Ratu Hebat Mau Lewat

Ratu Hebat Mau Lewat
Bab 344 Side story ( A Feng story)


__ADS_3

Sudah hampir seminggu Feifei tinggal di kediaman pangeran. Selama itu pula ia menjaga sikapnya. Namun tetap saja, Liu ru bisa melihat bahwa wanita itu menginginkan suaminya.


" Nyonya, tampaknya nona Gu kembali mencoba mengirim sup pada pangeran. Namun penjaga menghentikannya segera setelah ia berada di depan pintu ruangan Yang mulia. " Xiao su memberitahu setelah ia mendapatkan kabar dari pihak dapur.


Liu ru yang sedang membaca buku medis seolah tak terganggu sama sekali dengan berita yang baru saja Xiao Su sampaikan.


Ia menjawab dengan acuh tak acuh. " Benarkah? Sayang sekali mereka menghentikannya. " Matanya masih setia dengan buku ditangannya.


Xiao Su menatap heran majikannya tersebut.


Apakah nyonya sama sekali tidak cemburu? Bahkan sudah ada rumor yang beredar di seputaran pelayan manor bahwa Gu Feifei adalah calon selir pangeran. Meski begitu, nyonya tampaknya acuh tak acuh dan memilih mengabaikannya.


" Kau pasti berpikir kenapa aku tidak cemburu? " Tanya Liu ru seolah bisa membaca pikiran pelayan pribadinya itu.


Liu ru dengan santai melanjutkan, " Aku percaya pada suami ku. Ia sudah mengatakan bahwa tidak akan mengambil nona Gu sebagai selir. Tak mungkin ia melanggar ucapannya sendiri. Andai dimasa depan ia ingkar, status ku sebagai istri utama tidak akan berubah. Dan fakta bahwa anak ku putra sulungnya juga tak akan berubah. "


Secara kasar putranya adalah penerus kediaman pangeran. Meski Gu Feifei pada akhirnya berhasil menjerat Sima Feng dan mereka memiliki anak lain. Tetap putranya lah yang akan bertindak sebagai penerus.


" Kenapa anda begitu tenang nyonya? tidakkah anda menginginkan menjadi wanita satu-satunya di hati pangeran? "


" Tentu saja aku ingin. Siapa wanita yang tak ingin menjadi satu-satunya bagi suaminya. Tapi apakah aku memiliki kemampuan mengatur hati seseorang? Tidak Xiao Su. Jadi kita lihat saja bagaimana ke depannya. " Meski Liu ru berkata seolah mudah baginya, kenyataannya itu bertentangan dengan hatinya. Ia hanya mencoba bersikap realistis.


" Lagi pula memiliki istri lebih dari satu bukanlah suatu kejahatan. " Sambungnya. Kembali ia dibungkam dengan pandangan masyarakat yang masih memandang wajar jika pria memiliki selir.


Xiao Su masih memasang wajah tak rela, mengungkap rasa tak sukanya. " Tapi wanita itu begitu tak tahu malu. Berulang kali terlihat mendekati Yang mulia. Meskipun sudah berulang kali pula ditolak. Tapi ia terlihat tidak menyerah. Seolah urat malunya benar-benar sudah putus. "


Liu ru terkekeh mendengar itu. " Maka biarkan saja. Ia hanya ingin memperjuangkan cintanya yang tak tersampaikan pada suami ku. Lagi pula, Orang-orang disni juga tahu jika suami ku menerima Feifei tinggal disini karena pengorbanan kakaknya yang telah menyelamatkannya. Andai saat itu tak ada kakaknya, mungkin saja justru aku lah yang saat ini menjadi janda. " Setelah jeda sesaat ia kembali melanjutkan.


" Dengan melarang Feifei, aku akan di anggap sebagai wanita berpikiran sempit dan egois yang tidak bisa berterima kasih. Jadi apa menurut mu tindakan ku ini salah? "


Xiao Su akhirnya paham, bahwa nyonya nya bersikap acuh tak acuh bukan karena ia mau. Tapi karena keadaan.


