah menduga bahwa ide nonanya ini akan diluar dugaan dan itu membuatnya terlihat mengagumkan.
Ziyan tak akan pernah tahu bahwa idenya ini akan dicatat dalam sejarah. Sekolah yang awalnya dibuat untuk menampung anak-anak ini. Akan menjadi sekolah swasta berasrama pertama di dinasti Jin, bahkan di seluruh dataran cina.