" Tidak nyonya. Anda benar. Maaf karena saya tidak berpikir jauh. "


Liu ru tersenyum, " Lagi pula aku masih memiliki pekerjaan penting yang harus aku lakukan. Dari pada memikirkan harem suami ku. Aku lebih ingin fokus pada rencana pembangunan klinik umum ku. "


" Sepertinya anda begitu bersemangat nyonya dengan rencana ini. "


" Tentu saja. Karena ini bisa membantu rakyat kita. "


Sesungguhnya, ada alasan lain kenapa Liu ru ingin membangun klinik umum tersebut. Selain murni karena ingin membantu rakyat, ia juga ingin membantu dirinya sendiri. Membantu dirinya agar pantas bersanding dengan suaminya.

__ADS_1


Tidak sedikit orang-orang yang diam-diam meragukan dan merendahkannya. Merasa bahwa ia tak pantas untuk bersanding dengan Sima Feng.


Liu ru dan Xu xiang mungkin memliki latar belakang yang hampir sama. Ia hanya sedikit beruntung daripada Xu xiang. Tapi orang-orang menganggap dia pantas menjadi putri mahkota karena ia adalah pemilik Serikat dagang Suwang.


Lalu siapa dirinya? Jika bukan karena fakta dirinya memiliki anak Sima Feng. Mungkinkah ia bisa menikah dengannya.


Itulah yang menjadi simpul di hati Liu ru sejak dulu.


Ia bertekad ingin meningkatkan dirinya. Berharap dengan kemampuan pengobatan yang dimilikinya. Ia tidak akan di pandang sebelah mata di kemudian hari.


" Apakah pangeran masih ada di ruangannya? " Tanya Liu ru lalu meletakkan bukunya.


" Masih nyonya. Apakah anda akan menemui beliau? "


Ia mengangguk. " Tiba-tiba aku teringat sesuatu dan harus menyampaikannya. Bantu aku mempersiapkan diri. "


Ketika Liu ru hendak ke ruang baca Sima Feng. Di jalan, kepala pelayan Hu sedikit terburu menghampirinya.


" Ada apa? " Tanyanya khawatir, karena melihat wajah kepala pelayan Hu terlihat berbeda.


" Nyonya. Di luar ada pemuda yang ingin bertemu dengan anda. Dia terus berlutut dan tak ingin pergi jika belum bertemu dengan anda, nyonya. "


Seorang pemuda? siapa?


Begitu Liu ru berada di depan, ia terkejut saat mengetahui pemuda yang di maksud kepala pelayan Hu. Pemuda yang ditolongnya tempo hari.


' kenapa dia disini? ' Batinnya heran.


Bahkan yang lebih membuat matanya hampir copot adalah keberadaan Gu Feifei di sana yang benar-benar membuatnya hampir muntah darah karena emosi.


" Pergilah. Lihatlah pakaian kotor mu itu. Apa menurut mu Wangfei mau bertemu dengan mu? " Menyorot pakaian kotor pemuda itu, Feifei berdecak. " Ck, kau tidak pantas bertemu dengannya. "


Pandangan Feifei juga sangat jelek, seolah ia melihat hal yang menjijikan. Bahkan orang-orang di sekeliling mulai berbisik.


" Kau? kenapa kau berlutut di sini? " Suara tiba-tiba Liu ru menarik semua perhatian.


Pemuda itu yang sejak tadi menunduk segera mendongak dan senyum cerah mengembang di wajahnya. Sementara Feifei terlihat terkejut dan salah tingkah.


" Wangfei, anda kenapa keluar? anda tak perlu repot-repot menemuinya. Biar aku saja yang mengusir orang kotor ini. " Kejam sekali Feifei menghina pemuda itu. Seolah ia melakukannya karena keinginan ku.


Liu ru merasa bahwa gadis yang dibawa suaminya terlihat semakin buruk dimatanya. Selain penggoda, ternyata sangat sombong.

__ADS_1


Bertambah satu lagi daftar hitam Gu Feifei di kepala Liu ru.


Ingin sekali Liu ru berkata kasar pada gadis itu. Tapi lagi-lagi ia mengingat pengorbanan kakaknya. Jadi ia memilih menahannya.


" Feifei kau masuklah. Ini urusan ku. Sebagai tamu kediaman pangeran. Kau tidak seharusnya menolak tamu lain yang datang ke kediaman ini. Kau bukan nyonya di sini. " Sengaja Liu ru menyebut statusnya yang hanya seorang tamu di depan semua orang. Membuat wajah gadis itu merah padam.


Sebagai nyonya kediaman pangeran, Liu ru memilki kewajiban untuk menjaga nama baik kediaman.


Ia harus menjelaskannya. Jika tidak, seseorang akan salah paham dan mulai menyebarkan rumor buruk kediaman mereka. Jangan sampai hanya gara-gara kesombongan gadis ini, nama baiknya akan tercemar.


Bukan ia tidak bisa melihat skema Feifei. Ia tahu gadis itu sengaja berkata demikian, agar orang-orang berpikir bahwa ia adalah Wangfei yang sombong. Sayangnya, ia tidak akan membiarkannya.


Secara tidak langsung Liu ru mengusir Feifei. Mau tidak mau gadis itu hanya bisa menurut dan melangkah pergi dengan perasaan kesal.


Pemuda itu terlihat bahagia, matanya berbinar seolah melihat emas di depannya.


Ia sujud beberapa kali, lalu berkata. " Wangfei, terima kasih atas pertolongan anda. Jika bukan karena bantuan anda hari itu. Ibu ku tidak akan bisa sembuh. Hari ini saya khusus datang untuk mengungkapkan rasa terima kasih ku nyonya. Saya tidak akan pernah melupakan bantuan anda. " Kembali pemuda itu menurunkan kepalanya untuk bersujud.


Buru-buru Liu ru maju ke depan. " Bangunlah. Jangan seperti ini. Aku masih hidup untuk apa kau menyembah ku. "


Orang-orang yang sebelumnya menatap pemuda itu penuh tanya, akhirnya tahu alasan kenapa ia rela berlutut di depan kediaman pangeran.


Meski Liu ru tidak di salah pahami. Namun tetap saja itu membuatnya malu.


" Apa kau tak malu di lihat orang berlutut seperti ini? " Tanya Liu ru tak sabar.


" Tidak Wangfei. Bagi ku yang terpenting saya bisa mengungkap rasa terima kasih ku pada anda Yang mulia. "


Kesabaran Liu ru yang sangat pendek itu akhirnya terbakar juga. Ia mulai kesal, " Kau tidak malu tapi aku malu. Ayo cepat bangun. "


Pemuda itu terkejut, dan segera berdiri. Ternyata ia telah membuat nyonya penolongnya marah.


" Ma-maaf nyonya. " Buru-buru ia meminta maaf membuat Liu ru merasa tak enak karena sudah sedikit membentaknya.


Menghela napas mengumpulkan kesabarannya. Liu ru berkata, " Dengar. Jangan rendahkan dirimu seperti ini. Sudah menjadi tugas ku untuk membantu rakyat Jin. Menjadi bagian dari kediaman pangeran, sudah kewajiban ku untuk membatu. "


" Jika kau benar-benar ingin mengucapkan terima kasih maka jagalah ibu mu. Lalu belajarlah dengan baik agar bisa merubah masa depan mu dan ibu mu. Jadi berhenti menyembah ku. Aku bukan leluhur mu yang harus kau sembah. "


" Iya, saya mengerti Wangfei. " Lalu pemuda itu memberikan beberapa ikan dan tanaman herbal liar. " Nyonya, ini hasil jerih payah ku. Tolong di terima. mungkin ini tidak berarti apa-apa. Tapi sungguh saya tulus dan berharap anda sudi untuk menerimanya. "


Liu ru tahu bahwa pemuda itu sudah sangat berusaha keras membawakan semua ini. Jadi dengan tulus Liu ru berkata. " Terima kasih. Aku akan menerimanya. "

__ADS_1


Diam-diam dari jauh Gu Feifei melihatnya dengan tatapan tak suka. Karena rencananya merusak nama baik Liu ru gagal.


"Aku tidak akan menyerah. " Ia meremas kuat sapu tangan di tangannya, melampiaskan kebenciannya.


__ADS_2